
Freya tak kuasa membendung air matanya saat melihat Ken yang sedang duduk di atas tempat tidur sambil tersenyum kearahnya
" Mas Ken... hiks.... hiks....!" Ken merentangkan kedua tangannya dan Freya langsung berhambur kepelukannya
" Akhirnya kamu sadar juga mas" Freya terisak dan Ken mengusap punggung Freya dengan lembut
" Maaf sudah membuat mu khawatir" ucap Ken lirih lalu mengecup kepala Freya
Freya menggeleng " Tidak apa-apa mas yang terpenting sekarang kamu sudah sadar!" ucap Freya dengan air mata yang masih berlinang
" Aku sungguh tidak bisa membayangkan bagaimana kamu melewati kesulitan itu sendirian, bersyukur ada orang sebaik bu kokom yang menolongmu, kita harus berterima kasih kepada mereka sayang" tutur Amar yang langsung di angguki oleh Freya
Ken tahu tentang Freya setelah Gery tadi sempat bercerita tentang hilangnya Freya sampai akhirnya bertemu dengan Iwan di sebuah pasar di desa terpencil
" Iya mas, mereka sangat baik padaku " ucap Freya yang jadi teringat dengan kebaikan bu Kokom dan juga Iyut
Semua yang berada di ruangan itu nampak begitu terharu apa lagi setelah tahu bagaimana perjuangan Freya dalam mempertahankan diri ketika dibuang di pinggir hutan oleh orang-orang suruhan Sarah
Mereka mendapat cerita itu dari Gery yang diceritakan oleh Mayang bersumber dari Nina
Pramudya pun merasa bangga dengan kelebihan yang Freya miliki, selain cerdas ternyata isteri dari putranya itu termasuk wanita yang sangat mandiri dan juga pemberani
Restu keduanya pun sudah dikantongi dan bahkan Pramudya sendiri pun berencana akan menggelar pesta pernikahan mereka secara besar-besaran setelah kondisi Ken pulih tentunya
______
Waktu terus berjalan dan tanpa terasa sudah satu bulan berlalu
Kondisi kesehatan Ken kini sudah pulih total dan pria itupun sudah kembali lagi bekerja seperti biasa
Ken memerintahkan David yang di bantu oleh Nina dan Iwan mempersiapkan semua keperluan untuk rangkaian demi rangkaian acara pernikahan Ken dan Freya nantinya.
Gery dan Mayang pun tidak tinggal diam mereka pun turut andil membantu persiapan acara pernikahan sahabat mereka itu, salah satunya mencari MUA terkenal yang sudah sangat profesional.
Bahkan Mayang pun tidak tanggung-tanggung turut menyumbangkan pula tempat untuk digelarnya pesta resepsi tersebut
Acara akan digelar di hotel milik keluarga Mayang sebagai hadiah untuk pernikahan keduanya.
" Enggak nyangka ya, aku yang sudah bertunangan tapi kamu yang udah menggelar resepsi pernikahan duluan" ucap Mayang
Freya hanya tersenyum tipis karena saat ini ia sedang di rias oleh penata rias terkenal yang tidak lain adalah teman Mayang sendiri
" Kamu kan baru bertunangan May sedangkan mereka sudah menikah jelas duluan mereka lah" sahut Nina menimpali
" Oh iya... ya" Mayang menepuk keningnya sendiri
" Aku sampai lupa, padahal sudah berbuah lagi ya!" seloroh Mayang membuat kening Freya dan Nina mengkerut
" Berbuah? maksudnya?" tanya Nina dan Freya bersamaan
" Itu..tuh... !" Mayang menujuk perut Freya dengan ekor matanya
Nina yang paham pun langsung tergelak dibuatnya
Freya yang tertinggal menyadarinya pun baru ikut tertawa setelah Nina tertawa
" Kau ini bisa aja May". celetuk Nina
Ceklek
Atensi mereka kini beralih pada pintu yang tiba-tiba dibuka dari luar
" Wahh... putri ibu cantik banget!" puji Bu kokom yang baru saja masuk bersama bu Nani keruangan di mana Freya sedang di make up
" Ibu!" Freya yang melihat bu kokom dari pantulan cermin pun tersenyum bahagia melihat wanita yang menjadi penyelamat hidupnya dan juga bayi yang berada di dalam kandungannya
__ADS_1
" Kapan ibu sampai?" tanya Freya yang hanya bisa melihat Bu Kokom dari pantulan cermin yang ada di hadapannya
" Tadi subuh, nak Iwan yang menjemput ibu dan Iyut " jawab bu Kokom tersenyum ramah menyapa Nina dan Mayang
" Kamu cantik sekali loh nak Freya ibu sampai pangling" kali ini Bu Nani yang ikut memuji kecantikan Freya
" Ah..ibu bisa saja, terima kasih ya bu ini hasil karya mba Wulan bu yang sudah profesional makeup in orang" ucap Freya lalu tersenyum
