Sekedar Menikahi

Sekedar Menikahi
Tidak Manusiawi


__ADS_3

Freya masuk ke ruangan khusus tamu VIP dengan langkah gontai gadis itu terpaksa menemui dua pria yang menurutnya kurang kerjaan


" Silahkan tuan, selamat menikmati!" ucap Freya setelah meletakkan pesanan kedua pria yang tengah duduk seraya menatap ke arahnya


" Terima kasih Naya, tapi bisa tidak kamu bersikap biasa aja jangan terlalu formal seperti itu" ucap Derry protes akan sikap Freya yang terlalu formal menurutnya


" Kalian ini seperti tidak ada kerjaan saja, ini waktunya jam kerja tapi kalian berdua malah keluyuran seperti ini" oceh Freya


" Kita itu bukan keluyuran tapi mencari sarapan pagi" jawab Martin


" Memangnya tidak bisa kalian sarapan di rumah?"


" Tidak, karena tidak ada yang membuatkan ku sarapan berbeda jika kau mau menjadi isteriku" seloroh Martin membuat Freya memutar bola matanya malas


" Sudahlah, aku masih banyak pekerjaan" Freya pun memilih untuk pergi meninggalkan kedua pria tersebut dan tidak mengindahkan panggilan dari mereka


Sementara di tempat lain


Di sebuah gedung yang menjulang tinggi seorang pria dengan kesan angkuh dan dinginnya, baru saja keluar dari ruangan meeting dan dibelakangnya sudah ada asisten David yang selalu setia mengikutinya


Keduanya masuk ke dalam ruangan yang bertuliskan ruang CEO


" Bagaimana hasil penyelidikanmu?" tanya Ken pada David seraya melonggarkan dasinya lalu mendudukkan dirinya di kursi kebesarannya


David menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya kasar " Sudah dapat bos!" jawabnya


David lalu undur diri untuk mengambil berkas hasil penyelidikan yang dia dapat dari anak buahnya di ruangannya


" Ini bos" ucap David setelah kembali dari ruangannya dan meletakkan amplop coklat yang berada di tangannya ke atas meja Ken


" Gadis itu sudah menikah bos" ucap David memberitahu tentang wanita yang diperintahkan oleh atasannya itu untuk diselidiki identitasnya, meskipun Ken yakin gadis itu adalah gadis yang sama tapi ia juga butuh bukti kebenarannya

__ADS_1


" Kalau anda berniat untuk mendekati gadis itu sebaiknya jangan bos, urungkan saja niat anda itu karena walaupun dia sudah ditinggalkan secara tidak manusiawi oleh suaminya tetap saja statusnya isteri orang " ucap David membuat gerakan Ken yang hendak membuka amplop coklat itupun terhenti


Ken menaikkan satu alisnya " Ditinggalkan secara tidak manusiawi?" tanya Ken menyipitkan matanya


" Iya bos, bukankah sangat tidak manusiawi setelah menikahi nona Naya keesokan harinya suaminya itu pergi meninggalkan dia begitu saja, tanpa kabar berita sampai berbulan-bulan lamanya "


" Apa kau tahu siapa suaminya?" tanya Ken


David menggeleng pelan " Tidak bos"


" Tapi menurut ku dia itu laki-laki pengecut dan tidak bertanggung jawab bos, niatnya yang ingin membayar hutang balas budi pada keluarga nona Naya itu hanyalah alibinya saja, tidak seharusnya laki-laki itu menikahi nona Naya kalau hanya untuk di campakkan, dasar pengecut !" Tutur David yang terlihat geram dengan sosok suaminya Freya Kanaya membuat Ken bagaikan di hantam batu besar dengan pernyataan asistennya itu


David pun mengatakan kalau Naya adalah gadis yang malang dan tidak sepantasnya mendapatkan perlakuan seperti itu, David PU. menceritakan kalau Freya Kanaya selalu berusaha tegar menahan malu dan kesedihannya karena hampir setiap hari mendapat hujatan dan hinaan dari mulut pedas para tetangganya, apalagi sampai membuat orang tua satu-satunya jatuh sakit lalu meninggal dunia


Ken tersentak kaget saat mendengar informasi dari David kalau orang yang pernah menolongnya kini sudah meninggal.


