
Hari terus berlalu sejak kejadian malam itu Freya tidak lagi bertemu dengan Ken
Entah kemana laki-laki itu pergi atau tengah sibuk mempersiapkan acara pernikahannya dengan Veronica
Freya tidak pedulikan hal itu walaupun cukup sakit setiap kali kedua sahabat Ken yang memang selalu menyempatkan datang setiap kali pulang kantor ke cafe tempat Freya bekerja dan membahas tentang Ken yang akan mengakhiri masa lajangnya padahal tanpa keduanya ketahui sahabatnya itu sudah tidak lajang lagi
" Bisa enggak sih kalian tuh enggak ngomongin tuh orang ?" kesal Freya yang pada akhirnya angkat bicara juga karena jenuh dengan bahasan mereka
" Kalian ini kan laki-laki tapi sudah seperti emak-emak yang suka bergosip di siang bolong aja sih" tambahnya lagi
" Loh kok kamu marah gitu sih Nay, jangan-jangan kamu naksir ya sama Ken?" ledek Derry membuat Freya memutar bola matanya malas
" Kalau ngomong tuh jangan asal, di dengar calon isterinya aku yang kena masalah nanti" ketus Freya
"Jangan marah gitu dong cantik, kita cuma bercanda kok" ucap Martin
" Sudahlah sebaiknya kalian pulang sana gih!" usir Freya
" Kita enggak akan pergi dari sini!" Sahut Derry
Freya menautkan kedua alisnya " Yaudah kalau gitu aku yang pergi"
Derry langsung menarik tangan Freya yang baru saja melangkah pergi
" Ish, lepas!" Freya menyentak tangannya hingga terlepas
Derry yang menyadari kesalahannya langsung mengangkat kedua tangannya " Maaf... maaf...!" ucapnya yang takut Freya marah padanya
" Tapi jangan pergi dulu Nay, sebentar lagi Mayang dan Gery akan segera kesini" ucapnya lagi
" Yaudah kalian tunggu saja sampai mereka datang, ini sudah malam aku mau pulang" ucap Freya yang hendak kembali melangkahkan kakinya pergi dari tempat itu
" Mereka tidak jadi datang kesini!" ucap Martin yang membuat langkah Freya terhenti
__ADS_1
" Baguslah, jadi kalian bisa pergi sekarang" ucap Freya kembali berbalik badan
" Kita memang akan pergi tapi kamu juga harus ikut " sahut Martin membuat Freya melotot
" Enak saja, siapa memang yang mau ikut dengan kalian" ketus Freya
" Mayang yang menyuruh ku untuk mengajak mu pergi ke restoran 99 , mereka sudah menunggu kita di sana temanmu yang bernama Nina juga sudah ada di sana" ucap Martin
Tapi ucapan Martin tidak langsung membuat Freya percaya begitu saja, walaupun beberapa hari belakangan ini mereka sudah cukup dekat tetap saja Freya harus berhati-hati dengan pria yang bergelar Casanova itu
" VC Gery Mart, mana mungkin Freya mau ikut dengan kita begitu saja, biar Mayang sendiri yang bicara padanya" ucap Derry yang mengerti tatapan mata Freya yang masih belum percaya sepenuhnya kepada mereka berdua
" Oh jadi kamu masih curiga dengan ku dan juga Derry Nay, kau takut kami berbuat macam-macam begitu, sungguh mengecewakan?" ucap Martin pura-pura sedih
" Eh?" Freya tersenyum getir, walau bagaimanapun dia harus tau batasan dan menjaga jarak dengan laki-laki lain selama statusnya masih isteri orang
" Jangan salah paham, bukan curiga atau belum percaya pada kalian tapi ya seperti yang kalian ketahui statusku adalah wanita bersuami" sahut Freya terasa getir mengatakan wanita bersuami tapi hanya sekedar status semata
Kedua pria dewasa itu memang sudah tahu nasib pernikahan Freya yang terdengar miris menurut mereka, sebejat-bejatnya mereka tapi tidak pernah sekalipun memperlakukan wanita sekejam itu menikahi tanpa adanya tanggung jawab, menurut mereka kenapa harus menikahi jika ditinggalkan begitu saja
Deryy dan Martin mengetahui kisah Freya dari Gery, waktu itu Gery yang merasa penasaran dengan status Freya akhirnya menanyakan langsung pada Mayang.
