Sekretaris Papaku

Sekretaris Papaku
Kesal


__ADS_3

Pagi ini Lesta sudah duduk manis di kursi kerjanya. Dia sibuk memeriksa dokumen yang masuk ke mejanya, sambil memakan keripik pisang buatan Ibunya Anis.


Tiba-tiba Aldo datang menghampiri meja kerjanya dan langsung menyambar kantong plastik keripik pisang milik Lesta. Dia mengambil beberapa buah keripik dan ikut memakannya.


"Pak Aldo tahu benar kalau itu makanan buatan calon mertua" ucap Lesta menggoda Aldo.


Aldo tampak terkejut mendengarnya.


"Jadi ini buatan mamanya Anis ?" tanya Aldo.


Lesta mengangguk.


"Pantes rasanya beda" ucap Aldo.


"Beda gimana Pak ? Emangnya rasa apa ?" tanya Lesta.


"Rasa pingin sungkeman" ucapan Aldo seraya tertawa.


Lesta langsung ngakak mendengar ucapan Aldo barusan.


"Les, entar makan siang ikut gue ya. Kita makan di luar aja. Ada yang mau gue obrolin sama elo" ucap Aldo.


"Pasti mau ngobrolin soal Anis kan ?" tanya Lesta


Aldo cuma senyum-senyum doang.


"Udah kebaca gue. Oke deh.. janjian di lobi aja ya Pak. Lumayan dapat sogokan makan siang gratis" ucap Lesta.


Aldo tertawa mendengarnya.


"Oke, kalau begitu gue balik ke ruangan gue ya" ucap Aldo.


"Oke, Pak Aldo" ucap Lesta.


Sindi dan Nana yang melihat Aldo dan Lesta mengobrol tanpa canggung segera menghampiri meja kerja Lesta, setelah Pak Aldo pergi.


"Les, elo sama Pak Aldo deket banget ya kayaknya" ucap Nana.


"Enggak juga" ucap Lesta singkat.


"Jangan-jangan Pak Aldo deketin elo karena suka sama elo Les. Wah, bisa bikin gebrekan elo Les. Pacaran sama rekan kerja satu kantor. Apalagi orangnya Pak Aldo" ucap Sindi yang asal menarik kesimpulan.


Beneran deh dua orang ini. Udah kepo, tebakannya salah lagi.


Batin Lesta.


"Siapa yang pacaran satu kantor ?" ucap Rey yang tiba-tiba datang. Sepertinya dia mau ke ruangan Pak Marta, karena terlihat memegang dokumen di tangan kanannya.


Semua terdiam tidak ada yang berani menjawab.


"Pacaran kok di tempat kerja, kayak enggak bisa mencari di luar saja !" ucap Rey.


Rey lalu masuk ke dalam ruangan Pak Marta, setelah meninggalkan ucapan super pedasnya tadi.


"Heran gue. Pak Rey, kalau ngomong selalu aja pedas. Untung aja ganteng !" ucap Nana.


Lesta melirik pada pintu ruangan Pak Marta.


Emang dasar preman pasar. Kalau ngomong enggak di filter lagi kayaknya !


Batin Lesta.


**********


Jam telah menunjukkan pukul 12:00 siang. Lesta yang sudah janjian dengan Aldo di lobi, akhirnya pergi makan siang menuju restoran yang telah di tentukan oleh Aldo.


Setibanya di sana Aldo dan Lesta mencari meja yang telah di bookingnya. Tapi, tiba-tiba suara sapaan dari seorang pria menghentikan langkah mereka.


"Pak Aldo. Di sini juga ?" sapa Pak Fajar, Manager pemasaran.


"Eh, iya Pak Fajar" ucap Aldo.


Aldo dan Lesta refleks menoleh.

__ADS_1


Ternyata Pak Fajar tidak makan sendirian, Dia datang bersama Rey. Tampaknya Mereka sudah datang lebih awal dari Lesta dan Aldo. Karena di meja mereka sudah ada makanan yang dihidangkan.