" Maksud kamu apa bicara seperti itu?" tanya Ken dengan tatapan yang sulit diartikan membuat David bergidik ngeri


" Dari informasi yang aku dapat memang seperti itu bos, pak Anggara jatuh sakit karena merasa sedih melihat nasib putrinya apalagi hampir setiap hari putrinya itu menjadi bahan gunjingan" jawab David lalu menceritakan kepada Ken kalau gadis bernama Freya Kanaya itu pergi dari desa setelah ayahnya itu meninggal dunia dan karena tidak sanggup lagi mendengar kata-kata pedas yang dilontarkan beberapa warga kepadanya membuat gadis itu ikut ke kota bersama sahabatnya


Ken benar-benar syok mendengar penuturan David tentang nasib yang sudah dialami orang yang sudah sangat berjasa didalam hidupnya karena perbuatannya lah orang-orang malah menderita, benar apa yang dikatakan David kalau dirinya adalah laki-laki pengecut


Ken meremat rambutnya frustasi, " Aaaakhh...!" teriaknya merasa sangat berdosa


Pantas Freya bersikap dingin terhadapnya dan pura-pura tidak mengenalinya, apalagi dapat dengan jelas ia melihat tatapan kebencian yang tersirat dari sorot matanya yang tajam


" Apa dia sangat membenciku, aku memang pantas di benci!" gumam Ken pelan


" Apa kau bicara sesuatu bos?" tanya David yang tidak bisa mendengar jelas ucapan Ken


" Tidak". ketus Ken

__ADS_1


" Ada apa dengannya, kenapa raut wajahnya jadi aneh seperti itu?" batin David


Pria itu pun berpikir kalau atasannya itu sangat kecewa dengan informasi yang didapatnya kalau kenyataannya gadis yang disukainya itu ternyata adalah isteri orang


" Sudahlah bos jangan terlalu dipikirkan, jika bos dan nona Kanaya berjodoh kalian pasti bisa bersama tapi tunggu sampai nona Naya bercerai dulu ya bos dengan suaminya baru bos boleh mendekatinya" ucap David yang sontak ucapannya itu tanpa sadar sudah membangunkan singa tidur


" Apa maksudmu bilang bercerai? apa kau ingin Freya Kanaya bercerai dengan suaminya, hah?" sentak Ken yang entah kenapa emosinya seketika membeludak saat asisten pribadinya itu mengatakan kata bercerai


" Bu... bukan begitu bos, tapi untuk apa nona Kanaya mempertahankan pernikahannya itu jika suaminya saja tidak menginginkannya" sahut David dengan suara terbata


" Tidak menginginkannya?" gumam Ken pelan


David merasakan ada yang aneh dengan atasannya itu yang tiba-tiba saja terdiam


" Apa benar sekarang aku menginginkannya?" batin Ken


" Apa karena dia sudah banyak perubahan aku jadi menginginkan gadis itu?"


Ken terus saja bermonolog dengan dirinya sendiri, mencari kebenaran dengan apa yang tengah ia rasakan


" Bos, kau tidak apa-apa?" tanya David yang melihat sikap aneh atasannya itu


" Ya, aku baik-baik saja. pergilah!" ucap Ken mengibaskan tangannya


David yang tidak ingin menambah buruk suasana hati bosnya itupun lebih memilih untuk kembali ke ruangannya


Ken mengacak-acak rambutnya sendiri dengan kasar, mengingat pria paruh baya yang sangat ia hormati itu sudah meninggal membuatnya merasa sangat bersalah karena sudah melanggar janjinya pada pria tersebut


" Maafkan aku pak , maaf karena sudah melanggar janjiku!" ucap Ken lirih


" Maafkan aku juga Freya karena aku sudah membuat hidup mu menderita, aku memang pantas kau benci tapi aku mohon izinkan aku untuk menebus kesalahanku Freya"

__ADS_1


Ken duduk termenung di dalam ruangannya dan tidak ingin diganggu oleh siapapun termasuk asistennya sendiri, bahkan semua jadwal pertemuan dengan kliennya pun sudah ia batalkan


__ADS_2