Sekedar Menikahi

Sekedar Menikahi
Bertemu Nina


__ADS_3

" Freya....!" ucap lirih Nina ketika membuka mata melihat wajah Freya yang tengah berdiri di hadapannya


" Loe jahat Frey, bahkan saking kangennya gue sama loe gue melihat loe ada di sini sekarang, hiks... hiks...!" Nina sesenggukan ketika melihat ada Freya di dalam ruangan dimana ia sedang di rawat


Bu Nani mengulum senyumnya melihat tingkah putrinya yang mengira Freya sebagai halusinasinya semata sedangkan Iwan geleng-geleng kepala


" Sudahlah sayang kamu jangan menangis kayak gitu, itu mas mu udah datang loh sama temannya!" ucap bu Nani sambil mengusap lengan Nina


" Bu Freya jahat banget bu sama Nina, dia menghilang tanpa kabar terus tiba-tiba muncul sebagai bayangan tuh berdiri di situ" Nina menunjuk dengan dagunya


" Nina kangen bu sama Freya, hiks... Nina takut tuh anak kenapa-napa di luaran sana bu, dia kan sebatang kara udah enggak punya siapa-siapa selain kita bu, ada suaminya tapi sekarang suaminya aja udah kayak mayat hidup gara-gara Freya menghilang gitu aja bak di telan bumi dan sekarang... hiks.... hiks.... dia muncul sebagai bayangan sambil senyum-senyum lagi bu" tutur Nina dengan polosnya membuat semua orang yang berada di ruangan itu pun menahan tawanya sedangkan matanya sudah berkaca-kaca


" Kangen si kangen Nina tapi ya kudu waras juga tuh otak, masa kamu enggak bisa bedain mana yang beneran sama yang bayangan sih!" ucap Iwan yang merasa geregetan sendiri sama sang adik yang masih saja menangis


" Maksud mas Iwan apa?" Tanya Nina dengan dahi yang mengkerut setelah berhenti menangis


" Kamu itu sakit lambung karena terlalu banyak pikiran dan telat makan Nina, bukannya sakit karena kepentok kan tuh kepala" sahut Iwan sambil terkekeh


" Ih... mas Iwan ngomong apa sih enggak jelas banget" Nina memasang cemberut


" Kamu lihat lagi tuh bayangan Freya masih ada apa enggak?" tanya Iwan semakin geregetan pada adiknya yang loading nya lama


" Masih ada mas" jawabnya dengan enteng


" Artinya?" tanya Iwan dan Nina kembali mengerutkan keningnya


Nina mengucek-ngucek matanya lalu melihat kembali ke arah Freya yang tadi dianggapnya sebagai bayangan


" Artinya..... itu Freya beneran bukan halusinasi aku aja mas!" pekik Nina lalu kembali menangis dan kali ini tangisnya semakin pecah


Nina pun langsung mendudukkan dirinya masih sambil menangis


" Hiks.... hiks... Loe kemana aja sih Frey?" tanya Nina setelah sadar yang dia lihat bukanlah sekedar bayangan Freya tapi beneran nyata


Freya pun menghampirinya bahkan sudah memeluk Nina


" Maaf Nin... maaf ya aku udah membuat kamu sampai kayak gini!" ucap Freya yang juga ikut terisak

__ADS_1


Nina menggelengkan kepalanya " Kamu jahat Frey, kenapa kamu pergi enggak bilang-bilang sama aku, kalau kamu mau pulang ke desa kamu kan bisa ajak aku biar kita pulang sama-sama Freya, kenapa harus menghilang kayak gitu segala?" Marah Nina setelah mengurai pelukannya


" Maaf" ucap Freya yang belum bisa menjelaskan apa-apa selain kata maaf


" Apa kamu bertengkar lagi sama pak Ken?" tanya Nina


Dengan cepat Freya pun menjawab sambil menggelengkan kepalanya


" Tidak, hubungan kami baik-baik saja" jawab Freya


" Lalu kenapa kamu pergi begitu saja?" Tanya Nina yang begitu penasaran dengan kepergian Freya yang begitu tiba-tiba


" Ceritanya panjang Nina, sebaiknya nanti saja di jelaskan kalau kondisi kesehatan kamu sudah pulih benar" Ucap Iwan yang di angguki oleh bu Nani


" Apa yang dikatakan mas mu itu benar Nina, sebaiknya sekarang kamu pulihkan dulu kondisi kesehatan kamu baru setelah itu beri Freya waktu untuk menjelaskan " sambung bu Nani menimpali ucapan Iwan


" Iya Nina kamu harus cepat sembuh terus kita pulang sama-sama" ucap Freya


" Aish..... kalian ini kenapa sih, tidak lihat apa kalau aku ini sudah sehat, aku sudah sembuh total sekarang" ucap Nina dengan menggebu


