Sekretaris Papaku

Sekretaris Papaku
Sekretaris sementara


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 09:00 Pagi, Rey yang sedang berada di ruangan Papanya terlihat serius berpikir.


Sekarang dihadapannya berdiri tiga orang wanita yang merupakan calon sekretaris sementara yang akan dikirim ke kantor cabang. Karena sekretaris Tedy yang lama telah resign, dan proses rekrutmen untuk sekretaris baru sedang berlangsung, maka Tedy memerlukan sekretaris sementara, sesegera mungkin agar pekerjaannya tidak tertunda.


Ada Sekretaris Tiwi, Sekretaris Novi dan Sekretaris Erna yang sedang menunggu keputusan Rey sekarang.


Entah kenapa Papa menyuruhku yang memilih pegawai mana yang bakal di kirim ke kantor cabang sebagai sekretaris Tedy. Sedangkan dia sendiri sedang berangkat ke luar kota.


Batin Rey.


"Jadi bagaimana Pak Rey ? Siapa yang akan kita kirim ke kantor pusat ?" tanya Pak Tito selaku manager personalia.


Rey menatap sekretaris Tiwi lekat. Dia menyeringai.


Tinggal pilih saja kan ? Apa susahnya ! Tapi tentu saja aku akan memberi yang istimewa untuk adikku, Tedy. Tunggu hadiah sekretaris kirimanku Tedy !


Batin Rey.


"Sekretaris Tiwi yang akan dikirim ke kantor cabang !" ucap Rey.


Sekretaris Tiwi melotot mendengarnya.


**********


Sekilas tentang sekretaris Tiwi.



foto : Tiwi.


Sekretaris Tiwi adalah sekretaris dari divisi Administrasi Umum. Dia bisa masuk ke perusahaan MD Group karena kemampuan Akademiknya yang terbilang cukup mengagumkan dan rekomendasi dari Pak Marta.


Tiwi adalah anak dari teman Pak Marta. Papa tiwi dan Pak Marta berteman akrab sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas.


Tiwi juga berasal dari kalangan atas sama seperti keluarga Pak Marta. Hanya saja Papanya Tiwi tidak bekerja di bidang bisnis. Tetapi sebagai abdi negara yang berpangkat tinggi.


Karena kebiasaan Tiwi yang manja dan sikapnya yang selalu menghambur-hamburkan uang, maka Papa Tiwi menitipkan anaknya untuk bekerja di perusahaan temannya agar tahu betapa sulitnya mencari uang di zaman sekarang.


Setelah cukup lama bekerja di Perusahaan Pak Marta. Sikap Tiwi yang boros sedikit demi sedikit bisa berubah.


Tetapi hanya sifat borosnya itu yang bisa berubah. Sedangkan sifat manja dan semaunya-maunya itu sulit dihilangkan dari dirinya. Mungkin karena dia anak satu-satunya yang sangat dimanja oleh orang tuanya. Namun walau begitu, Tiwi merupakan pribadi yang ramah dan supel dalam bergaul.


Sedangkan untuk kisah cintanya, Tiwi menyukai tipe pria yang kalem, cool dan tata bahasanya sopan. Tipe seperti Aldo. Tiwi sempat menyukai Aldo dan mengejarnya. Tetapi saat Aldo bilang dia sudah mempunyai kekasih, Tiwi mundur teratur.


Sudah bisa ditebak kan, mengapa Rey memilih Tiwi yang akan di kirim ke kantor cabang. Karena sifat Aldo yang mirip sekali dengan sifat Tedy. Rey berharap Tiwi akan menyukai dan mengejar Tedy. Sehingga Tedy akan sibuk meladeni Tiwi dan tidak sempat mengganggu hubungannya dengan Lesta.


Tiwi tipe orang yang sangat bertekad kuat untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkannya. Aldo saja sempat pusing sewaktu Tiwi gencar-gencarnya menempel padanya saat melakukan pendekatan kepadanya. Untungnya Aldo mengambil sikap tegas.

__ADS_1


*******


Pagi hari di anak cabang perusahaan Marta Dinata, Tedy sudah duduk di ruangannya.



Foto : Tedy.


Dengan menggunakan setelan jas bewarna hitam pada pagi hari ini, membuat penampilan Tedy semakin menawan.


Dia mulai membuka laptop di meja kerjanya dan melihat jadwal meetingnya untuk hari ini.


Belum lama ini dia agak kewalahan dengan pekerjaan barunya. Karena sekarang dia menjabat sebagai pelaksana tugas Direktur Proyek. Dikarenakan Direktur proyek yang lama di kantor cabang ini telah pensiun. Tetapi Pak Marta masih berfikir ulang untuk memberi jabatan Direktur pada Tedy dikarenakan usianya yang masih relatif muda. Sehingga untuk kedepannya Pak Marta akan menunujuk orang lain untuk posisi ini, dan untuk sementara waktu ini, Tedy yang akan menjabat sementara sebagai pelaksana tugas sementara Direktur Proyek.


Kebetulan di saat keadaan sedang seperti ini, sekretaris Tedy juga mengajukan resign karena telah menikah dan harus ikut suaminya bertugas di luar kota. Untungnya asisten pribadi Tedy, yaitu Pak Azmi telah menyiapkan sekretaris sementara yang telah dikirimkan dari pusat.


"Jadi dimana sekretaris yang diperbantukan dari kantor pusat itu sekarang ? Aku memerlukannya untuk mengatur jadwal meetingku yang baru dan mengetik beberapa surat kontrak" ucap Tedy.


"Dia sudah ada di meja kerjanya dari tadi, Pak" ucap Azmi.


