Sekretaris Papaku

Sekretaris Papaku
Terungkap


__ADS_3

Double up ya hari ini.. sebagai ganti janji gue tempo hari sama beberapa readers yang enggak jadi double up kemarin.. Jangan lupa teken tombol likenya juga double ya 😘 Happy Reading gaes ! 😘


*******************


Saturday Night, geng yang berisikan para kumpulan bad boy yang pada gabut di malam minggu sedang berkumpul di Grand Cafe.


Rey, Aldo, Rifa, Johan dan Yogi sedang asyik di Private Room VVIP karoke di sebuah cafe yang terkenal di kota itu. Mereka bukan berkumpul di sana bukan karena tidak ada wanita yang mau menemani mereka di malam minggu, tetapi mereka memang menyisihkan waktu setidaknya sekali dalam seminggu untuk berkumpul bersama teman dekat mereka.


"Rif, ada yang mau gue tanyain nih sama elo" ucap Aldo pada Rifa.


"Mau tanya apa emangnya ? gue tahu semuanya kok.. apalagi soal perempuan" ucap Rifa yang sebelas dua belas playboynya kayak Rey. Tapi, si Rifa ini sudah level Dewa playboynya. Mainannya bukan kissing lagi, tetapi udah tidur sama setiap perempuan yang dia pacari.


"Elo kenal sama sekretaris perusahaan elo enggak, yang namanya Anisa Rahma ?" ucap Aldo.


Rifa tampak mengerenyit. Mengingat nama yang disebutkan oleh Aldo.


"Anis nama panggilannya" ucap Aldo lagi.


"Oh.. Anis. Iya gue kenal kenapa ? Dia sekretaris manager pemasaran kalau enggak salah. Cakep ceweknya. Bodynya itu loh body goals. Kenapa elo naksir sama dia ? Gue aja dulu sempet deketin dia di tolak mentah-mentah. Padahal kalau dia nerima gue. Gue bakal ajak liburan ke Maldives, terus gue tidurin dia. Biar dia tahu nyesel udah nolak gue, anak pemilik perusahaan tempat dia kerja !" ucap Rifa.


Tiba-tiba, Bughhhh !


Aldo menghajar Rifa. Dia memukul Rifa tepat di wajahnya. Rifa tidak tinggal diam, Rifa juga memukul Aldo, tetapi Aldo menghindar dan pukulan Rifa hanya mengenai pelipisnya saja.


Rey, Yogi dan Johan melerai mereka.


"Kalian kenapa ? Seperti anak kecil saja !" ucap Rey sambil memegangi tangan Aldo. Sedangkan Johan dan Yogi memegangi tangan Rifa.


"Enggak tahu tuh coba tanya Aldo kenapa tiba-tiba mukul gue !" ucap Rifa.


"Elo tuh emang pantes buat dipukul. Jangan sekali-kali ganggu Anis lagi, kalau enggak gue bakal mukul elo lagi sampai elo jera !" ucap Aldo dengan nada yang tinggi.


"Elo kenapa ? Emang apa hubungan elo sama dia ?" ucap Rifa yang enggak kalah emosinya.


"Gue pacarnya !" ucap Aldo.


Rey terkejut mendengar ucapan Aldo.


"Enggak bakal gue biarin cowok brengsek kayak elo ngedeketin Anis" ucap Aldo.


"Bukannya elo juga brengsek ?" kini Rey yang ikut berbicara. Nadanya terdengar sinis.


"Apa maksud elo Rey ?" ucap Aldo.


"Iya, elo ngedeketin Tari tapi elo sendiri punya pacar yang kerja di perusahaan Rifa. Bukankah itu juga dinamakan brengsek ?" ucap Rey.


Aldo menyeringai.


"Gue deketin Lesta, karena Lesta teman satu kontrakannya Anis. Dan Lesta tahu itu. Dia tahu gue minta tolong sama dia buat deketin gue sama Anis lagi" ucap Aldo.


Rey kaget mendengar ucapan Aldo barusan.


"Sorry Do, Gue enggak tahu kalau Anis pacar elo. Gue kira elo cuma sekedar naksir sama dia. Kalau tahu elo pacarnya, gue enggak bakal ngomong gitu. Gue enggak segila itu makan pacar temen sendiri !" ucap Rifa.

__ADS_1


"Udah, Sorry kalau begitu. Jangan karena masalah cewek kita berantem. Lagian gue enggak kekurangan wanita kok" ucap Rifa.


"Iya, gue juga minta maaf Rif udah mukul elo tanpa jelasin semuanya" ucap Aldo.


Aldo dan Rifa berjabat tangan.


Akhirnya selisih paham diantara mereka berdua bisa diselesaikan.


Mereka kembali mengobrol seperti sedia kala di iringi dengan lagu yang dibawakan oleh Johan.


"Johan, elo bisa enggak berhenti bernyanyi. Gantian kek sama orang lain. Elo pikir, elo doang yang kepingin nyanyi !" ucap Yogi.


"Iya dari tadi juga gue lihatin. Itu mic kayak ada magnetnya di tangan Johan. Nempel terus enggak lepas-lepas" ucap Rifa.


Akhirnya Yogi merampas mic dari tangan Johan, dan mulai menyanyikan lagu favoritnya.


Drtttttt...


Ponsel Rey berbunyi. Rey menatap nama yang tertera di layar ponselnya.


"Aish !" ucap Rey.


"Elo aja yang angkat Jo. Males gue !" ucap Rey.


Rey lalu menyerahkan ponselnya pada Johan.