" Benarkah?" tanya Iwan memastikan


" Iya, Mas percaya tapi tunggu hasil pemeriksaan dokter dulu baru kamu boleh pulang" ucap Iwan sambil terkekeh


" Tapi mas_!" Nina hendak protes


" Tidak ada tapi-tapian!" tegas Iwan


Nina pun hanya bisa menurut karena membantah pun akan sia-sia jika sang kakak sudah memberi perintah


Setelah jam menunjukkan pukul 9 malam bu Nani pamit untuk beristirahat di atas karpet yang di gelarnya tidak jauh dari tempat tidur Nina


" Freya, sebaiknya kamu juga istirahat sana bareng ibu, ini sudah larut malam loh tidak baik untuk kesehatan kamu dan juga calon anak kamu" ucap Iwan yang mengkhawatirkan keadaan Freya


" Loh mas Iwan sudah tau kalau Freya sedang hamil?" tanya Nina terkejut


" Sudah, ceritanya panjang nanti aku akan ceritakan kalau kita sudah di rumah ya!" sahut Freya

__ADS_1


" Sudah-sudah ceritanya di simpan saja dulu buat besok, sekarang sebaiknya kamu istirahat aja rebahan di karpet itu bersama ibu" seru Iwan yang mengkhawatirkan keadaan Freya


Freya tersenyum " Iya mas nanti saja, belum ngantuk" sahut Freya


" Tapi apa yang dikatakan mas Iwan benar Freya, sebaiknya kamu istirahat aja gih" Nina pun ikut mencemaskan keadaan sahabatnya yang satu itu


Freya kembali mengulas senyumnya " Iya Nina nanti aku akan istirahat tapi setelah kamu menjawab pertanyaan aku dulu ya" tutur Freya membuat kening Nina seketika mengkerut


" Pertanyaan?" Freya mengangguk


" Pertanyaan apa?" tanya Nina yang merasa penasaran


" Tadi kan kamu sempat bilang tentang keadaan mas Ken yang kamu bilang sudah seperti mayat hidup, maksud kamu apa ya Nina, ada apa sebenarnya dengan mas Ken?" tanya Freya yang tiba-tiba mencemaskan keadaan suaminya


Iwan mendengus kesal mendengar pertanyaan Freya pada Nina, entah kenapa pria itu begitu tidak menyukai Ken karena baginya perbuatan Ken sudah sangat keterlaluan, dia sudah membuat Freya dan bapak nya hidup menderita gara-gara keegoisannya


Meskipun Freya sendiri sudah memaafkan apa yang sudah Ken lakukan terhadap keluarganya buat Iwan tidak bisa semudah itu


" Emm... terakhir aku melihatnya dia itu kurus banget Frey, kalau tidak salah setelah seminggu kamu menghilang sudah 3 kali dia datang ke rumah kita hanya untuk sekedar menanyakan kabar kamu" Terangnya


" Penampilan dia tuh jauh banget deh dari biasanya, dia terlihat kusut dan acak-acakan dengan wajahnya yang rada pucat" tutur Nina membuat Freya merasa kasihan mendengarnya apalagi saat dia diculik Ken masih sering mengalami morning sickness akibat mengalami kehamilan simpatik


" Terus keadaan dia sekarang bagaimana Nin?" tanya Freya yang sangat mengkhawatirkan keadaan Ken


" Dia pasti dalam keadaan baik-baik aja, dulu pun dia dalam keadaan baik-baik aja saat meninggalkan kamu sebatang kara" bukan Nina yang menjawab melainkan Iwan


" Pria macam dia pasti mudah mencari yang lain dan akan kembali setelah puas mendapatkan kesenangannya" lanjutnya lagi


Freya tidak menggubris ucapan Iwan, karena beberapa bulan bersama Ken kurang lebihnya gadis itu lebih mengenal baik bagaimana seorang Ken


" Kenapa ponselmu tidak bisa dihubungi Freya?" tanya Nina


" Karena_"


" Ini sudah malam sebaiknya kalian istirahat lah dulu, besok bisa di lanjut lagi ceritanya!" ucap Iwan memotong pembicaraan keduanya


" Ingat Nina, Freya itu dalam keadaan hamil jadi sebaiknya dia harus banyak istirahat sekarang!" lanjutnya lagi

__ADS_1


" Yaudah , Freya sebaiknya kamu istirahat sekarang gih, besok kita lanjut lagi ceritanya!" ujar Nina


Freya mengangguk pelan " Iya, aku istirahat dulu kamu juga istirahat Nina!" ucapnya seraya berjalan ke arah karpet yang tadi di gelar oleh Bu Nani


__ADS_2