
Jam telah menunjukkan pukul 13:00 Siang. Biasanya jam segini, Rey dan Lesta telah selesai melewati makan siang bersama.
Tetapi, tidak untuk hari ini. Lesta dan Rey tidak makan siang bersama. Lesta pergi makan siang bersama Sindi dan Nana. Sedangkan Rey, makan siang di ruangannya dengan menyantap nasi kotak yang telah dibeli oleh Office Boy di ruangannya. Mereka masing-masing mempertahankan gengsi mereka, dan masih dalam suasana perang dingin.
Pak Marta yang jarang datang ke ruangan Rey, hari ini berkunjung ke ruangannya. Sebelum melangkah masuk ke ruangan Rey, Lisa yang berada di luar ruangan dan duduk di meja sekretaris Rey dengan sigapnya menyapa Pak Marta.
"Siang, Pak Marta" sapa Lisa.
Pak Marta mengangguk. Lalu melangkah masuk ke ruangan Rey.
"Papa ?" ucap Rey yang kaget melihat Pak Marta yang barusan masuk ke ruangannya.
"Tumben papa kemari" sambung Rey.
"Memang papa tidak boleh berkunjung ke ruanganmu ?" tanya Pak Marta.
"Bukan begitu. Biasanya juga kan Rey yang ke sana. Kenapa sekarang papa yang repot-repot kemari. Apa ada laporan yang sifatnya urgent ?" tanya Rey.
Pak Marta tidak menjawab. Dia hanya tersenyum. Dia malah bertanya hal lain pada Rey.
"Kau sudah makan ?" tanya Pak Marta.
"Sudah Pa" ucap Rey.
"Dimana ?" tanya Pak Marta.
"Di ruanganku" ucap Rey.
"Kenapa tidak pergi bersama Lesta ? Biasanya kalian makan siang bersama ?" tanya Pak Marta.
Rey terdiam sesaat.
"Aku sedang banyak pekerjaan" Rey berkilah.
"Rey.. Rey.. Papa kira kamu sudah sepenuhnya berubah. Ternyata masih ada sisi egois dari dirimu yang belum hilang" ucap Pak Marta.
"Apa maksud ucapan Papa ?" ucap Rey.
"Papa sudah mengamati tingkah laku kamu dan Lesta seharian ini. Kalian bertengkar ya ?" tanya Pak Marta.
Rey terdiam. Tidak menjawab apapun.
"Rey, kamu itu lelaki. Tunjukkan bahwa kamu itu punya sikap yang tegas dan punya komitmen. Menurutmu kenapa Papa mengizinkan Lisa magang disini ? Meskipun papa tahu orang seperti apa Lisa sebenarnya" ucap Pak Marta.
"Lesta berpikir yang tidak-tidak tentangku Pa" ucap Rey.
__ADS_1
Pak Marta tersenyum.
"Wajar bila Lesta berpikir penuh kecurigaan pada kamu dan Lisa. Lisa sepupu sekaligus teman masa kecilmu. Kalian tumbuh dan besar bersama. Membuat Lisa bersifat egois untuk selalu memilikimu. Papa ingat bagaimana dia mengusir wanita-wanita yang berusaha mendekatimu. Tapi pada akhirnya kalian harus berpisah karena Lisa kuliah di luar negeri. Sehingga wanita-wanita lain yang hanya kau anggap sebagai mainan bisa mendekatimu kembali" ucap Pak Rey.
"Mungkin karena sudah terbiasa di kelilingi oleh wanita yang memujamu, membuatmu ingin selalu di sanjung sebagai lelaki. Sehingga, kamu merasa harus Lesta yang datang kepadamu untuk memohon berbaikan kembali" ucap Pak Marta.
"Tapi, kau pasti tahu kan. Yang mendekati Lesta bukan hanya kamu. Kamu tidak ingin kan perasaan Lesta berubah hanya karena sikapmu yang belum dewasa ini" ucap Pak Marta.
Rey menatap Papanya.
"Papa suka Lesta. Dia orangnya tegas dan bisa mengubahmu menjadi orang yang lebih baik. Kalau kau memang lelaki sejati, harusnya kamu yang meminta maaf padanya duluan. Kalau kau tidak bisa menghargai orang-orang disekitarmu, bagaimana orang bisa percaya memberimu tanggung jawab yang besar" ucap pak Marta.
Rey terdiam. Mencerna dengan baik setiap ucapan papanya barusan.
********
Sedangkan di kantin kantor. Lesta dan Lisa telah duduk saling berhadapan.
foto : Lesta.
"Apa yang mau kamu bicarakan ? Aku tidak punya waktu banyak. Masih banyak yang harus aku kerjakan" ucap Lesta.
Lisa menyeringai.
"Oh, Apa yang ingin kamu bicarakan tentang kakak 'sepupumu' itu ?" ucap Lesta yang sengaja menekankan kata 'sepupu' pada pengucapannya itu.
"Sepertinya kalian sedang perang dingin ya sekarang ?" tembak Lisa langsung.
Lesta terdiam. Dia menatap tajam pada gadis yang ada dihadapannya sekarang.
