
Tio menarik napas panjang. Tangannya masih menggenggam tangan Calista. Tio tahu saat ini pastilah istrinya itu sedang gugup.
"Sebenarnya itu tidak bisa dikatakan selingkuh. Aku dan Tari telah lama tidak melakukan hubungan suami istri. Cuma di atas kertas aja kami masih berstatus suami istri," ucap Tio. Tio kembali menarik napasnya.
"Sebelum saya lanjutkan, perkenalkan dulu. Ini Calista istri sah saya saat ini. Calista saat ini sedang hamil 3 bulan buah cinta kami. Aku dan Calista menikah 4 bulan yang lalu. Jika ada yang berasumsi aku selingkuh, sekali lagi itu tidak bisa dibenarkan. Aku dan istri telah pisah ranjang lebih dari 10 tahun. Apakah salah jika saya mencari pengganti? Bagaimana jika anda yang berada di posisi saya? Semua ini bisa ditanyakan dengan anak saya Elvan."
"Jadi yang disebelah Bapak itu istri muda yang digosipkan selingkuhan Bapak kemarin. Tampaknya masih sangat muda," ucap wartawan yang lain.
"Tentu saja masih sangat muda. Dia itu mantan pacarnya Elvan anak kami. Sengaja mendekati Elvan buat jadi pelakor," ucap Tari berteriak dari depan pintu masuk.
Semua wartawan yang hadir serempak memandang kebelakang, dimana asal suara. Tari dengan wajah merah menahan marah berjalan mendekati meja dimana Tio dan Tari serta pengacaranya duduk.
"Kau, wanita murahan. Pura-pura mendekati anakku hanya untuk jadi pelakor. Memang enak jadi perebut, nggak butuh ijazah. Cuma modal senyum, sapa, salam, tempel, jerat saja bakalan langsung keterima.Kasihan, perjaka aja pada bosan ngelirik. Makanya terus ngelirik yang nggak perjaka tapi milik orang. Bersenang-senanglah sebelum azdab menghampirimu," teriak Tari.
Tio yang mendengar ucapan Tari langsung berdiri. Calista hanya duduk sambil menunduk. Ini yang ditakuti Calista. Makanya tadi dia tidak ingin ikut Tio.
"Jangan membuat aku mengatakan kebenaran dan membeberkan bukti kalau kamu jauh lebih kotor dari Calista. Berkacalah dengan apa yang kamu lakukan. Apa kamu lupa dengan perbuatanmu, kamu yang membuat rumah tangga kita berantakan!" ucap Tio emosi.
__ADS_1
"Bela saja simpananmu itu. Suatu saat kau akan menyesal, saat dia meninggalkan kamu untuk pria lain yang lebih segalanya dari kamu," ucap Tari.
"Keluarlah Tari, kamu hanya akan mempermalukan diri sendiri," ucap Tio dengan menahan emosinya.
"Kukira kita itu sama-sama wanita. Kita bisa memahami perasaan satu sama lain. Tapi aku lupa, kamu kan tak punya perasaan.Jika suatu hari nanti dia direbut oleh perempuan lainnya, kamu akan tahu perasaanku sekarang, Calista."
"Tolong bawa Tari keluar!" ucap Tio dengan petugas keamanan.
Dua orang petugas keamanan datang dan Meminta Tari keluar.
"Bu Tari silakan keluar. Kami tidak ingin berbuat kasar.
Tari keluar dikawal dengan petugas keamanan. Pengacara Tio meminta wartawan untuk duduk dan kembali tenang.
"Maaf, atas sedikit keributan tadi. Saya sebagai pengacara Pak Tio akan membeberkan beberapa bukti yang menjadi alasan perceraian Pak Tio dan Bu Tari," ucap pengacara Tio.
"Bukti apa yang Bapak maksudkan?" tanya wartawan.
__ADS_1
Pengacara itu lalu mengeluarkan foto-foto perselingkuhan Tari dengan beberapa pria. Foto-foto itu ditampilkan di layar proyektor agar lebih jelas.
Kilatan lampu dari kamera tampak bersinar di dalam ruangan. Tio dan pengacara menjawab semua pertanyaan dari wartawan yang begitu banyaknya.
Dua jam akhirnya acara selesai. Tio dan pengacara menutup pertemuan dengan makan siang bersama.
Para wartawan meminta izin mengambil foto Tio dan Calista. Dengan senang hati Tio melayaninya. Tampak Calista yang masih gugup.
"Senyum, Sayang. Jangan dipikirkan apa yang Tari katakan," bisik Tio saat wartawan mengambil foto mereka berdua.
Tio memeluk pinggang Calista dan tersenyum semringah saat di foto.
Setelah acara berakhir, Tio dan Calista kembali ke rumah mereka. Hati Tio lega karena akhirnya dia telah resmi berpisah dari Tari.
Tio sekarang hanya ingin fokus dengan keluarga kecilnya. Tio juga ingin membuka usaha baru untuk Elvan. Agar nanti saat Elvan berkeluarga, ekonominya tidak hanya bergantung dengan Tio.
...****************...
__ADS_1
Bersambung.