Sekedar Menikahi

Sekedar Menikahi
Siapa Namanya?


__ADS_3

Acara pertunangan Mayang dan Gery sudah selesai di gelar dan para tamu undangan pun sudah pulang semuanya terkecuali para sahabat Mayang dan juga Gery yang masih berkumpul di roof top yang ada di hotel tersebut


" Sayang, temanmu yang bernama Naya itu kemana?" tanya Gery pada Mayang yang belum melihat keberadaan Naya


" Mungkin masih ada kesibukan mas, Naya dan Nina itukan yang aku percayakan dalam mengurus acara ini mas" jawab Mayang


" Nanti juga kalau sudah selesai mereka akan datang kesini" tambahnya lagi dan Gery mengangguk mengiyakan


" Hai Ger!" ucap beberapa pria yang datang menghampiri mereka, rupanya mereka itu terlambat datang ke acara tersebut


" Selamat ya atas pertunangan kalian!" ucap salah satu di antara mereka seraya mengulurkan tangannya pada Gery lalu memeluknya


" Ah jahat kalian semua, acara sudah selesai malah baru datang" kesal Gery pada para sahabatnya seraya memeluk bergantian


" Sorry tadi pas mau kesini aku ada klien yang mendadak ingin bertemu" jawab salah satu dari mereka yang merasa begitu bersalah


" Alasan" Gery merajuk


" Sudah seperti perempuan aja pakai merajuk" goda Derry salah satu sahabat Gery yang datang terlambat ke acara pertunangan sahabatnya itu


" Si*Lan!" Gery meninju pelan bahu Derry


" Kalau kalian apa alasannya datang terlambat?" tanya Gery pada sahabatnya yang tidak lain adalah Ken dan juga Martin


" Menunggunya !" jawab El melirik Derry


" Cih, kau ini tidak ada alasan yang lebih bagus" Gery memutar bola matanya malas


" Apa yang dibilang Ken memang benar, gara-gara Derry yang meminta kami menunggunya kami malah datang terlambat" ucap Martin membenarkan ucapan Ken


" Sudahlah jangan marah lagi, lebih baik kau perkenalkan saja calon isteri mu ini!" ucap Derry


Gery membuang napasnya kasar lalu memperkenalkan Mayang kepada para sahabatnya itu


Kini Gery dan para sahabatnya tengah asik membicarakan tentang bisnis yang mereka jalani sementara Mayang sendiri menyibukkan dirinya dengan ponsel karena pembahasan para lelaki tidak nyambung dengannya


Disaat para pria tengah asik dengan obrolannya tiba-tiba saja datang seorang wanita cantik dengan menggunakan baju yang sedikit terbuka menghampiri mereka


" Hai, Mayang... maaf ya aku datang terlambat" ucapnya menghampiri sepasang kekasih itu

__ADS_1


" Hai Vero akhirnya kamu datang juga, aku pikir kamu enggak akan datang" ucap Mayang yang merupakan teman baik Vero


" Aku pasti datang, tapi maaf aku tadi ada pemotretan jadi ya telat deh datangnya" ucap Vero tak enak hati


" Tidak apa-apa yang terpenting kamu sudah datang sekarang!" ucap Mayang


" Selamat ya atas pertunangan kalian semoga cepat kejenjang pernikahan" ucapnya lagi seraya cipika-cipiki dengan Mayang lalu berjabat tangan dengan Gery


" Amin, terima kasih atas doanya, kamu juga semoga cepat menikah!" ucap Mayang


" Iya, tunggu saja mungkin sebentar lagi" ucapnya dengan wajah riang dan masih belum menyadari keberadaan seseorang di antara mereka


"Akan kami tunggu kabar baik mu" ucap Gery turut menimpali ucapan Mayang dan Vero


" Ayo sini duduk " ucap Mayang mengajak Vero duduk bergabung bersama mereka namun saat wanita itu menoleh kearah beberapa pria yang sedang duduk di meja yang sama Vero nampak begitu terkejut dengan sosok pria yang beberapa hari ini telah mengabaikannya


