Sekretaris Papaku

Sekretaris Papaku
Bukan PDKT


__ADS_3

"I hate Monday !" teriak Lesta di dalam kamarnya, saat tersadar bangun dari tidurnya.


Rasanya ingin sekali Lesta menarik selimut kembali dan ngusel-ngusel di bantal guling kesayangannya.


Tetapi keinginan itu harus ditahannya, karena sudah saatnya dia harus kembali bekerja hari ini setelah melewati weekend.


Secepat kilat Lesta mandi dan berganti pakaian. Agar tidak terlambat datang ke kantor.


Dan alhasil dia telah tiba dikantor dengan selisih waktu 10 menit dengan jam masuk kantor.


Huft... hampir aja absen handkey kelewat.


Batin Lesta.


Perut Lesta yang sudah keroncongan karena belum sarapan akhirnya memilih memakan mie ayam sebagai menu sarapannya.


"Ini Mbak Lesta pesanannya" ucap Pak Maman.


Pak Maman, Office Boy diruangannya datang membawa pesanannya.


"Oke, makasih Pak Maman" ucap Lesta sambil menyambut kantong plastik yang diberikan oleh Pak Maman. Dan buru-buru membukanya karena perut sudah enggak bisa di ajak kompromi lagi.


"Loh, Pak Maman ini kok ada roti, susu sama coklat juga ? Banyak lagi. Saya enggak pesen loh !" ucap Lesta.


Pak Maman mendekati Lesta.


"Itu titipan dari Pak Rey untuk mbak Lesta. Di dalamnya juga ada surat yang ditulis oleh Pak Rey" ucap Pak Maman dengan suara berbisik.


"Surat cinta ya Mbak Lesta ?" ucap Pak Maman menggoda Lesta.


"Surat ? Mana saya tahu Pak Maman. Oke, entar saya buka ya. Makasih Pak Maman" ucap Lesta.


Pak Maman lalu pergi dari meja kerja Lesta dengan perasaan kecewa karena tidak dapat ikut membaca isi surat tersebut.


Dengan penasaran Lesta mencari surat yang dimaksud oleh Pak Maman untuknya.


Setelah mengubek-ubek kantong plastik tersebut, Lesta mendapati sebuah kertas selembar.


Ini sih enggak tampak kayak surat. Cuma kertas yang berisi tulisan doang.


Batin Lesta.


Lalu Lesta membuka kertas tersebut dan membacanya.


"Gue enggak suka hutang budi sama orang. Ini buat elu !"


isi tulisan pada kertas tersebut.


Surat cinta kepalamu Pak Maman ! Ini sih surat ungkapan terima kasih ala preman pasar yang tidak mau terbebani karena sudah gue tolong kemarin. Takut banget kalau gue minta balas budi. Takut kalau gue minta dikawini apa ? Dih... Siapa juga yang mau ! Baiklah karena ini makanan dapat secara cuma-cuma, bakal gue habisi tanpa bersisa. Anggap aja sarapan gratis tanpa mengeluarkan uang seperakpun !


Batin Lesta.


Lesta lalu memakan mie ayam, roti, coklat dan susu.


Ketika coklat yang ke tiga telah dibuka, Lesta tidak sanggup memakannya lagi karena kekenyangan.


Alhasil sekarang dia sudah mirip setrikaan yang bolak-balik keluar masuk kamar mandi karena pola makan yang enggak ingat-ingat tadi.


"Eh, Lesta dari mana aja ? Pak Marta nyariin tadi. Kamu disuruh ke ruangannya sekarang" ucap Sindi


"Oh, oke Sin. Makasih ya !" ucap Lesta.

__ADS_1


Pasti nanyain jadwal meeting buat minggu ini.


Batin Lesta.


Lesta mulai mengambil map yang berisi jadwal kegiatan Pak Marta buat minggu ini.


Lesta mengetuk pintu dan masuk ke dalam ruangan.


Eh, ada si Rey juga di dalam ! Kapan dia masuk ? Oh, mungkin waktu gue lagi bertapa di kamar mandi tadi.


Batin Lesta.


"Maaf, Pak. Tadi bapak memanggil saya ?" ucap Lesta yang sudah berdiri di samping Pak Marta.


"Oh, iya Les. Mau nanyain jadwal saya buat minggu ini" ucap Pak Marta.


Tuh, kan bener.. untung langsung bawa mapnya.


Batin Lesta.


"Ini Pak" ucap Lesta menyodorkan mapnya.


"Tahan dulu. Saya lagi memeriksa dan tanda tangan laporan milik Rey dulu" ucap Pak Marta.


Rey tersenyum melihatnya.


Sekarang gue malah yang kelihatan enggak tahu dengan budaya antri.


Batin Lesta.


Sambil menanda tangani laporan yang dibawa Rey, sesekali Pak Marta melirik wajah putranya yang duduk di hadapannya itu.


Lesta langsung menoleh pada Rey yang menjadi objek pertanyaan.


"Bukan Pa cuma jatuh terpeleset di kamar mandi" ucap Rey berkilah.


Rey lalu melirik Lesta sekilas, seolah mengisyaratkan jangan menceritakan kejadian yang dialaminya kemarin.


"Pantas, kamu enggak turun buat gabung makan malam dan sarapan tadi. Takut Papa melihat lukamu ya ?" ucap Pak Marta.


"Bukan, memang Rey malas turun saja" jawabnya enteng.


