
" Nina tunggu dulu!" Freya menghentikan langkah kakinya membuat langkah Nina yang memegang tangannya pun ikut terhenti
" Ada apa lagi?" Nina melepaskan pegangan tangannya lalu menatap Freya dan menghembuskan nafasnya kasar
" Apa belum cukup laki-laki itu menghina mu? mau sampai kapan kau menutup kebenarannya Freya Kanaya?" marah Nina yang kesal karena Freya masih belum Jujur dan mengambil keputusan
" Dia akan segera menikah dengan wanita itu dan kau mau diam saja begitu, iya?" Nina mengusap wajahnya dengan kasar tidak habis pikir dengan sahabatnya itu
Freya terdiam sejenak lalu menatap Nina yang nampak jelas wajahnya terlihat tengah menahan emosi " Aku bukan diam saja Nay, aku juga butuh waktu untuk berbicara dengannya dan memintanya untuk segera menceraikan ku sebelum dia menikahi wanita itu!" jawab Freya
" Lalu kapan kau memintanya untuk menceraikan mu ?" Nina mulai melembutkan suaranya
" Akan aku pikirkan dulu dan mencari waktu yang tepat untuk bicara dengannya" Sahut Freya
" Ya, lebih cepat itu lebih baik, bukankah tujuan mu datang ke sini untuk mencarinya dan memutuskan untuk berpisah dengan laki-laki tidak bertanggung jawab itu?" Nina kembali mengingatkan tujuan awal Freya datang ke ibu kota
Freya kembali terdiam, ia pun teringat dengan tujuannya mencari keberadaan suaminya yaitu untuk meminta cerai agar jelas akan status pernikahan mereka
" Ya kamu memang benar Nin, secepatnya aku akan membicarakan perceraian ini padanya" ucap Freya
" Karena aku juga tidak mau Nin, ada orang ketiga yang masuk ke dalam biduk rumah tangga ku, meskipun pernikahan ini adalah pernikahan yang tidak pernah diharapkan tapi lebih baik aku melepaskannya Nin dari pada memaksakan hubungan yang sejak awal memang tidak seharusnya ada" tambahnya lagi
Nina menepuk bahu Freya " Apapun yang menjadi keputusan mu kelak aku pasti akan mendukung mu Frey!"
" Terima kasih Nina!" ucap Freya
" Tidak perlu sungkan seperti itu, kau itu sahabat baikku dan aku ingin kau hidup bahagia Freya" balas Nina
" Jika memang dengan cara melepaskannya aku akan bahagia begitu juga dengannya , aku rela Nin, mungkin dia memang bukan jodohku dan pernikahan ini hanyalah sebuah kesalahan yang tidak seharusnya terjadi dan aku akan segera meminta cerai darinya" ucap Freya
" Apa kau yakin?" Tiba-tiba terdengar suara bariton dari arah belakang, membuat Freya dan Nina seketika menoleh ke arah sumber suara tersebut
Deg
__ADS_1
Kedua gadis tersebut diam membeku di tempat saat melihat sosok wajah pria yang ada di hadapannya saat ini
" Kau?" Beo Freya
" Ikut aku !" Ken mencekal pergelangan tangan Freya dan membawanya pergi menuju sebuah taman yang tidak jauh dari restoran tempat mereka tadi makan
" Lepas, aku tidak sudi ikut dengan mu berengs*k!" tolak Freya dengan marah dan menghempaskan tangan Ken dengan kasar hingga cekalan tangan itu terlepas
Nina nampak panik melihat sahabatnya dibawa pergi oleh Ken dia pun akhirnya memilih untuk mengejar keduanya karena dia tidak ingin Ken sampai menyakiti Freya
Begitu juga dengan David, ada rasa penasaran juga di hatinya kenapa atasan yang sekaligus merangkap sahabatnya itu melakukan hal itu pada Freya
" Bukankah kau ingin hubungan pernikahanmu itu di perjelas?" Freya menatap Ken dengan tatapan tak bersahabat
" Ya kau benar tuan Ken yang terhormat, aku ingin status ku di perjelas aku ingin segera bercerai dan terbebas dari pernikahan bodoh ini agar status ku jelas sebagai JANDA!" ucap Freya dengan menekan kata-katanya
