
Pada saat berada di dalam mobil menuju rumah sakit Ken menatap sendu gadis yang kini berada di sampingnya dan dalam keadaan terpejam
Seketika Ken memicingkan matanya saat melihat Freya yang nampak begitu gelisah dan menggerak-gerakan tubuhnya menggeliat seperti cacing kepanasan dengan keadaan mata yang masih terpejam
" Ada apa dengannya?" gumam Ken menatap kearah Freya
Gerakan Freya semakin tidak karuan bahkan gadis itu kini sudah membuka matanya, perlahan ia mulai mendekati Ken bahkan sampai mengganggu konsentrasinya dalam menyetir
" Jangan-jangan mereka sudah mencekokinya obat laknut itu ,Akh.. sial!"Umpat Ken seraya mencengkeram setir mobilnya saat Freya bergelayut manja padanya seperti seekor kucing yang mendusel di lengan Ken
Seketika tubuh Ken menegang, jiwa kelaki-lakiannya mulai memberontak dan terperangkap pada situasi yang sulit apalagi gerakan Freya semakin menjadi.
Dengan sekuat tenaga Ken berusaha untuk mengendalikan sikap Freya dan menyingkirkan tangannya yang semakin berani
Dalam keadaan seperti itu Ken tidak mungkin membawa Freya yang tengah dipengaruh obat itu ke rumah sakit, akhirnya tanpa banyak pikir lagi ken pun membawa gadis yang masih berstatus isterinya itu pulang ke rumahnya
Sesampainya di kediaman rumahnya, Ken langsung menggendong Freya masuk ke dalam setelah salah satu Artnya membukakan pintu
Gerakan Freya yang semakin menggesek-gesekkan wajahnya pada dada bidang Ken membuat aliran darah Ken seketika berdesir, seperti ada sesuatu yang menyeruak ingin keluar
Ken mempercepat langkah kakinya lalu membawa gadis itu menuju lantai atas tempat kamarnya berada
Setelah sampai di kamarnya Ken langsung menurunkan Freya di kamar mandi dan mengguyur tubuhnya dibawah air shower
Freya nampak memberontak dan gerakannya semakin menjadi, sentuhan tangan Ken yang mencengkram lengannya malah membuat Freya merasakan sesuatu yang aneh di dalam tubuhnya, ingin merasakan yang lebih dari itu
Pertahanan Ken akhirnya runtuh juga, pengaruh obat yang diminum Freya membuat gadis itu berubah seperti wanita penggoda
Ken merutuki kebodohannya yang sudah menyentuh gadis yang seharusnya tidak disentuhnya apalagi terlihat dengan jelas kalau gadis itu sangat membencinya.
Tapi apa boleh buat, dia hanya laki-laki normal yang tidak mungkin bisa menahan godaan yang begitu dahsyat dihadapannya.
Ken tidak bisa lagi menghindar walaupun mungkin setelahnya Freya akan semakin membencinya tapi Ken tidak ada pilihan dan tidak salah sepenuhnya jika dia menyentuh wanita yang sudah halal baginya apalagi dengan situasi yang memaksanya untuk melakukan hal itu
Freya yang sudah terpengaruh obat laknat itupun akhirnya melepas mahkota yang selama ini dia jaga dengan baik pada laki-laki yang sangat ia benci, walaupun laki-laki itu adalah suaminya sendiri tetap saja Freya tidak rela karena laki-laki itu yang telah menorehkan luka dihatinya
Ken terjaga dari tidurnya saat waktu menunjukkan pukul 4 pagi, Ken menatap wajah cantik wanita yang berada disampingnya. rasa bersalah tiba-tiba menyeruak begitu saja Ken menatap lekat wajah damai Freya yang masih terlelap karena kelelahan.
" Maafkan aku isteriku, setelah ini aku berjanji tidak akan membuat mu terluka lagi, aku akan menjadikan kamu satu-satunya wanita ku, isteri dan calon ibu dari anak-anak ku kelak" gumam Ken mengelus pipi Freya dengan sangat lembut
Freya yang merasakan ada yang menyentuh wajahnya seketika menggeliat namun detik berikutnya gadis itu sudah kembali terlelap
Ken langsung beranjak dari tempat tidurnya dan menuju kamar mandi, setelah selesai bersih-bersih Ken pun langsung menunaikan kewajibannya mengerjakan sholat lima waktu
Selesai mengerjakan dua rokat Ken tidak lupa memanjatkan doa dan memohon ampunan kepada yang maha kuasa
Ken menitikkan air matanya menyesali semua kesalahan dan dosa yang sudah ia perbuat pada isteri dan juga kepada mertuanya yang sudah berkhianat dan mengingkari janjinya.
