Sekretaris Papaku

Sekretaris Papaku
Ngambek


__ADS_3

Lisa masih berdiri di balik pintu gudang penyimpanan berkas. Dia mengusap dadanya beberapa kali, mencoba menenangkan diri dari ancaman Lesta barusan.


Fiuhh ! Sadis juga ya. Sepertinya aku tidak bisa menganggapnya remeh.


Batin Lisa.


Cukup lama Lisa di dalam ruangan itu, dan akhirnya dia keluar dengan membawa dokumen bulan lalun yang dicarinya.


Ya, untuk otaknya yang terbilang pintar dalam akademik, tidak sulit baginya menemukan dokumen tersebut tanpa bantuan dari Lesta.


Dia kembali ke meja kerjanya, dan mulai mengerjakan pekerjaan yang telah di beri Pak Marta tadi.


********


Jam telah menunjukkan pukul 17:00 Sore. Rey datang ke ruangan Lesta untuk mengajaknya pulang bersama.


"Ayo, pulang" ajak Rey pada Lesta.


"Tunggu ya, ini lagi berkemas-kemas sebentar" ucap Lesta yang merapikan tumpukkan dokumen yang ada di mejanya.


Tiba-tiba terdengar langkah kaki dan sapaan wanita yang mendekat ke arah mereka.


"Kak Rey.. Mau pulang ya bareng kak Lesta ? Lisa boleh ikut pulang bareng kalian enggak ?" tanya Lisa.


Rey dan Lesta saling menatap.


"Kamu kan bawa mobil, kenapa mau pulang bareng aku ?" tanya Rey.


"Aku enggak bawa mobil kak. Mobilku masuk bengkel, jadi tadi di antar sopir. Karena rumah kita berdekatan, bolehkan kalau aku ikut menumpang di mobil kak Rey ?" ucap Lisa.


Rey mengernyit. Dia tampak berpikir lama.



foto : Rey.


Lesta yang dari tadi merasa geram melihat tingkah laku Lisa sedari tadi, mengeluarkan ponselnya. Dia terlihat mengetik sesuatu di layar ponselnya.


"Memangnya alamat rumah Lisa dimana ?" tanya Lesta.


"Kan tadi aku sudah bilang, rumah aku deketan sama rumah kak Rey. Cuma beda 4 rumah doang" ucap Lisa.


"Oh, ya sudah. Berarti pakai alamat Pak Marta aja ya. Kebetulan saya punya mapnya" ucap Lesta.


Lisa mengernyit. Dia tampak kebingungan. Sedangkan Lesta masih sibuk mengetik pada ponselnya.


"Nah, Sudah ! Beres !" ucap Lesta.


"Kamu tinggal menunggu di Lobi bawah, Lisa. Aku telah memesan taksi online untukmu. Sebentar lagi taksi online yang menjemputmu akan segera tiba. Kalau kamu ikut dengan kami, aku takut kamu akan telat sampai ke rumah. Karena Rey mau mengantarku pulang terlebih dahulu" sambung Lesta.


Lisa tampak kesal mendengar ucapan Lesta barusan. Tangannya mengepal geram.


**********


Sedangkan di dalam mobil yang dikendarai oleh Rey. Terlihat sepasang orang yang sedang asyik mengobrol sepanjang jalan menuju pulang ke rumah.

__ADS_1


"Sayang, aku beneran kesal dengan sepupumu itu ! Entah kenapa, aku merasa dokumen yang hilang tadi siang kerjaannya dia" ucap Lesta.


Rey tertawa mendengarnya.


"Sayang, kamu kok tertawa ?" tanya Lesta.


"Kamu yakin enggak lupa meletakkannya sembarangan ? Atau karena banyak berkas dokumen di mejamu yang berantakan, jadi dokumen itu jatuh ke bawah ?" ucap Rey.


"Apa ? Jadi kamu mau bilang secara enggak langsung, memang aku yang ceroboh meletakkan dokumen itu dimana. Dan secara enggak langsung kamu juga mau bilang meja aku berantakkan ? Sejak kapan kamu lihat meja aku berantakkan. Aku selalu menyusun dokumen di atas meja dengan rapi" ucap Lesta.


"Jadi kenapa kamu sok-sok'an membelaku tadi, kalau ternyata kamu menuduhku begitu ?" sambung Lesta.


"Aku tidak menuduhmu. Aku juga membelamu bukankah sudah seharusnya ? kamu ini kan pacarku. Wajar kalau aku membelamu !" ucap Rey.


"Wajar ? Jadi, walaupun misalnya pacarmu itu berbuat salah, kau tetap membelanya ? Pemikiran macam apa itu !" ucap Lesta.


"Jangan-jangan, sewaktu Lisa mau ikut pulang bareng tadi kamu memang berniat mengajaknya ikut bersama kita. Makanya, kamu kelihatan lama berpikir tadi !" ucap Lesta.


"Jangan ngaco kamu, sayang !" ucap Rey kesal.


Lesta memandang ke luar membuang muka.


Mobil yang dikendarai Rey tiba di rumah Lesta.


Lesta turun dari mobil dengan perasaan kesal. Rey membuka kaca mobilnya. Kebiasaan mereka, ketika mengantar Lesta pulang mereka akan saling menyapa untuk berpamitan. Tetapi tidak kali ini.