Pak Marta menghentikan kegiatannya sekarang. Dia memandang tajam ke arah Rey.


"Sebaiknya yang kau ceritakan itu benar. Bahwa luka yang kau dapatkan itu akibat terpeleset jatuh dikamar mandi. Tetapi kalau Papa tahu, itu akibat berkelahi atau unsur lain. Papa enggak bakal tinggal diam. Papa bakal blokir kartu keanggotaan kamu dari Golden Club" ancam Pak Marta.


Golden Club merupakan tempat khusus yang biasanya menjadi sarang berkumpulnya para Milarder lajang. Tidak sembarang orang bisa masuk ke sana. Hanya orang-orang yang berkantong tebal dan di akui status sosialnya.


Golden Club merupakan sarana lengkap sebagai tempat berkumpul. Karena di dalam Golden Club itu sendiri terdiri dari Club atau Pub, lapangan golf serta sirkuit balap.


Karena ada sirkuit balap itulah Rey dan teman-temannya sering nongkrong menghabiskan waktu saat weekend di sana.



Rey hanya diam saat Papanya mengancam akan memblokir kartu keanggotaannya. Dia berpikir, kalau kartu itu diblokir berarti dia tidak dapat menyalurkan hobinya lagi, yaitu balapan motor. Hobi yang telah digandrunginya sejak SMA.


"Iya, bukan apa-apa. Hanya terpeleset" ucap Rey mencoba meyakinkan Papanya.


Pak Marta lalu melanjutkan menanda tangani dokumen milik Rey. Dia memberikan dokumen tersebut pada Rey saat semuanya sudah selesai diperiksa dan ditanda tanganinya.


Rey lalu izin keluar kembali ke ruangannya.

__ADS_1


Pak Marta lalu mengambil jadwal dan bebarapa dokumen yang dibawa Lesta. Dokumen yang juga memerlukan tanda tangannya.


"Huft.. Anak itu. Kalau enggak berkelahi ya balapan. Menurut kamu apa masuk akal les, luka sebanyak itu karena terjatuh di kamar mandi ?" tanya Pak Marta pada Lesta.


Lesta yang tahu betul kejadian sebenarnya menjawab pertanyaan Pak Marta dengan gelagapan.


"Hmm.. Mungkin iya Pak terjatuh di kamar mandi" jawab Lesta.


Pak Marta mengerenyit.


Pokoknya ya jawab gitu aja deh. Enggak mau ikut campur masalah dua beranak ini. Ribet entar urusannya. Masalah juga ya masalah mereka. Bodo amatlah !


Batin Lesta.


************


Jam telah menunjukkan pukul 17:00 Sore. Lesta dan staff lainnya yang berada di dalam ruangan itu sudah sigap merapikan meja mereka masing-masing dan bersiap pulang.


Lesta yang terakhir keluar dari ruangan itu. Karena baru saja mengetik laporan email yang baru masuk, yang diperlukan besok untuk Pak Marta di saat injury time.


Dengan berjalan gontai dia memasuki lift untuk turun ke lobby bawah. Tapi siapa sangka saat pintu lift terbuka ada Rey yang berada di dalam lift yang memang sudah duluan naik dari lantai atas, ruangannya.


Lesta masuk ke dalam lift tersebut. Lagi-lagi Lesta merasa canggung karena hanya ada mereka berdua di dalam lift.


Lesta akhirnya memulai obrolan untuk mencairkan suasana.


"Kok naik lift ini Pak Rey ? Biasa juga naik lift khusus Direksi ?" tanya Lesta.


"Lift Direksi sedang perbaikan. Jadinya pakai yang aja ada dulu" ucap Rey santai.


Oh, iya Pak Marta memang bilang tadi dia juga naik lift karyawan karena ada perbaikan pada lift khusus Direksi.


Batin lesta.


Semenjak mengobrol dengannya waktu kejadian itu. Rey sudah bisa diajak ngobrol baik-baik sekarang.


"Mau pulang ?" tanya Rey.


"Iya. Lagi mau pesan ojek online nih Pak. Mau nunggu di lobby" ucap Lesta.


"Sudah pesan ojek onlinenya ?" tanya Rey.


"Belum, Pak. Ini baru mau pesan" ucap Lesta sambil mengeluarkan ponselnya.


"Sudah enggak usah pesan. Bareng sama saya aja pulangnya. Lagipula satu arah juga" ucap Rey.


"Enggak usah Pak. Beneran deh. Bisa pulang sendiri saya" ucap Lesta.


"Sudah bareng saya aja. Jangan mikir macem-macem. Saya bukan mau PDKT. Saya beneran cuma mau nganter kamu aja buat balas budi yang kemarin. Besok-besoknya juga enggak ada niat lagi buat nganterin kamu. Saya kan sudah bilang, saya benci hutang budi" ucap Rey.


Songgong amat ! Bahasanya bisa halus dikit kagak ?


Batin Lesta.


"Oke, Pak. Kalau memang bapak maksa !" ucap Lesta.


Anggap aja tumpangan gratis tanpa perlu ngeluarin ongkos !


Batin Lesta.


#Jangan lupa like, vote, dan komentar syantiknya ya 🤭 Bab selanjutnya ada yang ngamuk-ngamuk nih.. Siapa ya ? 🤭 Buat kalian jangan lupa bahagia yah.. kalau lupa, sini aku yang bahagiain 🤣

__ADS_1


__ADS_2