"Rey, makan disini juga elo ?" giliran Aldo yang bertanya pada Rey.


"Hmm.." jawab Rey yang menjawab lebih mirip dengan deheman.


"Pak Aldo bareng sama Lesta juga ?" tanya pak Fajar lagi.


"Iya Pak. Saya janji mau traktir dia makan soalnya. Karena sudah bantuin saya pesan taksi online kemarin" ucap Aldo berkilah.


"Iya kan Les ?" ucap Aldo.


"Iya" ucap Lesta seraya tersenyum.


Rey melirik Lesta sekilas.


"Gabung sini aja Pak Aldo" ucap Pak Fajar.


Aldo dan Lesta saling melihat satu sama lain.


Hadeh, kok Pak Fajar ngajakin gabung. Kan tujuan Aldo ngajak ke sini biar bisa bebas cerita soal Anis. Kalau gabung sama mereka ya malu lah Aldo mau cerita kisah cintanya. Mana ada preman pasar lagi. Gue enggak jamin bisa nelen makanan di depan dia. Semoga Aldo nolak tawaran Pak Fajar.


Batin Lesta.


"Enggak usah Pak Fajar. Kita ambil meja yang lain aja. Soalnya enggak enak meganggu. Lagian kalian juga sudah duluan memesan" ucap Aldo.


Good job, Aldo ! tolak aja. Enggak suka gue makan bareng Preman pasar.


Batin Lesta.


"Oke, saya dan Lesta ke meja kita dulu ya Pak Fajar, Rey" ucap Aldo.


Tapi tiba-tiba, suara Rey menghentikan langkah mereka berdua.


"Duduk sini ! Memangnya kamu cuma mau mentraktir Tari saja ? Traktir gue dan Pak Fajar juga sekarang. Sudah lama kamu tidak mentraktirku !" ucap Rey.


Jleb !


Tari lagi panggil gue. Udah tau gue pantangan di panggil Tari. Lagian ngapain harus makan bareng dia. Bikin enggak mood aja.


Batin Lesta.


Mau enggak mau Aldo dan Lesta menuruti perintah Rey.


Mereka duduk berhadap-hadapan sekarang.


Selang beberapa menit kemudian makanan yang mereka pesan datang.


Mereka mulai melahap makanan mereka masing-masing.


"Pak Aldo dan Lesta terlihat dekat ya. Jangan-jangan kalian memang lagi pendekatan ya sekarang ?" tanya Pak Fajar mencoba membuka obrolan mencairkan suasana.


"Kami hanya berteman kok Pak" jawab Lesta.


Sedangkan Aldo hanya tersenyum menanggapi ucapan Pak Fajar.


"Enggak masalah kok Les. Semuanya juga berawal dari temanan. Lama-lama berubah jadi demen" ucap Pak Fajar seraya tertawa.


Sedangkan Lesta dan Aldo hanya diam mendengarkan ucapan Pak fajar.


"Pak Fajar, saya enggak suka sama orang yang banyak bicara saat sedang makan"ucap Rey tiba-tiba.


Aldo melirik Rey sekilas.


Suasana tiba-tiba menjadi hening.


"Maaf Pak Rey, kalau begitu saya tidak akan bicara lagi" ucap Pak Fajar yang usianya jauh lebih tua dari Rey.


Keadaan kembali canggung.


Duh, sumpah... Makan dengan suasana kaku kayak gini di mana letak nikmatnya. Padahal cacing-cacing di perut gue udah dangdutan dari tadi. Tapi, bodoh amatlah.. Sayang makanan mahal kayak gini harus di sia-siain. Gue bakal makan semua makanan yang sudah gue pesen dengan cepat. Dengan begitu gue bisa langsung minta pulang sama Aldo.


Batin Lesta.

__ADS_1


Lesta lalu melahap semua makanan yang dia pesan.


"Sepertinya Nona Tari enggak sarapan ya tadi pagi ?" sindir Rey.


Lesta menghentikan suapannya ketika mendengar ucapan Rey.


