SELINGKUH DENGAN CALON MERTUA

SELINGKUH DENGAN CALON MERTUA
Bab Tujuh Puluh Enam. SDCM.


__ADS_3

Tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Saat ini kandungan Calista telah memasuki bulan kesembilan.


Calista duduk bersandar di ranjang sambil menonton televisi. Saat ini perutnya sudah sangat besar karena ada sepasang bayi kembar di dalamnya.


Tio yang baru pulang kantor langsung masuk kamar dan naik ke ranjang menghampiri istrinya itu.


"Selamat sore kesayangan Daddy. Sebentar lagi kita akan bertemu. Daddy sudah nggak sabar ingin bertemu dan melihat wajah-wajah lucu kalian berdua." Tio mengecup perut istrinya itu.


"Daddy pulang kerja itu, bersihkan badan dulu."


"Emang tidak boleh kalau menyapa anak istri dulu?"


"Bukannya nggak boleh, biar bisa pelukan. Kalau sekarang pasti bau asem," ucap Calista.


"Bau asem? Mana pernah badan aku bau asem. Nih, coba bau!" ucap Tio menyodorkan keteknya ke hidung Calista.

__ADS_1


"Daddy ...."


Tio memeluk istrinya itu dan mengecupnya berulang kali. Calista, istrinya kecilnya ini makin manja sejak kehamilannya. Namun, Tio tidak pernah bosan. Dia senang dengan sikap manja istrinya. Tio malah tambah memberikan perhatian.


Semenjak menikah dengan Calista, Tio tidak pernah lagi ke luar kota. Jika ada rapat atau kerjaan ke luar kota, Tio akan mewakilkan pada atasannya.


Tari, istrinya Tio saat ini sikapnya makin menjadi. Terakhir Tio dengar salah satu butiknya telah di tutup karena sudah tidak ada pembelinya. Tari terlalu sibuk dengan berondong sehingga tidak memperhatikan butik, pakaian yang di jual hanya stok lama sehingga pembeli kabur.


Sedangkan Elvan, hubungannya dengan Tanti semakin serius. Setiap bulan diakhiri pekan, Elvan menyempatkan pulang. Elvan meminta izin dengan Papa-nya. Tio juga tidak keberatan. Dia selalu membelikan tiket buat Elvan, karena Tio juga ingin bertemu anaknya itu.


Calista memeluk Tio dan membenamkan kepalanya di dada pria itu.


"Daddy, aku juga sangat bersyukur karena Tuhan mempertemukan aku dengan Daddy. Aku memiliki pengganti ayah dan suami sekaligus. Dengan Daddy aku bisa bermanja, diperlakukan bak Ratu dan dicintai sepenuh hati. Aku selalu berdoa agar Tuhan memberikan Daddy umur yang panjang agar aku bisa lebih lama dengan Daddy."


"Jika umurnya panjang dan hingga tua masih bersamamu, apakah kamu nggak malu nanti jalan denganku? Apakah kamu tidak bosan nanti mengurus lelaki tua ini?"

__ADS_1


"Tidak! Aku akan memperhatikan dan memanjakan Daddy seperti yang Daddy lakukan padaku. Saat ini aku yang jadi pusat perhatian dan kasih sayangmu dan jika nanti Daddy telah menua, Daddy-lah yang akan jadi pusat perhatianku."


"Semoga hati kamu tidak akan pernah berubah." Tio mengecup pucuk kepala Calista.


"Aku yakin sekarang jika sesuatu yang terjadi di dalam kehidupan ini bukanlah suatu kebetulan. Tuhan sudah merancangkan skenario-Nya untuk masing-masing orang. Kita tak pernah bertemu dengan orang yang salah. Hanya saja ada yang menjadi teman. Ada juga yang menjadi pelajaran. Semua rencana Allah. Bersabarlah.Dengan cinta dan sabar semua hal buruk akan menjadi indah. Percayalah, Tuhan punya rencana baik untuk hidupmu. Ketika kamu merasa kehilangan harapan dalam hidup ini, ingatlah bahwa Tuhan punya rencana yang lebih besar dari mimpimu," ucap Tio lagi.


"Terima kasih Daddy, untuk segalanya. Aku merasa beruntung, bahkan sangat beruntung memilikimu. Saya sangat amat menyayangimu.Untuk beberapa hal, kamu selalu mampu membuatku merasa beruntung memilikimu. Aku harap tak ada kata akhir dalam hubungan ini." Calista memeluk Tio erat.


Apa pun yang terjadi dengan hidupku saat ini, aku yakin Tuhan telah merencanakan hal terbaik untukku. Jika tidak untuk saat ini, sesuai waktu-Nya, kita mendapatkan hal terbaik dari-Nya.


...****************...


Bersambung.


Kutipan bersumber dari google

__ADS_1


__ADS_2