Sekretaris Papaku

Sekretaris Papaku
Amarah Rey


__ADS_3

Pagi ini Lesta sudah duduk manis di meja makan. Dia membuat nasi goreng untuk menu sarapannya kali ini.


Makan sendirian memang enggak enak banget. Biasa juga makan berdua sama Anis. Semoga Anis cepat pulang. Oh, iya hari ini kan dia memang janji buat pulang.


Batin Lesta.


Lesta tersenyum mengingat teman satu rumahnya akan pulang hari ini. Jadi dia bisa punya teman makan dan teman berbagi cerita.


Setelah melahap nasi goreng buatannya. Lesta lalu memandangi jam di dinding rumahnya. Sehingga membuat dia segera merapikan piring sisa dia makan dan gelas teh yang sudah habis diminumnya.


Dia lalu bergegas pergi berangkat ke kantor.


***********


Setibanya di kantor, Lesta langsung mengabsen sebagai tanda kehadirannya dan bergegas duduk di kursi kerjanya untuk mengerjakan pekerjaan rutinnya.


Staff pegawai yang lainpun terlihat fokus mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing.


Tiba-tiba Pak Aldo, Manager keuangan datang menghampiri meja Lesta.


"Pak Presdir ada Les ?" tanya Aldo sambil membawa dokumen.


Karena menjadi Sekretaris atasan langsung, Lesta jadi banyak berhubungan dengan Direktur dan manager di Perusahaan ini. Mereka sering menitipkan dokumen padanya untuk meminta tanda tangan Pak Presdir. Terkadang, mereka juga bertanya tentang suasana hati Pak Presdir saat itu, pada Lesta. Sehingga mereka tahu kapan saat yang tepat menyerahkan laporan minus yang bisa menimbulkan amarah Pak Presdir.


"Ada kok. Mau dititip atau di serahin langsung dokumennya Pak Aldo ?" tanya Lesta.


Pak Aldo adalah satu Manager muda yang mempunyai wajah tak kalah tampan dari Rey. Dia juga mempunyai karir yang cemerlang, pekerjaannya oke dan tata kramanya bagus. Aldo sangat ramah pada setiap orang, enggak heran semua cewek disini pada klepek-klepek sama Aldo. Siapapun pasti enggak bakal dapat menolak pesonananya. Tetapi ada juga yang berpendapat lebih menyukai Pak Rey. Karena selain tergila-gila karena ketampanan wajahnya, sifat bad boynya Rey dianggap lebih menantang.



foto : Aldo.


Rata-rata Direktur sama manager disini sudah banyak sold out. Karena usia mereka yang memang kepala tiga puluhan ke atas. Cuma Pak Aldo sama Pak Rey yang belum menikah. Karena usia mereka yang masih 28 tahun.


Semua orang juga tahu kenapa Rey bisa diangkat menjadi Direktur dengan usia yang lebih muda dari kebanyakan Direktur dan Manager yang lain. Apalagi kalau bukan karena alasan anak sang pemilik Perusahaan.


Sama halnya dengan Aldo yang menjabat Manager keuangan. Selain karena prestasinya selama kuliah sebagai pemegang nilai terbaik di jurusannya dan melakukan pekerjaan dengan sangat baik, nyatanya dia adalah sepupu dari Rey. Ya, balik-balik sejenis nepotisme lah. Tetapi nepotisme yang masih memikirkan kualitas. Sepertinya Pak Marta juga enggak mau perusahaannya bobrok begitu saja karena harus mementingkan embel-embel keluarga.


Kabar yang beredar Pak Aldo ini statusnya masih jomblo. Mungkin karena standar pacar yang diterapkannya terlalu tinggi. Walaupun terkadang dia terlihat banyak di dekati relasi bisnis perempuan dari perusahaan lain tapi tidak ada satupun yang berhasil menyandang status pacar darinya. Sampai-sampai ada juga yang mikir kalau pria ganteng yang satu ini ada kemungkinan gay.

__ADS_1


Duh, sayang banget kalau memang iya. Kasihan banget pemilik pedang berkualitas tinggi kayak gini, kalau ujung-ujungnya bakal melawan pedang juga.


Batin Lesta.


Beda dengan Pak Rey yang terkenal suka gonta-ganti pacar mulai dari model, pebisnis dan sosialita semuanya di embat. Semua yang mencoba mendekatinya bak gayung bersambut. Di sambut baik sama Pak Rey. Entah status mereka diakui apa enggak oleh Rey sebagai pacar, tetapi merupakan kebanggaan sendiri bagi mereka dapat berada di dekat Rey.


"Biar saya aja yang langsung ke dalam Les. Sekalian ada laporan yang harus dijelaskan" ucap Aldo.


"Oke, Pak Aldo. Sebentar saya tanya Pak Marta dulu ya, dia mau terima tamu apa enggak" ucap Lesta.


Lesta lalu mengangkat gagang telepon mejanya menghubungi Pak Presdir di dalam.


