
Ingatan Ken terus terngiang-ngiang dengan ucapan David yang memintanya bersaing secara sehat dan mendoakan dirinya bercerai dengan sang isteri
" Dasar gi*a, mana mungkin aku mendoakan diriku sendiri bercerai dengan isteri ku"
Ken yang sedang merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur menatap langit-langit kamarnya dan memikirkan caranya untuk mendekati kekasih halalnya itu bahkan dia sampai melupakan rencana papanya yang akan segera menikahkan dirinya dengan Veronica
Karena merasa lelah dengan beban pikirannya akhir-akhir ini membuat pria itu pun tertidur dengan pulas
Pagi harinya Ken sudah bersemangat berangkat ke kantor, dia pun sudah memutuskan untuk mengatakan hal yang sebenarnya pada David
Sesampainya di kantor Ken malah dibuat terkejut dengan keberadaan Veronica yang sudah berada di ruangannya dan tengah duduk di sofa
" Untuk apa kau pagi-pagi berada di ruangan ku?" tanya Ken tanpa menoleh ke arah Veronica
Veronica beranjak dari tempat duduknya dan berjalan melangkah ke arah Ken yang kini sudah mendudukan kursi kebesarannya
" Kenapa kamu bersikap dingin akhir-akhir ini sayang, kamu berubah semenjak bertemu dengan gadis sombong itu" keluh Veronica yang kini sudah berada di belakang Ken dan melingkarkan tangannya di leher Ken
" Jaga sikap mu Vero!" kesal Ken bukannya menjauh Veronica malah sudah berubah posisi dan mendudukan dirinya di pangkuan Ken
David yang tiba-tiba masuk dan tidak mengetuk pintu terlebih dahulu dibuat kaget dengan kebersamaan bosnya dengan sang kekasih
Apa lagi kalau dilihat dari belakang mereka terlihat seperti sedang ci***N
" Masih pagi bos, udah sarapan yang iya iya aja!" sindir David yang seketika membuat dua insan itu terkejut bukan main dengan keberadaannya di ruangan tersebut
Ken dengan kasar mendorong Veronica hingga membuat gadis itu terhuyung ke belakang dan hampir saja terjungkal jika tidak dengan cepat dia menyeimbangkan tubuhnya
Wajah Ken berubah merah antara marah dan juga malu karena David sudah berpikir yang bukan-bukan tentang dirinya
Ken mengusir Veronica dari ruangannya dan gadis itu pun pergi dengan wajah kesal
" Ada apa kau kesini?" tanya Ken pada David
David pun menjelaskan tujuan kedatangannya menemui sang atasan dan memberitahunya kalau klien yang akan mereka temui hari ini memintanya untuk datang ke cafe Mayang
Ken terkejut mendengarnya ada perasaan aneh yang seketika timbul dalam hatinya, ada perasaan senang ada pula perasaan gelisah
Masih ada perasaan takut yang menggelayuti hati Ken untuk bertemu dengan Freya karena perasaan bersalahnya setiap hari semakin bertambah besar terhadap gadis yang sudah ia sakiti itu
Pertemuan kali ini dengan kliennya berjalan lancar, Ken tidak bertemu dengan Freya karena keadaan cafe yang sibuk membuat gadis tersebut tidak bisa langsung melayaninya
Ken sudah kembali ke kantornya dan hari ini ia bekerja tanpa banyak komentar dan David merasa sangat bersyukur dengan sikap bosnya yang tidak marah-marah seperti biasanya
__ADS_1
Ken yang memutuskan hari ini lembur pun baru pulang setelah waktu menunjukkan pukul 8 malam sedangkan David sudah pulang lebih dulu karena dikabarkan ibunya jatuh sakit
Ketika diperjalanan pulang menuju apartemennya Ken melihat seorang wanita yang sedang diganggu oleh beberapa preman di pinggir jalan yang cukup sepi
Awalnya Ken merasa tidak peduli tapi tiba-tiba saja ia teringat dengan sang isteri, bagaimana jika yang mengalaminya adalah isterinya sendiri dan seketika hatinya pun tergerak untuk menolong gadis tersebut
