
Freya dengan ragu mengambil salah satu baju yang tersusun rapi di dalam lemari tersebut
" Apa tidak apa-apa jika aku memakai baju ini, jangan-jangan baju ini milik Veronica yang sengaja dia persiapkan ?" Freya nampak ragu memakainya
" Bagaimana jika itu benar? aku merasa tidak enak untuk memakainya. apa aku pakai baju ku yang tadi aja ya walaupun sudah kotor tapi lebih nyaman dipakainya setidaknya itu milikku sendiri bukan milik orang lain" Freya masih saja bermonolog dengan dirinya sendiri
Ceklek
Freya langsung menoleh saat mendengar pintu kamar terbuka
" Aaaaa.." Freya menjerit dan langsung berjongkok saat melihat Ken sudah masuk ke dalam kamar
" Apa yang kau lakukan, aku belum selesai berganti baju?" teriak Freya sambil memeluk lututnya merasa malu hanya menggunakan handuk yang melilit di tubuhnya di hadapan Ken
Bukannya pergi Ken malah sengaja mendudukan dirinya di tepi kasur
Ken tersenyum simpul melihat Freya yang terlihat malu-malu di hadapannya
" Sudah hampir 2 jam kau masih juga belum memakai baju, aku harus menunggu berapa lama lagi memangnya?" Ken beranjak dari duduknya dan menghampiri Freya yang tengah berjongkok di depan lemari pakaian
" Mau sampai kapan kamu berjongkok di situ?" tanya Ken yang kini sudah berdiri di hadapan Freya
" Aaaa.... kenapa kau malah mendekat, pergi sana!" Teriak Freya yang terkejut bukan main saat melihat Ken sudah berada di depan matanya
" Kau ini lucu sekali, untuk apa berjongkok seperti itu, yang ada kamu akan menyakitinya, berdirilah!" Ken menarik lengan Freya menyuruhnya untuk berdiri namun Freya menolaknya
" Aku sudah melihat semuanya jadi untuk apa kau tutup-tutupi lagi?"
" Cepat pakai pakaian mu!" Ken mengalah dan memilih untuk keluar
Sebelum keluar dari kamar Ken berbalik badan " Jangan berpikir yang macam-macam, semua baju yang ada di dalam lemari itu baru aku beli kemarin sengaja aku siapkan untuk mu jika kau merasa berubah pikiran dan mau tinggal bersama ku dan semoga saja ukurannya pas di tubuhmu!" ucap Ken sebelum menghilang di balik pintu
Freya tertegun mendengar kata-kata Ken, hatinya sedikit tergerak ada perasaan senang yang tidak dapat ia ungkapkan dengan kata-kata setelah mengetahui baju-baju tersebut sengaja Ken persiapkan untuk dirinya
Dengan hati yang lega Freya akhirnya memakai salah satu baju yang dia ambil dari dalam lemari tersebut
" Ukurannya sangat pas di tubuhku dan baju-baju itu memang bukan seleranya Veronica, mana mungkin wanita itu mau memakai pakaian seperti ini!" ucap Freya bermonolog sendiri
__ADS_1
Selesai menggunakan baju Freya duduk di depan meja rias yang ada di dalam kamar itu dan lagi-lagi Freya dibuat tercengang dengan banyaknya alat kosmetik yang ada di atas meja tersebut
" Kenapa banyak alat makeup di sini, apa dia juga sengaja membelikannya untuk ku dan dari mana dia tahu ini sama seperti yang aku pakai?" Freya semakin dibuat terkejut dengan ulah Ken
" Tidak usah bingung begitu, sebagai suami yang baik aku harus lebih memperhatikan isteriku sendiri, benarkan?" Freya tersentak saat mendengar suara Ken dari arah tempat tidur
" Kau, sejak kapan berada di situ?" tanya Freya yang merasa terkejut dengan keberadaan Ken, bukankah tadi pria itu sudah keluar tapi kenapa tiba-tiba sudah ada di dalam lagi. Freya dibuat bingung oleh Ken
" Aku sejak tadi sudah berada di sini bahkan aku juga melihat mu saat berganti ba_!" belum selesai dengan kalimatnya Freya sudah melemparkan Ken dengan kotak tisu yang ada di atas meja rias
" Dasar keterlaluan!" geram Freya
" Sudahlah sayang jangan marah-marah seperti itu, kita ini suami isteri tidak usah malu-malu seperti itu segala apalagi semalam juga kita kan sudah_" dengan cepat Freya memotong ucapan Ken
" Cukup, jangan diteruskan lagi!" Sentak Freya
" Kau ini dikasih hati minta jantung ya!" Berang Freya yang sudah beranjak dari duduknya seraya bertolak pinggang
Ken bukannya takut malah tergelak melihat Freya yang tengah marah-marah kepadanya
" Jangan marah-marah sayang, tidak baik untuk perkembangan calon bayi kita!" Entah sejak kapan Ken beranjak tiba-tiba pria itu sudah memeluk tubuh Freya seraya mengelus perutnya dengan lembut
