Sekretaris Papaku

Sekretaris Papaku
Luluh


__ADS_3

Lesta dan Anis yang sudah duduk manis di meja makan, memilih memakan nasi goreng untuk menu sarapan mereka.


Keduanya sudah terlihat rapi dalam balutan busana kerja. Lesta yang sedang asyik meminum teh hangat dikejutkan oleh suara ketukan pintu.


Lesta yang sudah siap beranjak dari duduknya, seketika di tahan duduk kembali oleh Anis.


"Biar aku aja Les. Palingan juga Aldo yang datang" ucap Anis.


Anis lalu melangkah berjalan membuka pintu.


"Loh, Rey ?" ucap Anis terkejut melihat kehadiran Rey di rumah mereka pada pagi ini.



"Tari, ada Nis ?" ucap Rey.


"Ada, tunggu ya" ucap Anis.


"Kamu masuk saja dulu" sambung Anis.


"Enggak usah, Nis. Saya duduk di kursi teras saja" ucap Rey.


"Oke, sebentar aku panggilin ya Lestanya" ucap Anis.


Anis lalu masuk ke dalam menghampiri Lesta yang masih sibuk menikmati teh hangatnya.


"Les, ada Rey di depan. Ada keperluan apa, pagi-pagi begini dia kemari ?" tanya Anis penuh selidik.


Lesta tersenyum.


"Aldo tiap pagi ke sini ngapain ?" tanya balik Lesta.


"Ya, jemput aku buat berangkat kerjalah" ucap Anis.


"Ya, sama kalau begitu !" ucap Lesta seraya tersenyum.


Lesta lalu beranjak dari duduknya dan menemui Rey di luar.


"Sudah sarapan belum ?" ucap Lesta bertanya pada Rey.


"Sudah tadi" ucap Rey singkat padat dan jelas. Kalau mau panjang dikit dari itu jawabannya, harus bayar kayaknya.


"Kalau begitu, aku ambil tas sama sepatu dulu ya ke dalam" ucap Lesta.


Rey mengangguk.


Lesta lalu masuk ke dalam mengambil tas dan sepatunya.


Tiba-tiba sebuah mobil sport mewah yang sangat dikenal oleh Rey datang. Siapa lagi kalau bukan sepupu sekaligus sahabatnya, Aldo.


Benar-benar membosankan ! Enggak disini, *enggak di kantor harus ketemu sama Aldo*.


Batin Rey.


"Rey ? Ngapain disini ?" tanya Aldo.


"Enggak lihat kalau aku lagi duduk sekarang !" ucap Rey.


Aldo tertawa ngakak.


"Semua orang juga pada tahu kalau kamu lagi duduk sekarang. Maksudku, kenapa kamu ada di rumah ini ? Di rumah Lesta tepatnya ?" tanya Aldo yang tetap kekeh untuk bertanya.


Rey hanya diam tidak menjawab.


Bukan dia tidak tahu arti dari pertanyaan Aldo yang tadi. Tetapi karena malas menanggapinya dan menjelaskan lebih jauh kalau ada pertanyaan lebih lanjut, jadi dia memilih bicara acuh tak acuh kepada Aldo.


"Rey datang karena menjemputku untuk berangkat ke kantor" ucap Lesta yang tiba-tiba muncul dari pintu samping, dan sudah memakai tas dan sepatunya.


"Oh.." ucap Aldo yang langsung paham dan tidak bertanya lagi.


"Ayo Rey kita pergi" ucap Lesta.

__ADS_1


Rey segera berdiri dari duduknya.


"Kita duluan ya Do. Anis paling sebentar lagi keluar. Tadi lagi siap-siap juga" ucap Lesta.


Aldo mengangguk.


Tak lama kemudian Anis keluar dari dalam rumah dan pergi ke kantor menaiki mobil Aldo


"Sayang, Lesta sama Rey pacaran ya ?" tanya Anis.


"Enggak tahu. Tadinya aku malah mau tanya ke kamu" ucap Aldo.


