Sekedar Menikahi

Sekedar Menikahi
Dibuang


__ADS_3

Ken nampak gelisah karena belum juga menemukan keberadaan Freya, ia sempat bertemu dengan Mayang dan dia pun mengatakan kalau Freya tadi sudah pamit pergi untuk bertemu dengan Ken pada jam makan siang


Semua nampak semakin panik saat nomor ponsel Freya tidak dapat di hubungi


" Kemana sebenarnya kamu pergi sayang?" gumam Ken yang tengah menyusuri tempat-tempat yang biasa Freya datangi


Nina yang mendengar kabar hilangnya Freya tentu saja nampak panik karena sangat mengkhawatirkannya


" Apa ini ulah papamu Ken?" tanya Gery yang nampak marah pada sahabatnya itu ketika Ken kembali ke cafe untuk memastikannya lagi kalau isterinya belum kembali


Mereka kini tengah berada di cafe Mayang, Nina yang sedang bekerja di hotel Mahestra grup pun langsung bertolak ke cafe Mayang untuk memastikan berita yang dia dengar dari Mayang


Mayang hanya bisa menangis saling berpelukan dengan Nina, kedua wanita itu nampak begitu sedih karena sahabatnya Freya, hingga malam menyapa belum juga diketemukan


" Aku tidak tahu Ger, aku sudah bertanya pada papa tapi katanya dia tidak tahu apa-apa tentang hilangnya Freya" jawab Ken


" Apa kamu percaya, sedangkan orang yang paling menentang hubungan kalian itu adalah papamu sendiri?" Tanya Mayang disela isak tangisnya dengan emosi yang sudah naik di ubun-ubun


" Tapi aku yakin ini tidak ada kaitannya dengan papaku, tidak mungkin papa melakukan hal sekeji ini" ucap Ken


" Bisa saja Ken, apalagi ada ibu tirimu yang pandai menghasut papamu" ucap Gery


Ken pun berpikir sejenak, apa yang dikatakan Gery ada benarnya tapi entah kenapa hati kecilnya ingin sekali menyangkalnya


" Kita harus mencari Freya sampai ketemu, hiks... hiks..." Ucap Nina yang sejak tadi hanya menangis di pelukan Mayang


" Ada apa ini, apa telah terjadi sesuatu?" tanya Derry yang tiba-tiba datang bersama Martin


Semua orang yang berada di ruangan itu pun langsung menoleh ke arah Derry dan Martin yang berjalan ke arah mereka


" Kenapa kau menangis Nina, Mayang?" tanya Martin penuh selidik


" Apa terjadi sesuatu?" Derry pun kembali bertanya karena belum ada yang menjawab pertanyaannya

__ADS_1


" Gery, apa kau tahu sesuatu, bisa kau jelaskan pada kami?" Martin pun kembali menyuarakan pertanyaannya


" Naya menghilang" Ucapnya yang langsung membuat Derry dan Martin terbelalak


" Apa, Naya hilang?" Ucap Derry dan Martin bersamaan


" Bagaimana Naya bisa menghilang, kalian jangan bercanda?" Sentak Martin


" Iya benar, candaan kalian tidak lucu" ucap Derry menimpali ucapan Martin


" Buat apa kami bercanda, apa kalian pikir kami kurang kerjaan" Ucap Mayang sedikit emosi


Martin dan Derry pun langsung bungkam, apa sebenarnya yang terjadi dengan Freya? bagaimana bisa wanita itu menghilang begitu saja padahal tadi mereka sempat saling berkirim pesan dan mengatakan akan datang ke cafe


" Apa kalian sudah mencarinya ke tempat-tempat yang biasa dikunjungi oleh Naya?" tanya Martin


" Sudah, Ken sudah mencari kesemua tempat yang biasa Naya datangi namun hasilnya nihil" sahut Gery


Mendengar nama Ken disebut apalagi Gery mengatakan kalau Ken ikut mencari keberadaan wanita itu sungguh membuat Martin dan Derry bertanya-tanya


" Iya, memangnya kenapa kalau Ken ikut membantu mencari Naya?" tanya Mayang..


