Sekretaris Papaku

Sekretaris Papaku
Bertemu Calon Mertua.


__ADS_3

Pagi hari di kota Palembang, Lesta duduk termenung di kursi terasnya. Dia terlihat sedang menunggu kedatangan seseorang yang akan datang ke rumahnya.


Terlintas kembali ingatannya tentang kejadian 2 hari yang lalu.


Flashback On


Lesta yang sedang membawa dokumen dari Pak Marta melangkah berjalan menuju ruangan Rey, untuk meminta tanda tangan Rey.


Tetapi Lesta menghentikan langkahnya dan berbelok menghampiri Yani terlebih dahulu.


"Yan, Pak Rey ada di ruangannya ?" tanya Lesta.


"Ada kok, Les. Masuk aja ! Bawa dokumen dari Pak Marta ya ?" tanya Yani.


"Iya nih Yan. Ada dokumen yang perlu tanda tangannya Pak Rey" ucap Lesta.


"Lagi ngerjain apa sih Yan ?" sambung Lesta.


"Biasa.. Lagi bikin surat kontrak sama mau memesan tiket buat Pak Rey" ucap Yani.


"Tiket ? Memang Pak Rey mau berangkat ya ? Perjalanan dinas ?" tanya Lesta.


"Hmm.. Kurang tahu juga sih Les. Yang jelas Pak Rey pagi tadi langsung meminta aku memesan tiket pesawat untuknya" ucap Yani.


Kenapa dia enggak cerita ya kalau mau berangkat ke luar kota. Sebaiknya aku tanyakan langsung padanya.


Batin Lesta.


"Ya, udah aku masuk dulu ya Yan" ucap Lesta.


"Oke, Lesta" ucap Yani.


Lesta lalu melangkah masuk ke dalam ruangan Rey.


Rey yang sedang asyik memeriksa dokumen, menghentikan kegiatannya saat melihat Lesta yang baru saja masuk ke ruangannya.


"Sayang, aku minta tanda tangan ya. Buat dokumen ini" ucap Lesta menyodorkan berkas dokumen tersebut.


Rey menyambutnya.


"Hmm.. Sayang, apa kamu besok ada perjalanan dinas ? Yani bilang kamu minta di pesankan tiket pesawat buat berangkat ?" tanya Lesta.


Rey tidak menjawab. Dia hanya tersenyum menatap Lesta.



foto : Lesta.


Tuh kan, Dia tidak menjawab. Sebal ih !


Batin Lesta.


"Kamu kok enggak cerita sama aku sih kalau mau berangkat ke luar kota ? Gimana kalau aku kangen coba ? Apa sekarang aku udah enggak di anggap penting lagi ?" tanya Lesta dengan wajah cemberutnya.


Rey tertawa. Dia bangun dari duduknya dan berjalan melangkah mendekati Lesta.


"Kalau takut bakalan kangen, kamu ikut saja" ucap Rey.


"Jangan bercanda deh. Sekretaris kamu juga bukan, tapi mau ikut kamu melakukan perjalanan dinas sama kamu. Yang ada entar kita jadi bahan gosip orang di kantor" ucap Lesta.


Rey kembali tertawa.


"Aku ke sana bukan karena ada perjalanan dinas, sayang. Aku ke sana mau melamar anak gadis orang" ucap Rey.


Pipi Lesta langsung bersemu merah.

__ADS_1


"Memang kamu mau berangkat kemana ?" tanya Lesta dengan nada suara yang sedikit gugup.


"Ke kota asalmu lah !" ucap Rey sambil mencubit hidung Lesta.


"Ke Palembang ?" tanya Lesta.


Rey mengangguk.


"Mau menemui orang tuaku dan melamarku, tapi enggak memberitahuku sama sekali dan enggak bertanya dulu sama aku ?" tanya Lesta dengan raut wajah kesal.


"Kenapa harus repot-repot bertanya ? Bukannya tadi kamu bilang bakal kangen sama aku ? Seharusnya itu sudah cukup menjadi bukti kalau kamu mau menerima lamaranku" ucap Rey seraya tersenyum.


"Wah, wah.. benar-benar cara melamar gaya preman pasar ! Enggak ada candle light dinner, enggak ada buket mawar dan enggak ada kata-kata romantis !" ucap Lesta.


Rey tertawa. Sekarang dia mengeluarkan kotak perhiasaan kecil dan membukanya.


"Aku memang enggak bisa romantis. Tapi, kalau kamu berani melepas cincin ini dari jarimu, aku pastikan hidupmu enggak bakal tenang, sayang" ucap Rey sambil memasangkan sebuah cincin berlian di jari manis Lesta.


Lesta tersenyum mendengar ucapan Rey.


Terdengar seperti sebuah ancaman, tetapi begitu manis untuk dirasakan.


Batin Lesta.


"I love you, preman pasarku !" ucap lesta memeluk Rey.


**************


Tiba-tiba suara mobil yang berhenti di depan rumahnya, membuyarkan lamunan Lesta.


Dia segera menghampiri Rey, yang sudah turun dari mobil.



foto : Rey.


Rey dan Lesta yang kemarin keluar dari bandara, langsung di jemput oleh sopir pegawai MD Group dari kantor cabang Palembang.


Sang sopir langsung mengantarkan Lesta ke rumah orang tuanya, lalu melanjutkan mengantar Rey ke hotel tempatnya menginap.


Rencananya hari ini Rey akan berkunjung ke rumah Lesta sebagai tahap perkenalan kepada orang tua Lesta. Besoknya dia berencana memboyong orang tuanya untuk melamar Lesta ke rumah Lesta. Dikarenakan ada urusan bisnis yang masih belum bisa diselesaikan hari ini, maka Pak Marta dan Bu Marta baru dapat menyusul ke Palembang besok.