" Percayalah padaku, aku sangat mencintaimu. jika dulu ada wanita lain di hatiku itu hanyalah kisah masa lalu dan kau adalah masa depan ku jadi berjuanglah bersama ku, temani aku untuk memberikan mu limpahan kebahagiaan, cinta dan juga kasih sayang" Ungkap Ken
Freya bergeming dan tanpa ia sadari air matanya sudah meluncur dengan bebasnya
" Aku tidak peduli meski tanpa ada restu dari papaku karena meninggalkan mu untuk yang kedua kalinya akan menjadi penyesalan ku seumur hidup dan aku pasti tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri"
Freya semakin terisak mendengar kata demi kata yang Ken ucapkan
Entah harus merasa senang atau sebaliknya, pernikahan tanpa restu orang tua apakah akan berjalan dengan baik kedepannya, Freya merasa ragu apakah keputusannya untuk memberikan Ken kesempatan kedua adalah sebuah keputusan yang tepat atau justru akan membuatnya semakin menderita lagi
" Apa kau masih meragukan ku?" tanya Ken saat melihat Freya melamun
" Eh? maaf tadi kamu bicara apa?" tanya Freya nampak begitu bingung
" Sudahlah jangan terlalu dipikirkan, kita jalani aja dulu. baik dan buruknya biar tuhan yang menentukan" ucap Ken yang mengerti keraguan gadis yang ada di hadapannya itu
__ADS_1
" Sekarang pikirkan saja calon bayi kita, bagaimana perkembangannya jika dia lahir dalam keadaan ayah dan ibunya berada di tempat yang terpisah" Ucap Ken
Freya kembali terdiam mencerna kembali kata-kata yang sudah Ken ucapkan " Aku hanya takut jika kita memaksakan hubungan ini akan banyak yang terluka!" ucap Freya membuat Ken mengerutkan keningnya
" Maksudmu apa bicara seperti itu?" tanya Ken
Freya menarik napas dalam-dalam dan membuangnya secara kasar
Belum menjawab pertanyaan Ken, calo ibu dibuat terkejut kembali oleh sikap Ken yang sangat perhatian
" Sebelum kau menjawab pertanyaan ku, alangkah baiknya jika kamu duduklah terlebih dahulu, tidak baik kelamaan berdiri untuk ibu hamil" Ken mendorong bahu Freya pelan dan menggiringnya untuk duduk di kasur
" Sekarang, kamu baru boleh menjawab pertanyaan ku tadi" ucap Ken
" Aku hanya takut hubungan kita yang tidak mendapatkan restu dari orang tua khususnya papamu yang masih ada, hanya akan membuatnya bersedih dan kecewa karena putra satu-satunya tidak menurut padanya" jawab Freya
" Kau ini jangan berpikir kearah sana terus, jika dia memang sayang padaku, seharusnya dia menerima mu sebagai menantunya bukan malah menuruti keinginan isteri barunya itu yang selalu memaksaku untuk menikah dengan Veronica" Tutur Ken
" Kau pantas bahagia, jadi jangan pikirkan orang lain terus pikirkan lah kebahagiaan mu sendiri, pikirkan masa depan mu dan juga masa depan anak kita"
Ken mengusap lembut pipi Freya dengan mata yang menatapnya dalam
" Mari sama-sama kita mulai hubungan kita ini dari awal lagi, jangan biarkan ada celah untuk orang lain masuk ke dalamnya dan jika ada yang khilaf wajib saling mengingatkan"
Freya sudah tidak bisa berkata-kata lagi, Ken sudah membuat hatinya menghangat
Semoga saja apa yang dikatakan Ken adalah benar, pria itu bersungguh-sungguh ingin membuka kembali lembaran baru dan memperbaiki hubungan pernikahan mereka yang hampir retak
Freya tersenyum lembut pada Ken membuat pria itu langsung terpesona dengan kecantikan alami yang Freya miliki
" Baiklah, aku akan memberi mu kesempatan untuk memperbaiki pernikahan kita dan aku harap kau membuktikan ucapan mu itu!"
" Berikan kami kebahagiaan, seperti janjimu itu!" ucap Freya
Ken tersenyum " Tentu saja, aku akan berusaha untuk membahagiakan mu dan kau juga jangan mudah percaya dengan apa yang dikatakan orang-orang yang ingin menghancurkan pernikahan kita!" pesan Ken dan Freya mengangguk pelan
Kini keduanya merasa bersyukur karena pernikahan mereka masih dapat terselamatkan meskipun kedepannya pasti akan ada aral rintangan yang harus mereka hadapi
__ADS_1
Ken berharap Freya mempercayainya dan tidak mudah terpancing oleh orang-orang yang menginginkan mereka berpisah
" Terima kasih sayang, aku mencintaimu!" ucap Ken seraya menarik Freya ke dalam pelukannya