Mau tidak mau Mayang pun akhirnya menceritakan tentang siapa Freya pada calon suaminya itu, Gery yang mendengar cerita tentang Freya dari Mayang ikut geram dibuatnya dia bahkan mengutuk perbuatan laki-laki yang berstatus suami dari sahabat baik calon isterinya itu
" Kau_!" Freya terkejut mendengar ucapan Derry
" Aku dan Martin sudah tahu tentang status pernikahan mu, karena itulah aku dan Martin memutuskan untuk tidak lagi bermain-main dengan yang namanya perempuan. mendengar kisah mu membuat kami berdua sadar tidak semua wanita bisa sekuat dirimu meskipun diterpa badai yang bertubi-tubi tapi kau masih tetap tegap berdiri"
" Aku jadi takut jika melukai hati wanita terus dia tidak setegar dirimu lalu mati bunuh diri, yang ada wanita itu akan menghantui ku" seloroh Derry
" Benar apa yang dikatakan Derry kau itu gadis lain daripada yang lain, walaupun sudah dibuat terluka masih saja kau setia, ah sungguh bodoh suami mu itu, termasuk dirimu bodoh dan juga mengesalkan" ungkap Martin
" Kesal kenapa?" tanya Freya
__ADS_1
" Kesal karena masih ada orang bodoh seperti mu yang masih saja menjaga status enggak jelas begitu" sahut Martin
" Sudahlah jangan banyak bicara lagi, sebaiknya kita pergi sekarang mereka pasti sudah menunggu kita dan kalau kau masih tidak percaya aku akan video call Gery sekarang juga" lanjutnya
" Enggak perlu, aku percaya kok sama kalian" ucap Freya
Senyum di wajah kedua pemuda itupun merekah
" Terima kasih Nay sudah percaya padaku!" ucap Martin
" Tidak perlu berterima kasih, yang penting kalian tidak berbuat macam-macam dengan ku kalau berani aku habisi kalian berdua" seloroh Freya namun terdengar sadis
" Waw.... tidak ku sangka wajahnya aja yang terlihat lembut dan polos ternyata dia wanita yang sadis" ucap Derry membuat ketiganya tertawa
" Kau itu harus bahagia Nay, apapun yang terjadi dengan nasib pernikahan mu kau itu harus hidup bahagia, aku dan Derry akan ada selalu untuk mu, kita sekarang berteman bukan jadi jika ada apa-apa jangan sungkan bicara pada kami berdua" ucap Martin saat ketiganya berada di dalam satu mobil dan Martin yang menyetir
Freya yang duduk di bangku belakang tersenyum hangat, dia tidak menyangka dua pria yang ada di hadapannya begitu peduli dengannya
" Terimakasih atas perhatian kalian berdua" ucap Freya
" Tidak perlu sungkan seperti itu, aku sudah menganggap mu seperti adikku sendiri' Sahut Martin dan Freya hanya mengangguk
" Aku punya adik perempuan ya mungkin bisa dibilang seumuran dengan mu jika dia masih hidup sekarang" Cerita Martin yang seketika membuat Freya menegakan duduknya mendengar ucapan Martin
" Maksudnya?" Freya terlihat penasaran
" Adiknya sudah meninggal 5 tahun yang lalu Nay, akibat_" Derry tidak melanjutkan kata-katanya karena disitulah awal mula Martin menjadi seorang Casanova dan hidup ugal-ugalan
Dendam dan rasa sakit hatinya setelah kepergian sang adik membuat dia berubah menjadi laki-laki ber***sek
Wajah Martin seketika berubah, dia terlihat seperti tengah memendam kemarahan. Freya yang melihat pun tidak ingin banyak bertanya lagi begitu juga dengan Derry
Sepanjang perjalanan mereka menjadi diam tidak ada yang berbicara, mereka jadi sibuk dengan pikiran masing-masing
__ADS_1