
Pagi hari ini, Lesta dan Anis sangat disibukkan oleh persiapan untuk berangkat piknik. Lesta yang sedang asyik menggoreng sosis dan kentang goreng, sedangkan Anis yang sibuk membuat jus jeruk, terlihat kompak menyiapkan semuanya.
Mereka juga telah selesai mandi dan berdandan rapi.
Tidak hanya kompak menyiapkan perlengkapan piknik, mereka juga kompak mengenakan pakaian model overall kali ini.
Foto : Lesta
Tiba-tiba suara ketukan terdengar. Lesta segera melangkah menuju ruang tamu untuk membukakan pintu.
Pasti ini Aldo.
Batin Lesta.
Lesta segera membuka pintu. Dia nampak terkejut melihat sesosok laki-laki yang berdiri di samping Aldo.
"Rey ?" ucap Lesta seakan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Rey tidak menjawab. Dia hanya menaikkan kedua alisnya untuk merespon ucapan Lesta.
Lesta langsung menatap Aldo dengan pandangan ingin menerkam mangsa. Aldo yang seolah tahu apa arti tatapan Lesta segera menjelaskan maksudnya mengajak Rey.
"Sorry, Les. Gue enggak bilang dulu mau mengajak Rey. Soalnya mendadak sih. Tiba-tiba mobil gue rusak. Jadi gue nebeng sama Rey. Kebetulan dia juga mau keluar tadi" ucap Aldo.
Sialan elo Rey ! Gue jadi terpaksa bohong karena elo. Disuruh gue lagi yang harus mikir alasannya apa.
Batin Aldo.
"Enggak apa-apa kan Les, kalau Rey ikut gabung sama kita ? Enggak enak dong kalau dia sudah nganter gue, terus gue suruh pulang" ucap Aldo.
Kalau mobil elo rusak, Kenapa elo enggak naik taksi online aja Bambang ! Daripada elo ngajak dia gabung sama kita. Piknik yang tadinya bakal seru bakal berubah horror !
Batin Lesta.
Dengan senyum yang agak dipaksakan, akhirnya Lesta menyetujui bila Rey ikut pergi piknik bersama mereka.
"Iya enggak apa-apa kalau Rey mau ikut. Tapi, kalau Rey sibuk...." belum selesai Lesta meneruskan ucapannya, Rey langsung memotong.
"Gue enggak sibuk" ucap Rey dengan santainya.
Suasana tiba-tiba hening. Aldo dan Lesta saling melirik.
"Oh, iya. Anis kenalin ini Rey bos gue di kantor" ucap Lesta yang mencari bahan obrolan agar suasana tidak kaku.
Foto : Rey
"Salam kenal Rey. Gue Anis teman Lesta" ucap Anis.
Oh, jadi ini yang Lesta sering ceritaiin sama gue. Tapi, tampangnya enggak kayak preman tuh. Ganteng malahan.
Batin Anis.
Rey tidak menjawab, hanya mengangguk sebagai respon dari perkenalan Anis tadi.
"Oh, ya. Ayo masuk. Maaf kalau rumah kami sempit dan kecil" ucap Anis.
Rey mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan.
"Memang kecil dan sempit kok" ucap Rey.
__ADS_1
Jleb !
Semua mata selain mata Rey, saling melempar tatapan satu sama lain.
Bibit premannya sudah mulai muncul ke permukaan ini.
Batin Lesta.
Melihat semua orang menatapnya, Rey merasa ada yang janggal.
Apa ada yang salah ya sama ucapan gue tadi ?
Batin Rey.
"Iya kecil dan sempit, tapi sepertinya nyaman sekali" ucap Rey yang akhirnya menambahkan kata 'nyaman' yang agak sedikit dipaksakan.
Lesta, Aldo dan Anis cuma nyengir doang mendengar ucapan Rey barusan.
"Silahkan duduk di ruang tamu dulu ya kalian. Gue sama Lesta mau menyiapkan tikar dan bekal makanan yang lainnya" ucap Anis.
"Duduk di sofa depan televisi ya. Maklum karena ruangannya sempit jadi ruang tamunya kita rangkap jadi ruang nonton" ucap Anis.
Lagi-lagi Rey menjawab.
"Tau kok. Gue juga sudah pernah ke sini dan memang duduknya disini" ucap Rey.
Anis dan Aldo tampak terkejut mendengar ucapan Rey barusan.
"Pernah ke sini ?" ucap Anis dan Aldo berbarengan. Mereka terlihat kaget.
"Kapan ? Kok gue enggak pernah tahu ?" ucap Anis.
Lesta langsung memotong.
"Elo lagi di Palembang Nis sewaktu Rey ke sini. Waktu itu Rey lagi kena begal, kebetulan gue lagi lewat di tempat kejadian. Karena dia lagi luka, jadi gue ajak ke rumah buat mensterilkan lukanya. Cuma sebentar kok habis itu dia di jemput sopirnya" ucap Lesta menjelaskan panjang lebar, agar Aldo dan Anis tidak salah paham.
Dasar preman pasar ! Baru sebentar elo disini sudah bikin kehebohan sedemikian rupa. sewaktu gue lihat Aldo datang bersama nih preman, perasaan gue sudah enggak enak ! Aldo kok betah banget temanan sama dia ya. Punya teman kayak gini mah kalau gue, Auto Inalillah !
Batin Lesta.
Akhirnya setelah Lesta dan Anis selesai berkemas-kemas. Aldo dan Rey mengangkat keperluan piknik ke dalam mobil Rey.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 20 menit. Mereka tiba di taman kota.