Ken mengeraskan rahangnya menatap nyalang pada gadis yang ada di hadapannya itu
" Itu tidak akan pernah terjadi dengar itu, tidak akan pernah terjadi!" tegas Ken
Deg
" Apa maksudmu?" tanya Freya dengan wajah merah padam
" Aku rasa kau pasti sudah tahu dengan jelas apa alasannya nona Freya Kanaya jadi tidak mungkin aku membuat mu menjadi seorang Janda" sahut Ken dengan seringai diwajahnya
" Bos kenapa bicara seperti itu, bukankah kalau dia bercerai dengan suaminya dan menjadi Janda itu bagus ya bos, akan ada peluang besar untuk mendekatinya!" bisik David yang kini sudah berdiri disamping Ken
Seketika Ken menatap David dengan tatapan tajam seakan ingin melahapnya hidup-hidup dan sontak hal itu pun membuat pria yang berstatus asisten pribadinya bergidik ngeri
" Bos ini aneh sekali, dia menginginkan nona Naya tapi tidak ingin nona Naya bercerai dari suaminya dan berstatus janda, apa sebenarnya tujuan bos sih?" gumam David heran sendiri
" Kau sungguh keterlaluan tuan Ken, egois dan tidak berperasaan" Freya semakin geram dengan Ken
__ADS_1
Nina yang berdiri tidak jauh dari keduanya tengah mengepalkan tangannya menahan emosi
" Apa mau mu sebenarnya hah? kenapa kau tega melakukan ini padaku?" runtuh akhirnya pertahanan Freya, air matanya kini sudah membasahi pipi
Ken terhenyak melihat Freya menitikkan air mata, perasaan bersalahnya menyeruak semakin besar tapi untuk melepaskannya itu tidak akan pernah dia lakukan dia akan berusaha untuk memperbaiki kesalahannya itu
" Kau pikir hidup menjadi seorang janda itu akan mudah? akan banyak orang yang menilai mu buruk dan merendahkan harga dirimu!" ucap Ken
Freya tertawa kecut menatap remeh seorang Kendrick
" Kau tidak perlu khawatir akan hal itu tuan Kendrick yang terhormat, aku sudah terbiasa menghadapi itu semua, aku pernah ditinggalkan oleh suamiku sehari setelah kami menikah dan hal itu sudah membuat orang menilai ku buruk dan berbagai cacian dan hinaan sudah menjadi makanan ku sehari-hari" Sahut Freya yang sontak membuat Ken tertampar keras oleh ucapannya itu
Jlep
Ken merasa sangat bersalah dan merutuki kebodohannya, sungguh ia ingin menembus semua kesalahannya kepada Freya dan juga pak Anggara orang yang telah begitu berjasa padanya,Ken ingin memperbaiki pernikahannya yang sudah ia khianat
" Aku tetap tidak akan pernah membiarkan mu menjadi seorang Janda Freya Kanaya, karena bercerai dengan keadaan hamil itu sungguh perbuatan yang dilarang" tegas Ken membuat Freya, Nina dan juga David terbelalak mendengarnya
" Omong kosong, siapa yang hamil jangan ngada-ngada!" marah Freya
" Bagaimana bisa hamil bos, nona Naya kan tidak pernah bertemu lagi dengan suaminya " celetuk David dan lagi-lagi ia mendapat tatapan tajam dari atasannya itu
" Tapi kemungkinan itu bisa saja terjadi bukan? dan aku tidak mungkin membiarkan penyesalan itu datang untuk kedua kalinya"
Freya menatap Ken dengan tatapan yang tidak terbaca, Ken pun tersenyum menyeringai dan berencana akan membawa Freya pergi bersamanya dan memperbaiki pernikahan mereka yang sempat ternoda atas kesalahannya dan kekhilafan yang pernah dia perbuat
" Jangan bicara omong kosong, itu tidak akan mungkin terjadi!" Freya menatap Ken Tajam
" Kenapa tidak mungkin, bukankah malam itu_?"
Freya membelalak, dan langsung memotong ucapan pria itu dengan cepat
" Cukup!" bentak Freya
__ADS_1
Nina menatap Freya dengan tatapan penuh tanda tanya, begitu juga dengan David yang menatap bingung ke arah keduanya