"Lesta belum ada cerita apa-apa sih. Cuma kaget aja tadi, pagi-pagi Rey sudah datang mau mengajak Lesta pergi bareng. Kalau enggak ada apa-apa enggak mungkin kan ?" ucap Anis.


"Sudah, itu urusan mereka, sayang. Kita enggak berhak ikut campur" ucap Aldo.


"Tapi Lesta itu sahabat aku Aldo. Sudah aku anggap kayak keluarga. Gosip yang beredar bilang kalau Rey itu kan playboy. Awas aja kalau dia macem-macem sama Lesta. Aku duluan yang maju bawa golok" ucap Anis.


Aldo ngakak.


"Astaga, pacarku ini galak banget ya" ucap Aldo.


"Rey kayaknya serius deh sama Lesta. Aku sudah perhatiin tingkah laku Rey akhir-akhir ini, kelihatan jauh berbeda dari biasanya. Tingkah lakunya jadi lebih emosional kalau berhubungan dengan Lesta. Teman-teman di club juga pada heran sama sikap Rey sekarang. Sekarang mereka memanggil Rey bukan dengan sebutan Playboy Tobat lagi. Tetapi Komandan Bucin Peleton 1" ucap Aldo yang tertawa bila mengingat Rifa yang memberikan julukan itu pada Rey.


Untung saja Rey tidak mengetahui perihal julukan tersebut. Kalau sampai dia mengetahuinya, sudah dipastikan dia akan mengamuk bak banteng gila yang seruduk sana sini membuat keributan.


"Ya, semoga Rey beneran serius deh sama Lesta" ucap Anis.


"Jangan khawatir, sayang. Memang cuma Lesta sih yang bisa membuat Rey jinak" ucap Aldo seraya tersenyum.


*********


Di Perusahaan MD Group.


Jam telah menunjukkan pukul 12:00 Siang. Waktunya jam istirahat makan siang, bagi pegawai MD Group.


Ponsel Lesta berdering nyaring. Membuat yang punya ponsel cepat-cepat mengangkat teleponnya.


"Halo, Rey" ucap Lesta.


"Enggak bisa. Sekarang aku sudah mau siap-siap pergi dengan Pak Marta dan Pak Yudi" ucap Lesta.


"Pergi ? Kemana ?" tanya Rey.


"Sabtu nanti Bu Marta ulang tahun. Pak Marta minta tolong padaku untuk memilihkan kado ulang tahun buat Bu Marta. Sekalian ngajak aku dan Pak Yudi makan siang di luar juga sih" ucap Lesta.


"Oh.." ucap Rey datar.


"Ya, udah. Kalau begitu aku pergi dulu ya. Enggak enak sudah ditungguin" ucap Lesta.


"Oke" ucap Rey memutuskan teleponnya.


********


Jam telah menunjukkan pukul 17:00 Sore, Rey dan Lesta sengaja pulang agak telat dari pegawai lainnya agar bisa pulang bareng tanpa ada banyak mata yang melihat. Serta menghindari gosip-gosip yang bakal bertebaran nanti.


Mereka akhirnya bertemu di basement lantai bawah dan pulang bareng.


"Tadi kamu makan siang dimana Rey ?" tanya Lesta sambil melirik Rey yang sedang fokus mengemudi.


"Di Resto" ucap Rey.


"Hmm.. Sama siapa ?" tanya Lesta yang bertanya dengan malu-malu.


Rey tersenyum tipis.


"Kalau aku bilang dengan perempuan kamu bakal marah enggak ?" tanya Rey menggoda Lesta.


"Dih, apaan sih !" ucap Lesta sambil mencubit pinggang Rey.


"Aw, Sakit juga ya cubitan kamu !" ucap Rey.

__ADS_1


Setelahnya, Rey tersenyum kembali melihat wajah manyun Lesta.


"Sama Dimas, asisten pribadiku, Tari" ucap Rey.


"Oh" ucap Lesta yang pura-pura tidak tertarik dengan jawaban Rey.


