
Ajaibnya, waktu menyembuhkan luka. Namun luka kembali seiringnya waktu (cz).
****************
Double up ya, sebagai ganti janji double up yang kemarin ðŸ¤âœŒ Jangan lupa likenya juga double ya ðŸ¤
****************
Lesta masuk ke dalam rumah dengan pipi yang merona dan senyum yang mengembang. Sekarang penyakit yang dia sebut gejala gila tadi, sepertinya berbalik menyerang dirinya sendiri.
Anis yang kebingungan melihat tingkah Lesta yang cengar-cengir, akhirnya berinisiatif bertanya.
Foto : Anis.
"Les, kamu baru dapat bonus ya dari kantor ? Atau enggak gajimu naik ya ?" tanya Anis.
Lesta mengernyit.
"Enggak kok. Emang si Aldo bilang ya bakal ada kenaikan gaji buat aku ?" ucap Lesta yang langsung sadar dari cengar-cengirnya bila sudah menyangkut masalah gaji. Secara kan Aldo, manager keuangan. Paling tidak, dia mengetahui bila ada kenaikan gaji di perusahaan.
"Dasar, Maunya !" ucap Anis.
Lesta langsung manyun mendengar ucapan Anis yang hanya sekedar bercanda tadi. Padahal dia sudah sangat antusias mendengar kata 'kenaikan gaji' tadi.
Karena membahas Aldo, tiba-tiba dia teringat dengan kejadian di pesta tadi.
Duh, aku cerita enggak ya sama Anis kalau tadi, aku melihat Aldo lagi sama cewek lain di pesta keluarga Rey. Kalau enggak dikasih tahu, kasihan Anis. Dia enggak tahu kalau lagi dibohongi sama Aldo. Apalagi dia sahabatku. Tapi, kalau aku kasih tahu sekarang. Aku juga belum tahu gimana ceritanya dengan jelas. Siapa cewek itu sebenarnya. Apalagi Anis itu orangnya keras kepala. Enggak mau denger penjelasan orang lagi, kalau bawaanya sudah emosi. Duh, jadi serba salah deh !
Batin Lesta.
"Eh, Les. Sudah tadi enggak berhenti cengar-cengir, sekarang malah bengong. Kamu lagi ngelamunin apa Les ?" tanya Anis.
Ngelamuni kamu ! Yang sudah dibohongi si Aldo nih ! Gatel banget rasanya mulut aku pingin ngomong kayak gitu. Tapi, harus aku tahan biar jelas dulu kebenarannya gimana.
Batin Lesta.
"Enggak ada apa-apa kok !" ucap Lesta.
"Halahh.. bohong !" ucap Anis.
Lesta cuma tersenyum menanggapi ucapan Anis.
"Ya, udah. Kalau begitu aku mau siap-siap ganti baju dulu ya. Mau pergi soalnya" ucap Anis.
"Pergi ? Pergi kemana, Nis ?" tanya Lesta.
"Loh, ini kan malam minggu ? Aku mau jalan sama Aldo. Dia ngajakin jalan. Dia bilang, dia sudah selesai lembur dan kangen sama aku" ucap Anis. Dia lalu melangkah masuk ke dalam kamarnya untuk berganti pakaian.
Anis.. Anis.. Kamu memang benar-benar pencinta binatang ya. Buktinya, 'buaya' aja kamu pelihara.
Batin Lesta.
Tok.. Tok.. Tok..
Terdengar suara pintu diketuk.
__ADS_1
"Lesta, bukain pintunya dong. Itu pasti Aldo. Bilang tunggu sebentar, Aku lagi ganti baju nih !" ucap Anis.
Kebetulan banget !
Batin Lesta.
"Oke, Anis !" teriak Lesta dari ruang tamu.
Lesta lalu melangkah menuju pintu dan membuka pintu tersebut.
Aldo sendiri sudah berdiri di depan pintu dengan senyum pepsodentnya.
Duh, manis bener dah senyuman buaya.
Batin Lesta.
foto : Aldo.
"Hai, Les. Anis ada ?" tanya Aldo.
"Ada di dalam. Lagi mau siap-siap" ucap Lesta.
"Oke" ucap Aldo.
"Habis 'acara' langsung ke sini, Enggak capek, Do ?" tanya Lesta yang langsung to the point buat menyindir.
"Acara ?" ucap Aldo yang langsung blingsatan saat Lesta dengan sengaja menekankan kata acara padanya. Aldo bukan orang yang bodoh, yang tidak paham maksud dari sindiran Lesta tadi.
Lesta menyeringai.
"Ya, jelaslah kamu enggak melihat aku. Kamu lagi asyik berduaan dengan cewek cantik tadi di sana" ucap Lesta.
Raut wajah Aldo langsung berubah panik sekarang.
"Anis, sudah tahu belum Les ?" tanya Aldo.
"Belum. Tapi sebentar lagi bakal aku kasih tahu, kalau kamu enggak menjelaskan kepadaku dengan jujur, siapa cewek itu sebenarnya ?" ucap Lesta.
