Sekretaris Papaku

Sekretaris Papaku
Tidak mau mengalah


__ADS_3

Malam ini, Rey benar-benar menepati janjinya. Seorang pria berumur sekitar 35 tahun, datang mengetuk pintu rumah Lesta.


"Cari siapa ya Pak ?" tanya Lesta sambil membukakan pintu.


"Saya Pak Rudi, supirnya Mas Rey. Saya disuruh Mas Rey, mengantarkan baju seragam Mbak Lesta" ucap sopir tersebut sambil menyerahkan sebuah paper bag yang berisi seragam baru.


"Terima kasih, Pak Rudi. Maaf sudah merepotkan" ucap Lesta sambil menyambut paper bag tersebut.


"Tidak apa-apa, Mbak Lesta. Kalau begitu saya permisi pulang dulu ya Mbak" ucap Pak Rudi.


"Iya, Pak" ucap Lesta.


Lesta lalu masuk ke dalam rumah dan langsung membuka isi paper bag tersebut.


Ternyata selain 2 potong seragam baru, di dalam paper bag tersebut juga terdapat 2 buah kotak coklat.


Lesta tersenyum membaca selembar kertas ucapan yang menempel di kotak cokelat tersebut.


To : Si Bawel !


Isi kertas ucapan tersebut.


Tiba-tiba, Anis datang dan duduk di sebelah Lesta.


"Kenapa nih senyum-senyum sendiri ?" tanya Anis.


"Enggak apa-apa" ucap Lesta.


Anis melirik kotak coklat di tangan Lesta dan menyambarnya.


"Untuk si Bawel ?" ucap Anis membaca kartu ucapan tersebut.


"Dari siapa nih ? Kamu sudah punya pacar sekarang ? kok enggak cerita sama aku Les ?" tanya Anis.


"Jangan asal ngomong dong Nis. Aku belum punya pacar sampai sekarang. Itu coklat dari Rey. Dia kirim coklat itu sekalian sama kirim seragam baru buat ulang tahun perusahaan besok" ucap Lesta.


"Rey yang kirim ?" ucap Anis sambil cengar-cengir.


Lesta mengangguk.


"Nis, sebenarnya Rey sudah menyatakan perasaannya sama aku. Tapi aku belum memberikan jawaban" ucap Lesta.


"Rey ? Nembak kamu ?" teriak Anis


"Biasa aja dong reaksinya. Enggak usah berlebihan gitu juga kali" ucap Lesta.


Anis tertawa.


"Enggak heran sih. Sebenarnya aku sudah duga kalau Rey punya perasaan sama kamu. Sampai bela-belain ikut piknik segala. Padahal kata Aldo, dia paling males ikut yang begituan" ucap Anis.


"Jadi, gimana cara Rey nembak kamu ? Aku jadi penasaran. Secara kan si Rey playboy. Apa Rey bilang dia akan memetik bintang di langit untukmu ? Atau mengarungi lautan untuk mendapatkan hatimu ?" ucap Anis sambil tertawa.


"Dia malah enggak bilang apa-apa. Dia bilang langsung ke intinya saja, kalau dia menaruh hati padaku" ucap Lesta menirukan ucapan Rey saat itu.


Anis terdiam.


"Beneran dia cuma bilang itu doang ? Aku kira dia bakal ngegombal buat dapetin hatimu. Tapi melihat sifatnya Rey, memang mustahil sih kalau orang sepertinya berbicara panjang lebar" ucap Anis.


"Jadi kenapa kamu belum memberikan jawaban pada Rey ? Belum yakin ? atau takut pada gelar playboy yang pernah di sandangnya ?" tanya Anis.


Lesta menunduk. Dia menghela nafas.


"Aku mau lihat kesunguhannya dulu. Lagian aku belum tahu jelas, kenapa dia bisa menyukaiku" ucap Lesta.

