Sekedar Menikahi

Sekedar Menikahi
Kecurigaan Nina


__ADS_3

Keesokan harinya Freya seperti biasa sudah kembali bekerja, walaupun sebenarnya ia merasa sedikit kurang enak badan


" Kalau sakit sebaiknya enggak usah kerja dulu" ucap Nina saat keduanya tengah sarapan bersama


" Aku enggak apa-apa kok, mungkin karena sedikit kecapean aja" jawab Freya


" Oiya, Kemarin malam kamu pergi ke mana Freya kok sampai enggak pulang?' tanya Nina


" Uhuk.... uhuk...!" Freya langsung tersedak mendengar pertanyaan dari sahabatnya itu


Nina dengan cepat memberikan Freya minum


" Hati-hati makannya!" ucap Nina seraya menepuk-nepuk punggung Freya


" Terima kasih" ucap Freya setelah menghabiskan air minum yang diberikan oleh Nina


" Emm... aku, aku semalam menginap di rumah teman, iya benar dirumah teman!" jawab Freya berbohong


Nina memicingkan matanya menelisik Freya dengan intens


" Kamu berbohong!" Nina menatap curiga pada sahabatnya itu


Deg


Dengan susah payah Freya menelan salivanya dan tatapan Nina seakan tengah mengintimidasinya


" A...aku.." Freya semakin dibuat gugup apalagi seketika bayangan kejadian malam itu terlintas kembali dalam ingatannya


" Apa yang terjadi malam itu? kenapa kamu menyembunyikannya dari ku?" tanya Nina yang sepertinya tahu kemana Freya pergi malam itu


Freya menarik napas dalam-dalam lalu membuangnya kasar

__ADS_1


" Maafkan aku Nina, aku tidak bisa menceritakannya sekarang" Freya tersenyum tapi senyum yang dipaksakan


" Sebentar lagi kita akan berangkat kerja dan tidak mungkin aku menceritakan semuanya sekarang jadi sebaiknya nanti saja selepas pulang nanti, bagaimana?"


Nina membenarkan ucapan sahabatnya itu, sekarang adalah waktunya mereka berangkat bekerja, jika sampai datang terlambat mereka pasti merasa tidak enak dengan Mayang selaku bos mereka yang sudah banyak membantu kehidupan keduanya terutama Freya


" Yaudah, kita lanjutkan nanti malam saja sekarang habiskan sarapan mu dan kita berangkat sama-sama" ucap Nina yang diangguki oleh Freya


Keduanya kini sudah berada di tempat kerja masing-masing


Freya berusaha untuk melupakan kejadian yang menimpanya malam itu dan berharap tidak akan terjadi efek apa-apa setelah kejadian itu


Seperti biasanya pagi itu Freya sudah di ganggu oleh dua orang pria yang tidak bosan-bosannya datang ke cafe tersebut


" Naya!" panggil Derry


Freya yang baru saja hendak masuk ke dapur pun menghentikan langkahnya


" Jangan jutek gitu, ini tidak mencerminkan Naya yang kita kenal, bukan begitu Mart?" Derry menoleh ke arah Martin


" Iya betul Nay" ucap Martin menimpali ucapan Derry


Freya geleng-geleng kepala menghadapi kedua pria tersebut


" Kalian sudah tau kan status ku?"


Kedua pria tersebut mengangguk


" Terus mau kalian apa sekarang? aku ini adalah wanita bersuami dan alangkah sebaiknya kalian cari sajalah wanita lain yang bersedia untuk kalian ajak kencan dari pada disini hanya akan buang-buang waktu saja!" ucap Freya tegas


Martin dan Derry saling melirik " Jangan bicara seperti itu Nay, kedatangan kami bukan berniat mengganggu kamu kok, kita tahu kamu itu sudah bersuami tapi apakah tidak boleh ya kita berteman?"

__ADS_1


" Hanya sekedar berteman tidak lebih Nay, kami tahu batasan kok kalau kamu itu sudah menikah tapi jujur saja aku merasa nyaman berteman dengan mu Nay, aku janji tidak akan melewati batas kok Nay"


Freya menatap kedua pria tersebut dan terlihat jelas ketulusan di mata mereka


" Yaudah oke, tapi ingat ya jangan ada niatan untuk mendekati ku, aku tidak mau ada kata-kata buruk yang menilai tentang diriku" tegas Freya


Kedua pria tersebut mengangguk, entah kenapa kedua Casanova itu tiba-tiba saja menjadi begitu penurut dengan gadis desa seperti Freya


" Kalian itu kalau mau menjadi temanku sebaiknya rubah gaya hidup kalian, gunakan waktu kalian sebaik mungkin jangan keliaran di jam kerja cobalah belajar disiplin walaupun kalian sebagai pemimpin"


Martin dan Derry lagi-lagi mengangguk mengiyakan ucapan Freya Kanaya


" Jangan buang waktu kalian yang berharga itu hanya untuk kesenangan sesaat dan belajarlah menghargai wanita karena kalian itu lahir dari rahim seorang wanita juga bukan?" pesan Freya walaupun nasibnya sendiri pun tidak sebaik itu


" Terima kasih Nay sudah mengingatkan kami, aku janji akan berusaha untuk menjalani hidup lebih baik lagi kedepannya, tapi kamu harus janji juga ya Nay jangan menghindar lagi dari kami;" ucap Derry


" Iya, asalkan kalian tidak macam-macam"


" Kami tidak akan macam-macam kok Nay, ya paling cuma satu macam aja " ucap Martin lalu tergelak


" Apa?" Freya melotot


" He...He... enggak kok Nay cuma bercanda, enggak mungkinlah kita berani sama kamu" ucap Derry


Ketiganya kini saling tertawa dan sedikit berbincang-bincang sampai akhirnya Freya melenggang pergi karena masih banyak pekerjaan


Derry dan Martin, keduanya pun kini sudah kembali ke kantor masing-masing, entah apa yang diberikan Freya kepada kedua pria tersebut sehingga mampu membuat keduanya begitu bersemangat memulai pekerjaan mereka


Freya merasa sangat bersyukur kini dihadirkan orang-orang yang baik terhadapnya, semoga saja kelak ia bisa melewati perjalanan hidupnya dengan baik dan mengenai status pernikahannya semoga segera di perjelas


Freya tidak mau lagi digantungkan statusnya, ia akan meminta ketegasan pada Ken agar mau melepaskan dirinya karena dia hanyalah wanita biasa yang tidak akan mungkin sanggup menghadirkan wanita lain kedalam rumah tangganya, dan Freya sudah sangat jelas memutuskan untuk mengakhiri pernikahan yang tidak sehat itu dengan Ken.

__ADS_1


Baginya Ken hanyalah sekedar masa lalunya saja dan kejadian malam itupun dia sudah tidak lagi ingin mengingatnya


__ADS_2