
"Suatu hari Papa akan menyesal karena lebih memilih wanita ini dari aku dan mama. Di saat itu mungkin papa telah kehilangan segalanya. Aku, mama dan mungkin harta Papa. Semua orang yang pasti berpikiran sama denganku, nggak mungkin seorang gadis belia mau berhubungan dengan pria dewasa jika bukan karena harta," ucap Elvan dengan emosi.
"Aku juga yakin, Calista sengaja menjebak Papa, membuat Papa jatuh cinta hanya karena ingin membalas sakit hatinya. Dia nggak mungkin mencintai Papa. Aku kira kamu wanita lugu dan polos, ternyata kamu licik dan culas."
"Kamu bisa menuduhku apapun. Siapapun yang melihat hubunganku dengan Om Tio pasti akan berpikir negatif. Namun, mereka lupa, jika cinta itu datang dari hati. Tidak peduli usia. Akan aku buktikan pada dunia jika aku tulus mencintai Om Tio, bukan karena harta. Aku mencintai Om Tio apa adanya bukan ada apanya," ucap Calista.
"Cinta tidak menuntut kesempurnaan, namun akan memahami, menerima dan rela berkorban. Karena cinta seharusnya membuatmu bahagia bukan terluka. Ketulusan hati diperlukan untuk mengawali cinta, pun keikhlasan hati diperlukan untuk mengakhiri cinta. Ketulusan cinta dan kasih sayang tidak dapat dilihat atau didengar, tetapi hanya dapat dirasakan dengan hati. Satu hal penting dalam cinta, jangan berikan ruang di hatimu pada seseorang yang bahkan tak berusaha untuk tinggal di dalamnya. Dan juga jangan sakiti mereka yang mencintaimu. Cinta bisa berubah jadi benci ketika ketulusan hati dilukai."
Calista berucap dengan penuh penekanan, agar Elvan bisa mengerti dan memahaminya.
__ADS_1
"Coba kamu buktikan itu, yang kamu katakan ketulusan. Apa itu emang ada di zaman sekarang," ucap Elvan. Dia melangkah meninggalkan ruangan itu diikuti Meidi.
Setelah Elvan menghilang, Calista langsung terduduk dan air matanya tumpah membasahi pipi. Dadanya terasa sesak. Dari tadi Calista sudah berusaha menahan tangisnya.
Tio mengikuti Calista duduk. Dia membawa Calista ke dalam pelukannya. Tio membiarkan Calista menangis agar sesak di dadanya bisa hilang.
"Apakah orang miskin seperti aku selalu dicurigai? Apa orang nggak punya seperti aku nggak boleh jatuh cinta pada pria mapan?" tanya Calista disela tangisnya.
"Apa kita nggak usah menikah aja, Om?" gumam Calista namun masih dapat di dengar Tio.
__ADS_1
"Apa maksudmu, Calista? Seharusnya kamu buktikan pada orang-orang yang mencibir dan memandang jelek, jika omongan mereka itu nggak benar. Bukan malah mundur begini. Nanti mereka akan makin berpikir jelek."
"Baru aja akan melangkah, telah ada yang menentang, apa lagi selanjutanya."
"Semua rintangan itu akan dapat kita hadapi jika kita memiliki tekad kuat. Kita harus bersatu."
"Cinta itu seperti perang, sakit, begitu buruk untuk bertahan, tetapi untuk beberapa alasan, kamu harus terus berjuang.Tidak peduli betapa beratnya cobaan yang ingin menggoyahkan hubungan kita, aku tetap mempertahankanmu dan mencintaimu. Bertahan, sayangku, Tuhan sedang menguji kekuatan cinta kita. Berjuanglah bersamaku dan buktikan kalau kita mampu bersama meski nanti akan banyak yang menentang hubungan kita. Buktikan pada mereka, jika cinta kuat, nggak akan goyah hanya karena banyaknya cobaan yang datang," ucap Tio dengan mengusap rambut Calista.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Bersambung