Sekretaris Papaku

Sekretaris Papaku
Maaf


__ADS_3

Tidak seperti biasanya. Lesta yang tidak menyukai hari Senin karena harus mulai beraktivitas kembali setelah weekend, merasakan hal yang berbeda pada hari ini.


Apalagi kalau bukan dengan alasan dapat bertemu dengan sang kekasih walaupun di jam kerja.


Lesta yang sekarang telah berada di dalam mobil Rey, karena Rey menjemputnya untuk berangkat kerja bareng, semakin menyukai kebersamaan yang tercipta di antara mereka.


Tetapi, setelah mobil memasuki halaman kantor. Lesta dan Rey harus menjaga jarak agar tidak menimbulkan kecurigaan pada pegawai lain.


Awalnya Rey tidak menyukai saran Lesta yang menginginkan agar hubungan mereka dirahasiakan dari pegawai yang lainnya. Rey yang lagi dalam keadaan berbunga-bunga malah ingin sekali memamerkan hubungan mereka kepada banyak orang. Tetapi, Lesta menahannya dengan alasan tidak ingin mencampuradukkan antara hubungan asmara dengan pekerjaan. Apalagi, Lesta belum siap untuk kemungkinan yang terjadi apabila Pak Marta mengetahui bahwa putranya tengah menjalin kasih dengannya. Lesta beranggapan, bisa saja Pak Marta tidak menyukainya Lesta yang latar belakang kehidupannya hanya berasal dari keluarga sederhana, tidak sebanding untuk menjalin kasih dengan anaknya yang menjabat sebagai Direktur Perusahaan.


Walaupun dilihat dari kehidupan Pak Marta yang memilih Bu Marta yang juga berasal dari keluarga sederhana sebagai pendampingnya, tapi tetap membuat Lesta ketar-ketir terhadap penilaian Pak Marta untuk kriteria calon menantunya nanti. Siapa yang paham tentang apa yang dipikirkan oleh Pak Marta. Raja bisnis yang selalu menyimpan teka-teki di setiap ucapan dan gerak-geriknya.


Disisi lain Lesta takut bila hubungan ini diketahui Pak Marta akan berimbas pada pekerjaannya nanti. Siapa tahu Pak Marta nanti tidak menyukai bila Lesta berhubungan dengan anaknya. Lesta beranggapan, bisa saja dia di pecat dari pekerjaannya. Sedangkan Lesta masih ingin bekerja dan mencintai pekerjaannya sebagai sekretaris.


Belum lagi, Lesta belum siap menerima lirikan dan tatapan sinis dari pegawai lain yang yang merangkap sebagai fans dari Rey. Untuk diruangannya saja sudah ada dua orang yaitu Sindi dan Nana yang terdaftar dalam anggota pengagum rahasia Pak Rey.


"Sayang, kamu enggak keberatan kan kalau kita harus merahasiakan hubungan kita dari orang-orang di kantor ?" tanya Lesta pada Rey, saat mobil itu sudah memasuki parkiran basement.


"Ya, mau gimana lagi. Kamu yang minta. Memang kalau aku bilang keberatan, kamu bakal merubah keputusanmu ?" tanya Rey.


Lesta menunduk. Dia terdiam tak bergeming.


"Ya, sudah. Aku tidak keberatan kok. Yang mana membuatmu nyaman saja" ucap Rey sambil mencubit pipi Lesta dengan gemas.


Lesta tersenyum mendengarnya.


********


Sedangkan di sisi lain. Di Perusahaan CT Group, Anis seakan tidak konsentrasi pada pekerjaannya. Setelah mengingat ucapan Lesta semalam.


Ingatannya kembali pada malam itu, saat Lesta memberikan bukti email dari Direktur Keuangan yang memberikan tugas lembur pada Aldo untuk memeriksa dan memperbaiki laporan keuangan yang sedang bermasalah. Lesta juga menceritakan siapa wanita yang bersama Aldo di pesta tersebut.


Anis merasa malu pada dirinya sendiri yang telah marah-marah pada Aldo tanpa mendengarkan penjelasan Aldo terlebih dahulu. Tetapi di sisi lain dia juga merasa sedih mendengar cerita Lesta mengenai wanita yang bersama Aldo. Hal itu membuat Anis menarik kesimpulan bahwa Ibunya Aldo lebih memilih calon menantu dari keluarga kaya ketimbang dari keluarga sederhana seperti dirinya.


Jadi, apa yang harus aku lakukan sekarang ? Sebaiknya meminta maaf dulu pada Aldo. Apa dia akan memaafkanku ya ? Aku ragu dia mau memaafkanku.


Batin Anis.


Biasanya pagi-pagi seperti tadi, dia akan memjemput Anis untuk berangkat kerja bareng. Tapi pagi ini, Aldo tidak datang sama sekali bahkan tidak meneleponnya dari semalam.


Apa benar yang dikatakan Lesta, aku harus menurunkan gengsiku yang terlalu tinggi dan merubah sifat keras kepalaku.


Batin Anis.


**********


Jam telah menunjukkan pukul 12:00 siang. Aldo yang masih sibuk mengerjakan pekerjaannya melirik jam yang melingkar ditangannya.


__ADS_1


Foto : Aldo.


Tiba-tiba terdengar suara pintu ruangan diketuk dari luar. Seorang petugas office Boy masuk ke dalam ruangan Aldo.


"Pak Aldo, mau makan siang di luar atau mau menitip beli makanan di luar ?" ucap Petugas Office Boy tersebut.


"Saya titip saja Pak Hasan. Kerjaan masih banyak ini. Beliin nasi di tempat saya biasa makan saja Pak" ucap Aldo sambil mengeluarkan uang di dalam dompetnya.