" Ken, kamu disini juga?" tanya Vero pada Ken dengan wajah berseri


" Iya" jawab Ken singkat


" Ya ampun sayang kamu kok enggak bilang-bilang sih sama aku kalau kamu juga di undangan ke acara pertunangan Mayang dan Gery, kamu mengenal mereka juga sayang?" tanya Veronica dengan antusias lalu memilih duduk di sebelah Ken dan langsung merangkul mesra tangannya


Mayang dan Gery tercengang keduanya saling melempar pandangan begitu juga dengan teman-teman Gery yang lainnya


" Dia ini mantan kekasih aku Mayang, yang pernah aku ceritakan sama kamu dulu, tapi sekarang aku sama Ken sudah balikan lagi kok, ya karena kami ternyata memang masih saling mencintai" ucap Veronica dengan percaya dirinya


" Benarkan sayang?" Veronica menoleh pada Ken


" Hem" entah kenapa Ken merasa malas untuk menjawab pertanyaan Veronica tidak seperti biasanya.


David yang sedari memperhatikan atasannya itupun sedikit heran dengan sikap Ken yang terlihat dingin dengan kekasihnya itu


" Oh jadi mantan Ken yang pernah meninggalkan pas lagi sayang-sayangnya itu kamu Vero?" celetuk Gery yang memang dulu sempat marah dengan Ken yang menurutnya terlalu bucin pada kekasihnya itu sehingga tidak bisa move on dan masih mengharapkan wanita yang sudah menyakiti hatinya


" Mas sudah jangan di bahas lagi, itukan masa lalu mereka dan sekarang hubungan mereka juga sudah kembali baik-baik saja jadi enggak usah diungkit-ungkit lagi" ucap Mayang yang merasa tidak enak hati pada Veronica


Mayang meminta pelayanan menyiapkan hidangan untuk para sahabatnya dan juga sambil menunggu kedatangan Nina dan Freya yang masih belum terlihat batang hidungnya


" Ayo silahkan diminum, ini adalah teh special yang khusus di datangkan dari cafe milik calon isteri ku" ucap Gery mempersilahkan para sahabatnya mencicipi teh yang sedang viral di cafe milik calon isterinya

__ADS_1


Martin, Derry, David dan juga Ken mengambil cangkir berisi teh tersebut lalu meminumnya


Deg


Ken kembali mengingat Isterinya yang ia tinggalkan begitu saja tanpa adanya kepastian, rasa bersalah tiba-tiba menggerogoti relung hatinya


" Teh ini sungguh nikmat" ucap Derry


" Iya betul, teh ini berbeda dari teh kebanyakan" ucap Martin menimpali


" Apa teh ini sama dengan teh yang ada di Cafe Mayang yang berada di jalan x" Celetuk Ken


" Iya betul, apa kau pernah datang ke cafe calon isteri ku?" tanya Gery


" Hem, rekan bisnis ku pernah mengundang ku datang ke cafe itu" Sahutnya


" Apa kau sudah mencicipi rasa teh herbal yang ada di cafe tersebut?" kali ini Mayang yang bertanya dan Ken mengangguk pelan


" Bagaimana menurut mu dengan rasa teh itu?" tanya Mayang


" Teh ini memberikan rasa tenang dan nyaman" sahut Ken


" Apa kau menyukainya?" tanya Mayang


" Tentu saja, rasa teh ini membuat pikiran sedikit tenang aku sangat menyukainya terlebih teh ini mengingatkan ku pada seseorang" sahut Ken


Mayang mengerutkan keningnya ada tanda tanya besar yang tiba-tiba menggelayut dalam pikirannya


" Apa kau sendiri yang meracik teh tersebut?" tanya Ken yang merasa begitu penasaran


" Bukan, teh itu diracik langsung oleh sahabat ku yang memang bekerja di cafe ku" jawab Mayang


" Boleh aku tahu siapa nama sahabat mu itu?" tanya Ken dan sontak saja pertanyaan Ken membuat Veronica mendelik tak suka dan Mayang semakin menatap penuh curiga


" Sayang" keluhnya


" Aku hanya ingin tahu saja" ucap Ken menanggapi Veronica dengan malas


" Namanya_!"

__ADS_1


" Mba Mayang !" seru seseorang yang tiba-tiba saja muncul membuat semua pandangan mata menatap ke arahnya


Deg


__ADS_2