
Hubungan Freya dan Ken semakin membaik, Freya pun sudah bisa menerima Ken sepenuh hatinya
Seperti pagi ini Freya sedang sibuk di dapur membuat sarapan untuk Ken
" Sayang kamu masak apa?" tanya Ken seraya melingkarkan tangannya di pinggang Freya dan menjatuhkan dagu di bahunya
" Eh mas, udah bangun?" bukan menjawab pertanyaan Ken, Freya malah balik bertanya
" Hemm" jawab Ken dengan deheman lalu sibuk mendusel di leher jenjang Freya
" Mas geli!" protes Freya namun malah membuat Ken tertawa
" Kamu wangi banget sih, aku suka wanginya" gombal Ken
" Cih, dasar modus bau masakan gini dibilang wangi, bohong banget kamu itu mas" Freya geleng-geleng kepala lalu melepaskan tangan Ken yang membelit pinggangnya
" Ha .. ha .. isteriku memang sulit untuk dimodusin" Ken tergelak
" Memangnya kamu lagi masak apa sih, wanginya menggoda banget sama kayak yang lagi masak" Seloroh Ken
" Kang gombal, aku cuma masak nasi goreng sama telor balado aja kok" jawab Freya apa adanya
" Tapi masakan ini pasti rasanya sangat enak dan lain dari pada yang lain tentunya" puji Ken
" Sok tau" Freya mencibikkan bibirnya
" Jelas tau dong karena masakan isteriku ini pakai bumbu cinta jadi sudah dipastikan rasanya pasti enak" ucap Ken seraya menaik turunkan alisnya
" Ge'er kamu mas, memang siapa yang cinta?" Kali ini gantian Freya yang menggoda Ken
" Ya kamu lah memang siapa lagi" jawab Ken
" Aku cinta sama kamu? hemm...kata siapa?" Freya meledek
" Ya kata hati aku" Sahut Ken dengan percaya dirinya
" Apa hati kamu itu dapat di percaya mas?" Freya memicingkan matanya menatap lekat manik hitam suaminya
" Tentu saja, karena hatiku hanya untuk mu dan begitu pun sebaliknya hatimu pun hanya untuk ku" sahut Ken
__ADS_1
" Ya.. ya .. ya.... semoga kamu enggak hilaf lagi ya mas lalu lupa jalan pulang!" sindir Freya
" Oh ya ampun sayang, jangan bahas itu lagi aku sudah menyesal dan aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi" tutur Ken
" Iya aku percaya padamu mas, tapi seandainya kamu mengulang kesalahan mu lagi maka jangan salahkan aku jika aku akan pergi jauh dari kamu mas bersama anakku" ucap Freya sedikit memperingatkan Ken
" Iya sayang, aku janji!"
" Aku tidak butuh janji mas tapi bukti" ucap Freya yang diangguki oleh Ken
Setelah keduanya selesai sarapan, Ken dan Freya kini telah bersiap untuk pergi bekerja
" Apa tidak sebaiknya kamu berhenti bekerja aja sayang?" tanya Ken saat keduanya tengah berada di dalam mobil
" Aku enggak bisa berhenti begitu saja mas, karena mbak Mayang sudah mempercayai aku untuk mengurus cafenya, enggak enak lah mas aku berhenti begitu saja sedangkan mba Mayang sudah banyak banget membantu aku selama ini dan dia juga yang menolong aku saat aku baru pertama kali datang ke kota ini untuk mencarimu mas dan mba Mayang tanpa pikir panjang menerima aku begitu saja bekerja di cafe nya" tutur Freya panjang lebar
Ken terdiam setelah mendengar jawaban Freya yang begitu berat meninggalkan pekerjaannya
" Mba Mayang juga tidak akan mengizinkan aku untuk berhenti mas, dia justru memberi aku cuti jika aku ingin libur tapi tidak untuk berhenti" lanjutnya lagi
Sungguh Ken harus berterima kasih kepada Mayang dan juga Nina, karena kedua gadis itu sudah sangat berjasa kepada isterinya, mereka yang selalu ada untuk Freya dan menguatkan gadis itu.