Aldo menatap wajah Lesta.
"Ayo cerita Do. Dimulai dari, kenapa kamu bohong sama Anis kalau kamu sebenarnya enggak lembur di kantor ? Tapi malah ada di pesta ulang tahun Bu Marta dan sama cewek lagi !" ucap Lesta.
"Ini bukan seperti yang kamu pikirkan Lesta. Aku..."
Belum selesai Aldo menyelesaikan kata-kataya, tiba-tiba Anis memotong ucapannya.
"Enggak lembur dan sama cewek di pesta ?" ucap Anis yang tiba-tiba muncul di belakang Lesta.
Sontak Lesta dan Aldo terkejut, saat mendengar ucapan Anis barusan. Mereka tidak menyangka Anis tiba-tiba datang karena telah selesai dari berganti pakaian. Inilah situasi di mana ketika ghibah kepergok sama orang yang di ghibahin. Dan juga, hal Ini terjadi dikarenakan, kalau sudah ghibah memang suka lupa dengan keadaan sekitar.
"Kenapa kamu enggak cerita Les, sama aku soal kelakuannya Aldo ?" ucap Anis.
"Aku bukan enggak mau cerita, tapi aku mau cari kebenarannya dulu" ucap Lesta.
"Kebenaran ? Ok, biar aku yang gantiin kamu nanya sama Aldo !" ucap Anis.
__ADS_1
"Apa benar kamu tidak datang ke kantor untuk lembur hari ini ?" tanya Anis.
Aldo menghela nafas. Sedangkan Anis dan Lesta tampak menunggu jawaban yang diberikan Aldo.
"Benar" ucap Aldo yang dengan berat hati mengatakannya.
Anis tersenyum miris mendengar jawaban Aldo.
"Kau benar-benar datang ke pesta keluarga Pak Marta bersama seorang wanita ?" tanya Anis.
Aldo tampak kaget mendengar pertanyaan selanjutnya dari Anis.
"Bukan seperti itu ceritanya, Nis. Tadinya, aku.." belum sempat menyelesaikan ucapannya, Anis memotongnya.
"Aku tidak meminta kamu menjawab yang lainnya Do. Aku cuma mau dengar dari mulutmu langsung. Apa benar kamu datang ke pesta itu bersama seorang wanita ?" tanya Anis.
Aldo terdiam cukup lama, dan akhirnya dia mengangguk.
Tanpa terasa tiba-tiba air mata Anis mengalir membasahi pipinya. Dadanya terasa sesak mengetahui jawaban yang diberikan oleh Aldo. Kekecewaan memenuhi pikirannya saat ini.
"Anis, aku minta kamu tidak berpikir terlalu jauh. Mari duduk bersama. Akan aku ceritakan semuanya dengan jelas" ucap Aldo.
"Bagian mana lagi yang kurang jelas ? Bukannya semua sudah jelas ?" ucap Anis yang terus berusaha menahan air matanya agar tidak mengalir lebih banyak.
"Kamu hanya bertanya secara garis besar, kamu belum mendengarkannya secara detail" ucap Aldo.
"Aku tidak perduli lagi apa itu secara garis besar dan apa itu detail. Tapi, yang aku tahu. Kamu itu pembohong !" ucap Anis.
"Aku menyesal telah memberikan kesempatan kedua padamu !" ucap Anis yang sudah siap melangkah pergi, masuk ke dalam kamarnya kembali.
"Anis !" teriak Aldo. Aldo refleks ingin mengejar Anis ke dalam rumah, tetapi Lesta menahannya.
"Jangan sekarang, Do. Pikirannya lagi kacau. Dia enggak bakal menerima penjelasan apapun dalam kondisi seperti ini. Percuma" ucap Lesta.
Aldo menghentikan langkahnya dan mengikuti saran Lesta.
"Kamu percaya sama aku kan Les ? Aku enggak mungkin seperti itu. Bantu aku menjelaskan pada Anis nanti" ucap Aldo.
"Entahlah, Do. Aku enggak begitu yakin dapat membantumu. Kita semua tahu kan bagaimana sifat Anis yang keras kepala" ucap Lesta.
Aldo menghela nafas. Raut wajahnya terlihat kusut.
"Sebaiknya kamu pulang dulu saja, Do. Aku mau menenangkan Anis sekarang" ucap Lesta.
Aldo masih melirik ke dalam rumah sekilas, dia mengkhawatirkan keadaan Anis.
"Kalau begitu, aku pulang dulu. aku titip Anis ya Les" ucap Aldo.
Lesta mengangguk.
Aldo lalu melangkah pergi memasuki mobilnya untuk bergegas pulang.
Aldo..Aldo.. Ngapain sih kamu cari penyakit sendiri. Udah tau modelan Anis susah dibujuk kalau sudah marah. Pakai di tes lagi !
Batin Lesta.
# Jempolnya donggggg... like, vote dan komentar ya 😘
__ADS_1