
Ken ingin membuktikan semua ucapannya pada Freya, kalau dia sungguh-sungguh ingin memperbaiki ikatan pernikahan mereka
Saat ini Ken berada di kediaman papanya, pertengkaran hebat pun terjadi ketika Ken menyatakan pembatalan pertunangannya dengan Veronica
Ken mendapatkan tamparan keras dari papanya, seumur hidup baru kali ini papanya menggunakan tangannya itu untuk menampar Ken
" Jadi demi wanita itu papa menamparku?" Ken merasa sangat kecewa dengan papanya
" Dan kau juga demi gadis miskin itu berani menentang papamu sendiri?" papanya Ken tak kalah geram
" Dia isteriku bagaimana pun gadis miskin yang papa hina itu adalah istriku pah!" tegas Ken
" Sampai kapan pun papa tidak akan pernah mengakuinya" Papanya tidak kalah ngotot dengan Ken kalau dia tidak akan pernah mau menerima freya sebagai menantunya
" Aku tidak peduli papa mau menerimanya atau pun tidak, karena sampai kapan pun hanya Freya wanita yang akan menjadi nyonya Kendrick" tekan Ken
Papa Ken semakin geram dengan ucapan Ken, ia sungguh tidak menyangka hanya gara-gara gadis desa itu Ken sampai berani menentangnya
Bugh...
Bugh...
papanya Ken bukan lagi menamparnya tapi kali ini bogeman mentah pun melayang ke wajah dan tubuhnya yang lain
Ken tidak melawan maupun menghindar, ia membiarkan papanya meluapkan semua kekecewaannya terhadap dirinya
" Lakukan sepuas papa, sampai aku mati pun aku akan tetap pada pendirian ku!" Ken mengusap darah yang ada di sudut bibirnya
" Kau sudah tidak waras Ken, bahkan demi gadis itu kau rela mati konyol!" Murka papanya
" Demi isteri dan anakku, apapun rela aku lakukan pah, aku tidak mau mengulang kesalahan ku untuk kedua kalinya" Ken menitikkan air matanya saat teringat dengan Freya, penderitaan yang ia torehkan sudah terlalu banyak dan dia tidak ingin menambah lukanya lagi karena meninggalkannya untuk kedua kalinya di saat Freya tengah mengandung buah hatinya
" Apa maksudmu?" tanya Papanya
" Freya isteriku tengah mengandung anak ku!" ucap Ken
Deg
Papanya Ken terkejut bukan main mendengar jawaban sang putra
" Itu tidak mungkin, bisa saja anak itu anak orang lain bukan anakmu" papanya Ken menolak pernyataan Ken
" Cukup pah, aku sudah banyak menyakiti hatinya dan sekarang jangan sakiti dia lagi dengan tuduhan papa yang kejam itu" Sentak Ken
" Aku yang tahu bagaimana Freya, bahkan dia yang tidak tahu menahu siapa aku yang sebenarnya dengan setia ia terus menunggu kepulangan ku" Ken sungguh tidak terima jika papanya terus menerus menghina istrinya
" Kau sudah dibutakan oleh gadis itu Ken" Papanya tetap kekeh pada pendiriannya
" Pah, sudahlah jangan hina isteriku terus bagaimana pun saat ini Freya tengah mengandung cucu papa" Ken berusaha untuk melemahkan nada bicaranya yang sempat meninggi
" Tidak sampai kapan pun papa tidak akan menerima gadis itu dan juga anaknya sebagai cucu papa" tegas papanya yang tidak ingin di bantah
" Baiklah kalau itu mau papa, aku tidak peduli papa mau menerima Freya sebagai menantu papa ataupun tidak. Aku sangat mencintainya pah dan aku akan memperjuangkannya meski tanpa restu dari papa sebagai yang papa lakukan" Ucap Ken seraya menarik sudut bibirnya keatas
" Apa maksudmu Ken?" Papanya merasa tidak mengerti arah pembicaraan Ken
__ADS_1
" Papa jangan pura-pura tidak mengerti!" tekan Ken
" Jangan bicara omong kosong Ken, papa tetap tidak akan merestui pernikahan mu dengan gadis miskin itu" Ucap papanya yang bersikeras tidak mau menerima Freya sebagai menantu di keluarga Pramudya
" Terserah papa aku tidak peduli" Ucap Ken dengan santai lalu detik berikutnya dia tersenyum menyeringai
" Dan satu hal yang papa juga harus tau, selama papa tidak menerima kehadiran Freya sebagai menantu di keluarga Pramudya maka sampai kapan pun aku juga tidak akan pernah menerima wanita itu sebagai nyonya di keluarga Pramudya menggantikan posisi mendiang almarhumah mama!" ucap Ken dengan penuh penekanan di setiap kata-katanya
Deg
Papanya Ken tersentak dengan ucapan putranya, bagaimana Ken bisa tahu tentang hubungannya dengan seorang wanita yang diam-diam sudah ia nikahi tanpa sepengetahuan putranya itu
" Ba... bagaimana kau_?" belum selesai dengan kalimatnya Ken sudah kembali berucap
" Aku tahu papa memaksa ku agar tetap menikahi Veronica karena permintaan wanita itukan?"