"Baik, Pak Aldo" ucap Pak Hasan.


Pak Hasan lalu beranjak pergi meninggalkan ruangan tersebut. Sedangkan Aldo masih berkutat di depan komputernya, menyelesaikan pekerjaannya.


Tak lama kemudian, terdengar ketukan pintu kembali. Rika, Seorang pegawai resepsionis di lantai tersebut, masuk ke dalam ruangan Aldo.


"Maaf, Pak Aldo. Ada tamu di luar ingin bertemu dengan anda" ucap pegawai resepsionis tersebut.


"Tamu ? Siapa namanya Rik ?" ucap Aldo.


"Namanya Anisa, Pak. Dari CT Group" ucap pegawai resepsionis tersebut.


Anis ?


Batin Aldo.


"Suruh dia masuk ke ruanganku, Rika" ucap Aldo.


Tak lama setelah Rika keluar, Anis masuk ke dalam ruangan Aldo.


Aldo yang sedang duduk di kursi kerjanya, segera beranjak dari duduknya, begitu melihat Anis masuk ke dalam ruangannya.



Foto : Anis.


"Duduk, Nis" ucap Aldo yang mempersilahkan Anis duduk di sofa yang berada di dalam ruangannya.


Anis lalu melangkah menuju sofa tersebut. Sekarang dia telah duduk saling berhadapan dengan Aldo di sofa tersebut.



Anis tampak melihat sekeliling ruangan tempat Aldo bekerja. Dia memandang kagum arsitektur di dalam ruangan tersebut.


Aldo mengamati Anis yang dari tadi asik melihat sekeliling ruangan Aldo. Dan tiba-tiba mata mereka bertemu.


"Eh, maaf. Aku baru pertama kali berkunjung ke sini. Aku kagum pada rancangan arsitekturnya. Memberikan kesan nyaman" ucap Anis seraya tersenyum.


Tetapi Aldo tidak tersenyum sama sekali. Dia hanya memandangi Anis sedari tadi dengan ekspresi wajah yang datar.


Kenapa dia diam saja ya. Aku jadi canggung sendiri sekarang.

__ADS_1


Batin Anis.


"Aku ke sini mau..." ucap Anis yang sedikit terjeda pengucapannya. Karena dia merasa berat mengucapkan permintaan maaf yang jarang dia ucapkan.


"Aku ke sini mau meminta maaf, karena telah menuduhmu berbohong. Aku sudah mendengar semuanya dari Lesta" ucap Anis sambil melirik ke arah Aldo.


Tetapi Aldo masih diam tidak bergeming.


"Hmm.. Kau pasti kesulitan ya, menghadapi sikap keras kepalaku selama ini. Kalau Lesta tidak menasehatiku, mungkin sampai sekarang aku tidak sadar kalau sikapku sekeras itu" ucap Anis yang masih mencoba tersenyum yang agak dipaksakan.


Sedangkan Aldo masih tetap melihat ke arahnya tanpa merespon setiap ucapan Anis.


Kenapa dari tadi hanya aku yang berbicara. Sepertinya dia tidak berniat memaafkanku. Jangankan memaafkanku. Melihatku disini saja sepertinya dia sudah malas.


Batin Anis.


Tiba-tiba, Anis merasa sedih dengan sikap Aldo padanya. Tidak terasa, ada genangan air mata di sudut matanya. Yang perlahan jatuh membasahi pipinya. Dengan cepat Anis mengelap air matanya, agar tidak terlihat oleh Aldo. Tetapi, sayangnya.. air matanya sudah tidak terbendung lagi.


"Kalau begitu aku mau pulang saja, permisi" ucap Anis yang sudah beranjak dari duduknya.


Anis lalu melangkah menuju pintu untuk keluar, tetapi tangan Aldo menahan lengannya.


"Kenapa pergi ? Padahal aku sangat senang memandangimu dari tadi, setelah seharian kemarin tidak melihatmu" ucap Aldo.


Aldo lalu beranjak dari duduknya dan mendekati Anis.


"Jangan berpikir negatif terus kepadaku. Aku tidak seburuk itu, Anis. Aku sengaja tidak menghubungimu dan menjemputmu pergi bekerja, agar memberikan waktu untukmu menenangkan diri. Rencananya sore nanti, aku baru mau ke kantormu untuk menjemputmu" ucap Aldo.


Anis tertegun mendengar ucapan Aldo. Anis lalu memeluk Aldo.


"Maafin aku, Do. Aku janji bakal mengubah sifat keras kepalaku ini" ucap Anis.


Aldo tersenyum mendengarnya.


"Ya, walaupun terdengar agak sulit sepertinya" ucap Aldo seraya tertawa.


"Ya, aku juga meminta maaf. Tidak buru-buru bercerita kepadamu soal wanita itu. Jadinya, kamu mendengarnya dari orang lain" ucap Aldo.


"Kamu jam segini datang kesini, sudah makan siang belum ?" tanya Aldo.


Anis menggeleng.


"Ya, sudah. Ayo kita makan siang di luar. Sekalian pulang dari makan siang, aku akan mengantarmu pulang ke kantormu lagi, sayang" ucap Aldo.


Anis mengangguk.


Ada perasaan lega sekaligus bahagia yang dirasakan Anis sekarang, mendengar Aldo memanggilnya 'sayang' kembali.


#Maaf untuk janji double up yang kemarin. Ada hal di RL yang tiba-tiba mendesak 🙏 Jangan lupa minta like, vote dan komennya... makasih juga buat yang sudah vote banyak sehingga rank nya agak naik... kalian terbaekkkk.. 👍😘

__ADS_1


__ADS_2