Sekedar Menikahi

Sekedar Menikahi
MAAF


__ADS_3

Freya kini tengah duduk bersandar di kepala tempat tidur, kondisinya masih sangat lemas tapi ia harus menjelaskan kesalahpahaman yang sudah terjadi kepada Mayang


" Kamu sebaiknya istirahat saja Nay!" seru Gery pada gadis yang dinyatakan tengah hamil itu, dia juga merasa bersalah karena sudah berpikir yang bukan-bukan tentang Freya


Freya terdiam lalu menatap ke arah wanita yang berada di samping kanan Gery


" Maafin aku mba Mayang, aku enggak ada niat sedikitpun untuk membohongi mba !" tutur Freya merasa tidak enak hati pada atasan sekaligus sahabatnya itu


" Sudahlah Nay lupakan soal tadi , dalam hal ini aku juga salah kok, aku minta maaf sama kamu karena langsung menuduh kamu gitu saja tanpa mendengarkan penjelasanmu terlebih dahulu" tukas Mayang


" Tidak usah saling menyalahkan diri sendiri, semua terjadi hanya karena kesalahpahaman, seandainya pria bere**sek itu jujur dari awal semua ini tidak akan pernah terjadi" ucap Gery menengahi seraya menunjuk ke arah Ken dengan ekor matanya dan menatapnya tajam


Ken tidak menggubris kata-kata Gery pria itu malah sibuk menggenggam tangan Freya dengan posesif padahal sudah berkali-kali Freya menepis tangannya namun lagi-lagi Ken tidak peduli sampai akhirnya Freya pun jengah dan membiarkan laki-laki itu bertindak sesukanya


" Kalau saja sejak awal aku tahu laki-laki bere**sek yang sudah menyakiti kamu Nay itu adalah Ken sudah habis babak belur dia ditangan ku!" geram Gery menatap sinis ke arah Ken


" Benar banget kamu mas, rasanya sekarang pun aku ingin menghajar wajahnya yang seperti tanpa dosa itu, dulu disia-siakan sekarang sok-sok an perhatian dasar laki-laki pengecut!" Mayang ikut menimpali ucapan Gery, wanita itupun merasa geram dengan sikap Ken yang sangat pengecut dan tidak tahu berterima kasih, padahal Freya dan bapaknya sudah menolongnya tapi malah di balas dengan air tuba


Seandainya dulu Ken menolak permintaan pak Anggara yang ingin menikahkan putrinya mungkin nasib Freya tidak akan merasa di campakan seperti ini


Ken dulu begitu meyakinkan pak Anggara dan Freya kalau dia akan membahagiakan Freya tapi nyatanya dia malah menghilang begitu saja bahkan sampai membuat pak Anggara jatuh sakit dan meninggal


Ya memang takdir tidak bisa disalahkan mungkin memang sudah waktunya pak Anggara pergi, Freya pun tidak bisa menyalahkan sepenuhnya atas meninggalnya orang tua satu-satunya yang ia miliki pada Ken tapi bila diingat kembali penyebab bapak nya jatuh sakit, sebagai manusia biasa wanita itu merasa sakit hati atas perbuatan Ken yang tidak bertanggungjawab jawab dan melanggar janjinya


" Sudah lepaskan tanganku, apa kau tidak merasa malu bersikap seperti ini dihadapan teman-teman mu!" kesal Freya namun Ken malah dengan santainya mencium punggung tangan Freya


" Jauh-jauh dari ku, jangan karena dokter bilang aku sedang hamil kau bisa berbuat seenaknya terhadap ku, ingat aku belum sepenuhnya memaafkan mu" Freya menyingkirkan tangan Ken dari tangannya lalu memilih beranjak turun dari tempat tidur


" Kau mau kemana?" Ken yang sedang duduk di tepi tempat tidur secara spontan langsung berdiri dan menghentikan pergerakan Freya membuat wanita itu mendengus kesal padanya


" Bisa tidak kau menyingkir dari hadapan ku?" Ketus Freya menatap Ken dengan tajam


" Tidak, sebaiknya kau tetap diam ditempat mu atau_" Ken menggantung kata-katanya

__ADS_1


" Atau apa?" tanya Freya menantang


" Ingat satu hal meskipun kau ini masih berstatus suamiku tapi kau tidak berhak atas diriku!" tekannya


