Sekedar Menikahi

Sekedar Menikahi
Pulang ke rumah


__ADS_3

Hari ini Nina sudah di perbolehkan pulang, kondisi kesehatannya pun sudah pulih sempurna karena sudah bertemu dengan Freya kembali, sahabatnya yang membuatnya cemas setengah mati


Sesampainya di rumah, Nina langsung disuruh istirahat oleh Bu Nani namun gadis itu menolak dengan alasan sudah sembuh


Bu Nani pun tidak bisa memaksa karena Nina termasuk anak yang keras kepala


Sedangkan Iwan dia sudah sibuk dengan barang dagang hasil perkebunan ladang milik pak Angga yang kini berada di dalam pengelolaannya


Iwan dibantu orang-orang yang dulu pernah di bantu pak Angga mengelola ladang milik pak Angga dan hasil penjualannya pun sebagian di simpan sebagai tabungan untuk Freya sisanya untuk membayar para pekerja dan juga pembelian pupuk dan bibit


" Nin kamu tuh sebaiknya istirahat aja dulu gih, aku juga mau pulang ke rumah aku dulu mau lihat keadaan rumah bapak" ucap Freya


" Aku tuh udah sembuh Freya, dan kini saatnya untuk kamu menjelaskan padaku kenapa kamu bisa berada di desa ini tanpa memberi kabar?"


" Nanti sajalah Nin, aku mau melihat keadaan rumah ku dulu!" sahut Freya


" Rumah kamu dalam keadaan baik-baik saja nak Freya karena di urus oleh isterinya pak Tono dan pak Seno, hampir setiap hari mereka bergantian untuk membersihkan rumah mu itu" terang Bu Nani yang baru saja keluar dari dapur membawakan minuman untuk Freya dan Nina


" Apa itu benar Bu?" tanya Freya yang sudah dianggap anak sendiri oleh ibunya Nina


" Iya, Iwan juga terkadang menginap di sana bersama pak Tono dan pak Seno sambil berjaga-jaga" sahutnya


" Syukur Alhamdulillah kalau begitu ya bu, aku benar-benar berhutang budi dengan kalian semua, terima kasih banyak bu, Nina" ucap Freya dengan mata yang sudah berkaca-kaca


" Kamu itu sudah kami anggap seperti keluarga jadi jangan merasa sungkan" ucap Nina


Kedua sahabat itupun saling berpelukan


Nina akhirnya menemani Freya pulang ke rumah lamanya, awalnya Freya melarang dan menyuruhnya untuk beristirahat saja tapi gadis itu terus memaksa dan mau tidak mau Freya pun membiarkan Nina ikut dengannya


Freya dan Nina berangkat menaiki motor milik Iwan menuju rumah Freya, sepanjang perjalanan keduanya menjadi pusat perhatian warga yang berpapasan dengan mereka terutama Freya


Ada sebagian warga yang memang sudah termakan oleh gosip yang pak Burhan sebarkan tapi tidak sedikit pula warga yang merasa iba dengan nasib yang menimpa Freya dan menyapanya dengan ramah saat melihat kemunculan kembali Freya di desa itu


" Freya!" panggil isteri pak Tono saat melihat kedatangan Freya bersama Nina ketika ia berada di depan rumahnya


" Bu Tono!" Freya menghampirinya dan menyalami punggung tangan wanita tersebut dengan takzim


" Alhamdulillah, akhirnya kamu pulang juga Freya, bagaimana kabar kamu, dan selama ini kamu tuh tinggal di mana Freya?" tanya bu Tono


" Alhamdulillah aku baik-baik aja bu, aku pergi ke kota dan tinggal bersama Nina disana, bekerja di cafe milik bosnya Nina" terang Freya


" Syukurlah" ucapnya merasa lega melihat kondisi Freya yang nampak sehat dan baik-baik saja


Freya pun pamit pada bu Tono untuk masuk ke dalam rumahnya


Freya menitikkan air matanya saat memijakkan kakinya di rumah itu kembali

__ADS_1


Sekelebat bayangan saat ia bersama pak Angga pun berseliweran dalam penglihatannya


Freya dengan langkah berat memasuki rumah tersebut


Gadis itu pun hampir terhuyung karena tak sanggup ketika bayang wajah pak Angga kembali bermunculan


Beruntung dengan sigap Nina memegangi tubuh Freya yang hampir terjerabah ke lantai


Nina dengan perlahan menggiring Freya untuk duduk di kursi yang ada di ruang tamu


" Aku ambilin air minum dulu ya!" Ucap Nina yang di angguki oleh Freya


Meskipun rumah itu sudah lama tidak dihuni oleh Freya tapi rumah tersebut masih tetap terawat karena bu Tono dan bu Seno rajin merawatnya dan Iwan pun selalu mengisi dapur dengan bahan makanan dan minuman, itu dia lakukan untuk dimasak jika sewaktu-waktu dia dan pak Tono dan pak Seno bermalam di rumah tersebut


" Ini Freya minum lah dulu" Nina menyodorkan air minum yang dia ambil dari dalam kardus yang sengaja di beli oleh Iwan


