Sekretaris Papaku

Sekretaris Papaku
Siapa gadis itu


__ADS_3

Ada orang yang diciptakan seperti sunset. Indah banget. Ya, tapi namanya sunset. Lama-kelamaan akan menghilang (cz)


************


Weekend kali ini, dua orang perempuan penghuni tetap rumah kontrakan di pinggir jalan sedang sibuk merias diri masing-masing.


Mereka memakai make up natural dan baju diskonan yang mereka beli di sebuah mall.


Dengan memanjatkan doa yang sama, mereka berharap di jalan nanti, tidak bertemu dengan orang yang memakai baju yang sama dengan yang mereka pakai sekarang. Secara yang namanya baju diskonan pasti banyak di buru oleh orang-orang Modis (Modal Diskon) seperti mereka, sehingga menjadikan baju tersebut sebagai 'baju sejuta umat'.


"Jadi, rumah kosong nih ?" tanya Lesta.


Anis mengangguk.


"Emang kamu mau kemana Nis sama Aldo ?" tanya Lesta.


"Aku juga enggak tahu Lesta. Aldo bilang dia akan mengajakku ke suatu tempat yang belum pernah aku datangi" ucap Anis.


"Tempat yang belum pernah kamu datangi ? Tempat yang belum pernah kamu datangi kan banyak" ucap Lesta.


"Entahlah, aku juga bingung dia mau ngajakin aku ke mana" ucap Anis.


"Asal jangan ngajak ke hotel aja tuh si Aldo. Hati-hati kamu, Nis. Kalau dia ngajak ke sana tampol aja. Apalagi kalau diajaknya masuk ke kamar" ucap Lesta.


Anis tertawa.


"Sepertinya ucapan itu lebih tepat di tujukan buat kamu sendiri deh, Les. Secara kan si Rey mantan playboy" ucap Anis.


"Yeeeee... Itu kan dulu ! Sekarang dia sudah tobat. Sudah di ruqyah siang malam sama Pak Ustad" ucap Lesta.


Anis ngakak mendengar ucapan Lesta.


"Kamu sama Rey memangnya mau kemana ?" tanya Anis.


"Aku di ajak Pak Marta makan siang dirumahnya, Nis. Katanya sih mau ngobrol-ngobrol doang" ucap Lesta.


"Makan siang sama calon mertua nih ceritanya ?" tanya Anis.


"Apaan sih Anis, Pak Marta bilang cuma mau ngobrol-ngobrol doang. Soalnya kalau dikantor enggak enak bahas masalah pribadi" ucap Lesta.


"Ohh.." ucap Anis singkat.


"Kira-kira bawa makanan apa ya Nis ke rumah Rey ? Masa' aku datang dengan tangan kosong dan tinggal makan doang di sana" ucap Lesta.


"Sewaktu aku kerumahnya dulu sih. Saat makan siang, semua sudah pada lengkap di atas meja. Mulai dari menu makanan utamanya sampai dessert cake, puding dan buah-buahannya. Duh, bingung jadi bawa apa ya.." sambung Lesta.


"Tentu saja, bawa makanan yang agak unik dan jarang di makan oleh keluarga sultan seperti mereka. Tetapi rasanya harus tetap enak pastinya" ucap Anis.


"Gimana kalau bawa makanan kesukaan kita, Les ? Kamu bawa seblak aja" ucap Anis.


"Seblak ? hmm.. Oke.." ucap Lesta.


Lesta menyetujui saran Anis.


********


Jam telah menunjukkan pukul 11:00 siang. Rey datang menjemput Lesta. Mereka bersiap pergi menuju rumah Rey untuk makan siang.


Sepanjang jalan jantung Lesta tidak berhenti berdegup kencang.


"Sayang, aku gugup banget nih !" ucap Lesta.


"Kok gugup ? Kamu kan sudah pernah ke rumahku sebelumnya" ucap Rey.


"Iya, tapi itu beda. Sewaktu itu aku makan siang di rumahmu murni karena pekerjaan. Kalau sekarang kan posisinya beda. Ini makan siang untuk pertama kalinya kamu mengenalkanku sebagai kekasihmu" ucap Lesta.


Rey tersenyum mendengar ucapan Lesta.



foto : Rey.


"Orang bawel dan garang seperti dirimu ini ternyata bisa grogi juga ya" ucap Rey seraya tertawa.


********


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit, Lesta dan Rey tiba di kediamanan Marta Dinata.


Rey dan Lesta turun dari mobil.


"Kamu bawa apa itu ?" tanya Rey yang langsung mengambil kantong plastik dari tangan Lesta.


"Ini makanan buat di rumah kamu. Enggak enak aja, kalau aku datang enggak bawa apa-apa" ucap Lesta.