"Hmm.. Rey, papamu menyuruhku datang ke acara ulang tahun Bu Marta besok. Sebenarnya aku agak canggung dengan suasana pesta sosialita. Tapi Pak Marta bilang, kalau Bu Marta akan kecewa kalau aku tidak datang. Dan dia bilang itu bukan pesta sosialita, tetapi hanya mengundang keluarga dekat saja. Bahkan teman-teman Bu Marta juga tidak di undang" ucap Lesta.


"Lalu ?" tanya Rey.


"Pak Marta bilang kau tidak pernah hadir di acara ulang tahun Bu Marta ?" ucap Lesta.


"Kenapa aku harus hadir ?" tanya balik Rey.


Lesta geleng-geleng kepala, mendengar ucapan Rey.


"Rey..." ucap Lesta.


"Hmmm.." ucap Rey.


"Ayo datang ke pesta besok. Ucapin Selamat sama Bu Marta. Bu Marta orang yang baik. Kehadiranmu pasti sangat dinantikan olehnya" ucap Lesta.


Rey diam tidak bergeming.


"Aku sibuk. Besok aku mau lembur di kantor" ucap Rey mencari alasan.


"Rey.... Jangan mencari-cari alasan buat enggak datang. Please, kamu datang ya. Kalau enggak, aku bakal sebarin foto masa kecil kamu. Bakal aku tempel di lift kantor biar para karyawan bisa melihat tampang unyu-unyu bosnya pakai blangkon sewaktu kecil" ucap Lesta.


"Foto ?" ucap Rey yang reflek menoleh pada Lesta. Dia menepikan mobilnya di pinggir jalan.


"Foto apa ?" tanya Rey lagi.


Lesta langsung membuka galeri ponselnya dan menunjukkan foto Rey sewaktu kecil pada Rey.


Rey langsung merebut ponsel Tari dan menghapus fotonya.


"Sudah kuhapus !" ucap Rey.


Lesta tertawa.


"Percuma, aku sudah menyimpannya di file komputerku juga. Ternyata tidak sia-sia aku mengambil fotomu diam-diam sewaktu ke rumahmu kemarin" ucap Lesta.


Wajah Rey terlihat kesal.


"Jadi bagaimana ? Besok kau akan datang kan Rey ?" ucap Lesta.


Rey masih diam tidak menjawab.


"Rey, katamu kamu ingin mencoba dekat dengan keluargamu. Ayo perlihatkan niat baikmu pada mereka" ucap Lesta.


Rey menghela nafas. Dia tampak berpikir lama.


"Iya, aku akan datang besok" ucap Rey.


"Kamu enggak bohong kan ?" tanya Lesta.


Rey mengangguk.


Lesta tersenyum lega mendengar ucapan Rey barusan.


"Sebenarnya tanpa ancaman foto itu, kamu memang ingin datang kan ke pesta Bu Marta ? Pasti perbandingannya 40 persen karena alasan foto dan 60 persen karena sudah niat mau datang" ucap Lesta menggoda Rey.


Rey tersenyum tipis.


"Kamu salah. Hanya sekedar foto tidak bisa mengancamku" ucap Rey.


"Mungkin bisa dikatakan perhitungan yang benarnya adalah, 30 persen karena niat dan 70 persennya karena kamu yang akan ikut hadir disana nanti" ucap Rey.


Deg !


Nih, Playboy memang jago bikin jantungku berdegup kencang. Dan sialnya aku selalu luluh dengan kata-kata dan tingkah lakunya itu. Sepertinya aku mulai jatuh hati padanya.

__ADS_1


Batin Lesta.


# Minta jempollllnya dong.. like, vote dan komentar kalian ya 😘 Buat yang nanya ini Rey sama Lesta sudah jadian belum, jawabannya di bab selan****jutnya besok ya, bakal terjawab. Besok juga yang kangen Tedy, bakal ada di bab selanjutnya. Minta dukungannya ya, Jangan lupa jaga kesehatan dan olahraga ya.. Biar kuat ngadepin fakboy ! 🤣


__ADS_2