" Terima kasih" Freya mengambil air minum tersebut


Setelah merasa baikkan Freya melanjutkan melihat keadaan kamarnya yang sudah sangat di rindukannya


Ceklek


Freya membuka kamar yang sudah lama ia tinggalkan dan seketika gadis itupun kembali terisak


Nina memeluknya dan mereka kini tengah duduk di tepi tempat tidur


Setelah merasa jauh lebih tenang Freya mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamarnya, menikmati kerinduannya dengan suasana kamar tersebut


Nina tersenyum lalu mengangguk pelan " Iya, nanti aku akan mengabari Ibu kalau kita akan menginap di sini" tutur Nina


" Terima kasih ya Nin"


" Apaan sih kamu, kita tuh sahabat sudah sepantasnya sahabat itu saling mendukung, melindungi dan tempat berbagi baik suka maupun duka"


Freya tersenyum lalu memeluk Nina " Aku bersyukur banget karena memiliki sahabat sebaik kamu dan juga memiliki keluarga yang baik pula" ucap Freya


" Disaat Allah memberikan kesulitan disitu juga Allah memberikan jalan kemudahan dan dikala Allah memanggil orang yang kamu sayang disitu juga Allah menghadirkan orang-orang yang sayang sama kamu" tutur Nina


Freya mengangguk dan didalam hati wanita itu mengucap penuh rasa syukur walaupun ia hidupnya hampir celaka tapi Allah memberinya pertolongan dengan menghadirkan bu Kokom dan Iyut sebagai perantaranya


"Freya, kamu belum cerita kenapa kamu bisa pulang ke desa ini tanpa memberitahu siapa-siapa, sebenarnya apa yang terjadi? apa kamu bertengkar lagi dengan Pak Ken?" tanya Nina saat mereka tengah duduk di bangku ruang tamu sambil menikmati ubi rebus kiriman bu Seno


" Ceritanya panjang, dan aku kembali ke desa ini pun karena aku tidak sengaja bertemu dengan mas Iwan sewaktu aku berada di pasar yang ada di desa seberang bersama Iyut anaknya Bu Kokom wanita paruh baya yang menolong ku saat itu" tutur Freya


" Bagaimana bisa kamu berada di desa itu?" tanya Nina dengan dahi yang mengkerut


Freya pun akhirnya menceritakan semuanya, dari dia janjian makan siang bersama Ken sampai dia diculik dan di buang di jalanan pinggir hutan oleh seorang wanita yang bahkan mengancam dirinya dan akan mencelakai semua orang yang Freya sayangi jika masih berhubungan dengan Ken

__ADS_1


" Apa dia mantan kekasih suamimu?" Freya menggeleng


" Aku juga tidak tahu tapi bisa saja, kalau tidak kenapa dia bisa senekat itu" sahut Freya


" Lalu apa rencana mu sekarang?" tanya Nina


" Untuk sementara aku akan tinggal di sini dulu " sahut Freya


" Dengan keadaan kamu seperti sekarang?" tanya Nina


" Maksudmu?" Freya mengerutkan keningnya


" Apa kau lupa disini ada lambe turah yang pasti akan mengatakan yang tidak-tidak tentang dirimu apalagi kau kembali dalam keadaan hamil tanpa seorang suami, yang ada mulut pedasnya itu akan berbusa membicarakan mu kesana sini" tutur Nina


Freya nampak berpikir, apa yang dikatakan Nina ada benarnya tapi apa yang harus ia lakukan sekarang, haruskah ia kembali ke rumah bu Kokom tapi dia tidak mau menyusahkan wanita tersebut


" Lalu aku harus bagaimana Nina?" tanya Freya yang sudah mengalami jalan buntu


" Menurut ku sebaiknya ka_!" Tiba-tiba ponsel Nina berdering


" Sebentar ada telpon" ucap Nina seraya mengambil ponsel yang berada di dalam tas selempangnya


" Mayang!" Ucap Nina saat melihat nama yang tertera di layar ponselnya


Freya menoleh pada Nina saat gadis itu menyebut nama Mayang


" Hallo, Assalamualaikum!" ucap Nina


(.....)


" Apa? kau serius?"


(......)


" Kamu tenang dulu ya, aku akan segera kesana tapi maaf saat ini aku sedang berada di desa jadi kemungkinan besok kami baru sampai"


(......)


" Iya kami, aku dan Kanaya"


(......)


" Ceritanya panjang nanti saja kami jelaskan setelah sampai di sana tapi sebelum aku dan Naya kesana bisakah kamu memastikan keadaan aman di sana aku tidak ingin hal yang tidak diinginkan terjadi lagi"


" Kau cukup katakan hal itu pada pak Gery aku yakin dia akan mengerti!"


Setelah itu sambungan telpon pun terputus, dan Nina menceritakan apa yang baru saja ia dengar dari Mayang

__ADS_1


Freya membulatkan matanya sempurna dengan telapak tangan yang refleks menutup mulutnya yang menganga


" Kita akan berangkat besok pagi karena tidak mungkin kita pergi malam-malam seperti ini" ucap Nina seraya mengusap punggung Freya yang nampak bergetar


__ADS_2