
Seminggu berlalu, Ken benar-benar gencar mendekati Freya, dia bahkan hampir setiap hari menjemput Freya saat pulang kerja
Awalnya Freya menolak tapi lama-lama gadis itupun pasrah karena Ken selalu saja punya cara untuk memaksanya
" Kita makan dulu ya!" ajak Ken saat keduanya kini sedang berada di dalam mobil
Freya tidak menjawab karena percuma saja pikirnya, setiap kali ia menolak pun Ken selalu saja memaksanya untuk ikut
" Kenapa diam aja?" tanya Ken meliriknya sekilas lalu fokus kembali pada kemudinya
" Memangnya aku harus jawab apa? percuma juga kan aku jawab kau selalu saja punya cara untuk memaksa ku" sahut Freya jutek
Ken terkekeh lalu menoleh ke arah Freya yang nampak memasang wajah cemberut
" Ya karena memang kodratnya isteri seperti itu kan, harus patuh sama suami" kelakar Ken seraya menaik turunkan alisnya
Freya memutar bola matanya malas, laki-laki yang ada di sampingnya mengatakan kodrat seorang isteri yang harus patuh pada suami tapi bagaimana tanggung jawab suami yang sudah menelantarkan isterinya sendiri, Freya benar-benar tidak habis pikir dengan jalan pikiran laki-laki yang masih berstatus suaminya itu
" Sudahlah percuma berdebat dengan mu!" Freya memilih mengalah lalu membuang pandangannya ke samping
Sekitar 20 menit menempuh perjalanan, kini mereka sudah sampai di sebuah restoran yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumah tempat Freya dan Nina tinggal
" Kita makan di sini saja ya?" tanya Ken saat mobilnya sudah berhenti di depan restoran tersebut
" Untuk apa bertanya jika kau saja sudah memberhentikan mobilmu disini?" ketus Freya
Lagi-lagi Ken terkekeh merasa gemas melihat sikap ketus istrinya, seraya membuka seatbeltnya
" Ayo turun!" ucapnya sebelum membuka pintu mobilnya
Freya hanya bisa mengumpat dalam hati setelah itu menyusul keluar dari dalam mobil Ken
Ken memilih duduk di tempat yang paling pojok, dia tidak ingin momen kebersamaannya dengan sang isteri terganggu oleh orang yang lalu lalang
" Mau pesan apa?" tanya Ken
" Terserah!" sahut Freya ketus
Ken tidak mengambil hati atas sikap dingin Freya, baginya itu suatu hal yang wajar seandainya dia diposisi Freya pun mungkin dia akan bersikap sama bahkan bisa lebih dari itu
" Yaudah kalau begitu bagaimana kalau aku pesankan ayam lada hitam ?"
Freya hanya mengangguk pelan lalu pandangannya mengedar ke seluruh penjuru ruangan restoran tersebut
Ken menyebutkan pesanannya saat seorang pelayan restoran tersebut datang menghampir mejanya
Setelah beberapa menit menunggu pesanannya pun datang
Keduanya kini tengah menikmati makanan yang tadi di pesan oleh Ken
Ketika sedang asik menikmati makanannya tiba-tiba saja netra Ken menangkap bayangan seseorang yang tidak asing lagi di matanya
" Veronica!" gumamnya pelan namun masih dapat di dengar jelas oleh indra pendengaran Freya
Freya mengikuti arah pandang Ken yang sedang memperhatikan Veronica
" Merasa cemburu?" Celetuk Freya sambil menikmati makanannya
Ken langsung menoleh ke arah Freya yang berbicara tanpa menoleh ke arahnya
" Jika merasa cemburu datangi dia dan katakan pada laki-laki itu kalau kau adalah CALON SUAMINYA" ucap Freya dengan menekankan kata-katanya
Ken tergelak mendengar kata-kata yang Freya ucapkan
" Cemburu? cih, yang benar saja" Ken geleng-geleng kepala lalu melanjutkan makannya
"Aku sama sekali tidak cemburu melihat wanita itu bersama laki-laki lain"
" Bohong!"
