Sekedar Menikahi

Sekedar Menikahi
Bertemu


__ADS_3

" Bu, aku pamit ke pasar dulu ya!" ucap seorang wanita dengan menjinjing tas belanjaannya hendak keluar dari rumah yang tidak terlalu besar


" Iya nak hati-hati, jangan lupa ajak Iyut biar dia nanti yang bantuin bawain belanjaan kamu" teriak Bu Kokom dari arah dapur yang tengah sibuk menyiapkan barang dagangannya


" Iya bu" sahut wanita tersebut lalu berjalan keluar rumah


Dia melihat seorang pemuda yang sedang bermain gitar bersama beberapa temannya yang merupakan anak tetangga di teras rumah


" Iyut, ikut mbak yuk ke pasar!" ajaknya


"Iya mbak" Sahut Iyut patuh lalu memberikan gitar yang sedang dipegangnya kepada salah satu temannya


" Aku antar mbakku dulu ya ke pasar!" pamit Iyut


" Iya, hati-hati jagain mbak kamu yang cantik ini dengan benar kalau ada apa-apa langsung kabarin kita-kita!" ucap salah satu temannya seraya terkekeh


" Oke, tenang aja kalau ada yang macam-macam tinggal sat set sat set!" ucap Iyut sambil memperagakan pukulan dan tendangannya ke udara


Iyut lalu berjalan menghampiri wanita yang tidak lain adalah Freya Kanaya


...Flashback on...


Freya yang sudah merasa kelelahan berjalan menyusuri jalan yang sepi tak berpenghuni akhirnya memutuskan untuk berhenti sejenak mengistirahatkan tubuhnya yang sudah kepayahan demi menjaga kondisi kandungannya yang bisa saja kenapa-napa jika ia paksakan terus berjalan


" Aku harus bagaimana ini, tas ku dan juga ponsel ku entah ada di mana sekarang" gumam Freya lalu menghembuskan napasnya kasar


Freya menatap ke arah jalan yang dihimpit hutan di sisi kiri dan kanannya, jalanan yang nampak begitu panjang tidak ada satupun kendaraan yang berlalu-lalang


" Kenapa tidak ada kendaraan yang lewat satu pun" keluh Freya


Sinar matahari mulai meredup hati Freya semakin gelisah menahan ketakutan yang kian menggerogoti


Freya menatap ke arah perutnya lalu dengan pilu ia mengusap-usapnya dengan gerakan lembut


Tes


Freya menitikkan air matanya, hatinya begitu sedih melihat kondisinya yang tengah hamil terbuang di sebuah hutan


" Kenapa nasib ku seperti ini?" Freya tergugu hatinya benar-benar sakit dan perih


" Kenapa ada wanita sekejam itu, pantas saja jika mas Ken tidak menginginkan wanita itu perangainya saja sudah seperti iblis yang tidak berperasaan" Freya teringat dengan wanita yang mengancamnya dan tega membuangnya di hutan sepi tak berpenghuni


" Dia tidak membunuh ku secara langsung tapi ia membunuhku secara pelan-pelan dengan membiarkan aku berada di tempat seperti ini" monolog Freya


" Kenapa mas Ken bisa mengenal wanita seperti dia, sungguh wanita yang sangat menakutkan, semoga saja wanita itu tidak menyakiti mas Ken dan juga teman-temanku!" Freya penuh harap


" Aku harus kuat, kamu juga ya sayang... kita harus kuat" ucapnya pada bayi yang masih ada di dalam perutnya


Dari kejauhan seorang wanita paruh baya menajamkan penglihatannya yang kala itu sudah menjelang sore


" Iyut... Yut...!" panggil bu Kokom kepada Iyut

__ADS_1


" Ada apa bu?" tanya Iyut yang sedang sibuk menatap layar ponselnya


Keduanya saat ini tengah berada di dalam mobil bak milik tetangganya yang selalu mereka tumpangi ketika berangkat ke pasar yang berada di kota yang cukup jauh dari desa tempat mereka tinggal


" Itu Yut kamu lihat enggak sepertinya ada seorang wanita yang sedang duduk di pinggir jalan" tutur bu Kokom


" Ah ibu ini ada-ada saja mana mungkin bu dihutan yang sepi seperti ini ada seorang wanita, jangan-jangan wanita jadi-jadian kali bu" ucap IYut


" Iya bu Kokom salah lihat kali, mana ada wanita di hutan sepi seperti ini" ucap tetangga yang juga ikut menumpang


" Iya juga sih tapi saya tadi melihatnya sepertinya wanita itu sedang kelelahan" ucap bu Kokom penasaran dengan apa yang tadi sempat di lihatnya


Setelah pulang dari pasar mobil yang di tumpangi bu Kokom melewati jalan yang sama dan kali ini Iyut yang sedang berdiri di atas mobil dapat dengan jelas melihat seorang wanita tengah terseok-seok berjalan di tepi jalan yang sangat sepi


" Bu, apa itu wanita yang ibu lihat tadi?" tanya Iyut menoleh ke arah ibunya


Bu Kokom beranjak dari duduknya dan berdiri di samping Iyut


"Iya itu wanita yang ibu lihat tadi, apa tidak sebaiknya kita berhenti dan bertanya padanya?" tanya Bu Kokom pada Iyut dan juga tetangganya yang juga ikut bersamanya


" Kasihan jika dia ternyata benar-benar butuh bantuan" tutur Bu kokom


" Pak supir, bisa tolong berhenti sebentar!" pinta Iyut pada sang supir dengan mengetuk-ngetuk badan mobil


Mobil pun berhenti lalu Iyut dan Bu Kokom turun dari mobil yang ia tumpangi


Iyut dan bu Kokom ditemani sang supir mendekati Freya, awalnya Freya takut melihat bu Kokom yang datang menghampirinya bersama Iyut dan sang supir namun setelah wanita paruh baya itu berbicara akhirnya rasa takut itu pun menguap begitu saja


Dan sejak itulah Freya tinggal bersama bu Kokom dan Iyut


Freya tidak bisa menghubungi orang-orang rumah termasuk menghubungi Ken


Tadinya Freya ingin menghubungi Ken namun sayangnya tidak ada satu pun nomor telepon yang diingatnya


...Flashback off...