"Repot bener !" ucap Rey.

__ADS_1


Mereka akhirnya masuk ke dalam rumah dan langsung menuju meja makan.


Lesta melihat Bu Marta sedang menyiapkan makanan di atas meja di bersama satu orang pelayan. Dia tampak lagi menata menu makanan di atas meja.


Lesta yang baru saja tiba, langsung menyalami Bu Marta. Dan ikut membantu menyiapkan makan siang.


Di saat semuanya sudah siap, pelayan memanggil Pak Marta, Rey dan Tedy untuk makan siang bersama.


Sekarang mereka berlima sudah duduk manis di atas meja makan. Tedy terkejut melihat keberadaan Lesta yang ikut berada di meja makan. Dia tidak menyangka kalau makan siang pada hari ini, papanya mengundang Lesta.


"Lesta, disini juga ?" ucap Tedy.


Lesta merasa senang Tedy menegurnya. Tadinya dia berpikir Tedy akan bersikap kaku kepada dirinya. Semenjak Lesta menolak pernyataan cinta Tedy. Lesta sering kepikiran. Dia merasa tidak enak padaTedy.


"Iya, apa kabar Ted ? Sudah lama kamu enggak main ke kantor pusat ya" ucap Lesta.


Tedy tersenyum.


"Di kantor cabang kerjaan lagi numpuk, Les" ucap Tedy.


"Oh, pantes kamu jarang ke kantor pusat ya" ucap Lesta menanggapi.


"Sudah lama datangnya, Les ?" tanya Pak Marta.


"Belum lama sih, Pak" ucap Lesta.


Akhirnya makan siang di meja makan itu dihabiskan oleh obrolan singkat nan ringan. Obrolan tersebut berputar mengenai mengenal lebih jauh keluarga Lesta.


"Oh, iya. Tadi Lesta membawakan kita makanan" ucap Bu Marta. Bu Marta lalu menyuruh pelayan membawa seblak yang di bawa Lesta tadi. Seblak tersebut telah di letakkan di piring masing-masing oleh pelayan tersebut.


"Maaf kalau saya membawa seblak. Saya bingung mau bawa apa ke sini, Bu. Hanya ini yang kebetulan terlintas di pikiran saya" ucap Lesta.


Sebenarnya sih ini ide Anis.


Batin Lesta.


"Apa nama makanan ini tadi ? Nyablak ?" tanya Rey yang baru pertama kali ini mendengar dan melihat Seblak.


"Seblak, sayang. Mama juga pernah makanan ini saat arisan" ucap Bu Marta berbicara kepada Rey.


"Kalau saya paling sering pesan seblak yang di jalan Sudirman. Rasa seblak disana, juga enggak kalah enak" ucap Tedy.


"Wah, kamu juga suka seblak Ted ? Saya juga suka pesan yang di sana. Memang enak sih" ucap Lesta.


Cih ! Aku baru ingat Tedy dan Tari memang punya banyak kegemaran dan hobi yang sama. Makanan apa ini ? Namanya pun aneh !


Batin Rey.


"Lesta ini kok pedasnya berbeda ya dengan yang ibu makan sewaktu Arisan ?" tanya Bu Marta.


"Ibu kemarin pesan yang level berapa ?" tanya Lesta.


"Level 2" ucap Bu Marta.


"Oh, kalau ini level 10 Bu. Maaf kalau Ibu kepedasan" ucap Lesta.


Pak Marta, Bu Marta dan Rey kaget mendengar level seblak yang mereka makan.


Lesta merasa tidak enak melihat sebagian besar orang di meja makan ini menahan rasa pedas karena memakan makanan pemberiannya. Bahkan Rey dan Pak Marta berulang kali meminum air dingin yang berada di gelasnya.


Dari mana Tari mendapatkan makanan iblis ini ?


Batin Rey.


Rey yang merasakan mulas pada perutnya. Segera meminta izin untuk ke toilet. Tak lama kemudian Pak Marta juga ikut menyusul ke toilet.


Anis kamu berdosa banget ! Kenapa aku mau saja mengikuti ide gilamu ini. Pingin aku pites nih lehernya si Anis.


Batin Lesta.


Tinggal Bu Marta, Tedy dan Lesta yamg sekarang berada di meja makan.


"Jadi sejak kapan kalian mulai pacaran ? Ibu beneran enggak nyangka loh saat papa bilang, kalau Rey dan kamu sekarang sedang menjalin hubungan" ucap Bu Marta.


Tedy terkejut mendengar ucapan mamanya barusan.


Jadi mereka sudah resmi berpacaran sekarang ?


Batin Tedy.


