
Setelah semalaman Anis menangis bombay, pagi hari ini, keadaannya terlihat jauh lebih membaik.
Anis mulai menyantap roti tawar yang telah diolesi selai dan segelas teh hangat buatan Lesta.
"Gimana keadaan kamu sekarang, Nis ?" tanya Lesta.
"Sudah enggak sedih lagi. Sudah puas nangisnya semalam" ucap Anis.
"Aku enggak nyangka, Les. Bisa-bisanya Aldo bohongin aku" ucap Anis.
"Aku juga terkejut sih mendengar pengakuannya semalam. Tapi, bukannya kita harus mendengar penjelasannya dulu, Nis. Dia bilang ada yang mau di jelasinnya semalam" ucap Lesta.
"Aku sudah enggak mau dengar apapun lagi dari mulutnya" ucap Anis.
"Aku enggak suka di bohongi !" ucap Anis.
Tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu dari luar.
"Les, kalau misalnya itu Aldo. Bilang, kalau aku lagi keluar ya. Ke pasar kek atau ke mana" ucap Anis sambil melirik ponselnya yang tidak berhenti berdering. Untungnya, Anis telah mengaktifkan mode hening di ponselnya.
Lesta mengangguk. Lesta lalu melangkah ke ruang tamu untuk membuka pintu.
"Aldo ?" ucap Lesta.
Beneran dia ternyata.
Batin Lesta.
"Les, Anis ada ?" tanya Aldo.
"Anis enggak ada di rumah. Dia sedang pergi" ucap Lesta yang menjawab sesuai perintah Anis.
Aldo melirik sekilas ke dalam.
"Anis beneran pergi ? Kamu enggak bohong kan Les ?" tanya Aldo.
"Iya, dia lagi pergi" ucap Lesta singkat, takut ketahuan berbohong.
"Les, ngomong sebentar yuk" ucap Aldo.
"Hmm.. Tapi di teras luar saja ya Do" ucap Lesta.
Aldo mengangguk.
Aldo dan Lesta akhirnya duduk di teras depan untuk mengobrol.
"Les, Kamu pasti ikut kesal ya sama aku. Karena melihatku sama cewek yang ada di pesta kemarin" ucap Aldo.
"Ya, begitulah !" ucap Lesta.
"Aku lihat kalian berdua sangat akrab ya di pesta kemarin. Aku lihat dia beberapa kali menyentuhmu dengan intens" ucap Lesta dengan nada menyindir.
"Dia yang menyentuhku kan ? Aku sudah berulang kali menepisnya" ucap Aldo.
Lesta hanya diam.
"Les, bantu aku bicara sama Anis. Dia harus mendengarkan dulu penjelasanku. Aku memang akan lembur kemarin, karena ada masalah di laporan keungan. Tapi, mamaku ngotot menyuruhku datang ke acara ulang tahun Bu Marta. Mamaku bilang kondisinya sedang tidak enak badan, tetapi tetap mau datang ke pesta ulang tahun Bu Marta karena itu juga pesta keluarga. Jadi mamaku meminta aku yang menemaninya, karena kebetulan papaku lagi di luar kota" ucap Aldo.
"Tetapi, ternyata itu hanya akal-akalan mamaku saja agar aku datang ke pesta itu. Mama mengenalkanku pada anak temannya, untuk dijodohkan denganku. Aku sudah bilang terus terang pada wanita itu, bahwa aku sudah memiliki kekasih. Tetapi dia tipe orang yang penuh dengan kepercayaan diri yang tinggi. Dia berusaha meyakinkanku dan merayuku agar luluh padanya. Tapi semua itu tidak pernah berhasil menggoyahkan perasaanku terhadap Anis. Bahkan aku telah memberitahu mamaku agar jangan mengatur perjodohan seperti itu lagi untukku, karena aku sudah memiliki kekasih" ucap Aldo.
"Malam itu aku berencana mengajak Anis bertemu mamaku. Aku ingin mengenalkan Anis pada mamaku. Tapi sudah keburu begini kejadiannya" ucap Aldo.