Gadis itu terlihat sedikit melawan namun karena preman itu berjumlah 4 orang dengan postur tubuh yang tinggi besar membuat gadis itu kewalahan apalagi dengan kondisi yang lelah dan kecapean
Gadis malang itu diseret dan dipaksa secara kasar, bahkan gadis itu terlihat berkali-kali mendapatkan tamparan dari salah satu pria yang tubuhnya lebih besar yang diduga adalah bos dari preman-preman tersebut karena gadis itu selalu berusaha melawan
" Tolong!" teriak gadis itu terdengar begitu memilukan karena para preman tersebut menyeretnya ke sebuah mobil yang letaknya tidak jauh dari tempat mereka berada
Gadis malang yang baru saja pulang kerja dan tidak juga mendapatkan taksi sampai baterei ponselnya mati terpaksa berjalan lebih jauh lagi untuk mencari taksi lewat namun naasnya bukan menemukan taksi ia malah bertemu dengan para preman jalanan
Ken yang samar-samar mendengar suara gadis itu terkejut bukan main apalagi saat sekilas netranya melihat wajah yang sangat dikenalinya dan dimasukkan secara paksa kedalam mobil oleh preman-preman tersebut
Ken mengepalkan tangannya kuat dan mengeraskan rahangnya menatap tajam kearah mobil yang kini sudah beranjak pergi
Ken membututi mobil tersebut dengan hati-hati, dia tidak mau gegabah dalam bertindak dan pergerakannya di ketahui oleh mereka
Dengan jarak yang cukup jauh Ken terus membuntuti mobil yang membawa gadis itu pergi
Disinilah kini gadis malang itu di bawa, rumah tua yang tidak berpenghuni dan sangat kotor
" Diamlah gadis siAL*n, daripada kau menghabiskan tenaga mu hanya untuk memberontak lebih baik kau sisakan tenaga mu itu untuk kita bersenang-senang malam ini gadis manis" ucap salah satu preman tersebut membuat gadis itu semakin bergidik ngeri
Gadis itu sudah memohon untuk dilepaskan bahkan dia sudah sesenggukan karena begitu takut hal buruk itu benar-benar menimpa dirinya
" Ya Allah kenapa kemalangan ku terus tiada berkesudahan, jika hal buruk ini benar-benar menimpaku masih pantaskah aku hidup di duniamu, tolong aku ya Allah, kirimkan aku pertolongan mu, jika aku sudah berbuat salah dan dosa beri kesempatan aku untuk memperbaikinya tapi aku mohon selamatkan aku dari perbuatan keji mereka" Doa gadis itu dalam hati
El di dorong masuk ke dalam rumah tersebut dengan kasar dan tanpa mereka sadari apa yang sedang mereka lakukan pada gadis itu tengah menjadi pusat perhatian seseorang yang kini masih menatap mereka semua dibalik kemudi
Tatapannya begitu tajam dan dengan gerakan perlahan orang itu pun keluar dari dalam mobilnya dan berjalan mengendap-endap menyelinap masuk ke dalam rumah kosong tersebut
Tubuh gadis malang itu bergetar hebat saat kedua tangannya di pegangi dan salah satu dari mereka memaksanya meminum sesuatu yang diberikan dari pria yang terlihat seperti ketua preman tersebut
" Aku tidak akan memaksa mu untuk melayani ku tapi aku akan menunggumu untuk melayani ku setelah obat itu beraksi dan kita akan menikmatinya bersama-sama tanpa adanya unsur pemaksaan!" ucap ketua preman tersebut dengan tertawa jahat
Gadis itu membelalakkan matanya setengah mendengar ucapan preman tersebut, tubuhnya semakin bergetar hebat tangisnya pun pecah memikirkan kemalangan yang segera menimpanya, ia sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi dengan kondisi tubuhnya yang sudah sangat lemah dan tidak bertenaga, ia bukan gadis bodoh yang tidak mengerti ucapan dari pria tersebut, ia berusaha untuk memuntahkan obat laknat yang sudah dicekoki ke mulutnya namun hasilnya hanya sia-sia
Haruskah ia pasrah dengan kemalangan nasibnya, mampukah ia melanjutkan kehidupannya kelak.