"Perlu kamu ketahui Lesta. Kalau sebenarnya aku dan Kak Rey bukan saudara sepupu kandung. Aku anak yang di ambil dari panti asuhan karena orang tuaku yang sekarang tidak dapat memiliki anak. Aku diadopsi semenjak usiaku 10 tahun. Aku senang karena keluarga ini sangat menyayangiku dan memenuhi kebutuhanku" ucap Lisa.
"Tapi terkadang, aku merasa sedih dan ingin tahu seperti apa orang tua yang telah membuangku ke panti asuhan. Aku dan Rey sama-sama memiliki kesedihan yang samasaat itu. Rey yang baru saja di tinggal pergi karena Ibunya meninggal, juga mengalami masa-masa terpuruknya. Saat itu kami saling menguatkan dan berbagi kesedihan agar beban kami tidak terasa begitu berat. Semenjak saat itu kami sering melewati hari-hari bersama, bercerita banyak tentang kegiatan yang kami lakukan saat tidak bersama. Namun pada akhirnya, aku harus kuliah di negeri selama tiga tahun setengah" ucap Lisa.
Lesta menghela nafas.
"Aku tidak tahu mengapa aku harus mendengar ceritamu barusan. Tetapi bisakahkau langsung to the point apa alasanmu mengajakku bertemu disini ?" ucap lesta.
Lisa tertawa.
"Kau benar-benar to the point ya orangnya Les" ucap Lisa.
Oke, sekarang enggak panggil kak Lesta lagi tapi langsung Lesta doang. Bagoessss !
__ADS_1
Batin Lesta.
"Aku sudah banyak mendengar tingkah laku Kak Rey yang suka bergonta-ganti pacar selama aku kuliah di luar negeri. Tetapi setelah aku melihatmu yang di perkenalkan Rey sebagai pacarnya. Tampaknya Rey memang menganggapmu berbeda. Tapi tidak masalah bagiku. Aku akan berjuang mendapatkan kak Rey. Karena selama ini aku selalu mendapatkan apa yang aku mau !" ucap Lisa.
"Aku mengajakmu kemari karena ingin menegaskan padamu bahwa, karena aku dan Kak Rey bukan sepupu kandung yang sedarah. Jadi tidak masalah bagiku dan Kak Rey bila menikah nanti !" ucap Lisa.
Lesta cukup kaget mendengar ucapan Lisa barusan.
Tiba-tiba suara seorang pria mengagetkan mereka berdua.
"Oh ya ? Tapi siapa yang akan menikahimu ?" ucap Rey yang tiba-tiba sudah berdiri di hadapan mereka. Rey mengambil kursi, duduk di sebelah Lesta.
"Kak Rey.." ucap Lisa.
"Tampaknya kamu salah paham selama ini Lisa. Aku hanya menganggapmu murni sebagai teman. Kau bahkan sudah aku anggap seperti adik kandungku sendiri" ucap Rey.
"Tapi aku menyukai kak Rey" ucap Lisa.
"Kau bukan menyukaiku. Kau hanya terbiasa saja denganku. Dan begitu juga dengan aku. Aku baik kepadamu karena kau adalah orang pertama yang baik kepadaku. Orang pertama yang berusaha menghiburku setelah kepergian Ibuku" ucap Rey.
"Tapi apa yang aku rasakan padamu, berbeda dengan apa yang aku rasakan pada Tari. Aku punya perasaan khusus padanya. Dia mampu membuatku menjadi lebih baik. Tidak ada orang yang mau aku nikahi selain dengan Tari !" ucap Rey.
Lisa terdiam.
"Sekarang juga kamu kemasi barang-barang yang ada di meja kerjamu. Aku sudah bilang sama papa untuk memindahkanmu magang di kantor cabang. Tetapi kalau kamu keberatan untuk pindah ke sana, kamu bisa magang di perusahaan papamu !" ucap Rey.
Lisa kaget mendengarnya. Dia menatap Rey lekat. Baginya ini suatu penegasan dari Rey bahwa dia tidak usah mengharapkan apapun lagi dari Rey.
Lisa lalu berdiri dari tempatnya dan meninggalkan Rey dan Lesta di sana.
Lesta tersenyum memandang Rey.
"Kenapa kamu tertawa ?" tanya Rey.
"Karena pacarku sudah mulai berpikir secara bijaksana sekarang" ucap Lesta.
"Pacar ? Oh, jadi aku masih dianggap pacar nih sekarang. Berarti Udahan nih ngambeknya ?" ucap Rey.
Lesta menutupi wajahnya yang merona malu.
"Memang tadi siapa yang bilang mau menikahiku ? Enggak pakai nanya lagi orang yang mau di ajak nikah, mau apa enggak" ucap Lesta.
Rey tertawa.
"Harus mau ! Kalau enggak mau, nanti aku paksa sampai mau !" ucap Rey sambil mencubit pipi kekasihnya itu.
__ADS_1
"Dasar Preman Pasar !" ucap Lesta sambil memeluk Rey yang duduk di sebelahnya.
# Jempolnya lagi ya gaes.. beri like komen dan vote 🙏 Maafkan up yang selalu telat karena padatnya kesibukan di dunia RL 🙏 Happy Reading gaes...