"Kamu enggak bohong sabtu kemarin memang mau lembur ? Bukannya tanggal segini pekerjaan agak nyantai. Ini juga bukan akhir bulan karena harus diburu oleh laporan akhir bulan kan ?" ucap Lesta.
"Aku enggak bohong Lesta. Lembur kemarin sifatnya urgent. Karena ada masalah di laporan keuangan. Tetapi karena aku bilang mamaku sakit, makanya Direktur keuangan sama Pak Marta dapat memaklumi. Ternyata, itu cuma akal-akalan mamaku saja" ucap Aldo.
Lesta mengehela nafas.
"Aku enggak ada niat bohongin dia, Les. Please, bantuin aku ya membujuk Anis" ucap Aldo.
"Ya, kamu tahu sendiri kan Do. Anis orangnya keras kepala kayak gitu. Bakal susah kayaknya buat ngeyakinin dia" ucap Lesta.
Aldo terdiam sesaat. Dia merasa ucapan Lesta itu benar adanya. Dia juga sudah sangat hafal tabiat kekasihnya itu.
"Kalau begitu, aku boleh nungguin dia pulang di sini?" tanya Aldo.
"Kamu pulang dulu aja, Do. Aku enggak tahu jam berapa Anis bakal pulang. Mana dia enggak bawa ponsel lagi" ucap Lesta berkilah.
"Iya, enggak apa-apa. Aku tetap tungguin dia di sini saja. Aku harus kasih penjelasan secepatnya sama dia. Kalau di tunda-tunda entar dia tambah mikir kejauhan" ucap Aldo.
Waduh, pantang menyerah banget sih. Disuruh pulang, enggak pulang-pulang !
Batin Lesta.
"Ya, sudah kalau kamu memang mau nungguin Anis di sini. Aku masuk ke dalam dulu ya. Banyak yang mau di beresin dirumah kalau hari minggu kayak gini" ucap Lesta.
"Iya, Les. Lanjut saja sana sama pekerjaanmu di dalam" ucap Aldo.
__ADS_1
Lesta lalu masuk ke dalam rumah. Dia langsung melangkah masuk ke kamar Anis.
"Anis, Aldo di luar tuh nungguin kamu. Disuruh pulang juga enggak mau. Padahal aku sudah bilang kalau kamu pergi. Tapi dia tetep pingin nungguin kamu di sana" ucap Lesta.
"Biarin aja ! Paling bentar lagi dia pulang" ucap Anis.
"Nis, sebenarnya tadi aku sama Aldo sempat ngobrol panjang lebar di teras" ucap Lesta.
Lesta akhirnya bercerita panjang lebar, seperti yang di ceritakan oleh Aldo barusan.
Anis hanya menanggapi ucapan Lesta dengan datar.
"Aku enggak percaya sama cerita Aldo" ucap Anis.
Sudah aku duga ! Dasar kepala batu ! Lama-lama, aku bisa salah urat ngurusin masalah mereka berdua. Aku ini bukan tipe orang yang suka ngurusin urusan orang. Urusan sendiri aja bikin pusing.
Batin Lesta.
Drtttttt..
Tiba-tiba, ponsel Lesta berdering. Lesta melirik nama yang tertera di layar ponselnya.
Preman Pasar is calling...
Lesta mengangkat panggilan masuk dari Rey.
"Sudah bangun ?" tanya Rey.
"Lah, ini kan jam 10 pagi Rey ? Aku sudah bangunlah dari tadi. Atau jangan-jangan kamu ya yang baru bangun sekarang ?" ucap Lesta.
Rey tertawa.
Kalau dia enggak ngebantah berarti bener, dia baru bangun.
Batin Lesta.
"Jalan yuk hari ini" ucap Rey.
"Jalan ?" ucap Lesta sambil melirik Anis yang berada di sebelahnya.
Anis yang seakan mengerti, arti dari lirikan mata Lesta langsung menimpali.
