SELINGKUH DENGAN CALON MERTUA

SELINGKUH DENGAN CALON MERTUA
Bab Delapan Puluh Satu. SDCM.


__ADS_3

Bayi kembar Tio dan Calista diberi nama buat yang cowok Deniz Satriya.Artinya laki laki terhormat dan memiliki hati yang luas bagai lautan serta mampu memberikan kehidupan.- Disa Sabiya buat yang cewek. Artinya perempuan yang bersemangat dalam menjalani hidup dan menghadapi hari yang baru dan menjalani hidup.


Hari ini Tio kembali masuk ruang ICU saat jam besuk. Perawat yang menjaga Calista mengatakan jika keadaannya makin stabil dan sempat sadar.


Tio mendengarnya sangat bahagia. Dia kembali mengajak Calista bicara, agar istrinya cepat sadar.


"Sayang, perawat mengatakan tadi malam kamu sadar. Pasti kamu cari aku. Jangan sedih, aku bukan tidak mau menemani kamu di sini. Tapi itu tidak diizinkan agar kamu bisa istirahat. Aku tidur dengan anak kita Deniz dan Disa. Mereka udah nggak sabar bertemu Mommy-nya yang cantik."


Tio merasakan tangannya disentuh. Tio melihat Calista mulai membuka matanya. Tio tampak tersenyum dan langsung memeluk istri kecilnya itu.


"Sayang, kamu udah sadar." Tio mengecup seluruh bagian di wajah istrinya.


"Aku panggil Dokter dulu, kamu tunggu sebentar ya."


Tio keluar dari ruangan dan mengatakan pada perawat yang berjaga jika istrinya telah sadar. Perawat lalu memanggil Dokter.


"Sayang, tunggu sebentar, Dokter akan periksa kesehatan kamu."


"Anakku mana,Daddy?"


"Kedua anak kita sehat. Mereka menunggu kamu di kamar inap."


"Aku mau melihat mereka, Daddy," ucap Calista lemah.


"Tunggu Dokter cek kesehatan kamu dulu ya. Kamu harus semangat. Aku dan kedua anak kita sudah menunggu kamu. Kita akan berkumpul di kamar sebentar lagi."


Dokter masuk dan tersenyum melihat Calista."Maaf, Pak. Saya akan cek kondisi istrinya. Bapak boleh menunggu di luar dulu."


"Apakah istri saya nanti bisa dipindahkan ke ruang inap, Dok?"


"Jika kondisi istri Bapak telah stabil, kami akan pindahkan segera."

__ADS_1


"Baiklah, Dok. Terima kasih."


Dokter di bantu perawat mengecek semua bagian tubuh Calista. Setelah di rasa cukup, Dokter keluar. Tio langsung menghampiri.


"Bagaimana istri saya,Dok."


"Setelah saya periksa. Kesehatan istri Bapak telah membaik. Sesaat lagi bisa dipindahkan ke ruang rawat. Saat ini perawat saya akan memberikan obat. Setelah itu baru dipindahkan. Bapak bisa menunggu di ruang inap aja."


"Saya menunggu di sini saja, Dok."


"Silakan. Saya pamit dulu." Dokter meninggalkan Tio yang menunggu di luar ruangan.


Dari balik kaca Tio melihat semua yang dilakukan perawat. Tio sudah tidak sabar ingin berkumpul dengan Calista dan anak mereka.


Setengah jam menunggu, Tio melihat perawat mendorong tempat tidur Calista keluar. Tio sangat bahagia. Dia mengikuti perawat itu,mendorongnya.


"Sayang, kamu bisa melihat bayi kita lagi." Calista hanya tersenyum sebagai tanggapan dari ucapan Tio.


Setelah perawat pergi, Tanti langsung mendekati Calista dan mengecup dahi sahabatnya itu.


"Selamat beb, sekarang kamu udah jadi Mommy, dari dua bayi lucumu. Mereka ganteng dan cantik kayak aku," ucap Tanti.


"Kenapa jadi cantik kayak kamu. Itu anakku bukan anak kamu," ucap Calista.


"Aku ini kakak dan auntie-nya sekaligus."


"Kenapa bisa begitu?"


"Kakak karena aku calon kakak iparnya, sebentar lagi aku akan menikah dengan Elvan. Auntie karena aku sahabat dari Mommy-nya. Jadi panggil aku Kak Auntie."


"Konsep dari mana itu?" ucap Calista.

__ADS_1


Elvan dan Tio tertawa melihat wajah Calista yang cemberut. Tanti juga ikutan tertawa. Tanti bahagia banget karena sahabatnya telah sadar. Dari kemarin dia kuatir dan sempat takut hamil jika telah menikah. Tio menghampiri Calista.


"Kamu ingin melihat putra dan putrimu."


"Iya, Dad."


"Biar aku yang ambilkan," ujar Tanti. Gadis itu telah terbiasa menggendong ponakan-nya. Sehingga tidak kaku lagi.


Tanti dan Tio menggendong si kembar dan mendekatkan ke Calista. Tampak kebahagiaan terpancar dari wajah Calista.


Calista percaya dengan pepatah yang mengatakan ADA PELANGI SETELAH HUJAN. Itu yang dialami Calista dalam hidupnya.


Setelah banyak badai datang menerpa hidupnya, pelangi itu datang. Tio-lah pelangi bagi Calista. Pria itu memberikan sejuta warna keindahan dalam hidupnya.


Calista yakin jika semua rencana Tuhan itu indah. Kita jalani saja dengan ikhlas semua takdir hidup kita.


Pelangi tidak selalu datang setiap selesai hujan. Tapi, percayalah, hujan tak pernah turun di sepanjang hari. Jika hujan adalah kesulitan dan matahari adalah kebahagiaan, maka kita membutuhkan keduanya untuk melihat pelangi.


...****************...


END.


Selamat Pagi SELINGKUH DENGAN CALON MERTUA lovers. Akhirnya novel ini sampai hingga dipenghujung cerita. Terima kasih atas dukungannya selama ini.


Akan ada bonchap tentang Calista setelah memiliki anak dan kisah Elvan dengan Tanti. Namun mama tidak bisa memberikan bonus setiap hari.


Saat ini mama sedang revisi novel HASRAT TERLARANG GIGOLO dan SAHABATKU MADUKU (air mata melati) karena akan naik cetak. Sekali lagi terima kasih untuk semua dukungan dari kalian. Lope-lope sekebon jengkol 😘🥰💓❤💚💜💙


Bisa mampir juga ke novel teman mama dibawah ini.


__ADS_1


__ADS_2