Sungguh rasa takut semakin menjalar ke seluruh tubuhnya, pria yang berstatus suaminya saja hingga saat ini belum pernah menyentuhnya dan dihadapannya sekarang laki-laki baji**aN itu hendak merenggut mahkota yang sudah sekian lama dijaganya.
__ADS_1
Gadis malang itu semakin terisak membuat salah satu dari preman tersebut menggeram menjambak rambutnya dengan kasar membuat gadis itu meringis kesakitan
" Diamlah, suaramu membuat telingaku terasa mau pecah, apa kau ingin aku eksekusi sekarang hah!" teriaknya membuat gadis itu berusaha untuk menahan tangisnya hingga dadanya terasa begitu sesak
Sementara di tempat persembunyiannya seorang pria sedang mencari cara untuk menyelamatkan gadis tersebut, ia mengepalkan tangannya kuat dengan rahang yang mengeras setiap kali melihat seorang gadis yang akhir-akhir ini sudah mencuri perhatiannya di perlakukan tidak manusiawi
Dan disaat ketua preman tersebut mendekati gadis tersebut dan berusaha untuk melecehkannya dan terlihat dengan jelas gadis itu sedang berusaha untuk mengendalikan tubuhnya yang beraksi berbeda dengan apa yang ada di dalam hati dan pikirannya
Pikiran dan hatinya menolak tapi tubuhnya beraksi berbeda
Ken membulatkan matanya sempurna setelah sadar apa yang sudah diperbuat para preman tersebut kepada sang gadis dan dengan gerakan cepat tanpa pikir panjang lagi pria itu pun langsung menerobos masuk ke dalam dan dobrakan pintu yang cukup keras membuat mereka semua yang berada di ruangan itupun terlonjat kaget menatap ke arahnya
" Mas Ken!" lirih gadis itu dengan suara bergetar dan air matanya kembali tumpah
Ken pria yang melihat kondisi gadis halalnya itu terlihat memperihatinkan langsung mengeraskan rahangnya dengan tangan yang terkepal kuat
Seketika darahnya mendidih dan perkelahian itu pun tidak terelakkan dan Ken semakin murka saat melihat salah satu preman tersebut yang diyakini sebagai ketua dari preman-preman itu hendak membawa Freya pergi
Bugh
Bugh
Bugh
Ken dengan keras menendang ke tiga preman yang tengah melawannya sampai tersungkur ke lantai dan setelah itu ia berlari mengejar Freya yang dibawa kabur
Bugh
Ken menendang punggung preman tersebut hingga tersungkur ke lantai dan Freya yang kondisinya sudah sangat lemah ikut terjatuh namun karena gerakan Ken yang secepat kilat tubuh Freya ditariknya ke dalam pelukannya
Mata keduanya saling bertemu dengan bersirobok menyelami perasaan masing-masing
Sampai akhirnya
Brug
Ken hampir saja terjatuh dan menimpa Freya saat punggungnya di tendang dari belakang
Dengan gerakan cepat Ken memutar badannya dan seketika tubuh orang yang sudah berani menendang punggungnya kembali tersungkur dan sudah tidak sadarkan diri
Ken terkejut saat melihat kondisi Freya yang sudah tidak sadarkan diri, tubuhnya tergeletak begitu saja dilantai dengan baju yang sudah berantakan
Hati Ken semakin teriris melihat kondisi sang isteri dan dengan gerakan cepat ia langsung menggendongnya dan membawanya ke rumah sakit
__ADS_1