"Sudah, jalan aja sana sama Rey. Aku sudah enggak sedih lagi kok. Sudah baikan. Kasihan sama yang baru jadian, pingin ngajak jalan tuh" ucap Anis.
"Beneran enggak apa-apa, Nis ?" tanya Lesta.
"Iya, enggak apa-apa" ucap Anis.
Ya, Tuhan.. Gini amat kalau punya pacar preman pasar. Mulutnya suka keseleo !
Batin Lesta.
"Jadi jalan enggak nih ? Aku jemput ya sebentar lagi !" ucap Rey.
Belum juga jawab.
Batin Lesta.
"Iya.. Jangan lupa mandi dulu sebelum ke sini !" ucap Lesta.
"Kenapa nyuruh aku mandi dulu. Soalnya mau kamu cium ya nanti ?" ucap Rey.
"Dasar mantan playboy ! ciuman aja noh sama tiang" ucap Lesta.
Rey ketawa ngakak.
"Ya, sudah. Aku siap-siap dulu ya" ucap Rey.
"Oke.. Aku tunggu ya" ucap Lesta.
Lesta lalu mematikan teleponnya dengan senyum yang di kulum sedari tadi.
"Duh, yang baru jadian. Banyak bunga-bunga noh di atas kepala kamu Les" ucap Anis menyindir Lesta.
Lesta tertawa mendengar ucapan Anis.
***********
Satu jam kemudian, Rey datang dengan penampilan yang serapi dan sekeren mungkin. Maklum ini kencan pertama mereka setelah resmi menyandang status pacaran.
foto : Rey.
"Rey ?" ucap Aldo yang terkejut dengan kehadiran Rey yang baru datang.
"Hmm" jawab Rey.
__ADS_1
"Ngapain kamu di sini Rey ?" ucap Aldo.
"Mau menjemput pacarku lah" ucap Rey.
"Lesta ?" tanya Aldo.
"Memang yang mana lagi kalau bukan Tari !" ucap Rey.
"Kalian beneran sudah pacaran ? Memang Tarinya mau ?" tanya Aldo.
Mata Rey langsung melotot.
"Memangnya ada yang tidak menyukaiku ?" ucap Rey.
Sombong amat !
Batin Aldo.
"Tadinya aku enggak mau, Do. Tapi, karena di paksa, ya terpaksa mau" ucap Lesta yang tiba-tiba muncul dari dalam.p
Aldo tertawa mendengar ucapan Lesta. Sedangkan Rey terlihat kesal.
Lesta hampir saja lupa dengan keberadaan Aldo. Dia tidak menyangka Aldo masih setia menunggu Anis, yang dia pikir memang sedang pergi.
"Do, sebaiknya kamu pulang dulu saja ya. Soalnya aku sama Rey mau pergi" ucap Lesta.
"Kalau kalian mau pergi, pergi saja. Biarin aku tunggu Anis disini" ucap Aldo.
"Tapi, sebaiknya kamu pulang dulu saja, Do. Soalnya pagar mau aku gembok juga. Disini banyak pencuri masuk kalau melihat rumah sedang kosong" ucap Lesta yang menirukan ucapan yang Anis ajarkan di kamarnya tadi.
Dengan terpaksa Aldo mengikuti ucapan Lesta. Mereka keluar dari rumah itu berbarengan dengan tujuan yang berbeda. Rey dan Lesta yang akan pergi berkencan, dan Aldo yang akan pulang ke rumahnya.
**********
Sedangkan di dalam mobil yang dikendarai oleh Rey.
"Rey, emang bener laporan keuangan di perusahaan lagi bermasalah ?" tanya Lesta.
"Laporan keuangan ? Kamu tahu dari mana ? Apa ini ada hubungannya dengan masalah Aldo sama Anis ya ?" tanya Rey.
"Iya, nih. Aku kasihan sama Aldo. Pingin bantuin menyelesaikan salah paham diantara mereka. Aldo bilang dia enggak bohong soal lembur dikantor" ucap Lesta.