" Ya tidak apa-apa sih, tapi sedikit aneh aja" jawab Derry


" Tidak ada yang aneh, dan aku harus pergi sekarang aku tidak bisa hanya berdiam diri di sini tanpa usaha"Ucap Ken bangkit dari tempat duduknya


" Kau mau kemana lagi Ken?" tanya Gery


" Aku harus mencari Freya Ger, aku takut terjadi sesuatu dengannya kau tau sendiri kan bagaimana kondisi Freya saat ini?" Sahut Ken yang tentunya membuat Derry dan Martin semakin bertanya-tanya kenapa Ken begitu mengkhawatirkan keadaan Freya


Sementara di tempat yang berbeda


" Lepas!" Sentak Freya yang saat ini tengah di tarik paksa oleh seorang pria keluar dari rumah tempat Freya disekap

__ADS_1


" Kalian mau bawa aku kemana bereng**sek!" Umpat Freya yang kini didorong oleh laki-laki yang sama yang tadi menarik tangannya


Jika tidak dalam kondisi hamil mungkin Freya sudah mengambil tindakan namun wanita itu tidak mau gegabah dan membahayakan keselamatan janinnya, ia berusaha untuk menjaga dan melindungi bayinya yang masih berada di dalam kandungan


Freya dipaksa masuk ke dalam mobil setelah itu mobil itu pun melaju entah kemana Freya pun tidak tahu tujuan orang-orang tersebut membawanya pergi apalagi kondisi mata Freya dalam keadaan ditutup


Setelah sampai di sebuah desa Freya di turunkan begitu saja dipinggir jalan yang sangat sepi lebih tepatnya di pinggiran hutan


Freya membuka ikatan penutup matanya lalu menatap ke sekeliling, mata Freya terbelalak saat menyadari dirinya berada di tempat yang sangat sepi dengan suasana yang cukup membuat bulu kuduk berdiri apalagi dia tidak memiliki aset jaringan untuk meminta pertolongan


Dengan langkah gontai Freya melangkahkan kakinya ke sembarang arah, ia tidak tahu arah kemana ia harus melangkahkan kakinya


" Aku berada di mana? mereka wanita itu tega membuang ku seperti ini, aku tidak mengenalnya tapi kenapa wanita itu ingin aku menjauhi mas Ken apa jangan-jangan dia itu wanitanya mas Ken selain mba Vero?" monolog Freya pada dirinya sendiri


" Aku harus kemana lagi, ini sudah terlalu jauh aku melangkah dan perut ku sudah sangat lapar"


" Bagaimana dengan kandungan ku jika aku tidak menemukan perumahan warga sekitar, aku takut anakku kenapa-napa jika aku tidak mengisi perutku"


Freya memilih untuk beristirahat karena tubuhnya sudah merasa sangat kelelahan, berjalan berkilo-kilo meter tanpa arah tujuan yang pasti


" Haus!" Freya memegang tenggorokannya yang terasa kering


" Ya Allah apa aku bisa bertahan dalam keadaan seperti ini?" Freya sungguh merasa takut dan cemas dengan kondisinya yang seperti ini


Freya mencemaskan keadaan kandungannya, ia harus bisa bertahan demi bayi yang dikandungnya


Freya memutuskan untuk masuk ke dalam hutan demi mencari sesuatu yang bisa mengganjal perutnya yang sudah keroncongan meminta untuk disisi


Mata Freya berbinar saat melihat ada buah-buahan didalam hutan tersebut, ia melihat ada pohon murbei, ciplukan dan juga beberapa jenis buah yang lain yang bisa dimakan


Freya bersyukur karena selama ini sudah banyak belajar tentang apa saja yang bisa dimakan saat tersesat di hutan


Dengan antusias Freya memetik buah-buahan tersebut untuk dikonsumsinya

__ADS_1


" Alhamdulillah!" Freya tidak lupa berucap syukur walaupun dalam keadaan kesulitan


__ADS_2