" Kamu ini bisa aja memuji Frey, padahal aku hanya memoles sedikit aja tapi kamu sudah terlihat cetar membahana seperti ini, karena memang sudah dasarnya kamu sudah cantik dari sananya Frey apalagi kamu sedang mengandung jadi aura kecantikan ibu hamilnya keluar" tutur Wulan seorang MUA yang merupakan sahabat baik Mayang
" Ah... mba Wulan aku jadi malu dari tadi dipuji terus, he...he..." ucap Freya dengan wajah polosnya membuat semua yang ada di ruangan itu jadi tertawa
Selesai di rias Freya diapit oleh Nina dan Mayang berjalan menuju pelaminan dan disana sudah ada Kendrick yang tengah berdiri untuk menyambut kedatangannya
Ken terpukau dengan kecantikan Freya yang sungguh terlihat sangat berbeda, Freya semakin terlihat lebih cantik sampai-sampai semua tatapan mata para lelaki tertuju padanya
Ken mendengus kesal saat melihat para tamu undangan terutama kaum Adam menatap tak berkedip melihat kecantikan seorang Freya Kanaya
" Kenapa papa harus mengadakan pesta seperti ini segala sih?" gerutu Ken saat keduanya sudah duduk di bangku pelaminan
" Kenapa memangnya mas? bukannya mas sendiri ya yang sudah menyetujui keinginan papa untuk mengadakan pesta ini?" tanya Freya yang nampak bingung dengan ucapan suaminya itu
" Kalau tahu begini tadi mendingan tidak usah saja dari pada mataku panas melihatnya" sahut Ken masih dengan raut wajah kesal
" Loh panas kenapa memangnya mas, apa ada yang salah dengan pesta ini?" Kening Freya semakin mengkerut dibuatnya
" Bagaimana tidak panas kamu Lihat aja sendiri tuh, karena papa mengadakan pesta ini dan kamu di rias sampai secantik ini dari tadi aku perhatiin semua mata para lelaki hidung belang tertuju semua kepada mu sayang!" ucap Ken dengan wajah tak suka
Mendengar jawaban Ken seketika tawa Freya pun pecah
" Oh ceritanya tuan Kendrick Nalendra Pramudya lagi mode cemburu nih?" ledek Freya dengan tawa yang semakin pecah
" Kamu ini ada-ada aja ya mas, mereka itu cuma takjub aja kali dengan hasil karya riasannya mba Wulan yang membuat aku tampil secantik ini nanti juga kalau mereka lihat wajah asli ku mereka pasti langsung segera memalingkan wajahnya mas" tutur Freya
" Siapa bilang? belum tentu juga seperti itu sayang, apalagi kamu tuh tetap terlihat cantik kok meski tanpa makeup sekalipun" ucap Ken
" Apa mas yakin? jika itu benar mana mungkin dulu kamu berpaling dari aku mas dan meninggalkan aku setelah kita baru saja menikah"
Jlep
Ken tersentil oleh ucapan Freya yang menyindir dirinya begitu dalam dan mengena di hati, penyesalan demi penyesalan pun seketika menggerogoti hatinya dan rasa bersalah kian menggunung
" Maaf !" ucap Ken lirih dan tiba-tiba raut wajahnya berubah mendung
" Eh?" Freya menarik sudut alisnya menatap Ken yang nampak berubah murung
" Maaf, karena keegoisan ku dulu sudah membuat hidup mu begitu menderita, aku sudah menorehkan banyak luka di hatimu bahkan ribuan kata maafpun tidak bisa menebus semua kesalahanku padamu" ucap Ken dengan berjuta rasa sesal dihatinya apalagi saat ia teringat kembali dengan almarhum mertuanya yang sudah begitu baik padanya bahkan mau menolongnya
" Itu sudah masa lalu mas, maaf jika aku sudah mengorek luka lama tapi aku berharap kejadian di masa lalu kita jadikan pelajaran agar kita tidak mengulangi kesalahan yang sama" Tutur Freya
" Kelak jangan berpaling lagi dari ku mas, tetap lah melihat ku meskipun banyak di luaran sana wanita-wanita yang jauh lebih cantik dan lebih menarik dariku yang menginginkan mas menjadi miliknya" ucap Freya membuat Ken yang tadinya menunduk kini mendongak dan menatap wajahnya
" Karena kelak mungkin aku tidak akan bisa sekuat itu mas menerima hadirnya wanita lain di tengah-tengah rumah tangga kita" lanjutnya
" Itu tidak mungkin sayang, aku janji tidak akan berpaling lagi ke lain hati, hanya ada kamu dan anak kita di dalam hatiku dan juga di dalam rumah tangga kita!" tutur Ken berusaha meyakinkan
" Aku tidak butuh janji mas, buktikan pada ku kesetiaan mu tanpa harus mengubar janji jika tidak bisa kamu tepati nantinya" tutur Freya
" Iya sayang, akan aku buktikan padamu dan juga anak-anak kita nantinya " ucap Ken
Freya tersenyum " Buktikan mas!"
