Sekedar Menikahi

Sekedar Menikahi
Berbeda dari biasanya


__ADS_3

Pagi ini Freya berangkat ke cafe diantar oleh Ken tentunya, sebagai suami yang baik ia tidak ingin melepaskan tanggung jawabnya


" Apa kau sudah tidak merasa mual lagi?" tanya Freya pada Ken yang tengah menyetir di sampingnya


Ken menoleh sekilas lalu tersenyum " Alhamdulillah, sedikit berkurang tidak seperti biasanya mungkin karena aku berdekatan dengan ibu dan juga anakku jadi mualnya tidak begitu terlalu dan aku masih bisa menahannya" jawab Ken apa adanya


Mendengar penuturan sang suami Freya pun hanya mengangguk pelan


" Nanti siang aku akan datang ke cafe tempat mu bekerja, kita makan siang bersama ya!" ucap Ken


" Terserah kamu aja mas!" sahut Freya


Ken berpikir sejenak lalu bertanya pada Freya


" Sayang!" panggil Ken


Freya yang sibuk menatap ke arah jalanan langsung menoleh


" Apa kamu tidak ingin memakan sesuatu atau menginginkan apa gitu?" tanya Ken disela kesibukannya yang tengah mengemudikan mobilnya


Kening Freya mengkerut dan ditatapnya lekat-lekat wajah Ken" maksudnya?"


" Ya maksudku kamu mengalami ngidam begitu, menginginkan sesuatu atau makan sesuatu seperti yang biasa di alami pada wanita hamil lainnya" sahut Ken menjelaskan


Freya tersenyum " Alhamdulillah, anakku ini tidak ingin merepotkan bundanya. dia sangat pengertian dan tidak ingin menyulitkan" sahut Freya seraya menundukkan pandangannya menatap perutnya yang masih rata lalu mengusap-usapnya dengan lembut


" Syukurlah kalau begitu!" Ucap Ken seraya mengulurkan tangannya untuk menyentuh perut Freya


Deg


Bak ada aliran listrik yang tiba-tiba menyengat, Freya dibuat tegang saat merasakan sentuhan lembut tangan Ken yang tengah mengusap-usap perutnya


" Semoga kalian berdua selalu sehat ya sayang!" Doa Ken untuk istri dan anak yang masih berada di dalam kandungan


" Amin" jawab Freya dengan bergetar


Ken melirik Freya dan seketika raut wajah pria itu berubah cemas


" Kamu kenapa sayang, kok mukanya tegang gitu apa ada yang sakit ?" Ken yang mencemaskan keadaan isterinya langsung menepikan mobilnya


" Loh kok berhenti mas?" tanya Freya yang nampak bingung

__ADS_1


" Aku hanya ingin memastikan keadaan kamu dan bayi kita baik-baik saja" sahut Ken menatap Freya dengan intens


" Aku baik-baik aja mas dan aku rasa kandunganku juga sama, kami tidak kenapa-kenapa kok mas" jawab Freya sambil mengelus perutnya yang masih rata


Ken menelisik Freya dari atas hingga ke bawah " Tapi kenapa kamu terlihat tegang tadi?" tanya Ken


Freya seketika memutar bola matanya jengah, kenapa bisa-bisanya pria itu bertanya tentang ketegangannya, padahal dia sendiri yang sudah membuat tubuh Freya menegang bak terserang aliran listrik ribuan volt


" Mas ini sudah siang loh aku hampir terlambat ke cafe" ucap Freya mengalihkan pembicaraan dan tidak ingin Ken melihat dirinya yang salah tingkah


Ken melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya " Oh ya ampun benar kau hampir terlambat sayang, baiklah kita berangkat sekarang" Ken yang tidak ingin mengecewakan sang isteri karena terlambat mengantarnya bekerja langsung kembali menyalakan mesin mobilnya dan segera meluncur ke cafe tempat Freya bekerja


Setelah sampai di cafe Mayang Freya langsung pamit pada Ken


" Tunggu dulu!" cegah Ken saat Freya hendak membuka pintu mobil


" Ada apa mas?" tanya Freya menoleh ke arah Ken


Pria yang berstatus suaminya itu tersenyum simpul lalu mengulurkan tangannya seraya berkata


