
"Aku sama Tari memang pacaran Pa !" ucap Rey yang sudah tidak tahan mendengar tawa dari orang di sekelilingnya.
Semua orang yang berada di ruangan ini terkejut bukan main.
Waduh !
Batin Lesta.
Tiba-tiba suasana berubah hening.
Mata Rey menatap tajam, satu-persatu para pegawai di ruangan itu. Semua langsung terdiam tidak ada yang berani tertawa lagi.
Pak Marta juga sempat terdiam mendengar pengakuan Rey barusan.
"Tuh, kan Om. Nia enggak bohong !" ucap Nia yang bergaya manja dan sok imut di depan Pak Marta.
Dih, dia enggak tahu apa. Sikap sok imutnya itu mengundang orang untuk memaki.
Batin Lesta.
"Lesta sama Rey ke ruangan saya sekarang" ucap Pak Marta.
"Kalau begitu saya mau pulang saja, Om. Mau ke salon. Penampilan saya rusak parah gara-gara berkelahi tadi !" ucap Nia.
Lesta melirik rambut Nia yang sudah seperti rambut singa akibat di tarik olehnya.
Kasihan juga, rambutnya jadi benar-benar berantakan. Tapi modelan begini mah, biarpun rambutnya rapi, ahlaknya tetap berantakan kayaknya.
Batin Lesta.
Nia akhirnya pergi meninggalkan ruangan. Sedangkan Lesta dan Rey masuk ke dalam ruangan Pak Marta.
Para pegawai di ruangan itu yang awalnya sudah bubar karena di perintahkan bubar oleh Pak Marta. Sekarang terlihat kembali berkumpul di depan pintu Pak Marta, saat Lesta dan Rey sudah masuk ke dalam sana. Mereka sedang menguping berjamaah karena penasaran dengan status hubungan Lesta dan Rey.
***************
Sedangkan di dalam ruangan Pak marta.
"Jangan bercanda kamu Rey ! Kamu mau bilang begitu karena ingin mengerjai Lesta kan ? Biar dia jadi bulan-bulanan pegawai di kantor ini karena menjalin hubungan diam-diam denganmu" ucap Pak Marta yang langsung ngegas saat memasuki ruangannya.
"Papa tahu kamu tidak menyukai siapapun yang menjadi Sekretaris Papa. Tapi menjadikan Lesta tameng dengan kebohonganmu yang mengaku telah berpacaran dengan Lesta, dan membuat Lesta harus berkelahi menghadapi amukan Nia. Bukankah ini sudah keterlaluan ?" ucap Pak Marta dengan nada bicara yang tinggi.
Lesta hanya menunduk tidak berani mengangkat wajahnya.
"Aku tidak berbohong. Aku tidak pernah berpikir untuk menjadikan Lesta tameng seperti yang papa katakan !" ucap Rey.
"Aku dan Lesta belum lama ini memang menjalin hubungan. Dan untuk kali ini, aku memang serius !" ucap Rey.
Pak Marta terdiam. Pandangannya beralih pada Lesta.
"Apa yang dikatakan Rey itu benar, Les ?" tanya Pak Marta.
Lesta melirik Rey.
Lesta kelihatan tegang. Terdengar beberapa kali dia meneguk slavinanya, saking gugupnya.
"Benar, Pak Marta. Maaf kalau selama ini kami menyembunyikan hubungan kami. Kami terpaksa menyembunyikan hubungan ini atas dasar profesional kerja, Pak. Kami sepakat, tidak ingin mencampuradukkan antara pekerjaan dan hubungan yang terjalin di antara kami" ucap Lesta.
Pak Marta menarik nafas panjang.
"Kalian berdua sungguh di luar dugaan !" ucap Pak Marta.
Deg !
__ADS_1
Lesta dan Rey terlihat tegang.
"Tidak pernah sedikitpun terlintas di pikiran saya, kalau kalian memiliki perasaan satu sama lain. Mengingat tingkah laku kalian yang bertolak belakang dan pengamatan saya tentang kalian yang selaku bersitegang dan tidak pernah akur" ucap Pak Marta.
"Ternyata ada juga, hal yang lepas dari pengamatan saya selama ini" ucap Pak Marta tertawa.
Lesta agak bernafas lega mendengar tawa Pak Marta.
"Pantas sikap Rey agak melunak akhir-akhir ini. Ternyata kamu penyebabnya" ucap Pak Marta melirik Rey.
Rey membuang muka karena malu.
"Baiklah karena Papa sangat tahu siapa Lesta. Papa rasa not bad lah kalau dia menjadi kekasihmu" ucap Pak Marta berbicara pada Rey.
Rey menatap wajah papanya.
"Pa, mengenai perjodohannya..." belum selesai Rey menyelesaikan kata-katanya, Pak Marta memotong ucapannya.
"Itu biar papa yang urus !" ucap Pak Marta.
"Tapi, ingat. Jangan bermesraan di kantor. Kantor bukan tempat untuk bermesraan. Bedakan antara kantor dan bioskop !" ucap Pak Marta.
Rey tersenyum tipis mendengar ucapan papanya. Sedangkan Lesta hanya bisa menahan malu dengan pipi yang merona.