"Iya, boleh. Silahkan masuk Pak Aldo" ucap Lesta setelah menghubungi Pak Marta di telepon tadi.


Saat Aldo sudah mau melangkah ke arah pintu ruangan Presdir. Tiba-tiba Rey datang dengan langkah tergesa-gesa. Wajahnya terlihat kesal. Dan sorot matanya penuh dengan amarah.


"Mau ke dalam juga elo Rey ? Kemana elo semalem ? Kok enggak ke golden ? Anak-anak pada nyariin elo semalem. Cuma elo sendiri yang enggak datang ke pesta ulang tahun Yogi semalam" ucap Aldo.


Rey tambah melotot mendengarnya.


Rey lalu mengalihkan pandangannya pada Lesta. Dia memandangi Lesta dengan sorot mata yang tajam.


"Oke, Silahkan Bro !" ucap Aldo.


Rey lalu masuk ke dalam ruangan Presdir.


"Kenapa tuh anak ? Sepertinya kesal banget" tanya Aldo yang kembali menghampiri meja Lesta.


Lesta hanya mengangkat kedua bahunya sebagai jawaban yang mengisyaratkan tidak tahu.


Tak lama kemudian, Rey keluar dari ruangan Pak Marta.


Aldo yang melihay Rey telah keluar, bersiap untuk masuk ke dalam, melaporkan laporannya.


Rey lalu menghampiri Lesta.


"Elo ikut gue sekarang !" ucap Rey.


Sindi dan Nana yang melihat kejadian itu mengerenyit bingung. Dan mau tak mau, Lesta menuruti perintah Rey.

__ADS_1


Ada apa sih dengan Rey ? Kemarin rasanya kelakuannya masih baik-baik aja.


Batin Lesta.


Rey mengajak Lesta berbicara di tangga darurat di ruangan itu. Karena hanya disitu tempat yang sepi dari kerumunan orang.


"Elo kan yang bilang ini semua ke papa !" ucap Rey yang langsung nge-gas.


"Maaf Pak bilang apa ya ? Saya bener-bener enggak mengerti apa maksud Bapak" ucap Lesta santai.


"Enggak usah pura-pura enggak tahu ! Elo kan yang bilang ke papa, kalau gue mengendarai motor dan dikeroyok waktu kejadian kemarin ? Bukannya gue udah bilang sama elo buat merahasiain ini semua. Gara-gara elo, kartu keanggotaan gue bener-bener di non-aktifkan, dan motor gue di sita oleh papa !" ucap Rey.


"Sumpah, bukan gue Rey. Gue enggak pernah bilang apapun soal itu !" ucap Lesta.


"Jadi siapa yang bilang kalau bukan elo ! Seingatku elo juga pernah bilang kan masalah obat buat Pak Marta dari gue. Berarti enggak menutup kemungkinan kalau kejadian kemarin juga bakal elo sampein ke papa" ucap Rey.


"Iya, kalau masalah obat memang gue yang sampein ke Pak Marta. Itu juga gue lakuin biar Pak Marta tahu kalau anaknya perhatian sama dia. Gue juga bilangnya kan langsung di depan elo juga saat itu. Gue enggak mungkin nyampein sesuatu dari belakang tentang elo ke Pak Marta. Gue bukan orang yang kayak gitu. Lagian kalau orang bilang itu rahasia, gue bakal menjaganya kok" ucap Lesta.


"Elo pikir gue percaya sama semua ucapan elo ? Ternyata semua orang sama aja. Enggak bisa di percaya ! Nyesel gue udah anggep elo teman !" ucap Rey.


"Dan inget, ini terakhir kali elo mencampuri urusan gue !" Bentak Rey dengan nada suara yang mulai meninggi.


Tanpa terasa, ada genangan di sudut mata Lesta. Air mata yang dari tadi ditahannya mati-matian akhirnya luruh juga. Siapapun dengan kondisi seperti ini, dimaki-maki dan dibentak dihadapan wajahnya secara langsung, pasti akan berakhir dengan menangis juga.


Mata Rey terbelalak. Dia tidak menyangka bahwa Lesta akan menangis dengan bentakkanya.


Aishh.. kenapa dia menangis sih ! Dia bisa


nangis juga ? Dia kan tahan banting.


Batin Rey.


Rey yang melihat Lesta menangis, akhirnya berhenti berbicara dan meninggalkan Lesta di sana.


Lesta yang tidak berhenti mengusap air matanya, masih berdiri di sana menenangkan diri. Dia tidak menyangka dengan perlakuan Rey barusan kepadanya. Padahal baru saja kemarin Rey bersikap ramah padanya.


Kok gue nangis ya, gini rasanya enggak di percaya sama orang padahal gue udah sekuat tenaga buat ngejelasin semuanya.


Batin Lesta.

__ADS_1


#Jangan lupa dong buat like, vote dan komen cetar kalian.. komentar kalian semangatku 😘


__ADS_2