Sekedar Menikahi

Sekedar Menikahi
Ken Mual


__ADS_3

Hari ini Freya bekerja seperti biasa, meskipun dalam keadaan hamil muda tapi tidak membuatnya merasa terganggu sedikit pun


Freya merasa sangat bersyukur karena kehamilannya tidak mengalami morning sickness seperti wanita hamil pada umumnya


Jika dia mengalami hal itu tentu saja akan sangat mengganggu pekerjaannya


" Hai Nay bagaimana keadaan mu hari ini?" Sapa Mayang saat menghampiri Freya yang sedang duduk di meja kerjanya


" Alhamdulillah, baik mba Mayang" jawab Freya menghentikan kegiatannya yang sedang memeriksa laporan perkembangan cafe Mayang karena selain bekerja menjadi peracik teh wanita itu pun di percaya sebagai asisten pribadi Mayang yang bertanggung jawab untuk membantunya mengelola cafe tersebut


" Apa kamu sudah memutuskan untuk kembali dengan Ken?" tanya Mayang tiba-tiba membuat Freya yang sedang melihat ke arah layar laptopnya langsung menghentikan kegiatannya


Freya menunduk dan menatap perutnya yang masih rata lalu mengusapnya dengan penuh kelembutan


" Apa ada pilihan lain mbak selain memberinya kesempatan untuk memperbaiki pernikahan kami, sementara di dalam sini sudah ada kehidupan lain yang juga membutuhkan kehadirannya?" Tanya Freya seraya mengusap-usap perutnya


" Kamu benar Nay, walau bagaimanapun anak itu membutuhkan kalian berdua"


Freya mengangguk membenarkan ucapan atasan sekaligus sahabatnya


" Apa Nina sudah tau tentang kehamilan mu?" tanya Mayang teringat dengan sahabatnya yang satu itu


Freya menggeleng pelan " Belum mbak, beberapa hari ini kami jarang bertemu dan sekalinya bertemu kami tidak memiliki waktu untuk berbincang" tutur Freya


Mayang mengangguk mengerti, pasalnya memang beberapa hari ini Nina dalam keadaan sibuk, Hotel tempatnya bekerja yang tidak lain milik keluarga Mayang sedang mempersiapkan pesta besar-besaran untuk acara ulang tahun hotel tersebut yang akan diselenggarakan 2 Minggu lagi


" Iya, Nina saat ini tengah sibuk dalam persiapan ulang tahun hotel Mahesta " terangnya


Pada saat mereka tengah asik berbincang-bincang, terdengar suara pintu diketuk dari luar


Ceklek


" Hai sayang !" Sapa Gery yang baru saja masuk ke dalam ruangan tersebut


" Mas!" Mayang menoleh ke arah Gery lalu menyambut kedatangannya dengan mesra


" Hai Nay, apa kabar?" kini Gery beralih menyapa Freya


" Alhamdulillah baik pak!" Sahut Freya


" Jangan panggil aku pak Nay, kesannya aku tua banget di panggil pak" protes Gery


Mayang dan Freya tertawa mendengar Gery yang protes tidak mau dipanggil pak


" Lalu mau dipanggil apa?" tanya Freya


" Panggil mas atau kakak juga boleh" sahut Gery

__ADS_1


" Yaudah biar sopan aku panggil kak Gery aja ya?" ucap Freya


Gery pun tidak merasa keberatan karena bagi Gery gadis itu memang sudah ia anggap seperti adiknya sendiri


***


Disaat Freya bersemangat dalam menjalani kegiatannya bertolak belakang dengan apa yang sedang Ken rasakan


Pria itu tiba-tiba saja diserang rasa mual kembali saat salah satu karyawannya masuk ke dalam ruangannya memberikan berkas laporan padanya dengan wangi parfum yang membuat perutnya seketika bergejolak


" Bos, kenapa lagi bukannya tadi pagi baik-baik aja ya?" gumam David yang melihat Ken melesat ke toilet seraya memegangi mulutnya


dan tidak berselang lama terdengar suara orang yang tengah muntah-muntah


David sedikit cemas karena sudah cukup lama berada di dalam kamar mandi, bosnya belum juga keluar


" Bos, apa anda baik-baik aja?" tanya David seraya mengeruk pintu toilet


Ceklek


Ken membuka pintu kamar mandi dan David dibuat terkejut dengan penampilan bosnya yang terlihat sangat berantakan dan wajah yang sedikit pucat


David lalu memapah Ken yang terlihat sangat lemas


" Bos sebaiknya istirahat dulu, biar nanti aku suruh OB untuk membuatkan bos minuman hangat" ucap David setelah membantu Ken rebahan di atas tempat tidur yang ada di ruang pribadinya


Tidak berapa lama David sudah kembali ke ruangan dimana Ken berada


" Ini minumlah dulu bos, semoga bisa meredakan rasa mualnya" ucap David menyodorkan secangkir air jahe