" Aku berkata jujur, aku memang tidak merasa cemburu sedikit pun padanya tapi justru aku akan merasa sangat cemburu jika kamu yang bersama laki-laki lain"
Deg
Freya menghentikan makannya, mendongak lalu menatap sejenak wajah Ken yang ternyata sedang menatap ke arahnya juga
Kedua pasang netra itu bertemu saling bersirobok mencari kejujuran satu sama lain sampai Freya tersadar sendiri dan langsung buru-buru memutus pandangannya kembali melihat makanannya yang ada di atas piringnya
Entah perasaan apa yang kini Freya rasakan tapi sebisa mungkin ia berusaha untuk mengendalikan hatinya agar tidak terlalu jauh berharap
Freya tidak menanggapi ucapan Ken, gadis itu kembali melanjutkan makannya
Sudut bibir Ken tertarik ke atas, pria itu yakin saat ini Freya pasti sudah menaruh rasa kepadanya tinggal beberapa langkah lagi untuk dirinya meyakinkan Freya untuk tetap mempertahankan biduk rumah tangga mereka
" Jangan menatap ku terus, cepat habiskan makanan mu aku mau pulang!" ucap Freya dengan nada ketus dan tanpa menoleh sedikit pun
Ken hanya tersenyum lalu melanjutkan makannya
__ADS_1
" Aku bukan cemburu melihat wanita itu bersama laki-laki lain karena yang menjadi pusat perhatian ku justru bukan pada wanita itu melainkan pada laki-laki yang ada bersamanya" tutur Ken menjelaskan
" Uhuk... uhuk...!" entah kenapa mendengar penjelasan Ken justru malah membuat Freya tersedak
Dengan cekatan Ken langsung menyodorkan gelas berisi air kepada Freya, gadis itu langsung mengambilnya dan meneguknya hingga habis
" Kau menyukai laki-laki itu?" Freya menatapnya dengan tatapan aneh
" Uhuk..uhuk.."
Kali ini gantian Ken yang dibuat tersedak salivanya sendiri setelah mendengar pertanyaan yang Freya lontarkan
Freya yang merasa kasihan pun menyodorkan minum untuk Ken
" Terima kasih!" ucap Ken setelah meneguk minumannya
" Buang jauh-jauh pikiran anehmu itu, aku ini laki-laki normal buktinya aku bisa membuat mu hamil anakku!" ucap Ken yang sontak membuat Freya mendelik tajam
" Siapa yang hamil anakmu, sembarangan kalau ngomong?" kesal Freya
" Ya tentu saja kau isteriku memangnya siapa lagi" Ken menyunggingkan senyumnya
Freya memutar bola matanya malas lalu menyudahi makannya
" Jangan marah seperti itu tidak baik untuk calon anak kita yang sedang tumbuh di perutmu itu, nanti dia sedih melihat bundanya nya marah-marah pada ayahnya" ucap Ken dengan santainya membuat Freya semakin kesal dibuatnya
Freya beranjak dari duduknya dan langsung pergi begitu saja meninggalkan Ken yang malah terkekeh melihat kemarahan Freya
Ken membayar makanannya terlebih dahulu sebelum mengejar Freya yang sudah keluar lebih dulu
Freya yang merasa kesal memilih pulang sendiri, ia lalu berjalan ke arah jalan raya guna menunggu taksi yang lewat
Pada saat sedang menunggu taksi tiba-tiba datang tiga orang pria yang jalannya rada sempoyongan sambil tertawa-tawa
Langkah ketiga pria itu terhenti saat melihat ada seorang gadis cantik sedang berdiri sendirian malam-malam di pinggir jalan
" Hai cantik lagi ngapain disini sendirian malam-malam? mending ikut kita-kita aja yuk!" ucap salah satu pria yang dengan berani hendak menyentuh Freya
" Jangan kurang ajar ya!" sentak Freya menepis tangan pria itu dengan kasar
" Wah rupanya cewek ini suka dengan kekerasan bro!" ucap pria tersebut lalu tertawa yang diikuti oleh kedua temannya
" Baiklah kalau begitu mari kita bersenang-senang cantik !" ucap temannya yang langsung menyerang Freya
