
Tio menghubungi orang kepercayaannya untuk mencari tahu kebenaran ucapan Tari. Tio juga minta bawahannya mencari keluarga korban yang menerima uang santunan.
Tio ingat, orang yang menerima uang santunan itu mengaku adik dari korban. Tio juga meminta bawahannya meminta bukti pada kepolisian jika yang menabrak korban adalah Tari. Tio hanya sebagai saksi karena berada dalam satu mobil.
Setelah meminta bantuan pada orang kepercayaannya untuk mencari bukti kecelakaan yang melibatkan dirinya, barulah Tio kembali ke ruang rawat Elvan.
Tio sudah merencanakan akan mengadakan jumpa pers untuk mengumumkan perceraiannya dan mengenalkan Calista sebagai istrinya.
Tio juga sedang mendaftarkan pernikahannya di kantor KUA untuk diresmikan secara negara. Tio ingin anaknya yang berada dalam perut Calista memiliki kekuatan hukum.
Jika terbukti korban yang pernah Tari tabrak adalah orang tua Calista,Tio akan mengatakan kebenarannya pada Calista. Dia tidak ingin Calista mendengar dari mulut orang lain.
Tio berjalan perlahan menuju kamar rawat Elvan. Saat masuk, Tio melihat Calista yang tidur dengan meringkuk di sofa.
Elvan juga telah terlelap. Tio menutup kain yang menutupi tempat tidur Elvan. Tio melakukan itu agar Elvan tidak melihat dirinya yang ingin memeluk Calista.
Setelah menutupi tempat tidur Elvan, Tio mendekati Calista yang sedang berbaring dan berlutut di samping istrinya yang tertidur di sofa.
"Sayang, maafkan aku. Kamu pasti akan kecewa jika tau aku juga terlibat dengan kecelakaan yang menimpa kedua orang tuamu," ucap Tio mengecup pipi Calista.
Sayang, aku akan jujur mengenai semuanya. Walau aku harus menerima kekecewaan dan kemarahan darimu.
Tio mengecup seluruh bagian di wajah Calista, membuat wanita itu membuka matanya.
Calista langsung tersenyum dan melingkarkan tangannya di leher Tio. Calista membalas mengecup bibir Tio sekilas.
"Aku takut ...," ucap Calista.
__ADS_1
"Apa yang kamu takutkan,Sayang?" tanya Tio dengan mengusap wajah istrinya itu.
"Aku tadi bermimpi kamu dan aku berpisah. Ada seseorang yang menarik tanganmu untuk menjauh dariku. Aku takut itu menjadi nyata. Dalam mimpi aja telah membuat dadaku sesak. Apa lagi jika itu menjadi kenyataan," ucap Calista. Air matanya jatuh membasahi pipi.
Tio mengusap air mata Calista dan mengecup matanya. Lalu Tio mengecup pipi Cilista.
Tio bangun dan duduk di sofa. Calista juga bangun dari tidurnya. Calista melirik ke arah tempat tidur Elvan, setelah melihat tempat tidurnya ditutupi keliling kain, Calista memeluk Tio erat.
Calista naik ke pangkuan Tio dan memeluk leher Tio dengan melingkarkan tangannya di leher suaminya itu.
"Sayang, tidak pernah terbesit di hati ini untuk meninggalkan kamu. Aku yang takut kehilangan kamu. Aku nggak akan sanggup jika kamu pergi meninggalkan aku."
Tio memeluk erat pinggang Calista dan merapatkan tubuh wanita itu.
"Berjanjilah, Sayang. Apa pun yang akan terjadi, kamu nggak akan pernah meninggalkan aku," ucap Tio lirih.
Tio memeluk erat tubuh istrinya itu. Mengecup pipi Calista berulang kali.
...----------------...
Tiga hari kemudian.
Tio telah mendapat kepastian jika benar korban yang ditabrak Tari dulu, adalah kedua orang tua Calista.
Tio udah bertekad akan jujur tentang semua yang terjadi di masa lalu itu. Apa pun tanggapan dan penerimaan Calista nantinya.
Hari ini Elvan telah diizinkan kembali. Tio menawarkan untuk kembali ke apartemen dirinya dan Calista.
__ADS_1
Namun, Elvan menolaknya. Tidak mungkin dirinya tinggal seatap dengan Calista, akan lebih sulit nantinya melupakan gadis itu.
Setelah membayar administrasi, Tio mengajak Elvan pulang. Tio telah meminta sepasang suami istri menemani dan membantu Tio di apartemen miliknya.
Tio bertekad akan mengatakan kebenaran tentang kedua orang tuanya Calista, saat pulang dari mengantarkan Elvan.
...****************...
Bersambung
Selamat Pagi SELINGKUH DENGAN CALON MERTUA lovers. Bagaimana ya reaksi Calista mengetahui jika penabrak kedua orang tuanya ternyata Tari? Nantikan terus update novel ini. Terima kasih.
Mama mau rekomendasi karya yang telah end. Karya tahun kemarin.
Judul CINTA SUCI ALESHA.
Jangan berharap jika aku akan memperlakukan kamu sebagaimana mestinya seorang istri. Karena kamu tahu bukan, jika aku terpaksa menikah denganmu karena permintaan kedua orang tuaku. Dan kamu tahu aku sudah memiliki seorang kekasih yang sangat aku cintai"ucap lelaki itu dengan penuh rasa emosi dan penekanan.
HAYKAL AZRIL ANSA itulah nama suamiku. Orang yang sangat aku cintai. Tapi tidak dengannya,saat ini ia sangat membenciku karena aku yang bersedia menjadi istrinya.
Dulu, sebelum orang tua kak Azril mengutarakan niatnya untuk menjadikan aku sebagai menantunya, kak Azril lah tempat aku selalu berbagi cerita.
Kak Azril akan sangat marah jika ada orang yang membuat aku menangis.
Tapi saat ini ialah penyebab semua tangisanku.
"Aku akan terus bersabar bahkan sampai kesabaran itu sendiri lelah dengan kesabaranku"
__ADS_1