
Tio mengajak Tari ke kantin. Ada beberapa hal yang ingin dikatakan dengan wanita itu. Tio hanya memesan minuman. Setelah pesanan datang, barulah Tio membuka suara.
"Aku nggak akan basa-basi. Aku langsung aja ke pokok masalah."
"Apa yang ingin kamu katakan lagi?" tanya Tari dengan ketus.
"Sekarang Elvan telah mengetahui semua kebenaran jika dia bukan anak kandungku. Aku harap mulai saat ini, kamu jauhi dulu Elvan seperti yang diinginkan anak itu."
"Kenapa kamu yang mengatur? Elvan itu anakku, bukan anakmu."
"Di Akte dan kartu keluarga namaku sebagai orang tuanya. Aku harap kali ini jangan membantah, jika kamu tidak ingin aku ...."
"Apa yang ingin kamu lakukan jika aku tidak menjauhi Elvan?" tantang Tari.
"Aku akan mengatakan semua tentangmu. Jika kamu tidak tahu siapa ayah kandung Elvan. Terutama sekali, aku akan mencabut semua fasilitas yang aku berikan. Uang dan semuanya."
"Kamu tidak bisa melakukan semua itu karena aku sebagai istrimu juga berhak aja semuanya."
"Siapa yang mengatakan kamu berhak. Aku telah memberikan bukti tes DNA Elvan,jika kamu telah membohongi aku selama ini."
"Jika kamu menghentikan semua fasilitas yang kamu berikan, aku akan katakan kebenaran tentang pembunuh orang tuanya."
__ADS_1
"Apa maksud kamu?"
"Apa kamu ingat, saat kamu mengajari aku menyetir mobil, kita menabrak sepasang suami istri yang menggunakan motor dan mereka berdua meninggal di tempat?"
"Ada hubungan apa dengan Calista?"
"Yang kita tabrak itu orang tuanya Calista!" ucap Tari dengan senyum licik.
Tubuh Tio terasa lemas mendengar ucapan Tari. Tio masih ingat Calista pernah cerita kedua orang tuanya meninggal karena di tabrak.
"Yang menabrak kamu bukan aku," gumam Tio, namun suaranya masih dapat di dengar Tari.
"Emang aku yang menabrak, tapi kamu ada di dalam mobil itu mendampingi aku. Bagaimana reaksi Calista jika tau, kamu yang memberikan uang pada keluarganya dan polisi untuk menutupi kasus ini. Apa kamu pikir Calista hanya akan membenciku saja? Kamu pasti akan ikut dibenci!"
"Cabut gugatan cerai kita, jika kamu tidak ingin Calista tau jika kita pelaku penabrak orang tuanya."
"Gugatan cerai tidak mungkin dibatalkan karena sudah ada keputusan hakim besok."
"Oke, kita udah resmi cerai. Namun, aku nggak mau ada satu orangpun tau jika kita sudah bercerai."
"Untuk apa semua ini harus disembunyikan?" tanya Tio lemas.
__ADS_1
"Aku tidak mau teman-teman dan rekan bisnisku tau jika kita bercerai. Mereka pasti akan menjauhi aku."
"Jadi semua ini hanya untuk kesenangan kamu aja. Aku semakin tidak mengenal siapa dirimu. Sejak kau bergaul dengan teman-temanmu itu, sifat dan kepribadian kamu jauh berubah."
"Aku nggak peduli apa yang kamu pikirkan. Kamu juga sudah tidak pernah peduli aku."
"Terserah apa maumu. Cuma aku peringatkan kamu sekali lagi. Jangan pernah dekati Calista, apa lagi menyentuhnya. Aku bisa nekat!"
"Jangan pernah mengancamku, jika kamu tidak ingin Calista tau siapa pembunuh kedua orang tuanya."
"Kamu yang menabraknya bukan aku!" ucap Tio dengan penuh penekanan.
"Dan kamu juga terlibat di dalam kecelakaan itu. Selain kamu ada di mobil, kamu yang mengurus semunya hingga kasus ditutup. Apa kamu sudah siap di benci Calista dan juga apa kamu telah siap kehilangan istrimu itu."
"Kamu pasti bohong," ucap Tio lirih dengan nada frustrasi.
"Aku minta orang suruhan aku menyelidiki siapa Calista. Jika kamu tidak percaya, kamu bisa selidiki lagi. Aku rasa pembicaraan kita selesai. Tidak ada lagi yang perlu di bahas. Ini terakhir kali kau menamparku jika tidak ingin tertampar kenyataan, Calista pergi dari hidupmu."
Tari berdiri dari duduknya dan meninggalkan Tio yang masih belum percaya dengan kenyataan yang baru didengarnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Bersambung
Selamat sore SELINGKUH DENGAN CALON MERTUA lovers. Bagaimana bab kali ini. Cukup mengagetkan? Jangan lupa nantikan terus kelanjutannya. 😘😘😘😘