
Tolong ingatkan aku lagi betapa indahnya kata 'sabar'. Kamu tau bodohnya aku tidak berani mempersiapkan diri, jika pada akhirnya hanya luka yang kamu tinggalkan. Percayalah aku belum menyerah, hanya saja aku hampir lelah.
************
Double up ya, karena mengganti bab kemarin yang tidak up.
************
Rey yang melihat Lesta pergi segera menyusulnya. Dia menarik tangan Lesta agar Lesta berhenti dan mau berbicara padanya.
"Lesta kamu mau kemana ?" ucap Rey.
"Rey, dengar ya ! Itu tadi salah satu yang menjadi alasanku, mengapa aku masih mempertimbangkanmu dan belum bisa menerimamu. Kamu belum bisa mengontrol emosimu dan masih suka bertindak sesuka hatimu !" ucap Lesta.
"Bagaimana bila suatu saat kita ada selisih paham saat menjalin hubungan. Aku takut kamu juga akan memukulku juga" ucap Lesta.
"Itu mustahil ! Aku tidak pernah memukul perempuan !" ucap Rey.
"Sebaiknya kita saling berpikir ulang untuk menjalin sebuah hubungan. Dan sibuk memantaskan diri masing-masing agar dapat membuka hati kita satu sama lain" ucap Lesta.
Lesta lalu melangkah pergi meninggalkan Rey yang masih terdiam berdiri di sana.
************
Jum'at, salah satu hari yang di nanti oleh para pegawai kantor ini. Karena hari jum'at merupakan hari terakhir mereka bekerja dalam satu minggu ini, sebelum memulai senin untuk memulai aktivitas kembali.
Semenjak terjadi pertikaian tersebut. Beberapa hari ini, Lesta menutup diri dari Rey dan Tedy.
Dia sengaja tidak bertegur sapa saat Rey melintas ke ruangan Pak Marta dengan dalih membahas laporan proyek. Padahal sudah beberapa kali Rey mendatangi mejanya dan berusaha mengajaknya mengobrol. Tapi Lesta tetap dengan pendiriannya yang teguh, untuk tidak meladeni ajakan Rey.
Ya, paling menjawab seperlunya saja. Cukup merespon pertanyaan yang dilontarkan tanpa embel-embel yang lain. Hal ini juga diberlakukannya pada Tedy, yang juga sudah dua hari ini berkunjung ke kantornya tetapi di acuhkan begitu saja oleh Lesta. Sama seperti dia menanggapi Rey. Yang hanya meladeni ucapan Tedy seperlunya saja. Kalau di tanya ya jawab. Kalau enggak di tanya ya mingkem.
Menurut Lesta dengan cara itulah dia bisa berlaku adil bagi keduanya.
************
Sampai pada akhirnya hari sabtu telah tiba. Malam yang ditunggu oleh para pasangan kekasih untuk berkencan atau sekedar berjalan-jalan keliling jakarta untuk menikmati saat kebersamaan mereka.
Namun menjadi malam yang paling naas dan dibenci oleh barisan para jomblo yang terus berdoa meminta hujan di malam minggu.
Anis yang baru selesai berdandan dan bersiap menunggu jemputan dari Aldo, menghampiri Lesta yang sedang asyik duduk di sofa sambil menonton televisi dengan kipas angin menghadap tepat ke arah wajahnya.
"Duh, asik banget nih, malam minggu gini aku diajakin muter-muter sama kipas angin" ucap Lesta menyindir Anis.
Anis tertawa terbahak-bahak.
"Makanya punya pacar dong kayak aku. Lagian kamu Les. Yang nembak banyak, tapi satupun enggak ada yang di jadiin" ucap Anis.
"Sombonggggg !" ucap Lesta.
Dan lagi-lagi Anis kembali tertawa.
"Les, ada pameran sirkus loh di Mall Artha Gading. Kamu enggak pergi ? Bukannya kamu suka banget sama sirkus ?" ucap Anis.
"Oh, ya ? pingin sih pergi. Tapi.." ucap Lesta.
"Enggak ada partner ?" ucap Anis.
__ADS_1
Lesta mengangguk.
"Sama kamu aja ya Nis, besok malam. Mau enggak ?" ucap Lesta.
"Ogah ah ! Aku enggak suka nonton yang begituan. Mana banyak anak kecil pasti yang nonton. Emang tontonan kamu aneh sih !" ucap Anis.
Lesta langsung manyun.
"Entar mau dibawain apa nih sama aku pulang dari ngedate ? martabak mau ?" tanya Anis.
"Masak sih orang sekelas Aldo ngasihnya martabak ? Aku enggak mau. Aku maunya Pizza, Spaghetti sama chessecake !" ucap Lesta.
"Dih, ngelunjak nih anak. Iya entar dibawain. Tapi beneran dihabisin ya semuanya entar" ucap Anis.
"Iya, kamu kok seperti enggak kenal aku aja Nis" ucap Lesta.
Ucapan Lesta memang bukan omong kosong belaka. Dia memang sanggup memghabiskan semua makanan itu hanya dengan sekali duduk. Mungkin itu yang kata orang dengan istilah 'body sedan, muatan truck'.
"Udah.. ikut aku dan Aldo pergi aja yuk. Daripada melamun enggak jelas disini entar sawan lagi" ajak Anis.