Dengan sepenuh hati dan doa yang tulus, Ken berjanji pada dirinya sendiri ingin memperbaiki kembali kesalahan yang sudah diperbuatnya.
Meminta maaf pada Freya dan untuk memperbaiki hubungan pernikahan mereka, memulai kembali semuanya dari awal, besar harapan Ken semoga Freya mau memaafkannya dan mau memperbaiki ikatan pernikahan mereka yang sempat ternoda
__ADS_1
Freya yang baru saja terjaga dari tidurnya begitu terkejut melihat keadaannya sendiri, ia ingin berteriak tapi tiba-tiba saja urung setelah melihat pemandangan yang ada di hadapannya
Freya tertegun melihat seorang pria yang sangat dibencinya tengah menengadahkan tangan memohon ampunan pada sang Kholiq dengan tubuh yang bergetar karena Isak tangisnya
Freya membenci situasinya saat ini, meskipun yang ada di hadapannya adalah orang yang berhak atas dirinya tapi mengingat perlakuannya dan juga perbuatannya yang sudah mencampakkan dirinya, membuat Freya semakin membencinya karena telah menorehkan kembali luka dihatinya
Air mata gadis itu terus saja merembas saat melihat kondisinya yang sangat mengenaskan, tidak ada lagi yang bisa ia banggakan sebagai seorang wanita karena kehormatannya kini sudah ia berikan pada suami yang berstatus hanya sekedar menikahi
" Hiks...hiks..." Ken yang sayup-sayup mendengar suara isak tangis di kamarnya PU. langsung menoleh ke arah sumber suara dan seketika matanya membulat sempurna saat netranya menangkap gadis yang baru saja menikmati malam bersamanya tengah menangis dan menenggelamkan wajahnya pada kedua lututnya
Ken cepat-cepat melipat sejadahnya lalu menghampiri Freya, Ken mendudukan dirinya di tepi tempat tidur, Netranya terus menatap lekat gadis yang tengah menangis akibat perbuatannya
Walaupun itu bukanlah kesalahan Ken sepenuhnya tetap saja Ken merasa sangat bersalah.
Ken memberanikan diri untuk menyentuh bahu Freya tapi dengan gerakan cepat gadis itu menolak sentuhan dari Ken
" Maafkan aku" ucap Ken dengan perasaan bersalah
Freya langsung mendongak saat mendengar ucapan maaf dari Ken
Plakk
Satu tamparan panas mendarat di pipi Ken, gadis itu menatap tajam Ken dengan tatapan penuh kebencian
" Kamu jahat mas, tega kamu sama aku!" marah Freya
" Aku minta maaf Freya, aku... aku terpaksa melakukan ini karena kau terus menggodaku dan sebagai laki-laki normal mana mungkin aku bisa bertahan dari godaan mu yang seketika meruntuhkan pertahanan ku" ucap Ken membuat Freya semakin mendelik tajam
" Jika kau tidak percaya kau bisa melihat ini" Ken mengambil ponselnya dan memperlihatkan video yang sempat di rekamnya sesaat sebelum pertempuran mereka dimulai, Ken sengaja melakukan hal itu agar Freya tidak semakin membencinya dan dia pun melakukan hal itu karena terpaksa bukan karena ingin memanfaatkan keadaannya.
" Ini tidak mungkin" Freya menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan apa yang dilihatnya
" Aku tidak mungkin melakukan hal yang menjijikkan seperti itu!" teriak Freya merasa sangat kotor dan rendah diri
Ken menarik napasnya dalam-dalam dan menghembuskannya kasar
" Dengarkan aku" Ken memegang kedua bahu Freya dan menatapnya tajam
" Aku tahu apa yang sudah aku lakukan kepadamu adalah salah tapi aku tidak ada pilihan lain, jika aku biarkan kau menahan pengaruh dari obat laknut yang dicekoki oleh para baj*gan itu yang ada kau akan gila dan bisa semakin menderita"
Freya menggeleng tidak percaya dengan apa yang diucapkan Ken
" Itu hanya akal-akalan mu saja, iyakan?"