Dengan gerakan cepat Freya menangkis, menendang dan memukul laki-laki yang menyerangnya
Satu lawan tiga sungguh perkelahian yang tidak seimbang, apalagi Freya adalah seorang wanita yang jelas kekuatannya kalah besar dengan mereka
Ken yang sedang mencari keberadaan Freya seketika netranya terusik dengan sebuah perkelahian yang tidak jauh darinya
Mata Ken membelalak saat tahu siapa yang sedang berkelahi dengan tiga orang laki-laki
Bugh
Salah satu pria yang hampir saja menendang perut Freya langsung tersungkur setelah mendapat tendangan telak dari seorang Kendrick
Bugh
Bugh
Bugh
Ken menghajar ketiga pria tersebut dengan sangat brutal, membuat mereka sampai kewalahan dan babak belur
Merasa nyawanya terancam, ketiga pria tersebut memilih kabur dan berlari kocar-kacir
Ken menghampiri Freya yang sedang mengatur napasnya yang sedikit tersengal karena perkelahian tadi
Netra Ken menelisik tubuh Freya lalu detik berikutnya pria itu mengusap wajahnya kasar sambil menghembuskan nafasnya kasar
" Kenapa kau itu senang sekali sih membahayakan diri sendiri? apa kamu mau kejadian malam itu terulang kembali hah?" ucap Ken yang begitu mengkhawatirkan keada Freya tanpa sadar malah membentaknya
Freya terhenyak mendengar suara Ken yang begitu keras terdengar di indra pendengarannya
Mata Freya tiba-tiba berkaca-kaca entah perasaan apa yang menghinggapi hatinya saat ini tapi yang jelas ia merasa sakit di bentak oleh laki-laki yang selama ini sudah menelantarkannya
Ken yang sadar akan kesalahannya langsung menarik Freya kedalam pelukannya
Freya memberontak dan mendorong dada bidang Ken dengan keras namun sayang tidak ada pergerakan sedikit pun dari Ken
" Maaf!" ucapkan tiba-tiba
Freya yang mendengar Ken mengucapkan kata maaf langsung terdiam dan tidak lagi memberontak
" Maaf karena sudah membentak mu, aku terlalu mengkhawatirkan mu jadi tidak bisa mengendalikan emosi ku, maafkan aku!" tutur Ken masih memeluk Freya
" Jantungku hampir saja copot saat melihat pria itu ingin memukul mu, aku takut terjadi sesuatu padamu sayang, karena itu maaf jika tadi aku sudah membentak mu tadi, sungguh aku minta maaf!"
__ADS_1
Freya menggelengkan kepalanya entah kenapa air mata yang sejak tadi di tahannya kini malah meluncur dengan bebasnya
Mendengar suara isak tangis seseorang yang berada dalam pelukannya dengan cepat Ken langsung mengurai pelukannya dan menangkup wajah Freya dengan kedua tangannya
" Kenapa menangis hem? apa aku sudah menyakiti mu kembali?" tanya Ken dengan nada yang sangat lembut seraya menyeka air mata Freya dengan ibu jarinya
Freya menggelengkan kepalanya lalu kembali memeluk Ken
Deg
Degup jantung Ken berdetak sangat kencang saking kencangnya Freya pun dapat merasakan degup jantung pria yang ada dalam pelukannya itu dan tanpa sadar terukir senyuman di bibirnya
Ternyata bukan hanya Freya yang dapat merasakan degup jantung Ken begitu pun sebaliknya Ken pun dapat merasakan degup jantung wanita yang dia yakini tengah mengandung calon buah hatinya itu sedang berdegup sangat kencang
Keduanya menjadi salah tingkah lalu perlahan mengurai pelukannya
" Kau tidak apa-apa?" tanya Ken dengan cemas
Freya yang tengah menundukkan kepalanya menggeleng lalu sedikit tersenyum
" Syukurlah kalau kau tidak apa-apa" sahut Ken
***
Kini keduanya tengah berada di dalam mobil, suasana menjadi hening lalu Freya dikejutkan dengan suara Ken yang tiba-tiba meringis menahan sakit
" Aww..!"
