SELINGKUH DENGAN CALON MERTUA

SELINGKUH DENGAN CALON MERTUA
Bab Enam Puluh. SDCM.


__ADS_3

Calista membaringkan tubuhnya di kasur. Air matanya tumpah membasahi pipi. Bukannya dia marah dengan Tio, tapi lebih tepatnya kecewa.


Mengapa tidak ada itikat baik Tio dan Tari menemui dirinya saat terjadi kecelakaan. Alasan Tio dan Tari tidak bicara dengannya karena Calista masih kecil tidak dapat diterimanya. Bukankah mereka bisa menghiburnya.


Ayah ibu, rasanya dunia ini begitu sunyi semenjak kepergianmu. Ayah, ibu, datanglah ke mimpiku, aku sangat ingin bertemu denganmu. Bisakah kita bertemu, walau sebentar saja? Ada begitu banyak yang ingin kuceritakan. Ayah,ibu, nyaman kan di sana? Di sini berbeda tanpa ayah dan ibu. Tapi, aku akan kuat dan gak mau buat ayah dan ibu di sana sedih.Aku harap jika ayah dan ibu dapat mendengarku, aku ingin mengatakan bahwa aku sangat merindukan kehadiran kalian. Andai ayah dan ibu ada di depanku saat ini, mungkin aku sudah memeluknya dan menceritakan keluh kesahku.Sekarang aku tahu mengapa kalian selalu memintaku untuk kuat karena kalian tahu aku bakalan butuh kekuatan untuk menanggung kepergian ayah dan ibu. Aku merindukanmu, Ayah, Ibu.


Tiga jam berlalu, Calista tidak juga keluar dari kamarnya. Tio mulai gelisah. Dia mengetuk pintu kamar Calista pelan.


"Sayang, aku tau kamu pasti marah dan kecewa denganku. Kamu bisa mencaci, menghina atau apa saja yang membuat kamu lega. Namun, kamu jangan menyakiti diri sendiri. Kamu harus makan. Ingat Sayang, di rahimmu saat ini ada bayi kita," ucap Tio.


Tio mondar-mandir di depan pintu kamar. Karena tidak ada juga jawaban, akhirnya Tio memanggil teknisi apartemen. Meminta bantuan untuk membuka kunci kamar.


Tio tidak peduli jika nanti Calista marah. Tio udah sangat kuatir. Tiga jam lebih istrinya itu belum keluar dari kamar.


Setelah di bantu tukang bangunan, akhirnya pintu bisa di buka tanpa merusaknya. Setelah terbuka, Tio langsung masuk dan melihat istrinya itu sedang terisak sambil memegang dadanya. Tio memdekatinya.


"Daddy ...," ucap Calista memegang dadanya.


"Kamu kenapa, Sayang," ucap Tio kuatir melihat napas Calista yang tampak sesak.

__ADS_1


"Sakit ...," ucap Calista sebelum pingsan.


Melihat Calista yang pingsan, Tio langsung menggendongnya. Tio meminta bantuan salah seorang penjaga apartemen untuk mengantarnya ke rumah sakit.


Tio duduk di bangku penumpang, jok belakang. Calista berada dalam gendongannya.


"Calista bangun. Bangun, Sayang. Jangan buat aku menjadi kuatir begini. Bangunlah," ucap Tio.


"Cepat sedikit, Pak," perintah Tio.


Pria itu menjalankan mobilnya lebih cepat. Sampai di rumah sakit, Tio langsung berlari ke ruang IGD.


"Dokter, tolong bantu istri saya. Dadanya sesak hingga pingsan."


Setelah setengah jam akhirnya dokter selesai melakukan pemeriksaan. Tio langsung menanyakan keadaan istrinya.


"Bagaimana istri saya, Dok?" tanya Tio tidak sasaran ingin tahu keadaan istrinya itu.


"Sepertinya istri Bapak terlalu lama menangisi. Matanya juga tampak sangat sembab."

__ADS_1


"Apakah menangis bisa mengakibatkan sesak napas,Dok?


"Tentu saja bisa, Pak. Sesak napas saat menahan sedih atau marah dapat merupakan kondisi yang disebut dengan psikosomatis. Psikosomatis sendiri adalah gangguan kesehatan yang dipicu oleh keadaan emosi sehingga berdampak pada sensasi nyeri tertentu pada bagian tubuh,"ucap Dokter.


"Selain karena memahan stres, kecemasan, menangis, berteriak, kemarahan atau bahkan tertawa terbahak-bahak bisa memicu munculnya gejala asma. Ketika sedang stres, tubuh merespon dengan melepaskan hormon tertentu yang pada akhirnya menyebabkan peradangan di saluran pernapasan dan memicu sesak napas," ucap Dokter selanjutnya


"Apakah kehamilan juga dapat memicu sesak napas,Dok?"


"Pada trimester pertama kehamilan, peningkatan hormon progesteron dapat menjadi pemicu sesak nafas. Hormon progesteron akan menstimulasi otak untuk mengirim pesan agar paru-paru mengambil lebih banyak udara. Sehingga, ibu hamil sering merasa membutuhkan mengambil nafas panjang lebih sering."


"Sekarang istri saya apa sudah aman, Dok. Tidak ada pengaruh dengan bayi dalam kandungannya?"


"Istri Bapak sudah melewati masa kritis. Saat ini bisa dipindahkan ke ruang perawatan. Bayi dalam kandungannya aman. Beruntung cepat mendapatkan pertolongan."


"Terima kasih, Dok."


Dokter meminta Tio mengurus administrasi agar Calista dapat segera dipindahkan ke ruang rawat inap.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Bersambung.


Sumber : google


__ADS_2