" Jangan lupa biasakan untuk salim dulu dengan suami sebelum berangkat!" ucap Ken mengingatkan


" Aku kerja dulu ya mas, Assalamualaikum!" pamit Freya setelah itu keluar dari dalam mobil


" Tunggu dulu!" Ken menarik lengan Freya hingga membuat wanita itu menoleh ke belakang dan


Cup


Ken memberikan kecupan singkat sebagai penyemangat namun sayangnya apa yang sudah Ken lakukan malah membuat calon ibu itu menegang dibuatnya


" Sayang!" Ken menepuk bahu Freya membuatnya langsung terkesiap


" Ah iya, aku pamit dulu mas, Assalamualaikum!" dengan cepat Freya turun dari dalam mobil dengan perasaan yang sudah tidak menentu


" Wa'alaikum salam" sahut Ken dengan sudut bibir yang melengkung ke atas


Freya langsung melangkah masuk ke dalam cafe dengan perasaan berbunga-bunga, entah kenapa perlakuan Ken terhadapnya membuat wanita itu jadi merona


Setelah memastikan Freya masuk ke dalam cafe milik tunangan sahabatnya, Ken pun langsung meninggalkan lokasi tersebut menuju kantornya


Sepanjang hari Ken pun nampak berseri-seri wajah dingin dan arogan itu seketika lenyap begitu saja bahkan saking bahagianya ia pun menjawab semua sapaan dari para karyawan yang berpapasan dengannya

__ADS_1


" Bos kenapa ya kok enggak biasanya dia menjawab sapaan kita apalagi sambil tersenyum gitu, sumpah demi apa coba gue jadi meleleh dibuatnya" ucap salah satu karyawan


" Iya benar banget, baru kali ini bos bersikap ramah kayak gitu biasanya mah udah kayak es balok, dinginnya minta ampun" tutur temannya


Perbincangan mereka di timpali oleh rekan-rekan karyawan lainnya yang merasakan ada yang aneh dengan sikap atasan mereka


Ceklek


Ken masuk ke dalam ruangannya dan tidak berselang lama calon ayah itu sudah berkutat dengan tumpukan file yang ada di atas meja kerjanya


" Pagi bos!" sapa David yang baru saja masuk ke dalam ruangan atasannya


" Pagi Vid" Ken membalas sapaan asisten pribadinya dengan senyum yang mengembang


David mengerutkan keningnya, ada apa dengan atasannya hari ini kenapa nampak aneh menurutnya


" Ada apa?" tanya Ken yang melihat tampang bingung David


" Eh? tidak apa-apa bos cuma ada yang aneh aja hari ini bos " jawab Ken


" Aneh? apanya yang aneh?" tanya Ken


David lalu menceritakan apa yang ia dengar dari para karyawan yang mengatakan bosnya hari ini sungguh berbeda dari biasanya, mereka semua merasakan hal yang sama dengan apa yang ia rasakan tentang sikap aneh pada bosnya


Ken tidak marah, dia malah mengulas senyumnya " Aku hanya merasa kalau hari ini aku sedang sangat bahagia, itu saja" terang Ken


David mengangguk mengerti dan di dalam hati pria itu menebak kalau atasannya itu merasa bahagia pasti ada hubungannya dengan Naya gadis yang selama ini ia kagumi dan kenyataannya adalah isteri dari atasan sekaligus sahabatnya sendiri


" Apa perasaan senang bos itu karena Freya Kanaya ?" tanya David asisten songong yang selalu ingin tahu urusan pribadi atasannya


Ken tersenyum "Tebakan mu benar sekali!" sahut Ken


" Apa nona Naya sudah bersedia menerima bos kembali?" tanya David dengan tingkat rasa ingin tahunya begitu tinggi


" Iya kau benar, bahkan semalam kami menikmati waktu bersama!" sahut Ken membuat David tercengang


" Maksud mu semalam kalian_?" pertanyaan Freya menggantung


" Iya, mungkin ini yang dinamakan hikmah dibalik kehamilan isteriku" sahut Ken


Pria itu tidak henti-hentinya mengucapkan rasa syukurnya, harapannya untuk saat ini adalah ibu dan calon bayinya dalam keadaan sehat dan lancar kehamilannya hingga persalinan nanti

__ADS_1


__ADS_2