__ADS_1


"Hanya itu ? Kamu kan bisa bertanya padanya apa alasannya menyukaimu ?" ucap Anis.


"Atau jangan-jangan ada orang lain yang kamu sukai ?" tanya Anis.


Orang lain ?


Batin Lesta.


Tiba-tiba bayangan wajah Tedy terlintas di pikirannya.


*************


Sinar matahari memancarkan cahayanya di pagi hari. Lesta sudah mengenakan seragam baru yang di antar oleh sopir Rey semalam.


Lesta teringat saat dia mencoba memakai seragam yang pertama. Rey benar-benar mengubah size pakaian tersebut menjadi 2 kali lipat. Sehingga saat Lesta memakainya persis seperti orang-orangan sawah.


Untungnya Rey mengirim 2 stel pakaian yang berbeda ukuran. Seragam yang kedua ini betul-betul ukuran yang pas dan sesuai dengan Lesta.


Pesta perayaan ulang tahun perusahaan di adakan di sebuah hotel mewah milik MD Group. Dengan mengusung pesta taman, pesta perayaan ini diadakan di aula besar yang langsung terhubung ke teras hijau dan di adakan di dekat tepian kolam renang.



Lesta dan beberapa pegawai yang lain ikut membantu mendekorasi tempat diadakannya pesta tersebut.


Setelah selesai menyiapkan semuanya, pesta segera di mulai.


Tamu undangan mulai berdatangan. Mulai dari kolega perusahaan dan juga beberapa pegawai di kantor cabang.


Acara dibuka dengan penyampaian kata sambutan dari Pak Marta sekaligus Presdir Perusahaan MD Group. Kata sambutan yang disampaikan Pak Marta tidak lama. Dia menyampaikan dengan singkat, padat dan jelas. Selanjutnya tamu undangan di persilahkan makan. Namanya pesta isinya ya kegiatan ngumpul-ngumpul, makan sambil mengobrol.


Lesta yang terlihat sedang memilih menu makanan di meja tiba-tiba di datangi oleh Tedy.


"Kalau bingung pilih saja semuanya" ucap Tedy yang lebih memilih kosakata tersebut untuk menyapa Lesta.


"Tedy ?" ucap Lesta seraya tersenyum.


Akhirnya setelah memilih beberapa makanan Tedy dan Lesta memilih meja yang agak menepi, agar tidak terlalu terlihat mencolok. Mereka mengobrol dan menyantap makanan mereka.


"Tedy aku minta maaf ya soal kemarin. Aku tidak ada niat untuk ninggalin kamu sendiri di sana kemarin. Mana aku lagi, yang janji traktir. Tapi ujung-ujungnya kamu yang bayar semuanya kemarin" ucap Lesta dengan penuh rasa bersalah.


Tedy tersenyum.



"Tidak masalah. Itu juga kan bukan kehendakmu. Itukan karena Rey yang memaksa kamu untuk ikut pulang dengannya" ucap Tedy.


Lesta hanya diam tidak menjawab.


"Oh, iya. Kenapa kau tidak ikut mengobrol dengan tamu yang lain ? Seperti Pak Marta dan Rey ?" ucap Lesta yang melirik Pak Marta dan Rey yang sedang asyik mengobrol dengan para kolega.



Tanpa sadar Lesta tersenyum melihat Rey dari jauh.


Tedy melihat semuanya, bagaimana Lesta tersenyum melihat Rey yang sedang asyik mengobrol dengan para kolega.


"Tadi aku sudah mengobrol dengan mereka. Lagipula aku hanya manager disini. Rey kan Direktur, jadi dia memang harus menjalin hubungan kuat dengan kolega. Aku sengaja berkeliling mencari angin segar sekarang. Acara seperti ini sungguh membosankan bagiku. Dan aku rasa, Rey juga merasakan hal yang sama" ucap Tedy.


Lesta hanya mengangguk merespon cerita Tedy barusan.


