SELINGKUH DENGAN CALON MERTUA

SELINGKUH DENGAN CALON MERTUA
Bab Delapan Puluh. SDCM.


__ADS_3

Tio masuk ke ruang ICU di mana Calista sedang di rawat. Tio menggenggam tangan istrinya itu. Dokter mengatakan jika Calista telah melewati masa kritis. Hanya menunggu keaadaran. Tiga kantong darah telah habis di transfusi untuk Calista.


"Sayang, cepat sadar. Kamu ingat lihat wajah anak kita'kan? Mereka cantik dan ganteng. Sehat. Anak-anak menunggu Mommy-nya."


Air mata Tio jatuh membasahi pipinya. Dari tadi Tio telah mencoba menahan. Namun, tidak bisa.


"Sayang, bangunlah. Jangan tidur terus. Aku kuatir.Berjanjilah untuk tetap tinggal, di sini, bersamaku. Jangan pergi, tolong, jangan pernah pergi.Jika kamu ingin pergi, tolong tunggu sampai aku siap. Tapi sampai kapanpun aku tak akan mungkin siap. Jadi itu artinya, tolong jangan pergi.Kehilangan dirimu sama saja dengan kehilangan kebahagiaanku."


Air mata Tio banjir membasahi pipinya. Dia benar-benar takut kehilangan Calista.


"Sayang, di setiap malam dan setiap helaan napasku, aku selalu berdoa semoga Tuhan panjangkan umurmu. Biar aku aja yang pergi duluan. Aku belum siap dan mungkin tidak pernah siap kehilangan dirimu."


Setelah setengah jam bersama Calista, Tio keluar. Dokter memintanya karena Calista harus istirahat.


Di dalam kamar rawat, tampak sepasang bayi kembar sedang terlelap. Tanti dan Elvan sedang menjaganya.



"Anak Calista cantik dan ganteng banget,ya," ucap Tanti.


"Aku juga ganteng'kan?" tanya Elvan.

__ADS_1


"Apa hubungannya kamu dengan anak Calista?"


"Banyak hubungannya. Pertama,aku abangnya. Kedua, jika aku ganteng pastilah adiknya juga ganteng. Ketiga, karena aku ganteng, nanti kamu jika nikah denganku akan dapat bayi ganteng juga."


"Dihh, kamu muji diri sendiri."


"Tunggu kamu puji, lama banget. Kamu irit banget kalau muji pacar. Nanti dipuji cewek lain, baru nyesal."


"Iya, kamu ganteng. Elvan ganteng banget."


"Puji-nya nggak ikhlas banget."


"Aku tidak bisa bayangkan bagaimana Papa jika terjadi sesuatu dengan Calista. Aku coba melupakan semua dengan becanda denganmu."


"Kita berdoa saja agar Calista segera sadar dan dipanjangkan umurnya. Bukan hanya Om Tio yang sangat kuatir, aku juga. Aku belum siap kehilangan Calista."


"Aku jadi kuatir jika kita menikah dan saat melahirkan kamu juga mengalami ini. Papa ingin kita bertunangan barengan dengan aqiqah si kembar. Sebulan setelah itu baru pesta pernikahannya."


"Tunangan saat aqiqah si kembar? Berarti dalam waktu dekat ini."


"Begitulah."

__ADS_1


Saat Tanti dan Elvan sedang asyik mengobrol, Tio masuk dengan langkah pelan menuju tempat tidur bayi.


"Sayang, Daddy. Sehat terus ya. Doakan Mommy kamu cepat sadar. Biar bisa kumpul di sini. Daddy yakin, Mommy sebenarnya juga tidak sabar ingin bertemu dan melihat kalian."


Air mata Tio kembali jatuh membasahi pipinya. Elvan dan Tanti yang melihatnya ikutan larut dalam kesedihan itu.


"Papa jangan kuatir. Calista itu wanita kuat. Aku yakin, besok Calista udah bisa berkumpul di sini dengan kita," kata Elvan


"Elvan benar, Om. Aku tau bagaimana kuat dan tabahnya Calista menjalani hidupnya yang keras sejak masih kecil. Setiap aku menginap di kost Calista, dia selalu cerita mengenai masa kecilnya yang penuh perjuangan. Jadi, aku yakin Calista bisa melewati semua ini. Apa lagi ada dua bayi mungil yang sedang menunggunya," ucap Tanti.


Elvan mendekati papa Tio dan memeluknya. Walau Elvan telah mengetahui jika Tio bukan Papa kandungnya. Tapi kasih sayangnya pada Tio tidak berubah bahkan makin bertambah karena dia menyadari jika Tio juga sangat menyayangi dirinya walau bukan anak kandung.


...****************...


Bersambung.


Selamat siang SELINGKUH DENGAN CALON MERTUA lovers. Semoga sehat selalu. HAPPY WEEKEND.


Sambil menunggu novel ini update bisa mampir ke novel teman mama dibawah ini. Terima kasih.


__ADS_1


__ADS_2