" Iya sayang akan aku buktikan isteriku, aku mencintaimu!" ucap Ken membuat Freya memerah mendengar ungkapan hati Ken
______
__ADS_1
Para tamu undangan yang hadir pun satu persatu memberi selamat dan juga doa kebaikan untuk kedua mempelai
Martin yang datang bersama Derry turut naik ke pelaminan untuk memberi selamat kepada Ken dan juga Freya dan hal yang sama pun dilakukan oleh Gery, Mayang, Nina dan juga Iwan mereka pun turut naik ke pelaminan untuk mengucapkan selamat kepada raja dan ratu sehari itu
Selesai memberikan selamat mereka semua pun melakukan sesi foto bersama
Usai foto bersama para sahabat Ken dan Freya pun kini melakukan sesi foto keluarga, karena Freya hanya hidup sebatang kara maka Bu Kokom, Iyut, Bu Nani, Nina dan Iwan lah yang mendampingi Freya sebagai bagian dari keluarga Freya
Freya tidak henti-hentinya menitikkan air mata usai melakukan foto keluarga, air matanya sulit ia bendung apalagi ketika gadis itu teringat kembali dengan kedua orangtuanya yang sudah tiada terutama bapaknya pak Anggara
" Sudahlah nak jangan menangis lagi, mereka sudah tenang di sana, mereka pasti bahagia melihat kamu kini sudah mendapatkan kebahagiaan mu" ucap Bu Nani berusaha untuk menghibur Freya
" Kami adalah keluarga mu sekarang nak, jika kamu merindukan kedua orang tua mu dan ingin pulang, pulanglah ke rumah kami nak pintu rumah kami akan selalu terbuka lebar untuk mu!" lanjutnya lagi
" Iya mba Freya, aku dan ibu juga adalah keluarga mba Freya jadi jangan sedih lagi ya mba!" ucap Iyut
" Hiks.... Hiks.... !" Freya menitikkan air matanya kembali namun kali ini ia tersenyum bahagia
" Terima kasih ya bu Nani, Bu Kokom, Iyut, Nina dan mas Iwan!" ucap Freya
" Kamu sudah tidak sendirian lagi sekarang nak Freya, jika kamu merindukan bapak mu anggap saja papa ini adalah orang tuamu sendiri. Papa akan sangat berterima kasih jika kamu mau menjadikan papa sebagai bapakmu " Ucap Pramudya
" Dan terima kasih karena sekarang kamu sudah mau menjadi bagian dari keluarga Pramudya!" tutur Pramudya yang kini sudah menerima Freya dengan sepenuh hatinya
" Pah!" Freya kembali terisak sungguh dia tidak menyangka papanya Ken mau menerimanya sebagai menantu di keluarga Pramudya
Pramudya yang mengerti pun langsung merentangkan tangannya ia tahu saat ini menantunya itu sedang merindukan orang tuanya terutama almarhum bapaknya
Freya menangis di pelukan sang mertua dan Ken yang melihat kedekatan keduanya pun turut tersenyum bahagia
Keluarganya kini terasa sudah lengkap, tinggal menunggu hari kelahiran anaknya yang kini masih berada di dalam kandungan sang isteri
Berharap kelak Freya akan melahirkan secara lancar dan sehat kedua-duanya dalam keadaan selamat baik ibu maupun anaknya
Freya pun merasakan hal yang sama, mendapatkan kebahagiaan yang tidak pernah terlintas sebelumya, bahkan kini ia merasakan memiliki keluarga yang sempurna ada papah mertua, ada dua orang ibu yang selalu ada untuknya serta adik dan juga kakak -kakak yang telah menyayanginya dengan tulus
Sungguh nikmat mana lagi yang kau dusta kan? begitu besar nikmat yang Freya dapatkan setelah perjalanan terjal dan berliku kini kemanisan lah yang ia tuai.
Apalagi setelah hadirnya bayi mungil yang diberi nama Afriza Ghani Nalendra melengkapi sudah keluarga kecil Freya dan Ken
Mereka pun hidup dilimpahi dengan kasih sayang yang tulus dari orang-orang yang mereka sayangi...
Kebahagiaan yang tidak pernah terbayangkan oleh Freya Kanaya sebelumnya.
Kebahagiaan yang ia peroleh setelah kepahitan hidup mampu ia lewati dengan kesabaran dan juga keikhlasan
____🌸🌸🌸___ Selesai____🌸🌸🌸____
Terima kasih untuk semua readers yang setia membaca karya receh ku ini, terima kasih atas dukungannya yang sudah ngasih like, vote dan komentarnya 🙏🙏🙏
Dukungan kalian adalah sumber penyemangat buat author khususnya🤗
Terus dukung dan beri like, vote dan komentar nya ya...
Tunggu karya author selanjutnya ya, semoga bisa menyuguhkan cerita yang lebih baik dan lebih menarik lagi🥰🥰🥰
...Sekali lagi terima kasih...
...🙏🙏🙏...
...Author sekeluarga ingin mengucapkan ...
...Selamat menjalankan ibadah puasa ...
...Semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT ...
__ADS_1
...Amin 🤲...