"Les, di hotel ini ada infinity poll. Kamu mau melihatnya enggak di lantai atas ? Aku bisa mengajakmu ke sana sekarang" ucap Tedy.


"Infinity pool ? Aku mau !" ucap Lesta.

__ADS_1


Akhirnya Lesta dan Tedy pergi melangkah menuju lift untuk pergi ke lantai atas.


"Wah, pemandangannya cantik sekali" ucap Lesta yang mengagumi keindahan pemandangan disana.



"Iya, cantik sekali. Sama seperti dirimu" ucap Tedy.


Eh ?


Batin Lesta.


Tiba-tiba pipi Lesta merona.


"Les..." panggil Tedy yang sekarang berada tepat di hadapan Lesta.


"Aku menyukaimu. Entah kenapa waktu bertemu pertama kali denganmu aku merasa nyaman bercerita panjang lebar denganmu. Semenjak itu aku jadi ingin lebih dekat denganmu" ucap Tedy.


Tedy mengambil jemari tangan Lesta dan memegangnya.


"Aku harap kamu mau menerima hatiku" ucap Tedy.


Deg !


Lesta terkejut mendengar ucapan Tedy barusan. Dia merasa tidak percaya dengan apa yang dia dengar barusan.


Tiba-tiba, Buggg !


Rey menghajar Tedy. Alhasil, Tedy tersungkur ke lantai.


"Beraninya kau memegang tangan Tari !" teriak Rey.


Tedy lalu berdiri dari duduknya dan balas menyerang Rey. Dia memukul pelipis kanan Rey. Sekarang, gantian Rey yang terhempas ke lantai.


Tidak terima dengan perlakuan Tedy, Rey kembali menyerang. Dia melayangkan pukulan kembali. Mereka terus berkelahi sampai teriakan Lesta menghentikan aksi mereka.


"Hentikan !" ucap Lesta.


"Kalian berdua benar-benar seperti anak kecil !" teriak Lesta.


Untung suasana kolam agak sepi karena ini jam kerja. Orang yang berenangpun hanya ada beberapa saja. Dapat dihitung dengan Jari. Tapi semua itu tidak luput dari penglihatan mereka.


Para pegawai hotel yang berada di ruangan itupun hanya berani melihat dari kejauhan. Tidak berani untuk melerai pertikaian yang terjadi antar bosnya tersebut.


Akhirnya Tedy beranjak dari duduknya dan membuka suara.


"Kali ini aku tidak akan mengalah lagi Rey. Aku akan terus mendekati Lesta dan mendapatkan hatinya. Aku menyukainya" ucap Tedy sambil menatap tajam pada Rey.


"Cih !" ucap Rey.


"Aku sudah duga ! Dengan mengatasnamakan seorang adik, kau selalu merebut semua yang aku inginkan !" ucap Rey dengan tatapan matanya yang dingin.


"Terserah apa yang ada dipikiranmu, yang jelas mulai saat ini, aku tidak mau mengalah lagi darimu" ucap Tedy mengulangi kata-katanya kembali.


Rey tersenyum miris. Senyuman itu bermaksud menyindir pria yang berada di hadapannya sekarang.


"Sepertinya kau salah menduga. Aku tidak menyuruhmu untuk mengalah. Aku menyuruhmu untuk menyingkir !" ucap Rey dengan tatapan mata yang sarat akan emosi.


Lesta yang sedari tadi berdiri di sana, akhirnya memilih pergi. Dia benar-benar tidak menyangka bahwa kedua kakak beradik itu mempunyai perasaan yang sama padanya. Dia juga merasa heran pada percakapan antara keduanya selama berkelahi tadi.


Apa yang sebenarnya terjadi pada mereka sebelumnya.


Batin Lesta.

__ADS_1


# Maaf kalau kemarin enggak sempat up.. 🙏 Jangan lupa like, vote dan komentarnya ya 😘


__ADS_2