"Lalu ? Suruh dia masuk kemari !" ucap Tedy.


"Saya sudah bilang padanya, Pak. Tetapi dia bilang bapak disuruhnya menunggu sebentar. Ada pekerjaannya yang masih nanggung" ucap Azmi.


"Nanggung ? Memangnya dia mengerjakan apa ? Pekerjaan saja belum saya berikan" ucap Tedy.


"Ya, sudah. Aku sendiri yang akan pergi melihatnya !" ucap Tedy.


Tedy keluar dari ruangan kerjanya dan menghampiri meja sekretarisnya yang berada tidak jauh dari ruangannya.


Tedy melihat wanita yang kepalanya menunduk karena sedang asyik mengecat kukunya menggunakan kuteks.


Jadi ini yang dia bilang lagi nanggung kerjaannya ? Mengecat kuku ?


Batin Tedy.


"Apa kamu di gaji disini untuk mengecat kuku ?" ucap Tedy.


Wanita itu terkejut. Dia menghentikan kegiatannya dan mendongak. Melihat siapa yang berbicara barusan.


Jleb !


Tedy terkejut bukan main saat yang dilihatnya adalah Sekretaris Tiwi.


Sial ! Kenapa dia ada disini ? Jangan bilang dia yang akan menjadi sekretarisku. Aku cukup kenal siapa dia. Aku sudah seringkali melihatnya sewaktu sedang berkunjung ke kantor pusat dan saat ulang tahun Perusahaan. Dari rumor yang aku dengar dan aku lihat sendiri, sifatnya sangat manja, suka bertindak semaunya dan bising !


Batin Tedy.

__ADS_1


"Kenapa dia disini ?" tanya Tedy memastikan kembali pada Azmi.


"Dia Sekretaris yang dikirim dari kantor pusat oleh Pak Rey untuk diperbantukan disini, Pak" ucap Azmi menjelaskan.


Rey ? Bagus sekali Rey.. Sekretaris yang kamu pilihkan untukku. Jangan pikir aku tidak tahu mengapa kamu mengirimkan anak teman papa, yang manja ini ke sini.


Batin Tedy.


"Kamu ke ruangan saya, Tiwi !" ucap Tedy.


Tedy melangkah masuk ke dalam ruangannya diikuti oleh Tiwi yang berjalan di belakangnya.


"Silahkan duduk" ucap Tedy.


Tiwi menuruti ucapan Tedy. Dia duduk berhadapan dengan Tedy sekarang.


Tedy memandang sinis pada Tiwi. Dia langsung terbayang pada tingkah laku acakadul Tiwi sewaktu acara ulang tahun Perusahaan. Dengan dandanan super menor dan paling mencolok, dia berdandan habis-habisan datang ke pesta ulang tahun Perusahaan. Dengan dandanan seperti itu siapapun yang melihat pasti akan salah paham dan mengira itu pesta ulang tahun Tiwi. Belum lagi suara bising yang dia buat selama pesta, menimbulkan kehebohan tersendiri bagi siapa saja yang mendengarnya.


Seandainya ada jasa tukar tambah ahlak, aku pasti sudah mendaftarkannya di urutan pertama.


Batin Tedy.


"Jadi kamu sekretaris yang dikirim dari pusat untuk di perbantukan disini ?" tanya Tedy pada Tiwi.


"Iya, Pak !" ucap Tiwi.


"Sedikit banyak saya sudah mengetahui tentang diri kamu. Yang perlu saya tekankan disini, bahwa ini tempat bekerja bukan salon atau semacamnya. Jangan habiskan waktumu di kantor ini dengan berhias terus menerus !" ucap Tedy.


"Setiap pekerjaan yang saya berikan juga harus selesai tepat waktu, tidak boleh ditunda-tunda dan mengulur-ngulur waktu. Dan terakhir saya benci kebisingan. Saya menyukai suasana tenang" sambung Tedy.


"Tapi, Pak saya agak keberatan dengan peraturan yang pertama bapak katakan tadi" ucap Tiwi.


Tedy mengernyit.


"Bolehkah saya berhias di tempat kerja, kalau pekerjaan yang bapak beri telah selesai ? Soalnya nih Pak, kalau misalnya saya enggak berhias kan bapak sendiri yang malu kalau ada tamu yang datang dan bilang sekretaris Pak Tedy kucel. Belum lagi, saya meyakini istilah 'Kita bisa bertemu jodoh kita dimanapun dan kapanpun'. Jadi saya harus tetap memperhatikan penampilan untuk menyambut calon suami saya nanti. Siapa tahu, jodoh saya nanti ada di perusahaan ini" ucap Tiwi panjang lebar.


"Tetap saja tidak saya perbolehkan untuk berhias selama jam kerja. Apalagi mengecat kuku seperti tadi. Menghabiskan jam bekerja yang terbuang sia-sia" ucap Tedy.


"Tapi, Pak. Nanti calon suami saya terkejut melihat penampilan wajah saya yang tidak memakai make up karena pudar. Menurut vlog kecantikan, setidaknya kita harus memakai make up setiap 3 jam sekali" ucap Tiwi.


Tedy yang dari tadi merasa ucapannya dibantah terus menerus merasa kesal bukan main pada Tiwi.


"Sudah turuti saja yang saya perintahkan itu dan berhenti membahas tentang calon suami ghaibmu itu !" ucap Tedy kesal.


#Minta jempolnya donggg.. like, vote dan komen ya 🙏🏼


Jangan lupa baca novel sahabatku juga ya..

__ADS_1



__ADS_2