Sekretaris Papaku

Sekretaris Papaku
Luka Lama


__ADS_3

Silahkan pergi dan menghilang. Asal jangan kembali dengan membawa drama "Aku Masih Sayang".


*************************


"Maaf..." ucap Aldo.


"Maaf karena aku menghilang begitu saja waktu itu. Tetapi aku mohon kau dengar dulu penjelasanku" ucap Aldo.


"Cih !" ucap Anis.


"Ngapain aku harus mendengarkan ucapanmu ? Sekarang semua itu enggak perlu lagi kok. Kamu enggak perlu repot-repot menjelaskan apapun. Aku sudah kubur semua itu dalam-dalam hingga enggak bersisa" ucap Anis.


Aldo tampak kecewa mendengarnya.


"Jangan bertingkah seperti anak kecil. Bukankah kita sudah dewasa sekarang. Dengar dulu penjelasanku. Baru kau bisa menghakimiku !" ucap Aldo.


"Enggak usah maksa deh. Kalau aku sudah bilang enggak mau ya enggak mau !" ucap Anis.


Melihat keadaan yang mulai memanas. Lesta langsung mendekat. Dia berusaha mencairkan suasana.


"Sepertinya kalian sudah saling mengenal ya ? Bagaimana kalau kita mengobrol di dalam saja" ucap Lesta.


"Enggak ada ya Lesta ! Enggak ada acara pake mengobrol di dalam segala ! Gue enggak izinin dia masuk ke dalam" ucap Anis.


"Tapi Nis. Aku juga berhak kan mengajak tamuku masuk ke rumah. Sewa rumah ini kita bayar bersama. Aku enggak enak membiarkan atasanku berdiri di luar dari tadi" ucap Lesta.


Anis hanya diam tidak menjawab. Tapi sorot matanya masih terlihat kesal.


"Enggak apa-apa Les. Lain kali aja aku mampirnya. Anis juga sepertinya harus istirahat. Kelihatannya dia kecapek'an baru pulang dari luar kota" ucap Aldo.


Aldo berpikir kalau dia memaksa Anis mendengarkan penjelasannya dalam keadaan emosi, juga percuma.


"Udah, gue pulang dulu kalau begitu. Bye, Lesta, Anis" ucap Aldo.


"Oke, makasih ya Al" ucap Lesta.


Sedangkan Anis langsung masuk ke dalam rumah tanpa menggubris ucapan Aldo.

__ADS_1


Masih seperti dulu. Keras kepala !


Batin Aldo.


********


Sementara di dalam rumah, Anis langsung mencuci mukanya. Ia lalu mengambil handuk dan mengeringkan wajahnya.


"Anis, elo marah ya sama gue ?" tanya Lesta.


"Enggak kok. Gue enggak marah sama elo. Gue kesel sama dia yang tiba-tiba nongol lagi dihadapan gue" ucap Anis.


"Lagian kenapa kamu bisa pulang bareng dia Les ? Atau jangan-jangan kalian pacaran ya ?" ucap Anis.


"Gue ? Enggaklah. Kebetulan tadi Aldo pinjem ponsel gue buat pesen taksi online. Sekalian diajak pulang bareng sama dia, karena arah rumah kita searah.


"Oh" ucap Anis singkat.


"Aldo itu atasan di kantor gue, Nis. Dia memang ramah sama siapa aja. Orangnya juga terkenal baik di kantor" ucap Lesta.


"Hmm..Kalian dulu pernah ada hubungan ya Nis ?" tanya Lesta.


Anis tidak menjawab dia hanya diam.


"Nis, Aldo pasti punya alasan buat ninggalin elo waktu itu. Gue lihat, dia orangnya bertanggung jawab kok" ucap Lesta.


Anis terdiam cukup lama, sampai pada akhirnya dia membuka suaranya


"Aldo kakak kelasku sewaktu SMA, Les. Kami sama-sama ikut OSIS di sekolah. Gue enggak nyangka Aldo nembak gue waktu itu. Karena gue juga punya perasaan yang sama. Jadinya gue terima dia. Tapi di OSIS ada aturan kalau sesama anggota OSIS enggak boleh pacaran. Jadi kita pacarannya backstreet" ucap Anis.


"Sewaktu Kak Aldo.. Sorry dulu gue panggil dia kakak" ucap Anis yang mengkoreksi kata-katanya.


