
Freya dan Nina memutuskan untuk pulang bersama dengan Martin dan hal itu memang membuat Derry sedikit kecewa tapi mau bagaimana lagi gadis yang ia kenal dengan nama Naya itu lebih memilih pulang bersama sahabatnya
Ken menatap nyalang kearah Freya yang tengah memasuki mobil milik Martin apalagi gadis itu duduk di samping kursi kemudi
Freya berusaha bersikap biasa saja saat Ken masuk ke dalam mobil bersama Veronica, tatapan keduanya memang sempat bertemu dan lagi-lagi Freya pun dengan cepat membuang pandangannya ke sembarang arah
Keesokan harinya
David dibuat kesal dengan tingkah bosnya yang menurut pria itu agak aneh, mondar-mandir tidak jelas dan marah-marah tanpa sebab
" Apa kamu masih belum dapat informasi tentang gadis itu ?" tanya Ken meremat rambutnya kasar lalu menatap David dengan rajam
" Maaf bos mungkin siang ini anak buahku akan memberikan informasi tentang gadis yang bernama Naya itu" ucap David gelagapan
" Tapi kenapa bos begitu penasaran dengan gadis pembuat teh itu, apa bos tertarik dengannya?"tanyanya
Ken yang mendengar pertanyaan David sontak saja menatapnya tajam pada asisten pribadinya itu
" Jaga bicaramu, diam dan lakukan saja perintahku dengan benar" sentak Ken membuat David menelan salivanya kasar
David sudah kembali ke ruangannya dan Ken sendiri entah kenapa menjadi tidak fokus pada pekerjaannya
Sementara di lain tempat Freya sedang sarapan bersama Nina dan disela sarapannya itu Freya di interogasi oleh Nina mengenai kejadian semalam, awalnya Nina ingin bertanya langsung sepulangnya dari tempat acara pertunangan Mayang namun karena semalam Freya sudah nampak kelelahan gadis itu pun mengurungkan niatnya
" Freya!" panggil Nina pada Freya yang tengah asik menikmati sarapan paginya
" Ada apa?" sahut Freya dengan mulut yang masih penuh dengan nasi goreng masakan Nina
" Apa ada hal yang ingin kamu jelaskan padaku?" bukan menjawab Nina malah balik bertanya kepadanya
Freya menghentikan kegiatan makannya dan meletakkan sendok dan garpu yang ada ditangannya diatas piring lalu meraih gelas berisi air putih meneguknya hingga tersisa separuhnya
" Menjelaskan tentang apa?" Freya pun balik bertanya dengan kening yang mengkerut
" Apa dia itu orang yang sama?" Freya kembali mengerutkan keningnya
" Orang yang sama? siapa?" Freya semakin tidak mengerti arah pembicaraan Nina
" Ken"
Deg
__ADS_1
Freya membulatkan matanya sempurna setelah mendengar nama yang disebutkan oleh Nina
Freya bergeming tubuhnya seketika menegang dengan tatapan kosong kedepan, melihat ekspresi Freya yang seperti itu membuat Nina semakin yakin jika kecurigaannya yang sejak semalam itu adalah benar
" Jadi benar laki-laki itu yang sudah meninggalkan mu?" tanya Nina yang dijawab dengan anggukan kepala oleh Freya
" Kenapa kau semalam diam saja? kenapa tidak kau hajar saja pria bere**SeK macam dia, yang tidak punya hati membiarkan mu menunggunya tanpa kepastian seperti ini tapi lihatlah dia semalam tanpa merasa berdosa sedikit pun laki-laki pecundang itu malah seenaknya menjalin hubungan dengan wanita lain" geram Nina saat teringat kebersamaan Ken dengan Veronica
" Aku ingin sekali menghajarnya saat pertama kali melihat wajahnya" ucap Freya lalu menarik napasnya dalam-dalam dan membuangnya kasar
" Tapi aku sadar laki-laki itu menikahiku hanya karena ingin membayar hutang budi!" tutur Freya menengadahkan kepalanya keatas berusaha untuk menahan air matanya agar tidak tumpah
" Tapi caranya salah, dengan cara seperti itu dia hanya membelenggu mu dengan ikatan pernikahan yang tidak jelas"ucap Nina
Freya menahan sesak yang menghantam dadanya saat ini " Aku bisa apa, Veronica adalah wanita yang dia cintai. jika dibandingkan dengan dirinya aku bukanlah tandingannya. Veronica sangat cantik, penampilannya begitu berkelas jauh berbeda dengan aku yang hanyalah seorang gadis kampung" tutur Freya
" Tapi kau jauh lebih cantik darinya, Vero memang cantik tapi kecantikannya tidak sealami dengan kecantikan mu" puji Nina membuat Freya memutar bola matanya malas
" Jangan memujiku seperti itu nanti aku bisa besar kepala"
Nina tergelak " Aku bukan memujimu tapi itu kenyataannya wanita itu memang cantik tapi cantik karena polesan diwajahnya yang begitu tebal sedangkan kau berdandan pun bisa dihitung dengan jari" selorohnya
Freya tersenyum dan menghapus air matanya yang sempat lolos dengan sedikit kasar
" Kau benar, aku sekarang adalah Naya bukan Freya gadis desa yang dengan seenaknya dia campakkan begitu saja, akan aku tunjukkan padanya kalau dia bukanlah siapa-siapa" ucap Freya membuat Nina menghembuskan napasnya lega lalu menepuk punggung tangannya memberi sahabatnya itu semangat
" Nah gitu dong, tapi seandainya nanti kau bertemu dengannya lagi apa yang akan kau lakukan ?" tanya Nina
" Aku akan berpura-pura tidak mengenalnya seperti semalam" jawab Freya
" Tapi bagaimana jika dia menyadari kalau kau ini ternyata isteri yang ditinggalkannya?"