Papanya Ken terdiam, rupanya dia sudah salah menilai putranya
" Jangan pikir aku tidak tahu pah, karena permintaan wanita itu papa bahkan sampai rela menyakiti putra kandung papa sendiri, darah daging papa"
Ucapan Ken terdengar sangat lirih, calon bapak itu meluapkan semua kekecewaan papanya yang sudah menikah tanpa meminta persetujuan darinya
" Ken papa bisa jelasin sama kamu, kalau_!' belum selesai Ken sudah kembali memotong kata-katanya
" Enggak ada yang perlu papa jelasin, cukup katakan saja pada wanita itu kalau sampai kapan pun putra kandung papa ini tidak akan pernah menerima dia sebagai pengganti almarhumah mama!"
Plak
Untuk kesekian kalinya papanya Ken melayangkan tangannya, Ken tersenyum getir menatap papanya dengan tatapan kebencian
" Kau berani mengancam papamu sendiri Ken!" berang papanya Ken
Ken tertawa hambar lalu menatap papanya dengan tatapan yang sulit diartikan
" Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya!" ucap Ken
" Kau_!"
" Seharusnya saat ini papa menikmati masa tua papa dengan santai, bersama isteri, anak, menantu dan juga cucu yang lucu-lucu" ucap Ken
" Kenapa papa malah masuk ke dalam pusaran kekacauan yang papa ciptakan sendiri, ingat pah apapun yang papa lakukan maka akan kembali ke diri papa sendiri"
Papanya Ken mengepalkan tangannya kuat merasa tidak suka di ceramahi oleh putranya sendiri
" Sudahlah Ken jangan banyak bicara, papa tetap tidak akan merestui pernikahan mu dengan gadis itu" ucap papanya dengan penuh penekanan di setiap kata-katanya
" Baiklah, aku tidak akan banyak bicara lagi"
Ken tersenyum getir
" Aku akan lakukan seperti apa yang papa lakukan, jadi sebaiknya papa berhati-hati ketika mengambil sebuah keputusan"
Papanya kembali dibuat naik darah oleh ucapan Ken yang bernada ancaman
" Kau berani mengancam papamu Ken?"
__ADS_1
" Aku ini anak papa, anak itu akan melakukan apa saja yang papanya lakukan, jadi aku rasa itu bukanlah sebuah ancaman" sahut Ken dengan santai
" Sudahlah pah nikmati saja hari-hari tua papa itu bersama keluarga baru papa dan tidak usah repot-repot ikut campur dalam urusan keluarga kecilku, sekarang kita sudah memiliki keluarga masing-masing jadi carilah kebahagiaan masing-masing pah jangan saling menyakiti satu sama lain karena hal itu hanya akan membuahkan kebencian yang mendalam" Tutur Ken
Papanya terdiam, kata-kata isteri barunya selalu terngiang-ngiang di telinganya, ia terus saja mendesak dirinya agar terus memaksa Ken untuk menikah dengan Veronica
" Baiklah kalau begitu, papa akan merestui pernikahan mu dengan gadis itu!" ucap Papanya yang sontak membuat Ken membulatkan matanya sempurna
Ken benar-benar tidak menyangka kalau papanya dengan cepat langsung berubah pikiran dan mau menerima Freya sebagai bagian dari keluarga Pramudya
" Apa papa serius?" tanya Ken dengan senyum yang mengembang
" Iya papa akan merestui pernikahan mu dengan gadis itu tapi dengan satu syarat!"
Jlep
Senyum yang mengembang di wajah Ken seketika pudar begitu saja
" Syarat?"
Papanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban
" Iya dengan satu syarat"
" Syarat apa?" Ken mengerutkan keningnya
" Dengan syarat kau harus tetap menikah dengan Veronica"
Deg
Mata Ken langsung melotot, rupanya papanya tidak tulus menerima pernikahannya dengan Freya
Detik berikutnya Ken malah tertawa setelah mendengar persyaratan yang papanya ucapkan
" Menikah dengan Veronica?" Tanya Ken seraya terkekeh sendiri
" Iya, kau harus menikah dengan Veronica baru papa akan merestui mu dengan gadis itu"
Ken semakin tergelak mendengar ucapan sang papa
" Apa papa juga akan melakukan hal yang sama?" tanya Ken membuat kening papanya mengkerut
" Apa maksudmu?" tanya papanya Ken
" Apa papa juga akan menikah lagi dengan wanita lain dan menduakan wanita yang sudah papa nikahi itu?"
" Kendrick!" Bentaknya
" Jangan meneriaki ku pah, bukankah sudah aku katakan kalau aku akan melakukan apa yang papa lakukan, jadi tanyakan pada isteri papa itu apa dia juga mau di madu?"
Papanya mengepalkan tangannya kuat hingga buku-buku tangannya memutih
" Jaga bicaramu Ken!"
Ken tersenyum miring, baginya saat ini membela isterinya adalah hal yang paling utama walaupun ia harus bertentangan dengan papanya sendiri
__ADS_1
Tekat Ken sudah bulat detik itu juga ia berjanji pada dirinya sendiri akan melindungi isteri dan calon anaknya dengan segenap jiwa dan raganya, jika ada yang berani mengusiknya maka dia akan membalasnya berkali-kali lipat, meskipun itu papanya sendiri