"Sewaktu Aldo udah mau kelulusan, kita punya rencana mau kasih tahu teman-teman di OSIS sewaktu acara prom night, kalau kita itu pacaran. Kita mikirnya, Aldo juga sudah mau tamat kan dari sekolah. Jadi bukan bagian dari OSIS lagi. Tapi 3 hari setelah kelulusan dan sebelum acara prom night itu dia sulit dihubungi. Ponselnya juga enggak aktif. Tapi gue masih punya keyakinan dia bakal datang ke acara prom night itu. Jadinya gue datang ke acara itu. Apalagi gue sempat koar-koar sebelum acara itu. Gue bilang sama teman-teman di OSIS kalau gue bakal datang sama Aldo dan mengumumkan status pacaran kita" ucap Anis yang matanya sudah mulai memerah.


"Awalnya teman-teman enggak percaya dengan apa yang gue ucapin, dan mereka semakin enggak percaya saat Aldo enggak nongol sama sekali di acara itu. Gue di bilang mengkhayal lah pacaran sama Aldo, ada juga yang nyindir-nyindir kalau gue itu pembohong, dan ada yang bilang tingkat kehaluan gue tinggi lah. Habis gue di sindir-sindir di acara itu" ucap Anis terisak.


"Cerita lama sih. Tapi beneran membekas, kalau inget kejadian itu. Semenjak saat itu gue bersumpah enggak mau maafin si Aldo" ucap Anis sambil mengelap air matanya.

__ADS_1


Lesta memeluk Anis.


"Tapi sewaktu di mobil dia sempat cerita kalau Papanya suka pindah tugas ke luar kota secara mendadak" ucap Lesta.


"Gue enggak peduli. Itu urusan dia. Sekarang yang jelas, gue enggak mau inget-inget dia lagi. Trauma gue Kalau lihat dia. Ingetan gue langsung melayang-layang ke acara prom night saat itu" ucap Anis.


Lesta hanya diam. Enggak bisa ngasih solusi apa-apa. Dia tahu betul sifat temannya yang satu ini. Bila dia bilang A ya harus A. Susah kalau mau dibelokkin jadi B apalagi C.


"Ya, udah jangan mewek lagi dong. Sekarang ceritaiin gimana pulang ke Palembangnya ?" tanya Lesta mengalihkan pembicaraan dan melepaskan pelukannya dari Anis.


"Ya, seru. Rasanya pingin lama-lama gue disana. Kalau aja gue enggak inget harus kerja, gue pasti lagi manja-manjaan sama mama sekarang" ucap Anis.


"Mama juga nitipin pempek buat elo, Les. Dia nanyain kabar elo juga. Kapan elo bakal nikah" ucap Anis seraya tersenyum.


Dia teringat celotehan mamanya yang bertanya banyak tentang temannya itu.


"Lah, si mama ? Anaknya juga belum nikah kok yang ditanyain malah temannya ?" ucap lesta.


"Emang sih mama gue mah gitu. Pusing gue Les. Di dorong-dorong mulu buat nikah. Gue bilang aja calonnya lagi di pesan. Lagi inden barangnya" ucap Anis seraya tertawa.


Lesta ikut tertawa mendengarnya.


"Elo tahu enggak Nis. Semua orang dikantor pada heboh bilangin si Aldo belum punya pacar sampai sekarang, karena mereka kira standar pacar yang diterapkan Aldo terlalu tinggi. Sampai-sampai gue jadi ikutan mikir, apa dia pingin pacarnya artis atau model gitu. Enggak tahunya modelan kayak elu gini seleranya. Semua orang di kantor pasti pada shock kalau tahu !" ucap Lesta tertawa terbahak-bahak.


"Sialan elo Les ! Emang, dasar teman enggak ada ahlak elu !" ucap Anis yang ikut tertawa mendengar ucapan Lesta.


Tapi tiba-tiba raut wajah Anis kembali berubah murung.


"Les... Jangan bahas tentang Aldo lagi ya depan gue. Gue beneran enggak mau ingat-ingat lagi semua hal tentang dia. Ini bukan CLBK yang kebanyakan terjadi di film-film. Bagi gue, ini seperti 'luka lama bersemi kembali' " ucap Anis.


Lesta sempat kaget mendengar ucapan Anis barusan.


Ini ribet banget kisah cinta mereka. Yang satu kayaknya pingin balikan, sedangkan yang satunya udah beneran benci tingkat dewa kayaknya.


Batin Lesta.


#Minta like, vote dan komennya ya gaes 😘🙏

__ADS_1


__ADS_2