"Kalau masalah itu aku enggak mengurusnya Tari. Aku cuma mengurus masalah proyek yang masuk. coba kamu tanya sama papa. Semua laporan kan masuk ke Pak Marta" ucap Rey.
"Percuma dong, punya pacar Direktur tapi ujung-ujungnya harus aku sendiri juga yang tanya ke Pak Marta tentang laporan keuangan. Pak Marta pasti tanda tanya nih sama aku kenapa berani-beraninya nanyain masalah intern kayak gitu" ucap Lesta.
Tiba-tiba, Rey menepikan mobilnya ke tepi jalan.
Lah, kok berhenti.
Batin Lesta.
Rey mengambil ponselnya dan menelpon Direktur Keuangan. Dia sengaja menekan tombol speaker di ponselnya agar tidak menjelaskan lagi isi percakapannya dengan Direktur Keuangan kepada Lesta. Dia bertanya mengenai laporan keuangan yang sedang bermasalah.
Dari hasil obrolan dengan Direktur Keuangan tadi, ternyata ada salah satu pegawai di ruangan keuangan yang keliru menginput nominal angka di laporan keuangan. Sehingga membuat semua rincian di laporan tersebut harus di ubah. Maka dari itu Aldo, selaku manager keuangan di daulat untuk memperbaiki dan memeriksa kembali laporan tersebut. Untungnya masalah tersebut sudah beres sekarang. Semua telah diselesaikan dengan baik oleh Aldo tadi malam. Pak Direktur Keuangan bilang, Aldo bergadang menyelesaikan laporan tersebut.
Kasihan Aldo. Pantes dia kelihatan kusut sekali tadi. Aku kira hanya karena masalahnya dengan Anis. Ternyata dia enggak tidur menyelesaikan laporan tersebut. Dan pagi-paginya langsung ke sini nemuin Anis.
Batin Lesta.
"Gimana, apa kamu sudah puas mendengarkan penjelasan Direktur keuangan tadi ? Aku pacar yang bisa diandalkan kan ?" ucap Rey dengan pedenya.
"Iya, deh. Tapi bisa minta email perintah lembur buat Aldo enggak dari Pak Direktur Keuangan. Biar Anis percaya. Anis orangnya mah gitu susah percaya kalau enggak ada bukti konkrit !" ucap Lesta.
"Banyak banget maunya !" ucap Rey dengan nada yang kesal.
Lesta langsung cemberut mendengar ucapan Rey barusan. Rey yang melihat raut wajah Lesta yang cemberut, langsung luluh melihat wajah Lesta yang dianggapnya menggemaskan itu.
"Iya deh. Bakal aku minta emailnya sama Direktur Keuangan. Tapi mana dulu hadiahnya buat aku ?" ucap Rey.
"Hadiah ?" tanya Lesta.
"Iya aku kan sudah bersusah payah !" ucap Rey yang sudah merasa seperti Pahlawan bertopeng, yang sudah menyelamatkan dunia dari kehancuran, padahal hanya menekan tombol telepon saja yang dikerjakan sedari tadi.
Hadiah ?
Batin Lesta.
Lesta lalu memeluk Rey.
"Terima kasih, sayang !" ucap Lesta yang berbicara sambil mengelus puncak kepala Rey.
Rey terkejut mendapat perlakuan dari Lesta barusan. Dia tersenyum.
"Iya, aku suka. Untuk seterusnya panggil aku seperti itu. Dan aku akan memanggilmu Si Bawel Kesayanganku " ucap Rey yang membalas pelukan Lesta.
Lah panjang amat !
__ADS_1
Batin Lesta.
# Sore ya double up, kalau enggak agak malaman dikit. Aku sempat ketawa ketiwi baca komentar dari kalian yang banyak minta jodohin si Anis sama Tedy aja... Yang minta Lesta sama Tedy juga masih banyak. Kasihan amat babang Tedy di lempar sana sini jodohnya..🤠Pokoknya selamat hari minggu buat kalian yang setia menunggu🤗 Jangan lupa minta likenya donggg.. vote dan komentar ya... Komentar kalian semangatku 😘