"Mau dikasih alasan apa nih ? Seperti biasa ?" tanya Johan.


Johan lalu membaca nama yang tertera di layar ponsel Rey dan mengangkat telepon tersebut.


"Halo, Arini... Cari Rey ya ?" tanya Johan.


"Iya, ini siapa ? Kok ponsel Rey bisa sama elo ? Rey kemana ? Dari tadi gue telepon enggak diangkat-angkat" ucap suara di seberang sana.


"Ini gue Johan. Ponsel Rey ketinggalan disini. Rey baru aja pergi sama cewek yang baru di kenalnya tadi. Kayaknya model juga sih. Tapi Rey tadi udah nitip pesen kok kalau ada yang nyari dia" ucap Johan.


"Pesan apa ?" ucap Arini yang nada suaranya sudah mula emosi.


"Dia bilang enggak usah cari-cari dia lagi. Dia sudah dapet cewek baru. Dan dia bilang sudah bosan sama elo !" ucap Johan menahan tawa.


Mulai terdengar suara omelan di seberang sana yang merepet tanpa jeda. Dan dengan mudahnya Johan mengakhiri omelan tersebut dengan menekan tombol merah pada ponsel Rey.


"Nih, sudah !" ucap Johan memberikan ponsel pada Rey.


Rey mulai mengambil ponselnya dan memasukkan kontak tersebut ke dalam daftar blokir.


"Jadi siapa pacar baru elo sekarang sampai mutusin Arini tadi. Kalau enggak salah dia model kan ?" ucap Rifa.


"Enggak ada" ucap Rey.


"Belum mulai mencari lagi ? Biasa kalau ada yang diputusin sudah siap serepnya !" ucap Yogi.


"Iya, serep buat diputsuin lagi" ucap johan nyamber.

__ADS_1


"Enggak ada. Lagi males gue cari pacar lagi" ucap Rey.


"Tumben bilang begini. Jangan bilang elo udah tobat jadi playboy ? Atau jangan-jangan ada cewek yang beneran elo suka ?" tanya Yogi penuh selidik.


Aldo yang dari tadi sibuk memainkan ponselnya dan hanya sebagai pendengar di sana, merasa tertarik dengan pertanyaan Yogi barusan. Aldo melirik Rey dan menunggu jawaban Rey. Begitu juga dengan yang lain.


Tapi Rey tidak menjawab. Dia hanya memutar-mutar ponselnya. Pikirannya seperti melayang-layang entah kemana.


Aldo tersenyum melihat tingkah Rey. Dia tahu betul apa penyebab Rey bertingkah seperti itu. Sedangkan yang lain heran melihat kelakuan Rey.


Rey.. Rey.. tampaknya kau sendiri masih bingung dan belum sadar dengan perubahan yang ada pada dirimu.


Batin Aldo.


Merasa pertanyaannya Yogi tidak dijawab. Johan lalu membuka obrolan kembali agar suasana kembali hidup.


"Kenapa sih kita enggak janjian di Golden club aja ? Malah disini ! Padahal Golden Club lagi ramai nih malam minggu kayak gini. Banyak sosialita seksi" ucap Johan.


"Kartu Keanggotaan Rey masih di blokir Jo. Setia kawan dikit kek elo!" ucap Rifa.


"Di blokir ? Kenapa ?" tanya Johan kaget.


"Dia ketahuan gara-gara masih suka balapan motor. Terus ketahuan juga habis dikeroyok sama orang suruhan Adit yang sudah kita beresin kemarin. Jadi papanya ngeblokir kartu keanggotaannya si Rey dan menyita motornya Rey. Papanya kan sahabat deket sama pemilik Golden Club" ucap Yogi.


"Masa' elo enggak tahu sih Jo ?" sambung Yogi lagi.


"Iya gue taulah kalau soal itu. Yang gue enggak nyangka papa Rey jadi ngeblokir kartu keanggotaan Rey dan menyita motor Rey. Kalau tahu begitu, nyesel gue cerita kejadian itu sama papa elo kemarin Rey" ucap Johan.


Rey tersentak mendengarnya.


"Jadi elo yang cerita ke papa gue soal kejadian kemarin ?" ucap Rey yang beranjak dari duduknya dan mencengkram kerah baju Johan. Sorot matanya penuh dengan amarah.


"Elo kenapa sih Rey ? Santai bro.. ! Gue cerita karena papa elo yang telepon gue duluan. Dia terdengar khawatir saat menanyakan perihal tentang memar di wajah elo !" ucap Johan.


"Iya tapi gara-gara elo, gue jadi salah menuduh orang !" ucap Rey yang melepaskan kerah baju Johan.


"Cih !" Rey mendengus.


Dia tetap menatap Johan dengan pandangan mata tak bersahabat. Dia lalu mengambil ponsel dan kunci mobilnya yang terkapar di meja.


Rey lalu melangkah keluar pintu sambil membanting pintu VVIP room tersebut dengan kuat.


Brakkkk !


Semua yang berada di dalam ruangan saling menoleh satu sama lain.


"Bisa-bisanya dia bilang kita bertengkar kayak anak kecil tadi Do. Sekarang lihat kan, siapa yang seperti anak kecil sekarang !" ucap Rifa.


# Jempolnya gaesss... minta like, vote dan komennya ya sebagai dukungan buat novel ini 🙏


Jangan lupa baca juga novel sahabatku Khalisa maisara yang judulnya Alan & Alana.. Ceritanya oke kok 😊 makasih 🙏


__ADS_1


__ADS_2