Ken beranjak dari rebahan dan mendudukkan dirinya di atas kasur lalu menerima cangkir yang disodorkan oleh David


" Terima kasih" Jawab Ken


" Sama-sama bos" sahut David


" Oiya, kau perintahkan semua karyawan untuk tidak menggunakan parfum yang menyengat dan membuatku merasa mual, jika ada yang tetap ingin memakai parfum sebaiknya gunakan parfum yang beraroma buah jeruk atau lemon" ucap Ken membuat David mengerutkan keningnya


" Aku tidak mau mencium wangi parfum yang bisa membuat rasa mualku bergejolak kembali, jadi cepat umumkan pada semua karyawan dan kalau masih ada yang melanggar langsung pecat saja!" tegas Ken


" Baiklah bos" David pun langsung keluar dari ruangan atasannya tersebut dan mengumumkan apa yang sudah di perintahkannya


Semua karyawan nampak terkejut dengan pengumuman tersebut tapi mereka tidak bisa berkomentar, apalagi membantah karena mereka masih betah bekerja di perusahaan itu


Ken yang masih diserang oleh rasa mual yang terus menggelitik dan ingin segera di keluarkan memilih untuk pulang, namun sebelum itu ia ingin mendatangi tempat Freya bekerja


" Bos mau kemana?" tanya David saat masuk ke dalam ruangan Ken dan melihat pria itu hendak keluar

__ADS_1


" Aku mau pulang, rasanya tidak memungkinkan aku untuk bekerja dalam keadaan seperti ini" jawab Ken


" Ya sebaiknya bos memang istirahat aja dulu di rumah, soal pekerjaan biar nanti aku yang hendle" Ucap David


" Terima kasih, aku percayakan semuanya padamu" Ken menepuk pundak David sebelum melangkah keluar


" Apa perlu aku antar?" Tanya David yang melihat Ken berjalan sedikit sempoyongan


" Tidak perlu aku masih kuat" jawab Ken menolak tawaran David


Setelah berada di dalam mobil Ken langsung mengendarai mobilnya menuju cafe tempat dimana Freya sedang bekerja


Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menit mobil Ken pun kini sudah terparkir di depan cafe tersebut


Ken kini sudah berada di salah satu ruang VIP cafe Mayang , pria itu yang kembali diserang rasa mualnya memilih merebahkan tubuhnya di sofa panjang yang ada di ruangan tersebut sambil menunggu sang isteri datang


" Ken kau kenapa?" tanya Gery yang masuk ke dalam ruangan di mana Ken berada


" Aku tidak apa-apa" jawab Ken tanpa melakukan pergerakan apa-apa


Gery memilih duduk di sofa yang berada di samping sofa yang Ken tempati


" Yakin tidak apa-apa?" tanya Gery yang nampak penasaran dengan keadaan sahabatnya itu


" Hemm!" jawab Ken dengan gumaman


Tidak berselang lama, Mayang datang bersama Freya membuat Ken seketika beranjak dari rebahannya dan langsung mendudukkan dirinya


" Mas kamu kenapa?" tanya Freya yang langsung menghampiri Ken saat melihat wajah pria itu nampak begitu pucat dengan peluh yang membasahi keningnya


" Aku tidak apa-apa" jawab Ken dengan senyum


" Tidak apa-apa bagaimana, kamu keringat dingin begini, apa kamu mual lagi?" tanya Freya menebak-nebak


Ken mengangguk pelan " Iya tadi di kantor aku merasa pusing dan mual banget tapi sekarang sudah enggak lagi kok sayang" jawab Ken apa adanya, karena benar saja setelah bertemu dengan isterinya rasa mual itu pun seketika hilang begitu saja


" Kamu serius mas, kalau masih mual biar aku buatkan air jahe biar lebih enakkan" ucap Freya penuh perhatian


Merasa diperhatikan dan di cemaskan oleh Freya tentu saja membuat Ken merasa berbunga-bunga


Gery dan Mayang hanya tersenyum melihat tingkah keduanya, dalam hati mereka merasa lega dan berharap rumah tangga keduanya selamanya akan baik-baik saja


Gery pun berjanji pada dirinya sendiri akan membantu sahabatnya untuk berjuang mempertahankan pernikahannya bersama Freya, dan tidak akan membiarkan siapapun mengusik kebahagiaan mereka


Freya pergi ke dapur untuk membuatkan Ken minuman jahe dan tidak berapa lama gadis itu pun sudah kembali dengan membawa nampan berisi secangkir air jahe dan beberapa makanan ringan namun saat kembali ke ruangan tersebut wanita itu dikejutkan dengan keberadaan seseorang yang kini tengah menatapnya dengan tatapan penuh selidik


Deg

__ADS_1


Freya merasa langkahnya begitu berat saat melihat seseorang yang tengah menatapnya dengan tatapan tajam


__ADS_2