SELINGKUH DENGAN CALON MERTUA

SELINGKUH DENGAN CALON MERTUA
Bab Empat Puluh Enam. SDCM.


__ADS_3

Tio mengajak Calista untuk duduk lebih dekat lagi. Dia akan mengatakan tentang Elvan.


Tio menikahi Tari saat mengetahui wanita itu hamil. Tio memang telah berhubungan badan dengan Tari dua atau tiga kali saat wanita itu mengaku hamil dan minta pertanggungjawaban Tio.


Tio memang mencintai Tari. Dia langsung setuju menikahi wanita itu saat tahu Tari sedang hamil.


Pernikahan berlangsung setelah Tio dan Tari tamat sekolah. Tio bekerja di perusahaan milik orang tua Tari sambil kuliah.


Setelah wisuda, Tio mencoba membuka usaha sendiri. Perusahaan orang tua Tari di pegang oleh orang kepercayaan papanya.


Ketika usia Elvan delapan tahun, kedua orang tua Tari meninggal karena terkena serangan jantung setelah mengetahui perusahaannya bangkrut dikorupsi orang kepercayaannya.


Sejak saat itu Tio makin bekerja keras untuk menghidupi anak dan istrinya. Tio tidak ingin Tari stres, karena wanita itu selalu hidup mewah dari kecil.


Hingga suatu hari Elvan sakit, DBD dan membutuhkan darah. Ketika Tio akan mendonorkan darahnya, dokter mengatakan darahnya tidak sesuai, begitu juga darah Tari.


Tio dan Tari kaget mendapati kenyataan itu. Tio akhirnya melakukan tes DNA, dan hasilnya Elvan memang bukan darah dagingnya.


Tio mendesak Tari untuk berterus terang siapa ayah kandung Elvan, namun Tari tidak mau mengatakan.

__ADS_1


Sejak saat itulah Tio dan Tari memutuskan untuk tidak berhubungan badan lagi. Tio jadi trauma dan tidak percaya dengan wanita.


Pernah Tio berhubungan dengan wanita lain, tapi dia tidak mau serius, takut ditipu untuk kedua kalinya.


Rasa cinta Tio pada Tari mulai hilang. Dia mulai jarang pulang, dan sering lembur. Tari yang merasa Tio makin menjauh dan menghindari dirinya mencari pelampiasan dengan berfoya bareng temannya.


Rumah tangga mereka sudah seperti neraka. Tidak ada lagi keharmonisan. Hingga Elvan mulai beranjak remaja. Anak itu mulai merasakan ketidak harmonisan dalam rumah tangga kedua orang tuanya.


Elvan akhirnya memutuskan untuk tinggal terpisah saat usianya menginjak tujuh belas tahun. Tio membelikan Elvan apartemen. Sejak tinggal di apartemen sifat Elvan berubah. Tio yang merasa kecewa kurang memperhatikan anaknya itu. Hingga Elvan menjadi seperti saat ini.


Calista mendengar sambil memeluk lengan Tio. Tidak pernah di duga jika Elvan bukan darah daging Tio.


"Makanya aku ingin memiliki anak darimu secepatnya. Agar aku bisa menggendong dan membesarkan darah dagingku sendiri. Bukan berarti aku tidak menyayangi Elvan, Aku menyayangi Elvan, tapi aku juga ingin memiliki anak kandung."


Tio mengambil ponselnya dan menghubungi orang kepercayaannya tadi, menanyakan perkembangan pencarian Elvan.


"Maaf, Pak. Saya baru saja akan menghubungi Bapak," ucap Toni.


"Bagaimana? Apakah kamu bertemu Elvan?"

__ADS_1


"Sekali lagi saya minta maaf, Pak. Saya harus mengatakan kabar buruk ini."


"Kabar buruk apa?" tanya Tio dengan tidak sabaran. Calista juga mendengarnya dengan cemas.


"Elvan, Pak!"


"Kenapa dengan Elvan?" tanya Tio lagi.


"Elvan mengalami kecelakaan dan saat ini telah berada di rumah sakit X. Saat saya sampai di tempat kejadian Elvan telah di bawa. Saya hanya melihat mobilnya."


"Baiklah saya akan segera ke rumah sakit. Terima kasih," ucap Tio.


"Sayang, cepat tukar bajumu. Kita kerumah sakit. Elvan mengalami kecelakaan."


"Elvan kecelakaan?"


"Ya, kita harus segera ke rumah sakit X agar dokter bisa menangani dengan segera."


Tio dan Calista masuk ke kamar buat ganti baju. Setelah itu,Tio melajukan mobilnya menuju rumah sakit yang dikatakan bawahannya tadi.

__ADS_1


...****************...


Bersambung


__ADS_2