Rey turun dari mobil seorang diri dengan membawa buah-buahan yang telah berbentuk parcel, sesuai yang di ajarkan oleh Bu Marta.


"Nih !" ucap Rey memberikan parcel tersebut kepada Lesta.


"Repot bener ! Dapat dimana ini ? Cantik banget dibentuk kayak gini" ucap Lesta memperhatikan parcel tersebut sambil membolak-balikkan parcelnya.


"Enggak tahu. Aku suruh pegawai di kantor cabang sini yang membelinya" ucap Rey.


"Dasar ! Bisanya cuma memerintah bawahan !" ucap Lesta.


"Ya, aku kan bossnya sayang !" ucap Rey mencubit hidung Lesta.


Lesta terkejut.


"Jangan main pegang sayang disini, nanti papa dan mamaku bisa marah. Bisa di coret dari daftar calon menantu kamu nanti" ucap Lesta.


Rey tertawa mendengarnya.


"Oh, iya. Satu lagi sayang !" ucap Lesta.


"Apalagi ?" tanya Rey.


"Rumahku memang kecil. Tetapi nanti sewaktu mamaku bilang rumah kami kecil, kamu jangan menyinggung keadaan rumah kami dan memperjelas tentang keadaan rumah kami, ya ! Cukup tersenyum saja untuk menanggapinya. Atau bilang saja 'tidak kok Bu'. Jangan seperti jawabanmu yang sudah-sudah !" ucap Lesta.

__ADS_1


Rey kelihatan berpikir. Dia menyentil kening kekasihnya itu.


Cletakk..!


Lesta meringis.


"Memang kapan aku seperti itu ?" tanya Rey tidak terima.


"Sewaktu kamu pertama kali ke rumah kontrakanku di jakarta, dan kedua kalinya sewaktu ada Aldo dan Anis. Kamu bilang di depan kami langsung, kalau rumah itu kecil dan sempit" ucap Lesta.


Rey mengernyit. Dia tampak mengingat-ngingat.


"Itu bukan salahku. Kalian kan yang bilang seperti itu duluan ! Aku hanya menimpalinya saja" ucap Rey.


"Dasar enggak pernah mau di bilang salah !" ucap Lesta.


Rey tertawa.


Rey sebenarnya sangat gugup ketika mulai menginjakkan kakinya di rumah Lesta. Baginya, ini pertama kalinya dia menemui orang tua kekasihnya dan berniat serius untuk melamar putrinya. Walaupun ini baru tahap pengenalannya, tetapi hati Rey sudah dag dig dug, takut sang ayah dan ibu calon mertua tidak menyukainya.


Lesta yang baru pertama kalinya melihat Rey segugup itu, tidak berhenti menggoda Rey.


Rey yang tahu dirinya sedang diolok-olok oleh Lesta, segera membisikkan sesuatu di telinga Lesta.


"Berhenti menggodaku sayang, Kalau tidak aku akan menciummu di depan semua pegawai, saat masuk kantor nanti" ucap Rey mengancam Lesta.


Lesta langsung berhenti mengolok-olok Rey.


Mereka melamgkah masuk ke dalam rumah. Sambutan keluarga Lesta begitu hangat kepada Rey. Rey juga bisa mengambil hati dan langsung dekat dengan adik laki-laki Lesta. Suasana perkenalan berlangsung mulus dan sukses. Kedua orang tua Lesta menyukai Rey.


Begitu juga dengan hari selanjutnya. Saat Papa dan Mama Rey tiba di rumah Lesta untuk melamar putrinya. Kedua orang tua Rey sangat menyukai kepribadian papa dan mama rey yang rendah hati, walaupun mereka berasal dari keluarga terpandang. Mereka mengobrol ringan, dan sampai pada akhirnya menetapkan tanggal pertunangan dan tanggal pernikahan untuk Rey dan Lesta.


Rey dan Lesta memilih duduk di luar teras setelah selesai acara lamaran. Sampai pada saat Rey melihat ada album foto di bawah meja teras tersebut, membuat Rey penasaran dan mengambilnya.


Rey membuka lembar demi lembar album foto tersebut, dan pada saat lembar ke tiga dia tidak berhenti tertawa terbahak-bahak.


"Kenapa kamu tertawa, sayang ?" tanya Lesta.


Rey tidak menjawab, dia malah semakin asyik tertawa.


Lesta mengernyit.


"Foto apa sih yang membuat kamu tertawa ? Bikin orang penasaran saja !" ucap Lesta.


Mendengar ucapan Lesta, Rey lalu mengangkat album foto tersebut dan menunjukkan foto yang membuatnya tertawa.


Ternyata itu foto Lesta sewaktu Sekolah Menengah Pertama. Di foto itu Lesta mengenakan seragam pramuka lengkap dengan topinya. Foto itu diambil sehabis Lesta melakukan kegiatan berkemah. Tidak heran kalau penampilannya di foto itu sangat dekil, lusuh dan kusut.


Lesta yang melihat foto tersebut, langsung merebut album foto tersebut dari tangan Rey.


"Seneng banget ya kamu melihat foto aibku dulu" ucap Lesta pada Rey.


Rey kembali tertawa.


"Foto kamu sewaktu kecil dan sekarang itu kelihatan berbeda sekali ya. Tapi kamu enggak oplas kan sayang ?" ucap Rey.


Lesta mencubit pinggang Rey.


Rey meringis.


"Sakit tahu !" ucap Rey.


"Rasain ! Pakai bilang calon istrinya oplas segala !" ucap Lesta.


Akhirnya Lesta dan Rey tertawa bersamaan.

__ADS_1


# Jangan lupa like, komen dan vote ya 🙏


__ADS_2