"Saya hanya menghargai niat baik Pak Aldo, Pak" ucap Lesta dengan sorot mata yang tajam kepada Rey. Dia tahu kalau dia sedang di sindir oleh Rey.


Lalu Lesta melanjutkan kembali suapannya. Karena di kuasai perasaan kesal terhadap pria di hadapannya, dia memakan makanannya dengan terburu-buru.


Dan tiba-tiba Lesta tersendak.


"Uhuk-uhuk !" Lesta terbatuk-batuk.


Semua menoleh ke arah Lesta. Semakin banyak orang melihat, batuk Lesta semakin menjadi-jadi sekarang.


"Uhuk-uhuk" Batuk Lesta belum berhenti.


Rey lalu mengambil gelas yang berisi air mineral di dekatnya dan menyodorkan gelas itu pada Lesta.


"Kau tidak apa-apa ? Cepat minum !" ucap Rey sambil memegang bahu Lesta.


Masih tanya tidak apa-apa lagi. Enggak lihat aku sudah mau hampir mati keselek tadi.


Batin Lesta.


Aldo dan Pak Fajar yang melihat kejadian barusan sempat bengong dengan sikap Rey yang tidak biasa.


Akhirnya batuk Lesta mereda.


"Lain kali kalau makan jangan seperti orang


kesurupan. Kau ini kan perempuan. Seperti sudah tidak makan belasan hari saja" ucap Rey dengan nada kesal.


Lesta melotot mendengarnya.


Tiba-tiba ponsel Rey berdering.


Rey mengangkat teleponnya. Sepertinya dia sedang membahas masalah bisnis dengan orang yang meneleponnya.


Setelah mengakhiri panggilan teleponnya, Rey mengajak Pak Fajar untuk segera pergi menemui kolega bisnis mereka.


"Gue duluan ya Do" ucap Rey sambil menyeringai melihat ke arah Lesta. Sedangkan Lesta masih asyik memakan ice cream, sebagai dessert.


Tinggal Aldo dan Lesta saja di meja makan sekarang.


"Sepertinya kita harus kembali ke kantor, Les. Sekarang sudah jam satu siang nih. Jam istirahat kantor sudah mau berakhir" ucap Aldo.


"Iya, gue juga udahan ini. Ayo Do kita kembali kantor. Sorry, ya Do gara-gara kita makan bareng Pak Rey dan Pak Fajar kamu jadi enggak sempat nanya-nanya soal Anis deh. Padahal kamu sudah traktir gue makan" ucap Lesta.


"Ya, enggaklah Les. Enggak apa-apa. Cuma makan siang aja. Lagipula kalau tanya soal Anis kan kita bisa sambil mengobrol di dalam mobil saat kembali ke kantor nanti" ucap Aldo.


Akhirnya Aldo memanggil pelayan untuk meminta bill tagihan mereka.


"Maaf Pak semua sudah di bayar oleh Pak Rey tadi" ucap Pelayan itu.


Lesta dan Aldo terkejut mendengarnya.


"Jadi ngapain tadi dia maksa kita duduk sini. Minta traktir segala, kalau ujung-ujungnya dia sendiri yang bayar" ucap Lesta dengan nada bicara yang kesal.


Ah, gue tau nih. Pasti si preman pasar mau pamer kalau dia itu punya banyak uang dan kekuasaan. Dasar Songgong !


Batin Lesta.


Sedangkan Aldo tidak menggubris ucapan Lesta. Dia tampak sedang berpikir, mencerna setiap kejadian selama makan tadi.


Ada yang janggal sama sikap Rey selama makan siang tadi. Enggak biasanya dia begitu. Atau jangan-jangan...


Batin Aldo.


Aldo lalu melirik ke arah Lesta yang masih terlihat kesal.


#Kotak apa yang yang menyakitkan ??? jawabannya, Ko Tak sadar kalau aku nungguin komentar dari kalian Eakk 🤭 Jangan lupa like, vote dan komen ya.. Saranghaeyo 😘

__ADS_1


__ADS_2