" Mba Frey hati-hati ya!" ucap teman-temannya Iyut


" Iya, Terima kasih. pinjam Iyutnya dulu ya" ucap Freya sambil mengulas senyum


" Iya mbak bawa aja bawa!" " sahut teman-temannya


Iyut mendengus kesal kepada teman-temannya " Kalian kira aku barang apa suruh bawa-bawa aja!" Protes Iyut yang seketika mengundang gelak tawa teman-temannya termasuk Freya


__


Saat ini Freya dan Iyut sedang berada di pasar tradisional setelah tadi naik angkot dan menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit


" Bu ayamnya satu ekor ya bu dipotong 10" ucap Freya pada seorang pedagang ayam


" Iya neng" jawab si ibu

__ADS_1


Setelah membeli ayam, Freya berjalan lagi mencari sayur-sayuran dan juga beberapa keperluan dapur lainnya


" Sini mbak biar Iyut aja yang bawain, kasihan dedeknya nanti keberatan" kata Iyut sambil meraih bungkusan yang ada di tangan Freya


" Terima kasih ya Yut!" Freya tersenyum dan Iyut balas tersenyum


" Iya mbak sama-sama, kan gunanya Iyut ikut mbak Frey ke pasar buat bantuin mbak bawa belanjaan kayak gini" ucapnya


" Anak pintar" ujar Freya dan Iyut pun menanggapi dengan senyuman


Saat hendak pulang dan menuju jalan raya untuk menunggu angkutan umum yang lewat tiba-tiba Freya di tabrak oleh seorang pria yang tengah berjalan tergesa-gesa


BRukk


" Aahh..!" pekik Freya yang beruntungnya dengan sigap Iyut menangkap tubuh Freya yang hampir saja terjatuh


" Mas kalau jalan hati-hati dong, kalau tadi Mbak saya sampai jatuh bagaimana? mbak saya tuh lagi hamil apa yang mas lakuin tadi bisa membahayakan Mbak saya dan juga bayinya, tau enggak!" marah Iyut berapi-api pasalnya tadi jantungnya hampir saja copot melihat Freya yang hampir saja terjatuh jika tidak dengan sigap pemuda itu menangkap tubuhnya dengan spontan melepas barang belanjaannya


" Maaf.. maaf dek saya tidak sengaja!" ucap pria tersebut pada Iyut


" Maaf sekali lagi ya dek tadi saya buru-buru karena mendapat kabar kalau adik saya di larikan ke rumah sakit" ucap pria tersebut dengan perasaan bersalah


" Iya aku maafin, tapi lain kali hati-hati mas. kalau berjalan kayak tadi caranya bukan hanya adik masnya aja yang masuk rumah sakit tapi orang lain juga bisa masuk rumah sakit gara-gara mas bahkan bisa juga mas nya sendiri" tutur Iyut


Laki-laki tersebut mengangguk membenarkan ucapan pemuda yang ada di hadapannya, dia pun berkali-kali meminta maaf


Freya yang baru saja mengambil kantong belanjaan yang tadi sempat di buang begitu saja oleh Iyut saking paniknya langsung menghampiri Iyut yang sedang berbicara dengan pria yang telah menabraknya


" Iyut sudah enggak apa-apa, lagi pula mbak juga enggak kenapa-napa kasihan mas nya yang buru-buru khawatir dengan keadaannya adiknya" ucap Freya yang fokus berbicara pada Iyut tanpa melihat ke arah pria yang tadi sempat menabraknya


" Fre... Freya!"


Merasa namanya disebut Freya pun menoleh ke sumber suara


Deg


Mata Freya membola seketika saat netranya menangkap sosok pria yang sangat familiar di matanya


" Ka... kamu Freya Kanaya kan?" tanya pria tersebut meyakinkan penglihatannya takut salah orang karena di dunia ini banyak orang yang memiliki kemiripan wajah bahkan sampai suara-suaranya


" Kamu beneran Freya Kanaya kan putrinya pak Anggara ?" tanya pria itu lagi karena Freya masih bergeming tidak menyangka bertemu dengan orang yang dikenalnya di desa yang dia sendiri pun belum terlalu paham letaknya di daerah mana


" Mba Frey kenal sama orang ini?" bisik Iyut menyenggol lengan Freya


Freya terkesiap lalu menatap pria yang ada dihadapannya dengan mata yang berkaca-kaca


Freya menganggukkan kepalanya berkali-kali sebagai jawaban kalau ia benar-benar Freya


" I... iya mas ini aku Freya Kanaya putrinya pak Anggara" jawab Freya yang seketika membuat pria yang berada di hadapannya itu mengucapkan puji syukur


" Alhamdulillah ya Allah.... syukurlah akhirnya bisa bertemu kamu di sini Frey" ucap Pria tersebut lalu mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya

__ADS_1


__ADS_2