" Aku ingin meminta kepastian padanya" jawab Freya
" Maksudmu?"
Freya pun akhirnya mengatakan pada Nina niat awalnya jika bertemu dengan suaminya itu, jika sang suami memiliki wanita lain dalam kehidupannya maka dia akan memilih mundur dan semalam fakta itu sudah ia dapatkan jadi jika memang Ken menyadari status dirinya maka sebelum laki-laki itu menikah dengan wanita lain ia akan meminta cerai pada Ken
" Apa kau yakin dengan keputusan mu itu?" tanya Nina
Freya hanya bisa mengangguk, dia jelas tidak ingin menjadi orang ketiga, walaupun disini posisinya yang lebih kuat sebagai isteri sah dari seorang Kendrick Narendra Pramudya.
__ADS_1
tapi kenyataannya Ken sama sekali tidak mencintai dirinya jadi buat apa lagi dia mempertahankan rumah tangganya yang hanya akan melukai beberapa pihak
" Jika dia mencintai Veronica dan Veronica pun mencintainya lalu untuk apa aku berada di tengah-tengah mereka? aku hanya akan melukai diriku sendiri dan juga menjadi penghalang kebahagiaan mereka, sungguh aku tidak mau hal itu sampai terjadi" terang Freya
" Aku hanya butuh kepastian" lanjutnya lagi
Nina hanya bisa pasrah dengan keputusan Freya, gadis itupun tidak ingin sahabat baiknya itu semakin terluka.
" Aku dukung keputusan mu, jika itu adalah jalan yang terbaik untuk mu sebagai sahabat aku hanya bisa mendukung semua keputusan mu!" ujar gadis itu
" Terima kasih ya Nin, kamu selalu ada untuk ku" Freya tersenyum, dia pun merasa bersyukur walaupun hatinya terluka tapi dengan adanya Nina ia merasa lebih kuat menghadapi permasalahan hidupnya terutama tentang status pernikahannya
Freya kini sudah berangkat ke tempat pekerjaannya begitu juga dengan Nina, mereka berangkat bersama-sama namun di persimpangan jalan mereka pun berpisah karena tempat Freya bekerja lebih dekat dari pada tempat Nina
Setibanya di cafe tempatnya bekerja Nina tiba-tiba dikejutkan dengan munculnya pria yang sangat tidak diharapkan kehadirannya
" Kenapa kalian sudah berada di tempat ini?" tanya Freya menautkan kedua alisnya menatap dua pria yang tengah tersenyum kepadanya
" Jelas kami ini ingin sarapan disini sambil menikmati teh buatan mu" jawab Martin
" Betul itu" Ucap Derry
Freya memutar bola matanya malas lalu meninggalkan mereka begitu saja masuk ke dalam cafe
Sekitar 10 menit barulah Freya keluar setelah tadi sempat meletakkan tasnya terlebih dahulu kedalam loker miliknya
Naya adalah karyawan yang sudah dipercayakan Mayang untuk membantunya dalam mengelola cafe tersebut namun meskipun demikian dia tidak ingin diperlakukan istimewa oleh Mayang dan diapun tetap bersikap ramah dengan karyawan lainnya. Freya tidak ingin ada kesenjangan diatara dirinya dengan karyawan lainnya
" Nay!" panggil Dora salah satu pegawai yang juga bekerja di cafe tersebut
" Iya ada apa?" tanya Naya yang saat ini tengah sibuk membuat teh dan juga makanan pendamping
" Itu ada pelanggan yang ingin bertemu dengan kamu" terangnya
" Siapa?" tanya Freya
" Aku tidak tahu, mereka ada di ruang VIP"
Freya sedikit berpikir sejenak dan tiba-tiba saja ingatnya kembali pada dua sosok pria yang tadi bertemu dengannya di depan cafe.
" Pasti mereka!" Gumam Freya menghela napasnya berat
__ADS_1