Ken terhenyak hatinya tercungkil dengan kata-kata yang Freya lontarkan


" Maafkan aku, aku tahu kesalahan ku itu sangat besar tapi aku mohon beri aku kesempatan untuk menebus semua kesalahanku, setidaknya demi anak kita aku mohon izinkan aku memperbaiki kembali pernikahan kita yang sudah retak karena kesalahan dan ke bodohan ku" Pria arogan dan dingin itu kini memohon-mohon pada gadis desa yang pernah ia campakkan dan ia tinggalkan tanpa perasaan


Freya terdiam manik matanya menelisik netra hitam milik Ken pria yang arogan dan egois itu, wanita itu mencari kejujuran dan ketulusan di mata pria itu dan benar saja ia tidak melihat kebohongan di dalamnya


" Beri aku waktu" ucap Freya lalu kembali memberingsut dari kasur


" Tunggu dulu" Ken mencekal lengan Freya membuat pergerakan wanita itu kembali terhenti


Freya menatap tajam pada Ken, membuat pria itu tercekat terasa sulit menelan salivanya dan dengan perlahan tangannya pun terlepas


" Aku mohon jangan pergi!" pinta Ken dengan lirih


" Maaf aku tidak bisa, saat ini Nina pasti sedang menunggu ku pulang , aku tidak mau membuat dia khawatir" Freya melepaskan tangan Ken dari lengannya


" Tentu saja boleh, aku dan Mayang pasti akan mengantarkan mu pulang!" sahut Gery dan di angguki oleh Mayang


" Aku yang akan mengantarmu pulang" Ucap Ken penuh dengan penekanan


" Tidak perlu, kondisi mu saja sedang kurang sehat aku tidak mau terjadi apa-apa denganmu" Tolak Freya dengan halus namun disalah artikan oleh Ken


Kata-kata yang Freya ucapkan itu seketika membuat bibir Ken terangkat ke atas


" Apakah itu artinya kau mengkhawatirkan aku?" Tanya Ken seraya tersenyum tipis


Freya terkekeh " Aku hanya tidak mau dipersalahkan oleh papamu kalau sesuatu terjadi padamu"


Senyum yang tadi terukir dengan manis dibibir Ken langsung menguap begitu saja, hilang tidak berjejak

__ADS_1


" Makanya jangan GeEr dulu bos!"


Batin David yang sejak tadi ingin sekali memaki, menghantam dan melempar laki-laki yang menjadi bosnya itu dari atas gedung, namun sayang dia hanya bisa mengumpat dan memakinya dalam hati


" Sudahlah Ken sebaiknya kau urus saja dulu urusan mu dengan papamu dan juga calon isterimu itu, jangan melibatkan Naya lagi didalamnya" tutur Gery


" Sudah cukup kau membuatnya menderita beberapa bulan ini Ken dan jangan biarkan Naya terluka lagi oleh keegoisan mu untuk yang kesekian kalinya" Gery kembali berucap


" Sudahlah mas sebaiknya kita pulang sekarang" ucap Mayang


" Ayo Nay!" Mayang menggandeng lengan Freya lalu keduanya berjalan keluar disusul oleh Gery dibelakangnya


Ken tidak berani berkata apa-apa lagi, karena ia merasa apa yang dikatakan Gery ada benarnya


Selama ini dia sudah begitu banyak membuat Freya mengalami kesulitan bahkan karena kehadirannya lah yang membuat hidup gadis itu menderita


" Aku akan menyelesaikan urusanku dengan Papa dan juga Veronica, tapi mulai sekarang aku harap kau tidak menghindar lagi dari ku dan izinkan aku tetap menjalani kewajiban ku sebagai seorang suami" ucap Ken pada Freya yang kini tengah berdiri di ambang pintu


" Jaga dia untukku, dan jangan pernah menolak apapun yang akan aku berikan untuk calon anak kita" lanjutnya lagi


Freya menarik napas dalam-dalam lalu berkata pada Ken


" Tanpa kau pinta pun aku akan menjaganya dengan segenap jiwa dan ragaku!" sahut Freya lalu kembali melangkahkan kakinya yang sempat terhenti karena ucapan Ken


Ken menatap nanar Freya yang kini sudah menghilang dari balik pintu apartemennya


David hanya geleng-geleng kepala melihat bos sekaligus sahabat baiknya dalam keadaan sendu seperti itu


" Yang sabar bos, aku yakin dengan adanya anak yang berada di dalam kandungan isterimu itu bisa menjadi jembatan penghubung pernikahan kalian berdua" ucap David


Ken menarik napas dalam-dalam lalu dihempaskannya secara kasar


" Aku akan berusaha untuk bersabar dan semoga aja Freya mau memaafkan kesalahan ku!" batin Ken

__ADS_1


Dengan langkah terseok-seok Ken melangkahkan kakinya keluar


__ADS_2