
Elvan menatap Tio dengan wajah sedih. Setelah melihat sendiri prilaku Tari yang selingkuh dengan berondong, Elvan sangat kecewa dengan mama-nya itu.
Elvan berharap Tio-lah tempatnya mengadu setelah kekecewaan pada mama-nya. Namun, kenyataan yang dia dengar hari ini sangat mengecewakan dirinya.
Kemana lagi dirinya akan bersandar. Papa yang sangat dirinya banggakan ternyata bukan papa kandungnya. Kekasihpun tidak ada untuk tempat berbagi kesedihan.
Elvan tampak menarik napasnya dan menarik rambutnya frustrasi.
Tubuh yang tak berjiwa, bangunkan aku dari mimpi buruk ini, hantarkan aku dalam kedamaian abadi. Air mata ini telah mengering dan sulit sekali untuk aku tumpahkan disaat-saat seperti ini. Mungkin dunia ini membenciku?, ataukah kehidupan ini terlalu rumit?Kadang aku selalu bermimpi tentang sebuah kehidupan yang penuh kedamaian, lalu aku selalu terbangun dan berharap mimpi itu akan menjadi nyata dalam hidup yang aku jalani saat ini.
"Keluarlah, aku saat ini ingin sendiri. Terutama kamu, Ma. Aku tidak mau melihat mama lagi, sampai aku bisa mengobati luka hatiku ini. Aku hanya ingin Mama menyadari semua kesalahan yang telah dilakukan. Sebelum semuanya terlambat. Pria-pria itu hanya mengincar uang mama. Setelah mendapat mangsa baru pastilah mereka akan pergi meninggalkan Mama."
"Sekali lagi maafkan Papa jika kebenaran yang Papa simpan selama ini membuat kamu kecewa."
"Pa, aku yang seharusnya minta maaf. Selama ini aku selalu menyalahkan Papa, aku selalu marah. Padahal seharusnya aku berterima kasih karena Papa telah sudi merawat dan membesarkan aku, serta memberikan kasih sayang, walau aku bukan anak kandungmu."
"Jangan berkata begitu, Elvan. Semua yang papa beri, ikhlas dari hati papa. Kamu sampai kapanpun tetap anak Papa."
"Kita harus bicara!" ucap Tio dan mengajak Tari keluar dari ruangan.
Setelah kepergian Tari dan Tio, Calista bangun dari duduknya.
"Maaf, Elvan. Aku mau menunggu Papa kamu di luar."
__ADS_1
"Kenapa harus di luar?" tanya Elvan.
"Bukankah tadi kamu mengatakan ingin sendiri," jawab Calista.
"Duduklah di sini. Aku tidak mungkin membiarkan kamu sendirian menunggu Papa. Kamu sedang hamil muda. Nanti kecapean. Istirahat lah di sofa itu."
"Nanti saja. Apa kamu mau makan mie gorengnya. Aku suapin."
"Tidak usah Calista. Aku bisa makan sendiri jika lapar. Jangan terlalu baik. Aku semakin merasa bersalah dan menyesal karena telah menduakan cintamu."
"Tidak perlu menyesali yang telah terjadi. Semua telah menjadi jalan hidup kita. Tidak akan pernah dapat diulang kembali."
"Aku tidak tau bagaimana menggambarkan perasaan ini. Aku sangat terpukul menerima kenyataan yang terjadi. Baru saja aku syok melihat kelakuan mama yang tak pernah aku bayangkan, aku harus mendengar kenyataan jika Papa Tio, bukan papa kandungku."
"Jika aku tau dari awal, Papa Tio bukan Papa kandungku, pasti tidak akan kecewa seperti saat ini. Aku pasti tidak akan pernah menyalahkan sikapnya. Saat ini perasaanku antara kecewa dan bersalah."
"Jika kamu merasa bersalah selama ini dengan Papa Tio, seharusnya kamu melakukan hal baik untuk menebusnya. Kamu harus berubah lebih baik. Buat Papa Tio bangga dengan kamu. Udah saatnya kamu berpikir untuk masa depan kamu."
"Aku ingin Papa Tio, bangga dan tidak menyesal membesarkan aku yang bukan anak kandungnya."
"Aku mendukungnya. Aku akan bantu dengan doa."
"Terima kasih, Calista. Papa Tio pantas dapatkan kamu. Papa, pria yang baik dan kamu wanita yang baik. Semoga kamu dan papa selalu diberi kebahagiaan."
__ADS_1
"Terima kasih, doanya."
Calista berdiri dan meminta izin pindah ke sofa. Badannya terasa pegal. Calista ingin membaringkan tubuhnya.
...****************...
Bersambung
Selamat Pagi SELINGKUH DENGAN CALON MERTUA lovers. Mama mau rekomendasi novel lama mama. Udah tamat. Sambil menunggu novel ini update, bisa mampir dulu ke sini.
Judul novel : ANTARA CINTA DAN KEYAKINAN.
Anindya Yasmin tak pernah mengira akan jatuh cinta pada sosok pria bernama Daniello Lucas Dathan sang ketua OSIS yang sangat tampan.
Daniel dengan segala kelembutan dan perhatiannya membuat Yasmin benar benar jatuh cinta.
Tapi cinta mereka tidak bisa berjalan mulus, karena berbeda keyakinan. Walau Daniel sangat menghormati Yasmin dengan keyakinannya dan begitu juga dengan Yasmin.
Tapi orang tua merekalah yang tak bisa menerima semua perbedaan itu.
Apakah pada akhirnya Yasmin dan Daniel menyerah pada keadaan. Dan memilih berpisah.
Terima kasih.
__ADS_1