Tiba-tiba nafsu makan Tedy menghilang.


"Ma, aku izin keluar ya. Aku sudah selesai makan" ucap Tedy.


Bu Marta mengangguk.

__ADS_1


**********


Tidak terasa waktu telah Sore.


Lesta yang tadinya sudah selesai makan, ikut berkeliling ke taman belakang bersama Bu Marta.


Mereka mengobrol sepanjang jalan, hingga akhirnya Bu Marta meminta izin untuk ke dalam karena menerima telepon.


Lesta melihat Tedy di Kebun. Masih dengan hobi yang sama, Tedy kelihatan asyik menanam tanaman hias yang baru saja dia pindahkan dari satu pot ke pot yang lainnya. Lesta menghampirinya.



foto : Tedy.


"Lagi ngapain Ted ?" tanya Lesta.


Tedy terkejut mendengar suara Lesta. Lebih tepatnya, terkejut dengan kehadiran Lesta yang tiba-tiba sudah berada di hadapannya.


"Seperti biasa. Meluangkan waktu untuk hobiku" ucap Tedy.


Tedy menghela nafas.


"Selamat ya buat hubungan kamu dan Rey. Aku sempat terkejut saat mamaku mengatakannya tadi" ucap Tedy.


Lesta hanya diam. Dia bingung mau menjawab apa.


"Lesta, kamu lihat sunset itu ?" ucap Tedy.


Lesta mengangguk.


"Ada orang yang diciptakan seperti sunset. Indah banget. Ya, tapi namanya sunset. Lama kelamaan akan menghilang" ucap Tedy.


Lesta menatap wajah Tedy. Mencoba mencerna setiap ucapan yang keluar dari mulut Tedy.


"Lesta, bila Rey mengecewakanmu.. Datanglah padaku. Aku akan siap menerima keluh kesahmu. Siapa tahu dengan begitu, kita bisa dekat dan kau bisa mencoba mengenalku lebih dalam" ucap Tedy.


Lagi-lagi, Lesta hanya terdiam. Tidak merespon ucapan Tedy.


Apa itu artinya dia masih berharap ? Bukankah aku sudah bilang padanya, aku tidak bisa menjanjikan apapun.


Batin Lesta.


Tak lama kemudian sebuah langkah kaki terdengar.


"Boleh aku mengambil pacarku ?" ucap Rey yang berbicara pada Tedy sambil memegangi tangan Lesta.


Tedy hanya diam tidak menjawab. Dia paham betul apa maksud ucapan Rey barusan. Bisa dikatakan itu sebuah penegasan bagi Tedy.


Lesta dan Rey akhirnya pergi bergegas meninggalkan Tedy yang berdiri di sana.


"Ayo, aku antar kamu pulang sayang" ucap Rey.


Lesta mengangguk.


Lesta masuk ke dalam rumah Rey, untuk meminta izin pulang pada Bu Mata dan Pak Marta.


"Hati-hati di jalan ya. Sering-sering main ke sini" ucap Bu Marta.


"Iya, Bu. Saya pulang dulu ya Bu, Pak" ucap Lesta.


Pak Marta akhirnya mengantar Lesta dan Rey sampai teras depan.


Tapi tiba-tiba terdengar derap langkah kaki yang sedang berjalan ke arah mereka berempat.


"Kak Rey !" teriak seorang gadis dari kejauhan.


Walaupun dari kejauhan, Lesta bisa melihat kalau gadis ini sangat cantik. Semua yang ada pada dirinya bisa dibilang sempurna. Di tambah lagi usianya yang masih kelihatan muda. Sekitar dua tahun di bawah Lesta.


Kak Rey ? Bukankah mereka tidak memilik saudara perempuan.


Batin Lesta.


Pak Marta dan Bu Marta tampak syok melihat kehadiran gadis itu. Terutama Rey yang matanya melotot seakan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Lisa ?" ucap Rey sambil menatap gadis yang sedang melangkah berjalan di hadapannya itu.


Gadis itu berlari berhamburan menghampiri Rey. Dia memeluk Rey erat.


"Kak Rey, aku kangen kakak" ucap perempuan itu.


Jleb !


Siapa gadis ini ? Tidak biasanya dia mengingat nama perempuan yang ada disekitarnya. Dan dari semua gadis bahkan mantannya sekalipun tidak ada yang berani menyentuh dan memeluknya seperti ini. Kalau dia sampai seberani ini pada Rey. Dia pasti orang yang sangat dekat dengan Rey.


Batin Lesta.

__ADS_1


# Likenya dongggggg... juga minta komentar cetar kalian ya... Jangan lupa juga buat memberi vote ya... dukungan kalian, semangatku 😘


__ADS_2