"Ogah, jadi obat nyamuk" ucap Lesta.
"Beneran nih enggak mau ikut ?" tanya Anis.
"Iya, Anissss..." ucap Lesta.
"Kalau kamu mau pergi, ya pergi aja Anis. Emang kamu pikir ini indosiar ? kamu pergi kumenangisssss....." ucap Lesta.
"Membayangkannn.. udah ah, males nerusinnya" ucap Anis seraya tertawa.
Tiba-tiba sebuah klakson mobil terdengar. Anis langsung pamit pada Lesta, karena Aldo sudah menjemputnya untuk berkencan.
Tiba-tiba terdengar suara pintu rumahnya diketuk. Lesta buru-buru membuka pintu rumah.
Betapa terkejutnya dia mendapati diri Rey yang berdiri di depan pintu.
"Rey ? Ngapain kamu kesini ?" ucap Lesta yang masih kaget.
"Sendirian ya Tar ? Ayo, ikut aku sebentar" ucap Rey.
"Kemana ?" tanya Lesta.
Rey mengeluarkan dua tiket dari kantongnya.
"Kita nonton sirkus yuk. Kata Anis kamu suka sirkus ?" ucap Rey.
Dasar Anis lebos. Mulutnya memang enggak bisa dikondisikan.
Batin Lesta.
"Enggak mau ah !" ucap Lesta. Edisi jual mahal.
"Yakin enggak mau ? Ini cuma berlangsung dua hari loh. Siapa tahu besok hujan, kamu enggak bisa pergi" ucap Rey.
"Ehmm.." ucap Lesta yang tampak berpikir.
__ADS_1
Duh, gimana ini. Aku suka banget nonton sirkus.
Batin Lesta.
"Sudah. cepat ganti pakaianmu. Kita pergi sekarang. Keburu mulai acaranya" ucap Rey.
Lesta langsung berlari ke dalam rumah dan berganti pakaian atasan lengan panjang dan celana jeans.
Dasar diriku ini ! Aku memang paling lemah sama sogokan semacam ini.
Batin Lesta.
Lesta lalu melirik Rey yang sedang mengemudi.
Diam-diam mencuri pandang pada Rey.
Duh, ganteng banget sih. Sayang, tabiatnya kayak preman pasar.
Batin Lesta.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit, mereka tiba di Mall Artha Gading.
Mereka memasuki pelataran tempat sirkus diadakan. Mereka lalu duduk di kursi VVIP bagian depan, sesuai nomor tempat kursi yang berada di tiketnya.
Lesta sangat menikmati pertunjukkan sirkus yang ada di hadapannya. Hal yang memang dia sukai sejak kecil. Rey yang tadinya hanya berniat menemani Lesta dan menyenangkan hatinya, ikut merasakan kegembiraan juga. Hitung-hitung melepas penat setelah lelah bekerja selama sepekan. Terkadang mereka terlihat tertawa bersama. Dan disisa akhir acara. Mereka tidak lupa mengambil gambar berdua dengan latar belakang panggung sirkus tersebut.
"Terima kasih, Rey. Aku seneng banget bisa menonton pertunjukkan sirkus tadi" ucap Lesta sambil berjalan melangkah bersama Rey menuju parkiran.
Rey tersenyum.
"Jadi, enggak marah lagi kan sama aku" ucap Rey.
Lesta manyun.
Rey tertawa melihatnya.
"Jangan manyun begitu, kamu jadi mirip singa laut yang lagi atraksi tadi" ucap Rey.
Lesta tertawa mendengarnya.
"Tari...." ucap Rey yang tiba-tiba nada suaranya berubah serius.
Langkah mereka terhenti. Mereka berdiri saling berhadapan sekarang.
"Aku ingin bertanya Rey.." potong Lesta.
"Mengapa kau menyukaiku ?" sambung Lesta.
"Kenapa ? Apa butuh alasan menyukai seseorang ? Aku menyukaimu tanpa butuh alasan. Tapi memang ada hal yang paling dasar yang aku sukai darimu. Berkatmu aku jadi banyak belajar, betapa terhiburnya kalau ada seseorang disisiku. Aku juga sudah belajar mencoba mendekatkan diri pada keluargaku. Tetapi sewaktu melihat Tedy memegang tanganmu, aku merasa terganggu. Aku kehilangan kendali atas diriku sendiri" ucap Rey.
Lesta tertegun mendengar ucapan Rey.
"Tari, sebenarnya aku bukan orang yang suka dengan istilah friendzone. Tetapi karena dirimu aku bersabar untuk menunggu keputusanmu" ucap Rey.
"Tolong ingatkan aku lagi betapa indahnya kata 'sabar'. Kamu tau bodohnya aku tidak berani mempersiapkan diri, jika pada akhirnya hanya luka yang kamu tinggalkan. Percayalah aku belum menyerah, hanya saja aku hampir lelah" ucap Rey dengan tatapan matanya yang dalam dan penuh harap pada Lesta.
__ADS_1
# Minta likenya donggggg.... Votenya juga ya✌ sama komentar cetar ceturnya 🤠Aku Padamuuu pokonya... 😘 Buat yang jomblo, mari berdoa semoga malam ini hujan deras 🤣 *Eh ðŸ¤