
Ken mengantarkan Freya pulang dan disepanjang perjalanan mereka sama-sama diam, tidak ada obrolan antara keduanya mereka sibuk dengan pikiran masing-masing
Sampai akhirnya mobil yang mereka tumpangi sudah terparkir di depan halaman rumah yang Freya tinggali bersama sahabatnya Nina
Tanpa basa-basi Freya langsung membuka pintu mobil dan hendak keluar namun tiba-tiba saja pergerakannya di tahan oleh Ken
" Kita perlu bicara!" ucap Ken
" Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi" ketus Freya menghempaskan tangannya dengan kasar hingga terlepas dari genggaman Ken
" Ada, setelah apa yang telah terjadi semalam kita harus bicara" tekan Ken
Freya menarik napas panjang dan membuangnya kasar, netranya langsung tertuju pada Ken dengan tatapan tajam
" Aku ucapkan terima kasih karena kau sudah menolongku, anggap saja sudah impas kau tidak perlu lagi memikirkan hutang budimu lagi pada bapakku"
Mendengar ucapan Freya tangan Ken langsung terkepal kuat
" Anggap saja tidak pernah terjadi apa-apa diantara kita dan_" Freya menjeda ucapannya mencoba untuk menenangkan perasaannya
" Dan talak aku sebelum kau mengucapkan ijab qobul pada wanita lain, aku tidak mau keberadaan ku menjadi penghalang kebahagiaan mu dengan calon isteri mu itu, apalagi jika sampai menganggap ku sebagai orang ketiga atau PELAKOR!" Tekan Freya
__ADS_1
Deg
Ken membulatkan matanya menatap tajam pada Freya
" Omong kosong, jangan harap aku akan melepaskan mu begitu saja!" marah Ken
Freya mendengus kesal mendengar ucapan Ken, untuk apa ia mempertahankan pernikahan yang memang tidak ada artinya sama sekali bagi laki-laki itu
" Kau jangan egois tuan Ken yang terhormat!"
" Kau adalah isteri ku dan sampai kapanpun akan selamanya seperti itu"
" Apa maksudmu? kau tidak mau melepaskan ku tapi kau dengan seenaknya bertunangan dengan wanita lain bahkan kalian pun akan segera menikah, lalu kau anggap apa aku ini? patung atau sebuah figuran yang dengan seenaknya kau bisa mempermainkan aku sebagai boneka mu begitu? Pernikahan kita tidak pernah kau anggap bukan jadi untuk apa kau mempertahankan aku yang hanya kau sekedar menikahi" geram Freya
" Hanya ada satu keputusan, Lepaskan aku dan biarkan aku mendapat kebahagiaan ku sendiri dan kau bisa dengan tenang membina kebahagiaan mu dengan nona Veronica"
Ken bergeming dan berusaha untuk menekan emosinya yang juga hampir meledak, sudah beberapa hari ini Ken terus menerus di hantui rasa bersalah dan penyesalan yang sangat dalam karena sudah menyia-nyiakan wanita yang ia nikahi itu, dengan keberanian yang besar Ken menatap manik mata Freya cukup dalam dan sontak saja hal itu membuat Freya menjadi salah tingkah dan sedikit gugup
Ada perasaan yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata, saat sepasang mata itu saling bertemu dan bersirobok
Deg
__ADS_1
Jantung Freya dan Kem semakin jedag-jedug dibuatnya tatapan keduanya seakan menghipnotis keadaan sampai pada akhirnya dua benda kenyal saling menyatu dan seketika kemarahan yang ada menguap begitu saja
Freya yang baru saja tersadar langsung melepaskan tautan yang hampir saja membuatnya jatuh kelembah kesakitan yang lebih dalam lagi
Dengan perasaan marah bercampur malu, Freya langsung keluar dari dalam mobil Ken dan berlari masuk ke dalam rumah
Ken menghela nafas berat ada perasaan bersalah terhadap Freya karena lagi-lagi dengan lancang ia menyentuhnya kembali, namun detik berikutnya ia tersenyum mengingat kejadian beberapa menit yang lalu saat Freya yang dengan gerakan kaku membalas tautannya
Walaupun status mereka masih sah sebagai suami isteri tapi status kedua Ken sebagai calon suami wanita lain tentu tidak bisa dengan mudah diterima oleh Freya
Hatinya tentu tidak menerima keadaan itu, wanita mana yang ingin diduakan, tidak akan ada yang rela begitu saja demikian juga dengan Freya baginya lebih baik melepaskan dari pada mempertahankan dan hanya akan menebar luka
Setelah memastikan Freya masuk ke dalam rumahnya, Ken pun menyalakan mesin mobilnya dan berniat meninggalkan pekarangan rumah Freya namun sebelum pergi matanya sesekali kembali menatap ke arah pintu rumah yang sudah tertutup rapat itu
" Dia pasti semakin marah padaku?" gumamnya sebelum menyalakan mesin mobilnya dan meninggalkan rumah Freya
Sementara di dalam kamarnya Freya langsung membanting tubuhnya keatas kasur dan menangisi nasib pernikahannya dan juga nasib masa depannya yang semakin rumit
" Kenapa semua menjadi seperti ini?" batin Freya
Terlalu lama menangis gadis itu pun akhirnya terlelap
__ADS_1