" Jika kau tidak percaya kau bisa mencari penjelasannya di internet" seru Ken
" Kau jahat mas" Ken hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar
" Terserah padamu saja, tapi satu hal yang mesti kamu ingat, jangan merasa kotor atau jijik pada dirimu sendiri karena kamu melakukannya dengan ku yang masih sah sebagai suami mu. walaupun hubungan kita saat ini dalam keadaan yang tidak baik-baik saja tapi aku berharap dengan kejadian ini hubungan kita akan berubah menjadi lebih baik" Tutur Ken
" Menjadi lebih baik bagaimana maksud mu mas?"
__ADS_1
" Disaat hatiku membencimu kau malah melakukan hal ini kepadaku? apa aku tidak berhak membencimu mas?" Freya kembali menitikkan air matanya
" Aku merasa kotor dan jijik pada diriku sendiri, karena aku sudah menyerahkan mahkota yang sangat aku jaga selama ini dengan baik kepada orang yang tidak pernah menghargai ku dan bahkan tidak pernah menganggap aku ada" sungut Freya
" Apa aku tidak boleh merasa jijik pada tubuhku yang sudah kotor ini? aku merasa kotor karena aku bukan disentuh oleh suamiku sendiri melainkan disentuh oleh laki-laki yang berstatus calon suami orang"
Jlep
Ken terhenyak, ucapan Freya sungguh menghujam jantungnya
Ada perasaan bersalah yang semakin besar terhadap Freya dan juga ada rasa sesal yang semakin menyesakkan dadanya saat kata-kata itu terlontar dari bibir isterinya sendiri.
Mengapa dia tidak bisa tegas dalam hal ini wajar jika Freya marah dan membencinya karena luka yang ia torehkan sudah terlalu dalam.
Ken tidak bisa berharap apa-apa lagi selain maaf dari Freya yang itupun entah ia bisa dapati atau tidak
" Sudahlah, sebaiknya kamu bersihkan dirimu sekarang, aku sudah meminta art ku untuk membelikan baju untuk mu sebentar lagi juga dia akan datang" ucap Ken
" Tidak perlu" Tolak Freya
" Yakin?"
" Ya, aku ingin pulang sekarang"
" Dengan keadaan seperti itu?" Ken menaikkan satu alisnya
Seketika Freya kembali menelisik tubuhnya yang hanya berbalut selimut
Freya menghela nafasnya panjang dan merasa begitu bodoh
Freya berusaha untuk meraih bajunya yang berceceran di lantai namun naasnya ia malah tersungkur
Ken dengan sigap langsung meraih tubuh mungil Freya dan membawanya ke kamar mandi
Freya seketika terkejut mendapatkan tubuhnya sudah melayang ke udara, Ken yang merasa kasihan pun dengan gerakan cepat langsung menggendong Freya masuk ke dalam kamar mandi
Awalnya Freya menolak dan terus saja memberontak " Diamlah, jika kau masih bergerak maka aku akan mengulanginya sekali lagi" ancamnya yang berhasil membuat Freya terdiam
Freya mengerucutkan bibirnya dan membuang pandangannya ke sembarang arah, malu tentu saja dia sangat malu diperlakukan seperti itu oleh orang asing yang berstatus suaminya
Aneh kedengarannya memang sangat aneh, suaminya tidak pernah menganggapnya ada dan bahkan didepan mata kepalanya sendiri pria yang masih berstatus suaminya itu sudah memiliki calon isteri
" Turunkan aku, biarkan aku pergi sekarang dari sini dan kau tenang saja aku tidak akan menuntut mu apa-apa jika terjadi sesuatu dengan ku dan anggap saja kita tidak saling mengenal" ucap Ken
" Bicara itu memang mudah tapi tidak ketika kita berada pada situasi seperti itu!" ucap Ken
" Maksudnya ?"
" Sudahlah, tidak ada maksud apa-apa sebaiknya kau cepat sana mandi setelah itu baru ganti bajunya, aku tunggu di bawah" ucap Ken
" Iya.. Iya... sana pergi" usir Freya dan Ken pun melenggang pergi meninggalkan kamarnya
__ADS_1