SELINGKUH DENGAN CALON MERTUA

SELINGKUH DENGAN CALON MERTUA
Bab Lima Puluh Satu. SDCM.


__ADS_3

Calista mendekati Tio dan berdiri di samping sofa tempat suaminya tidur. Calista mengecup pipi Tio untuk membangunkannya.


Beberapa kali mencium, suaminya tidak juga bangun, Calista akhirnya menggigit hidung Tio pelan. Barulah pria itu membuka matanya.


Tio memeluk pinggang Calista menahan agar wanita itu tidak menjauh.


"Nakal ya sekarang!" ucap Tio sambil tersenyum.


"Dari tadi dibangunkan, tidak juga buka mata. Makanya aku gigit aja."


Tio menarik pinggang Calista hingga jatuh ke pangkuannya. Tio mengecup pipi istrinya kecilnya itu.


"Morning kiss," ucap Tio.


"Lepasin, Dad. Apa tidak malu dilihat Elvan," bisik Calista sambil berusaha melepaskan pelukan Tio.


"Biar aja. Elvan bukan anak kecil lagi. Pasti mengerti dengan kemesraan kita. Namanya aja masih pengantin baru. Apa lagi kamu pagi ini tampak sangat cantik membuat aku ingin memakan kamu aja."


"Jangan bicara mesum. Malu dengan Elvan," bisik Calista lagi.


"Baiklah, Sayang. Jika kita udah di rumah, aku ingin memakan kamu berulang kali. Sampai kamu tidak bisa kuliah."


"Lepaskan pelukannya sekarang. Aku duduk di samping Daddy aja."


Tio melirik ke tempat tidur Elvan, tampak anaknya itu mencuri pandang ke arah mereka berdua.


Tio akhirnya melepaskan pelukanya dipinggang Calista. Dia tidak ingin Elvan menjadi sedih melihat kemesraan dirinya dan Calista.

__ADS_1


Walau Elvan bukan anak kandungnya, tapi Tio sangat menyayangi anak itu. Elvan-lah yang menjadi salah satu alasan Tio masih bertahan dengan Tari selain trauma dan takut jatuh cinta.


Tio tidak tega untuk mengatakan pada Elvan, jika dirinya bukan ayah kandung Elvan. Tio udah terlanjur menyayangi Elvan saat mengetahui jika dia bukan anak kandungnya.


"Gimana sakit kepalanya. Masih terasa sakit?" tanya Tio sambil mengusap pucuk kepala istri kecilnya itu.


"Sedikit. Kadang pusing, kadang hilang. Kadang mual. Apa karena aku masih belum datang bulan juga ya?" gumam Calista.


"Maksudnya kamu belum datang bulan? Emang biasanya tanggal berapa?"


"Biasanya awal bulan. Ini udah telat seminggu."


"Kamu harus diperiksa. Aku takut ada penyakit dalam tubuhmu."


Tio lalu menghubungi loket pendaftaran untuk jadwal pemeriksaan Calista dengan dokter kandungan.


Sebelum ke tempat dokter kandungan, Tio pamit dulu dengan Elvan.


"Maaf Elvan, Papa harus pergi ke dokter kandungan dengan Calista. Apa kamu keberatan jika ditinggal sendiri? Atau Papa menghubungi mama kamu dulu, untuk menggantikan menjaga kamu."


"Aku belum mau bertemu mama saat ini. Aku harap tidak melihat wajah mama dulu."


"Kenapa dari kemarin kamu berkata begitu. Apa kamu sedang bertengkar dengan mama?" tanya Tio.


"Aku baru mengetahui kebenaran siapa mama. Aku dulu selalu saja menyalahkan Papa apa lagi setelah papa menikah lagi. Namun, ternyata mama lebih nakal dan jahat."


"Maksud kamu apa. Papa tidak mengerti."

__ADS_1


"Mama selingkuh dengan pria lain. Aku melihat sendiri. Aku menjadi jijik melihat semua itu, apa lagi melihat pria yang menjadi selingkuhannya itu. Yang lebih parah, semua biaya kencan ditanggung mama. Aku sangat malu."


"Sejelek apapun tingkah-nya, dia tetap ama kamu. Walau kamu kecewa tapi tetap harus kamu hormati."


"Bagaimana aku harus menghormati mama jika dia saja tidak menghormati dirinya sendiri. Maaf, apa papa udah tahu jika mama berselingkuh?" tanya Elvan pelan, agar tidak terdengar Calista.


Tio tersenyum dan menganggukan kepalanya sebagai jawaban. Melihat jawaban Tio, Elvan menjadi kaget.


...***************...


**Bonus visual.


Tio**



Calista



Elvan



Bersambung.


Selamat malam SELINGKUH DENGAN CALON MERTUA Lovers. Mama membawa rekomendasi karya teman. Bisa mampir sambil menunggu novel ini update. Terima kasih. 😘😘😘😘

__ADS_1



__ADS_2