Banyak pengujung yang telah datang. tikar piknik terbentang di setiap area. Lesta dan Anis mulai mencari posisi yang teduh dan nyaman untuk membentang tikar piknik mereka.
Setelah mendapatkan posisi yang pas. Mereka mulai meletakkan semua perlengkapan piknik mereka.
"Wah, seger banget ya udaranya. Walaupun taman ini di tengah kota tapi karena banyak pepohonan dan tanaman disini, jadi suasananya asri banget" ucap Lesta.
Aldo dan Anis mengangguk merespon ucapan Lesta. Sedangkan Rey fokus melihat sekeliling. Tampaknya, baru pertama kali ini dia berkunjung ke sini.
"Anis, katanya mau melatih gerak kaki biar enggak kaku. Ayo kita ke sana. Dan sini aku bantuin pegang" ucap Lesta.
Tiba-tiba Rey menarik tangan Lesta.
"Biar Aldo saja yang temani Anis. Kamu bantu saya ambil gambar pemandangan disini" ucap Rey.
Rey menatap Lesta intens. Menaikkan salah satu alisnya. Seolah memberi kode untuk membiarkan Aldo dan Anis berdua bersama.
Lesta yang baru sadar akan petunjuk Rey, akhirnya membiarkan Aldo yang menemani Anis.
"Eh, iya deh. Gue temani Rey ambil gambar. Kalian duluan aja ke sana entar kita nyusul" ucap Lesta.
__ADS_1
Aldo dan Anis akhirnya berjalan menuju taman bagian kanan yang banyak di tumbuhi rumput gajah mini.
Sedangkan Lesta dan Rey masih menjadi penghuni tikar piknik mereka.
"Rey, ayo kita ikutin mereka dari belakang. Gue pingin mengintip kegiatan mereka" ucap Lesta.
"Kurang kerjaan ! Kamu enggak pernah pacaran ya ? Orang yang hobi mengintip orang lain pacaran biasanya jomblo dari lahir" ucap Rey.
Jleb
Sudah ngomongnya dikit, sekali ngomong langsung nancep ke ulu hati. Jadi pingin beli boneka santet nih.. buat nyantet preman pasar.
Batin Lesta.
"Enak aja ! Gue pernah kok pacaran" ucap Lesta.
"Oh ya ? Kapan ?" ucap Rey menaikkan salah satu alisnya.
"Waktu gue SD !" ucap Lesta.
Rey ngakak sejadi-jadinya.
"Tuh, bener kan kata gue. Kamu itu enggak pernah pacaran" ucap Rey.
Lesta mencibir.
"Mau saya ajarin enggak ? Saya ahlinya dalam bidang itu !" ucap Rey dengan bangganya.
"Ogah !" ucap Lesta.
Rey kembali tertawa.
"Rey, kita jalan mengelilingi kolam itu yuk ! Bosan disini enggak tahu mau ngapain. Tikar sama perlengkapannya tinggal disini aja dulu. Aman kok. Lagian bisa kelihatan dari seberang kolam" ucap Lesta.
Rey menyetujui ajakan Lesta. Mereka melangkahkan kaki mengelilingi kolam buatan di taman itu.
"Rey, gue beneran enggak nyangka loh. Kita bisa berteman dan ngobrol seperti ini. Padahal awalnya gue sempat sebal banget sama elo. Dan elo juga kelihatannya benci banget sama gue" ucap Lesta.
Rey tersenyum.
"Sebenarnya saya bukan benci sama kamu. Hanya saja, saya orangnya mudah berspekulasi sendiri" ucap Rey.
Lah, itu sadar.
Batin Lesta.
"Tapi saya beneran enggak nyangka. Walaupun kamu playboy tetapi itu enggak mempengaruhi kinerja kamu dalam bekerja. Kamu masih bisa fokus dengan pekerjaan. Bahkan banyak karyawan menyebut dirimu workaholic loh !" ucap Lesta.
Rey tersenyum miris. Pandangan matanya menerawang.
"Kamu enggak tahu Tari. Dibalik kesibukanku, sebenarnya ada banyak hal yang ingin kulupakan" ucap Rey dengan raut wajah yang sendu.
Pandangan matanya lurus ke depan menghadap kolam. Tatapan matanya menyiratkan kesedihan yang teramat dalam.
Lesta menatap Rey dengan iba.
Entah mengapa aku merasa Rey punya cerita yang menyedihkan di masa lalu. Kalau melihatnya begini, aku jadi ikut merasakan kesedihan yang sedang dia alami sekarang.
Batin Lesta.
Tanpa sadar Lesta mendekati Rey. Lesta memegangi bahu Rey dan mengusap puncak kepala Rey. Dia berusaha menenangkan Rey.
Sontak Rey terkejut.
__ADS_1
Tetapi untuk beberapa saat kemudian, dia merasakan kenyamanan dari usapan lembut tangan Lesta. Tangan yang lembut dan hangat, mirip seperti sentuhan tangan Ibunya dulu.
# Jangan lupa bahagia.. Eh, salah ding.. 🤭 Jangan lupa like, vote dan komen kalian ya🙏 Komen kalian selalu aku baca loh setiap harinya.. tetapi maaf.. kadang belum sempat balas karena terkendala waktu... Pokoknya komen kalian sangat menghibur dan selalu bikin aku ketawa-ketiwi 😘 pokoknya aku padamu lahhh 😘 Saranghaeyo 🤗