" Aku pamit ya!" Freya mengulurkan tangannya pada Ken untuk menyalami dengan takzim
Ken pun tidak lupa mengecup kening Freya sebelum wanita itu keluar dari dalam mobilnya
" Assalamualaikum" ucap Freya yang sudah membuka pintu mobil
" Wa'alaikum salam" jawab Ken
Freya sudah masuk ke dalam Cafe dan Ken langsung mengemudikan mobilnya menuju kantornya
Tanpa mereka sadari kebersamaan mereka tengah diperhatikan oleh seseorang yang kini tengah menatap kepergian Freya dengan tatapan penuh dengan kebencian
Seperti biasa Freya sudah disibukkan dengan pekerjaannya, selain meracik teh herbal dia pun harus memeriksa laporan bulanan cafe tersebut
" Bagaimana keadaan cafe hari ini Nay?" tanya Mayang
" Bagus, tidak ada masalah" jawab Freya apa adanya
__ADS_1
" Syukurlah" timpal Mayang
Keduanya pun kini tengah membahas tentang pekerjaan dan perkembangan cafe sampai akhirnya tanpa terasa sudah masuk jam makan siang
" Mba aku izin keluar ya, aku mau makan siang bersama mas Ken" pamit Freya
" Sudah semakin lengket aja nih kayaknya" goda Mayang
" Siapa tuh yang semakin lengket?" tanya Gery yang tiba-tiba muncul dari balik pintu
" Mas!" Mayang pun langsung menoleh ke arah Gery yang sedang berjalan ke arahnya
" Siapa yang semakin lengket sayang?" Gery mengulang kembali pertanyaannya
"Tuh si bumil " celetuk Mayang menujuk Freya dengan dagunya
" Bagus dong, semoga Ken benar-benar berubah dan tidak lagi mau dikekang oleh papanya" Sahut Gery menimpali ucapan Mayang
" Iya kamu benar mas, kalau Ken sampai mengulang kesalahannya lagi aku tidak akan tinggal diam mas, aku akan membawa Naya pergi jauh darinya mas" tegas Mayang yang tidak akan membiarkan Ken berbuat semaunya lagi
" Iya sayang, aku pun akan melakukan hal yang sama kalau sampai Ken menyakiti Naya lagi aku yang akan turun tangan" ucap Gery
Freya sungguh merasa terharu dengan kebaikan keduanya, ia tidak pernah menyangka mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang tulus dari sahabatnya itu
" Mba Mayang... mas Gery.. terima kasih banyak karena sudah ada untuk aku, selalu menjadi garda terdepan setiap kali aku sedang dalam masalah sungguh aku tidak tahu harus bagaimana membalas kebaikan kalian" ucap Freya dengan mata yang sudah basah
" Kamu ini bicara apa si Nay, kami itu tulus menyayangi kamu karena kamu itu udah kami anggap seperti adik kami sendiri, jadi kamu tidak perlu sungkan seperti itu, jika ada apa-apa jangan ragu-ragu untuk cerita pada kami" ucap Gery yang diangguki oleh Mayang
" Terima kasih mas, terima kasih banyak" Freya malah semakin sesenggukan
" Loh kok kamu malah nangis sih Nay?" Mayang langsung menarik Freya ke dalam pelukannya saat melihat wanita itu sesenggukan
" Aku merasa sangat bahagia mbak, aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi mba di dunia ini, jika tidak ada Nina dan mba Mayang aku juga tidak tahu kehidupan aku kayak gimana mbak!" ucap Freya disela isak tangisnya
Mayang tersenyum lalu mengurai pelukannya
" Kamu sudah tidak sendiri lagi Nay, ada kami yang akan menjadi bagian dari keluarga kamu sekarang"
Freya semakin terharu dengan ucapan Mayang " Yang dikatakan Mayang itu benar Nay, kamu adalah adik kami jadi apapun yang terjadi jangan pernah ragu untuk datang kepada kami" ucap Gery ikut menimpali ucapan Mayang
__ADS_1
Freya tersenyum tipis sungguh hatinya merasa sangat bahagia, setelah berbaikan dengan sang suami kini bahkan dirinya mendapatkan sosok seorang kakak yang begitu menyayanginya