Freya menoleh dan melihat Ken yang sedang bercermin memperhatikan wajahnya yang sedikit ada luka lebam
" Kau terluka?" tanya Freya menarik wajah Ken hingga tertoleh ke arahnya
Deg
Degup jantung keduanya kembali bergetar, ada sinyal-sinyal listrik yang menjalar ke seluruh tubuh saat netra keduanya saling bertemu
" Luka ku harus segera di obati!" ucap Freya seraya memutus tatapannya
" Akan cepat sembuh jika luka ini diobati oleh isteri ku dirumah " Celetuk Ken membuat seburat merah menghiasi wajah gadis yang berstatus isterinya itu
" Obati luka mu sendiri setelah kau menikah baru istrimu yang akan mengobati luka mu itu" Freya langsung membuang pandangannya ke luar setelah mengucapkan kata-kata itu
Ken yang merasa gemas langsung menarik tangan Freya membuat gadis itu mau tidak mau kini tengah berhadapan dengannya
" Apaan sih?" Freya hendak menyentak tangan Ken yang tengah mencengkeram lengannya
Ken menatap Freya dengan sangat dalam membuat Freya salah tingkah dan membuang pandangannya ke sembarang arah
" Kau menyuruhku menikah lagi? memangnya kau ingin aku poligami hah?" sentak Ken membuat Freya melotot mendengar pertanyaan Ken
" Enak saja siapa juga yang mau dipoligami?" Freya menatap Ken dengan tatapan tajam
" Lah tadi kamu sendiri yang bilang, obati luka mu sendiri setelah kau menikah baru istrimu yang akan mengobati luka mu itu, kau itu kan isteriku lalu kenapa kau malah menyuruh ku menikah lagi?"
Jlep
Freya jadi tercekat oleh omongannya sendiri, wanita itu pun lebih memilih diam
" Malam ini pulang ke rumah ku aja ya, kau harus bertanggung jawab atas luka ku ini!" pinta Ken yang membuat Freya membulatkan matanya
" Tidak bisa aku mau pulang ke rumahku saja,obati luka mu sendiri" tolak Freya
Demi apapun saat ini jantung Freya sedang tidak baik-baik saja, semakin dekat dengan Ken degup jantungnya semakin berpacu sangat cepat
" Tega sekali, ternyata kau juga isteri yang kejam, kau tega membiarkan suamimu ini kesakitan seperti ini"
Ken memasang wajah memelas lalu tanpa banyak bicara ia pun sudah menghidupkan mesin mobilnya
Tidak ada pembicaraan antara keduanya, Ken benar-benar diam, mobil melaju membelah jalanan ibu kota yang sudah cukup lengang karena jam sudah menunjukkan pukul 11 malam
Setelah sampai di depan rumah Freya dibuat terkejut dengan sikap Ken, pria itu tidak bersikap seperti biasanya, ia langsung pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah katapun
Freya menatap nanar mobil yang semakin lama menghilang dari pandangannya
Ceklek
" Baru pulang?" sapa Nina yang baru keluar dari arah dapur sambil membawa segelas air putih di tangannya
" Iya" jawab Freya datar
" Aku masuk dulu ya!" pamit Freya yang berjalan gontai menuju kamarnya
" Dia kenapa lesu gitu, apa suaminya bikin ulah lagi?" Nina menatap punggung Freya yang menghilang di balik pintu kamar yang kini sudah tertutup
Freya menghempaskan tubuhnya di atas kasur menatap langit-langit kamarnya
" Apa dia marah?" batin Freya
__ADS_1
" Ah sudahlah, terserah jika dia mau marah sih!" Freya pun beranjak dari tempat tidurnya dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum menjemput mimpi