*********
Rey dan Lesta akhirnya keluar dari ruangan Pak Marta. Bisa di pastikan, pasukan ghibah peleton 2 yang sedang asyik menguping berjamaah tadi, langsung bubar begitu mendengar suara pintu perlahan dibuka.
foto : Lesta.
Lesta melangkah ke mejanya, dan beranjak duduk di kursi kerjanya.
Rey mendekati meja Lesta. Dia mengelus puncak rambut Lesta sambil merapikan rambut Lesta yang terlihat kusut karena di jambak oleh Nia tadi.
Rey tersenyum mendengarnya. Dia berhenti mengelus rambut Lesta.
"Ya, sudah. Aku balik ke ruanganku ya. Nanti siang jangan lupa ketemuan di lobby bawah. Kita makan siang bareng" ucap Rey.
Lesta mengangguk.
Begitu Rey pergi. Ratu Ghibah, Sindi dan partner in crimenya Nana langsung berhamburan mendatangi meja Lesta.
"Astaga, Lesta kamu beneran pacaran sama Pak Rey. Hiks, patah hati aku Les" ucap Sindi penggemar berat Rey.
"Kok, enggak cerita-cerita sih sama kita Les. Kalau kamu pacaran sama Pak Rey. Padahal kan kita sahabat" ucap Nana.
"Jangan gosip ah !" ucap Lesta mengalihkan pembicaraan. Dia bingung mesti menjawab apa.
"Masih ditutup-tutupin lagi. Orang, Pak Reynya aja sudah ngaku di depan umum tadi" ucap Nana.
"Tapi, kami beneran enggak nyangka loh Les. Kapan Pak Rey dan kamunya mulai jatuh cinta. Perasaan tiap ketemu gelut melulu" ucap Sindi.
Lesta hanya tersenyum menanggapi ucapan Sindi.
"Tapi kamu tadi beneran keren kok Les saat berkelahi sama Bu Nia tadi. Kamu pernah belajar bela diri ya ? Sejenis karete atau taekwondo gitu ?" tanya Nana.
Kamu kira aku melakukannya karena seru ?
Batin Lesta.
"Nana, menjambak rambut itu bukan latihan bela diri. Itu otodidak karena terpaksa oleh keadaan !" jelas Lesta.
__ADS_1
Ya, Tuhan.. Kenapa modelan begini jadi temanku sih. Hal yang sesederhana ini aja, dia enggak bisa bedain.
Batin Lesta.
*********
Jam telah menunjukkan pukul 17:00 Sore. Lesta dan Rey sudah berada di dalam mobil untuk pulang bersama.
foto : Rey.
Tiba-tiba, ponsel Rey berdering. Rey menatap nama yang tertera di layar ponselnya. Rey mengangkat telepon tersebut.
"Rey, kamu dimana ?" tanya Pak Marta.
"Di parkiran Pa, Mau pulang ini" jawab Rey.
"Email yang masuk setengah jam yang lalu. Kamu sempat baca enggak ?" tanya Pak Marta.
"Aku sudah baca Pa. Sudah aku balas juga ke Perusahaan Wijaya. Tadi sekretarisku, Yani sudah mengatur jadwal meetingnya. Mungkin Senin depan kita meeting bersama mereka" ucap Rey.
"Oh, Baguslah. Papa kira kamu enggak sempat buka email tadi. Lagi sama Lesta sekarang ?" tanya Pak Marta.
"Iya, Pa" jawab Rey.
"Weekend besok, ajak Lesta ke rumah ya. Papa mau mengobrol banyak sama Lesta" ucap Pak Marta.
Rey melirik Lesta.
"Iya, Pa" ucap Rey.
Pak Marta lalu mematikan ponselnya.
"Siapa sayang ? Pak Marta ya ?" tanya Lesta.
"Iya" ucap Rey.
"Sayang, Papa tadi bilang kamu disuruh ke rumah weekend nanti" ucap Rey.
Deg !
"Ngapain sayang ?" tanya Lesta yang jantungnya sudah dag dig dug.
"Enggak tahu, mungkin mau di panggilin penghulu buat nikahin kita" jawab Rey enteng.
"Sayang, jangan bercanda. Aku beneran gugup nih" ucap Lesta.
Rey tertawa.
"Enggak cuma mau ngobrol doang kata papa tadi" ucap Rey.
"Oh.." ucap Lesta sambil menghembuskan nafasnya lega.
"Kalau kamu enggak mau nikah sekarang, kawinnya duluan enggak apa-apa kok, yang" ucap Rey menggoda Lesta.
Lesta mencubit pinggang Rey.
"Aw..!" teriak Rey.
"Awas ya kalau macem-macem sama aku sebelum waktunya. Nanti aku sentil jantungmu, yang" ucap Lesta.
"Sadis bener sama pacar sendiri !" ucap Rey.
__ADS_1
Lesta tertawa mendengar ucapan Rey.
# Jempolnyaaaaa donggg... Like dan komentar cetar kalian selalu aku tunggu ya.. 🤗 Terima kasih buat yang sudah vote.. kalau kata bang Ariel.. kalian luar biasaaa... Jangan lupa vote lagi yang banyak ya 🙏 #Auto ngelunjak 🤭