"Aku enggak menyangka kamu lebih percaya sama sepupumu itu ! Apa karena kalian sudah lama saling mengenal atau ada semacam perasaan di antara kalian ! Yang jelas aku beneran kecewa sama kamu !" ucap Lesta yang sudah berdiri di samping kaca mobil Rey.


"Astaga ! Kamu ribet banget sih yang ! Aku enggak ada apa-apa. Kamu mikirnya kejauhan !" ucap Rey dengan nada suara yang mulai tinggi. Wajah Rey mulai terlihat kesal.


Lesta cukup kaget melihat perubahan nada suara Rey dan mimik muka Rey yang kesal.


"Terserah kamu saja !" ucap Rey tak mau kalah.


Lesta semakin bertambah kesal mendengar ucapan Rey barusan. Lesta lalu melangkah pergi masuk ke dalam rumah. Sedangkan Rey melajukan mobilnya untuk bergegas pergi.


********


Sampai di rumah, Lesta melihat Anis yang sedang duduk di sofa yang berada di depan TV, sambil memakan semangkok bakso.


"Baru pulang Les ?" sapa Anis.


Lesta mengangguk dan meletakkan tasnya di atas meja. Dia ikut duduk di sofa, bersebelahan dengan Anis.


"Kenapa muka kamu manyun begitu, Les ? Tuh, ada bakso di meja makan. Aldo yang beliin tadi" ucap Anis.


"Aku kesel banget Nis ! Sama sepupu Rey yang aku ceritaiin ke kamu kemarin" ucap Lesta.


"Yang datang sewaktu kamu makan siang di rumah Rey kemarin kan, Les ?" tanya Anis.


Lesta mengangguk.


"Sifatnya nyebelin banget, Nis !" ucap Lesta.


Lesta mulai menceritakan kejadian di kantor tadi siang, sampai dia bertengkar kecil di mobil tadi.

__ADS_1


Anis malah tertawa.


"Kenapa kamu ikutan tertawa, Nis ?" tanya Lesta.


"Lagian, kamu lucu banget ! Mereka kan sepupuan, wajar kalau dekat. Lagian yang namanya sepupu, kan juga enggak bakal bisa saling menikah. Aneh kamu ! Pakai bilang ada perasaan segala" ucap Anis.


"Kamu enggak melihat langsung, Nis. Jadi kamu enggak tahu kebenarannya !" ucap Lesta.


Anis hanya mengangkat kedua bahunya sebagai respon ucapan Lesta barusan


***************


Keesokan harinya, Lesta benar-benar berangkat ke kantor sendiri. Pagi-pagi sekali, dia telah memesan ojek online untuk pergi ke kantor.


Setibanya di kantor, Lesta dan Sindi membeli bubur ayam yang berada di seberang kantor untuk sarapan. Mereka menikmati sarapan mereka.


Setelah sarapan, mereka kembali ke ruangan mereka. Di sana sudah ada Nana yang sudah duduk manis di meja kerjanya.


"Dari mana aja kalian berdua ?" sapa Nana.


"Habis sarapan di seberang !" ucap Lesta.


"Kok enggak ngajakin aku sih !" ucap Nana.


"Kamu telat ! Selalu datang ke kantor, kejar-kejaran sama jam masuk kantor" ucap Sindi.


Nana manyun mendengarnya.


"Oh, iya Les. Tadi Pak Rey nyariin kamu ke sini. Tapi aku bilang saja kamu lagi keluar" ucap Nana.


Lesta mengangguk


"Oh iya, makasih Nana" Ucap Lesta.


*****************


Lesta mulai mengerjakan pekerjaannya seperti biasa. Tak lama kemudian, Rey yang membawa laporan proyek yang akan segera dilaporkannya pada Pak Marta, masuk ke dalam ruangan Pak Marta. Dia melewati meja Lesta, tanpa menyapa Lesta sama sekali. Sepertinya dia masih terlihat kesal pada Lesta.


Dih, dia kok ikutan ngambek sih !


Batin Lesta.


Begitu juga dengan Lesta. Melihat sikap Rey yang acuh tak acuh barusan, membuat tingkat kesalnya kepada Rey semakin bertambah.


Apalagi saat Pak Marta memerintahkan Lesta untuk masuk ke ruangannya, untuk mengetik dokumen yang akan di kirim ke Perusahaan kolega, Lesta dan Rey saling membuang muka dan tidak bertegur sapa.


Lisa yang menyadari tingkah Rey dan Lesta yang mulai sedikit merenggang, merasa senang. Terlihat sebuah senyuman mengembang dari sudut bibirnya.


*******


Selang beberapa menit kemudian, Lisa terlihat berkemas mengambil tasnya. Dia sedang bersiap melangkah menuju ke ruangan Rey.


Tadinya, Pak Marta memerintahkan Lesta untuk di perbantukan ke ruangan Rey. Dikarenakan sekretaris Rey yang meminta izin tidak masuk bekerja pada hari ini.


Tetapi karena banyak surat keluar yang harus dikeluarkan dan banyak laporan yang harus di input ulang oleh Lesta, maka Pak Marta menyuruh Lisa untuk membantu Rey di ruangannya.

__ADS_1


Lisa sengaja melewati meja Lesta dengan senyuman sindirannya. Mata mereka kembali bertemu. Lisa tersenyum penuh kemenangan, merasa dirinya mempunyai peluang besar untuk mendekati Rey.


# Jempolnya dong.... Like, komen dan vote ya makasih 🙏 Maaf telat up..


__ADS_2